
Nai dan Rayyan mendapatkan kabar, kalau kedua kakak iparnya masuk kerumah sakit. Nai mengajak sang suami menjenguk kedua kakak iparnya.
"*Mas ayo cepat nanti kemalaman kerumah sakitnya" ajak Nai pada Rayyan
" Sebentar sayang ini mas jiga sudah siap" jawab Rayyan sambil berjalan kearah sang istri
" Mas apa kita kasih kabar bahagia ini sekalian ya atau nunggu mereka pulang" tanya Nai
" Terserah kamu aja yang, maunya gimana" ujar Rayyan sambil memeluk sang istri*
Nai tersenyum mengusap perut ratanya. Kemarin pagi dia baru mengetahui bahwa,dirinya hamil memasuki usia 4 minggu. Nai sempat tidak percaya, kalau allah mempercayakan mereka malaikat kecil dirahimnya.
" Sayang kita kasih tau nenek ya, kalau dedek sudah ada diperut mama" ujar Nai mengajak anak yang dikandungnya bicara
Rayyan tersenyum melihat sang istri. Dia begitu bersyukur mendapatkan Nai sebagai istrinya,wanita lembut yang menerima dirinya apa adanya. Rayyan mengusap kepala Nai yang berbalut jilbab.
Ya... semenjak menikah Nai memutuskan untuk berhijab. Dan Rayyan begitu bahagia dengan keputusan sang istri.
Hanya membutuhkan waktu 25 menit mereka sudah sampai dirumah sakit milik Izar. Nai dan Rayyan, berjalan menuju ruang rawat kakak iparnya.
Nai mengetuk pintu,dan melihat banyak orang didalam ruangan itu.
" Assalamualaikum " sapa Nai dan Rayyan
" Waalaikum salam " jawab mereka bersama
Nai mendatangi boks bayi, dimana disana ada seorang bayi cantik yang sedang terlelap.Nai kemudian mendekati Ranjang Azizah, sedangkan Rayyan berkumpul bersama keluarga sang istri.
" *Selamat ya mbak" ujar Nai pada Azizah
" Bang siapa namanya? " tanya Nai pada Ibra
" Alisa Putri Nugraha" Ujar Ibra
"Wah namanya cantik banget, Alisa besok kalau anak tante udah lahir,bisa deh main bersama" ujar Nai pada baby Alisa yang sedang tertidur diboksnya*
Namun semua orang yang ada disana begitu terkejut mendengar perkataan Nai, Mila segera mendekati sang putri, dan segera memeluknya.
" *Kamu hamil Nai? "tanya Mila
" Iya bun Nai hamil, usia kandungannya 4 minggu " jelas Nai
__ADS_1
Azza berlari memeluk sang kakak
" Wih...bentar lagi Azza punya keponakan lagi dong" ujar Azza*
Nai mendekat kearah Renata, dan memeluknya
" Mba Rena sakit apa? " tanya Nai
Renata menarik tangan Nai untuk mengusap perutnya. Nai terbelalak mengerti dengan isarat sang kakak ipar.
" *Mba Rena hamil juga, berapa bulan selamat ya mba" ujar Nai bahagia
"Usia kandungan kakak 8 minggu" jelas Renata*
Fatma yang juga berada disana segera mendekat kearah Nai.
" Sebentar lagi Nai jadi Ibu, selamat ya sayang" ujar Fatma tulus
" Iya tante,terimakasih" jawab Nai
...****************...
Ditempat yang berbeda tepatnua dikampung halaman Jelita.Saat ini Jelita sedang menanam aneka bunga dan juga buah-buahan. Jelita sangat bahagia menjalani hari-harinya. Apa lagi Rayyan berkata sebentar lagi dia akan menjadi seorang nenek.
" Lita... senyum kamu sangat berarti untukku, hanya dengan melihat senyumu,itu sudah membuatku bahagia walau hanya dalam hati"gumam Robert
Jelita sendiri sebenarnya tau kalau Robert menaruh hati padanya. Namun Jelita terlalu takut, masa lalunya bersama Marco, membuatnya takut menjalin hubungan yang baru. Kalau ditanya Masih adakah Cinta yang singgah dihatinya. Jawabannya Jelita tak tau, karena diabtak berani untuk berharap.
