Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Hari susah menunjukkan jam 6 pagi. Rayyan segera bangun dan membersihkan diri, karena hari ini dia akan mengadakan rapat internal. Selesai membersihkan diri,Rayyan berjalan kearah ranjang sang mommy, Rayyan melihat mommy Jelita, sedang termenung.


Rayyan menghela nafas, melihat sang mommy melamun, namun entah apa yang sedang sang mommy lamunkan.


" Mom... mom.. are you oke? "tanya Rayyan


Jelita tersentak dengan tepukan dipundaknya,kemudian menganggukkan kepalanya.


" Mommy kenapa... apa yang membuat mommy melamun sehingga Ray panggil mommy nggak dengar" tanya Rayyan lagi


Jelita menfhela nafas " Mommy bingung kenapa mommy bisa pingsan dan masuk rumah sakit" ujar Jelita


" Sudahlah mom nanti Ray akan cari tau, sekarang mommy mau sarapan apa? " tanya Rayyan lembut


"Terserah kamu aja deh Ray" ujar mommy Jelita


Rayyan berpamitan pada sang mommy untuk membelikan sarapan. Rayyan berjalan menuju kantin Rumah sakit. Rayyan membeli 2 porsi bubur ayam. Setelah selesai Rayyan kembali ke ria bersama ke ruangan sang mommy.


Selesai sarapan Rayyan meminta izin kepada sang mommy untuk pergi ke kantor.Rayyan meminta seorang perawat untuk menemani sang mommy,dan memberi kabar jika ada yang terjadi.


Rayyan meninggalkan Rumah sakit menuju Kantor. Hanya 30 menit berkendara akhirnya Rayyan sampai kekantor. Di Loby Rayyan melihat Teo, yanh sedang menunggu kedatangannya.


Sampai diperusahaan Rayyan meminta Teo untuk menjelaskan sesuatu yang membuatnya murka. Teo menjelaskan secara detail.Rayyan memberi perinta kepada Teo untuk sebentar memintanya berbicara diruangan Rayyan.


Teo menjelaskan secara detail apa yang sudah keluarga Clara rencanakan, Beserta bukti percakapan keluarga tersebut.Rayyan mengepalkan tangannya.


" Teo kamu taukan apa yang harus kamu lakukan " tanya Rayyan


Teo mengerjakan apa yang diperintahkan Rayyan kepada Ayah Clara.Hanya dalam waktu 60 menit semua hangus terbakar. Gudang tempat penyimpanan juga hangus terbakar.


Ayah Clara yang mendengar berita tersebut begitu shok, hingga dia harus dilarikan ke rumah sakit kota. Sedangkan Clara yang tak tau apa yang terjadi saat ini sedang bersenang-senang di sebuah clum malam.

__ADS_1


Namun nasib naas menimpanya, ketika pulang dari Club mobil yang dia tumpangi bersama Teman-temannya, menabrak pembatas jalan mengakibatkan kecelakaan tunggal. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 2 teman Clara meninggal dunia ditempat kejadian, sedangkan 3 orang lainnya termasuk Clara mengalami Luka berat dan dilarikan kerumah sakit terdekat.


Clara mengalami patah tulang punggung, dan kedua kaki karena terjepit badan mobil. Mama Clara yang mendengar berita tersebut pingsan, dan dilarikan keruang UGD tempat sang suami dirawat.


Rayyan yang mendengar berita tersebut hanya menanggapi dengan dingin.Dia tidak menyangka, bahwa keluarga saat ini hancur dengan sendirinya.


Ibra yang mendengar berita kecelakaan itu hanya tersenyum. Romi yang melihatnya bergidik ngeri. Walau Romi tau kecelakaan yang menimpa Clara adalah murni kecelakaan,karena pengemudi yaitu Clara mengkonsumsi minuman beralkohol dan juga obat terlarang begitu juga dengan 4 temannya.


" Ternyata tak perlu Rayyan besusah payah untuk menyingkirkan mereka, mereka sudah tersingkir dengan sendirinya" Ujar Ibra


" Iya bos... Tapi kebakaran yang terjadi itu, memang ulah anak buah Rayyan dan atas perintah Rayyan" ujar Romi


" Bantu dia membersihkan barang bukti" perintah Ibra


Romi yang mendengarnya, bertanya-tanya ada apa gerangan.


" Anggap saja itu balasan karena dia mau membantu kesembuhan Nai" ujar Ibra yangvtau arti tatapan Romi


Romi hanya bisa pasrah menuruti semua perintah bos dan istrinya, yang terkadang tidak masuk akal.


