
Maaf ya di part sebelumnya ada kesalahan penulisan. Ikuti terus ya kisah Zyan dan Azza, sebelum semua mendapatkan kebahagian dengan porsinya masing-masing.
* * * *. *. * * * * * * * * * *
Zyan masih saja berkutat dengan tumpukan berkas yang harus segera di periksa, agar cepat menemukan dalang dari kekacauan yang terjadi di perusahaan ini. Hal itu mbuat Zyan melupakan sang istri yang merasa khawatir, karena sang suami belum sekalipun mengabari dirinya hari ini.
Sudah satu Minggu Zyan tak ada kabar. Membuat Azza begitu khawatir, begitu juga dengan keluarga yang lain terutama Sella dan Arya. Karena mereka juga tak bisa menghubungi Zyan. Sedangkan Ibra belum juga mendapatkan laporan dari anak buahnya, yang Ibra utus untuk mencari keberadaan Zyan.
Namun sungguh mengejutkan,kabar yang di dapat Ibra. Bagaimana tidak anak buah yang Ibra utus memberi kabar, kalau sejak 3 hari yang lalu Zyan tak lagi datang ke perusahaan. Ibra juga meminta anak buahnya untuk mencari Zyan di apartemen milik lelaki itu.
Sedangkan Azza selalu saja menangis, karena belum juga mendapatkan kabar tenang sang suami. Namun Azza harus tetap kuat demi kedua buah hati yang sedang dalam kandungannya. Semua orang berusaha menenangkan Azza, Mereka tak ingin terjadi sesuatu pada Azza dan kedua bayinya. Izar pun rutin memeriksa kondisi tekanan darah Azza yang sempat naik karena stres yang dia rasakan.
* * * * * * * * * * * *
Kini kandungan Azza sudah memasuki bulan ke 7 Selama itu pula Azza selalu menantikan kedatangan sang suami yang belum ada kabarnya. Air mata Azza sudah mengering, Azza berusaha terlihat kuat agar mas Sella pun kuat. Karena selain dirinya tentu Sella lah sebagai seorang ibu yang paling kehilangan.
Namun kedua baby yang Azza kandung lah menjadi penyemangat mereka semua. Sedangkan Ibra merasa bersalah kepada sang adik karena terlambat menyadari, yang terjadi.
Azizah, Nai dan Renata bergantian datang menghibur Azza. Karena enak satu bulan menghilangnya Zyan, Azza memilih untuk kembali ke rumahnya bersama Zyan. Awalnya mereka semua melarang, namun setelah melihat keadaan Azza yang selalu berdiam diri,buat Ibra menyetujui permintaan sang adik, dengan Syarat, kalau Ibra akan meletakkan mengawal di sekeliling rumah. Azza bisa pergi dengan di antar oleh salah seorang abangnya baik Ibra, Izar, Galen ataupun Rayyan. Dan Azza menerimanya, karena bagi Azza tinggal di rumahnya bersama Zyan membuat dirinya merasa Zyan ada didekatnya, dan jika Azza tertidur dia merasa Zyan memeluknya.
Malam ini seperti biasa Azza akan duduk di balkon kamarnya. Sambil memandangi foto sang suami.
" Mas... kamu dimana?, sebentar lagi anak kamu lahir mas, anak kita satu pasang yaitu laki-laki dan perempuan. Mas belum pulang bagaiman Azza mau kasih nama. Karena seharusnya kan Mas Zyan yang memberi nama untuk anak-anak kita" gumam Azza sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit sempurna.
__ADS_1
Bi Lala seorang pelayan kepercayaan Azza menghapus air matanya. Bi Lala tau bagaimana sang tuan sangat cintai nyonya mereka begitu pula sebaliknya.
* * * * * * * * * * * * * * *
Sedangkan di kediaman Toni,pria tua itu sedang kesal kepada Zyan, karena Toni merasa Zyan terlalu pintar, sebab semua kepemilikan harta Zyan atas nama anaknya dan semua dalam pengawasan perusahaan Nugraha grup.
"Bagaimana ini pa... jangankan mendapat harta mas Zyan. Sekarang mas Zyan kemana aja, kita tidak ada yang tau ujar Yura kesal.