Selama 2 bulan bersama Robert, Jelita cukup mengenalnya.Robert pria yang baik dan lembut kepadanya, Namun tidak dengan orang lain.
Pernah terfikir untuk mencoba,namun Jelita kembali takut. Jadi Di hanya menjalani saja apa yang tuhan gariskan untuknya.
"Robert apa kamu bisa membantuku memindahkan tanaman-tanaman ini kesana" tunjuk Jelita pada tempat yang sudah dirangkai oleh Robert
Ronert mendekati Jelita dan mengerjakan apa yang di inginkan wanita itu.Jika tidak ada yang mengenal mereka, mungkin mengira mereka adalah pasangan suami istri. Karena dapat dilihat dari matanya, betapa Robert mencintai Jelita.
Selesai menghias taman, Jelita segera membersihkan diri. Dan menyiapkan makan malam, di bantu oleh mbok Nah.Robert yang sudah selesai pun, segera masuk dan membersihkan diri.
"Nya...apa nyonya bisa melihat cinta dimata tuan Robert untuk anda? " tanya Mbok Nah
Jelita memang sangat dekat dengan mbok Nah, karena mbok Nah lah yang selama ini menguatkannya, ada saat dia membutuhkan, dan menyayanginya.
__ADS_1
" Apakah nyonya tidak merasakan hal yang sama" tambah mbok Nah
" Entahlah mbok Lita belum tau, Lita hanya mengikuti takdir yang membawa Lita.Soal Robert Lita tau tapi Lita belum siap untuk memulai" jelas Jelita
"Cobalah buka hati Nyonya,tak semua pernikahan mengalami apa yang pernah nyonya alami, akan ada pelangi setelah badai" nasehat mbok Nah
Mereka berdua melanjutkan memasak makan malam. Malam ini Jelita memasak makanan kesukaan Robert, sebenarnya nggak ada yang khusus, karena Robert bisa memakan segalanya. Tapi makanan kali ini adalah makanan, yang selalu Robert makan dengan lahap,saat memakan makanan itu.
Robert yang kebetulan juga lewat didekat pintu dapur mendengar semua pembicaraan antar Jelita dan mbok Nah.Senyum terbit dari bibirnya.
"Lita aku akan berusaha membuat kamu mau menyembuhkan hatimu, aku akan membuat kamu bahagia dan menerimaku untuk menemani hari tua kita" gumam Robert
...****************...
Kembali kerumah sakit tempat Renata dan Azizah dirawat. Azza tidak berhenti menggoda baby Alisa. Nai dan Rayyan juga masih ada disana.
" *Ray bagaimana dengan bisnis kamu? "tanya Gio
" Alhamdulillah baik om, perusahaan juga baru saja bekerja sama dengan perusahaan eropa" jelas Rayyan
" Syukurlah, mudah-mudah semua usaha Kalian selalu sukses " ujar Gio mendoakan
" Aamiin" jawab mereka bersama
"Mil... aku pulang dulu ya, besok aku akan membantu kepulangan mereka" ujar Fatma
" Baiklah kamu hati-hari, dan besoklebih baik kamu kerumah aja langsung, karena Azza dan Renata akan pulang bersama Ibra dan Izar" jelas Mila
" Baiklah kalau begitu, aku pamit dulu Mil" ujar Fatma*
Fatma dan Gio meninggalkan ruang dimana,Kedua pulang menuju rumah mereka.
" Mas aku kesel sama Galen sudah kepala 3 aja belum mau menikah, apa yang dia tunggu, dicarikan Jodoh nggak mau, nyari sendiri nggak ketemu-ketemu" ujar Fatma kesal
Gio hanya diam mendengarkan ocehan sang istri.Karena dia juga bingung dengan sang anak.
" Ih... mas nih kebiasaan, kalau aku bicara pasti mas punya dunia sendiri" ujar Nsai
Sampai diparkiran mereka masuk dan mulai menjalankannya.Didalam mobil mereka hanya diam, hingga mereka sampai dikediaman mereka. Fatma dengan wajah cemberut masuk kedalam rumah.
Pagi menjelang semua sudah bersiap,untuk mulai sarapan bersama wania.Karena hari ini adalah hari kepulangan Axizah dan Renata juga baby Alisa.
__ADS_1
Bersambung ....