Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Tadi sebelum Romi dan Gisel keluar dari ruangan Ibra,Azizah juga sempat memberikan bekal makanan untuk mereka,Karena Azizah memang sengaja membawa makanan lebih, dan hal itu, membuat wajah Ibra kusut seperti pakaian yang belum diseterika.


"Mas Romi, mba Gisel ini Zizah bawain makanan buat makan siang, dimakan ya mudah-mudahan suka"ujar Azizah Sambil menyerahkan paper bag yang berisi kotak makanan yang Azizah masak.


"Terima kasih ya bu, masakan Ibu selalu enak kok" jawab Romi


" Iya... masakan ibu enak" sambung Gisel


Ya.... memang, setiap Azizah engantarkan makan siang untuk Ibra, Azizah juga membawakan untuk Gisel dan Romi.Terkadang Ibra protes,kenapa Azizah perhatian kepada mereka, namun jawaban Azizah membuat Ibra tidak mampu membantah.


"Bang mba Gisel dan mas Romi itu terkadang tidak sempat untuk makan diluar,karena pekerjaan yang menumpuk.Dan mereka juga membantu pekerjaan tidak mengenal waktu,jadi apa salahnya kalau Zizah antar Abang makanan, Azizah lebihkan untuk mereka"


Dan hal itulah yang membuat Ibra begitu mencintai sang Istri, dan hal itu pulalah yang membuat Romi dan Gisel, selalu membantu Azizah mengusir calon- calon pelakor yang ingin mendekati Ibra, walau sebenarnya Azizah tidak pernah memintanya.


Azizah juga begitu dihormati oleh semua karyawan Ibra,karena dari usulan Azizah lah, setiap hari jumat kantor membagikan makan siang gratis dan semua wajib mendapatkannya.


Setelah Romi dan Gisel keluar dari ruangnan Ibra mengajak Azizah duduk disofa ruangan Ibra.Azizah pun segera menuruti permintaan Ibra, dari pada Ibra melakukan hal yang tidak masuk akal.Azizah sebenarnya bingung,dan bertanya-tanya ada apa dengan suaminya.Namun Azizah tidak menemukan jawabannya.Setelah mereka duduk,Azizah meletakkan kotak makanan yang tadi dibawanya diatas meja dan meulai menatanya.Ibra yang melihat makanan membuat matanya berbinar senang.


"Abang makan dulu yuk, tapi Zizah hanya masak ini,karena entah kenapa Zizah ingin sekali masak Cumi pedas asam manis ini,juga garang asem daging ini"


"Sayang makasih ya,kamu tau saja abang lagi mau makan yang sedikit asam, tambah cinta deh, istri siapa dulu ini"


"Ah... Abang gombal"ujar Azizah namun dalam hati seperti ada kupu-kupu yang terbang didalam perut


Mereka makan dengan lahap,Ibra saja sampai makan dua porsi.Memang Azizah membawa sedikit banyak dari porsi biasa.Karena beberapa minggu ini nafsu makan Azizah bertambah.Selesai makan Azizah membersihkan sisa makanan mereka.


"Sayang kamu mau langsung pulang ya?" tanya Ibra sambil memeluk Azizah


"Bang....lepas nanti malu kalau ada yang masuk" ujar Azizah mencoba lepas dari pelukan Ibra

__ADS_1


"Enggak sayang.... abang mau peluk kamu aja,karena kamu sekarang tambah enak dipeluk, lagian siapa yang berani masuk kesini tanpa aku suruh" ujar Ibra tetap memeluk Azizah


" Abang.... Zizah tambah gemukkan ya? tanya Azizah "Soalnya baju Zizah banyak yang nggak muat lagi" tambah Azizah sambil cemberut.


"Ya... enggak apa- apa sayang itu artinya kamu bahagia sama abang, soal baju kamu bisa minta temani bunda atau nai untuk membelinya" jawab Ibra santai


Setelah makan siang, Ibra kembali berkutat dengan betkas,Azizah masih setia menunggu sang suami yang sedang fokus bekerja.Setelah 2 jam didalam ruangan Ibra,hanya berbaring disofa,sebenarnya bosan, tapi Ibra tidak mengizinkan untuk pulang. Azizah yang lelah menunggu akhirnya tertidur disofa,Ibra yang tak mendengar lagi suara sang istri melihat sekilas kerah istrinya, yanh ternyata sudah terlelap.


Saat sedang asik memandang wajah sang istri,pintu ruangan diketuk seseorang, yang tak lain adalah Gisel.