Sedangka Jelita hari ini sudah diperbolehkan pulang, karena kondisinya sudah membaik.Rayyan yang mendengar kepulangan sang mommy, memutuskan untuk menjemputnya.


" Teo mommy akan pulang jadi aku akan menjemputnya, kamu lanjutkan saja pekerjaan" perintah Rayyan


Setelah itu Rayyan segeraa meninggalkan kantor, menuju rumah sakit tempat Jelita dibawa. Sampai dirumah sakit ternyata Jelita telah bersiap. Rayyan membantu membawakan tas sang mommy.


Mereka berdua berjalan beriringan. Bagi mereka yang tidak tau, mereka pasti mengira Rayyan dan Jelita adalah sepasang adik kakak. Karena perawakan Jelita yang kecil dengan wajah yang awet muda.


Sampai di parkiran Jelita meminta Rayyan untuk mampir melihat sang daddy, yang kini memang diletakkan di Rumah sakit jiwa karena depresi yang dia derita


" Ray... apa kamu mau mengantar mommy bertemu daddy" ujar Jelita dan Rayyan hanya menganggukkan kepalanya

__ADS_1


Rayyan mengendarai mobil membelah jalana kota disiang hari. Memakan waktu 1 setengah jam akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju. Rayyan dan Jelita berjalan menyusuri koridor rumah sakit tersebut. Dan berhenti saat melihat seseorang tengah melamun sendiri, dibawah pohon besar rindang yang terdapat kursi.


Rayyan sengaja membiarkan sang mommy mendekat dia akan mengawasi dari jarak yang agak jauh. Rayyan ingin memberikan waktu untuk mereka berdua.


Jelita akhirnya sampai dihadapan Marc. Pria yang tengah melamun itu mendongakkan kepalanya dan tersenyum senyum indah yang takbpernah dia berikan untuk Jelita.


" Dara... kamu datang Dara" ujar Marc yang melihat kehadiran Jelita


" Disaat seperti ini saja kamu masih mengingatnya mas, namun kamu tak sekali pun mengingatku" ujar sambil menyeka air matanya.


Jelita menarik nafas, untuk menghilangkan rasa nyeri dihatinya.


"Dara kenapa kamu baru datang menjengukku" ujar Marc sambil menarik Jelita untuk duduk disampingnya


Kembali rasa nyeri itu hadir, padahal Jelita sudah meyakinkan bahwa dia tidak boleh marah, karena sejatinya Cinta Jelita kepada Marc tidak bisa dihilangkan begitu saja.


Jelita akhirnya menuruti permintaan marc yang ingin dia duduk disamping Marc bukan sebagai Jelita tapi sebagai Dara.


Marc yang selama ini hanya diam. Kini begitu bahagi, karena dia merasa masih bisa bertemu dengan Daranya. Sedangkan Jelita dia hanya tersenyum getir mendengar Omongan Orang.


Rayyan dan Jelita segera berjalan pulang.Jelita hanya diam saja sepanjang perjalanan,Rayyan tau apa yang difikirkan mereka. Hari-hari terus berlalu, tanpa terasa Azizah bergetar. menandakan dia sedang menahan tangisnya. Setelah selesai mereka melanjutkan perjanan mereka menuju kediaman mereka.


Malam harinya Rayyan minta, Teo menyiapkan makan malam romantis, buat dirinya dan Juga Nai, semua itu memang sudah Rayyan siapkan untuk sang kekasih Nai Arimbi Nugraha.


Jelita masuk kedalam kamar yang ditempatinya. Kamar yang begitu terasa dingin karena tidak pernah ditempati oleh tuanny.Kamar yang selama 28 tahun ini ditempati Jelita seorang diri. Kalau ditanya masih adakah Cinta jawabannya, tidak kenapa karena Jelita merasa sudah cukup.


Semua yang Jelita lihat dan Jelita rasakan hati ini, Membuat Jelita sadar. Cinta itu ada bahkan sangat besar, namun Cinta itu bukan untuknya, sampai kapan pun Cinta hanya untuk satu Nama yaitu Dara.


"Maaf mas... aku menyerah. Rasanya bagiku cukup 28 tahun diri ,mencintai tanpa cinta. Sekarang saatnya aku melepaskan semuanya mas, aku ingik ketenangan" ujarJelita


Raihlah bahagiamu jika, jangan lah kanu melirik kebelakang.

__ADS_1


Bagaimana bab malam ini. makasih ya yang sudah setia mengikuti bab ini. Terus dukung karya bunda ya.Berikan like dan baca terus hingga akhir terima makasih..


__ADS_2