Baik anak buah Toni maupun anak buah Bian, kini sama-sama mencari keberadaan Zyan. Mereka membagi 2 kelompok. Agar mereka cepat menemukan Zyan
Sedangkan Arya kembali ke perusahaan, karena Ibra memintanya. Mereka bekerjasama menjaga amanah dari Zyan.
Ya setelah Zyan menghilang selama satu bulan perusahaan Zyan agak sedikit goyang, terpaksa Ibra meminta Arya menggantikan Zyan sampai Zyan kembali. Semua itu karena Ibra teringat pesan Zyan sebelum Zyan pergi ke luar kota.
Azza menangis dalam diam, semua orang selalu menguatkan hatinya.
" Mas... harusnya kamu ada disini mendoakan anak kita, dimana kamu mas apa kamu tak merindukan kami" batin Azza dengan air mata yang tak berhenti mengalir
" Mas Dewa... lihatlah putri kita mas, begitu rapuh dulu saat kepergian kamu aku masih bis bertahan karena ada anak-anak yang menguatkan. Sekarang lihatlah putri kita mas, dia mengalami nasib yang sama seperti aku mas, hanya bedanya kamu pergi meninggalkan aku untuk selamanya. Sedangkan Zyan jasadnya pun tak pernah di temukan, yang membuat kami yakin dia masih hidup" gumam Mila dalam hati
" Mas... kemana aku harus mencari anak kita mas, kau lihat menantu kita, dia harus menahan kesedihannya agar cucu kita tetap sehat dan selamat, terus berdoa agar suaminya pulang dengan selamat" gumam Sella dalam hati
Selesai acara kini mereka semua menginap di kediaman Azza. Al dan Lea mencoba menghibur Azza. Walau sebenarnya mereka belum mengerti apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
* * *. * * * * * * * * *
Hari-hari berlalu tanpa sedikitpun merasa lelah untuk selalu berdoa agar pria yang di cintai ya kembali. Hari ini Azza harus melakukan operasi Cesar. Karena Tekanan darah Azza terlalu beresiko untuk melahirkan normal.
Semua orang mendamping Azza. Sedangkan Izar memutuskan ikut membantu sang adik di meja operasi. Izar ingin memastikan keselamatan sang adik dan kedua keponakannya.
Beberapa hari ini Azza memang di minta untuk kembali ke kediaman Mila sampai selesai melahirkan awalnya Azza, menolak namun setelah berbicara dengan sang bunda akhirnya Azza mengalah. Dan tepat subuh tadi Azza merasakan kontraksi. Ibra yang kebetulan belum berangkat bekerja segera melarikan Azza kerumah sakit.
Dan jadwal operasi yang seharusnya Minggu depan, menjadi di majukan hari ini. Persiapan operasi telah dilakukan. Dan kini saatnya Azza di bawa ke ruang operasi. Operasi dilakukan selama 4 jam Sepasang bayi tampan dan cantik telah lahir ke dunia dengan selamat begitu juga sang ibu walau, tadi sempat henti jantung. Namun Izar berhasil menyelamatkan sang adik. Jika tidak mungkin entah apa yang akan terjadi pada Izar. Kini Azza telah di bawa ke ruangan VVIP. Sedangkan kedua bayi Azza di letakkan di kamarnya di dalam boks khusus agar nanti Azza terasa hangat.
Semua berucap syukur setelah mendengar cerita dari Izar tadi.
" Dek apa sudah punya nama untuk si kembar?" tanya Nai kepada sang adik dan di jawab anggukan oleh Azza.
Arumi Zivanna Malik untuk sang adik
Alfarizi Zyan Malik untuk sang kakak
Jelas Azza dengan senyum indah, mengingat saat Zyan memberikan nama pada anaknya.
" Mas....cepatlah kembali Ziva dan Fariz sudah hadir di dunia mas, jangan buat aku bingun, harus menjawab apa ketika mereka bertanya tentang kamu kelak jadi aku mohon pulanglah" gumam Azza di sela kebahagiaannya.
* * * * * * * * * * * *
__ADS_1
Bagaimana part malam ini semoga kalian suka ya. Ikuti terus kisah mereka ya terimakasih