"Maaf pak 5 menit lagi kita meeting dengan kilen dari bali pak,dan saat ini mereka dalam perjalanan keruang meeting pak " lapor Gisel


"Baiklah pinta Romi hadir terlebih dahulu disana, nanti saya menyusul, dan satu lagi kalau ibu Azizah bangun bilang saya sedang meeting dan sediakan cemilan buatnya"perintah Ibra


"Baik pak" jawab Gisel


Sedangkan Ibra,masih sempat- sempatnya mencuri ciuman dimana sang istri tengah terlelap dan dirinya sdh ditunggu diruang meeting.


Meeting dengan klien berjalan dengan lancar walau memerlukan waktu 2 jam, tapi hasilnya sangat memuaskan.Setelah klien pergi Ibra segera meninggalkan ruang meeting, dan berpesan kepada Romi, untuk melanjutkan pekerjaannya, karena dia akan pulang bersama sang Istri.


Didalam ruangan Azizah yang sejak 1jam lalu terbangun,kini dia sedang asik memakan cemilan dan jus mangga bersama Gisel.Sebenarnya tadi Gisel sudah menolak, karena takut Ibra marah, tapi karena Azizah yang meminta biar ada teman,Akhirnya disini lah dia menemani Azizah.


Saat sedang asik bercerita, terdengar pintu terbuka dan menampilkan sang bos yang menatapnya dengan tajam.Gisel yang ditatap begitu nyalinya menciut,sedangkan Axizah yang melihat segera mendekati sang suami, dan meminta Gisel kembalu keruangannya,setelah mengucapkan terima kasih.


Azizah menggandeng tangan Ibra menuju sofa dan mengajak Ibra untuk memakan cemilan yang tersedia di meja.


" Abang.... jangan marah ya sama mba Gisel, tadi itu Zizah yang paksa mba Gisel,sebenarnya mbs Gisel tetap menolak tapi Zizah paksa" jelas Azizah


Ibra yang melihat wajah memelas Azizah menjadi gemas, apa lagi saat ini pipu Azizah bertambah tembam membuat Azizah tambah menggemaskan.Dan satu hal Ibra tidak bisa marah pada Azizah mengenai hal-hal kecil,karena baginya kalau hal besar bisa diperkecil,kenapa mesti hal kecil diperbesar, kan lebih baik dihilangkan jadi tidak akan ada masalah.

__ADS_1


"Iya... sayang abang nggak akan marah, sekarang kita pulang yuk" ajak Ibra


"Janji ya abang nggak akan marahi mba Gisel kalau Zizah nggak ada" Azizah mengangkat jari kelingkingnya meminta Ibra berjanji " Loh kok Pulang bang mang kerjaan abanh sudah selesai, kan sekar baru jam setengah 4 bang" tanya Azizah


"Kerjaan abang akan dihandel Romi sayang jadi sekarang kita bisa pulang" jelas Ibra sambil menarik tangan sang Istri keluar ruangannya.


Sampai di loby pak ujar sudah menunggu disana.Ibra segera membuka pintu untuk sang Istri tak lupa menahan agar kepala Azizah tidak tersentuk mobil.Setelahnya Ibra pun ikut masuk dan duduk disebelah Azizah.


Setelah mereka masuk pak Ujang segera melajukan mobilnya menuju kerumah.Diperjalanan banyak hal yang mereka bicarakan sesekali mereka tertawa.Pak Ujang yang melihatnya menjadi senang.


Dulu wajah Ibra selalu dingin,walau pun dia bukan tipe bos yang pemarah.Namun semenjak mengenal dan menikahi Azizah semua berubah.Ibra lebih sering tersenyum.Apalagi saat mendapat chat dari sang istri.


Pak Ujang selalu berdoa semoga pernikahan mereka SAMAWA.Perjalanan menuju rumah tidak memerlukan waktu yang lama.Saat ini mereka sudah sampai dihalaman rumah Mila.Ibra mbantu sang istri turun dari mobil dan segera menggandengannya untuk masuk kedalam rumah.Sampai didalam dia melihat sang bunda sedang menonton televisi bersama Nai dan Azza.


"Assalamualaikum bunda " ucap Ibra dan Azizah bersama


"Waalaikum salam" Jawab Mila, Nai dan Azza


"Tumben sudah pulang bang, Zizah kenapa"


" Enggak ada apa- apa bun,abang cuma pingin pulang cepet aja"jawab Ibra


"Ya sudah... sana bersihkan diri kalian dulu"


Setelah berpamitan dengan Ibra dan Azizah segera menuju kamar mereka untuk membersihkan diri.


//'''''/'//////////////////////////////////////////////////////////


Sampai disini dulu ya kalau nggak ada halangan bunda usahakan update lagi ya makasih

__ADS_1


__ADS_2