Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Pasangan pengantin baru itu menikmati masa-masa pacaran halal mereka. Dan hal itu dilakukan hanya dirumah dan sesekali mengelilingi mall. Walaupun Zyan sangat sibuk, namun dia tetap menyempatkan diri untuk menemani sang istri,seperti saat ini Azza meminta Zyan untuk menemaninya untuk menonton drama Korea yang terbaru.


Dan Zyan sangat suka akan hal itu, karena Azza bukan seperti gadis lain yang selalu ingin di mengerti tapi tak mau mengerti. Azza paham di mana di harus menempatkan diri.


Azza tau tentang kewajiban nya sebagai seorang istri.Zyan beruntung dalam hal itu.


Azza selalu menyiapkan keperluan Zyan dengan tangannya sendiri, begitu juga sarapan. Azza pun tak mengizinkan pekerja dirumah membersihkan kamar mereka, karena bagi Azza kamar adalah privasi mereka berdua. Azza juga tak mengizinkan pekerja membersihkan barang pribadi milik mereka. Bukan karena Azza tak percaya, tapi Karena Azza hanya ingin itu menjadi rahasia antara dirinya dan sang suami.


Para pekerja juga sangat suka bekerja dengan Azza. Karena Azza termasuk orang yang bisa menghargai orang lain.Itu semua adalah didikan dari Mila. Zyan sangat bangga dan merasa beruntung memiliki istri Azza. Seperti saat ini.


"Mas... nanti Aku pulang agak terlambat ya, soalnya ada yang akan memakai Kafe untuk acara pertunangan" ujar Azza meminta izin


" Iya sayang nanti pulangnya mas yang jemput ya" jawab Zyan lembut


" Terimakasih ya mas" ucap Azza tulus


" Iya sayang"


Begitulah Azza selalu menghormati sang suami. Zyan tak pernah membatasi kegiatannya. Azza saat ini sedang menikmati sarapan buatannya bersama sang suami. Setelahnya Zyan berpamitan kepada Azza.Zyan pergi terlebih dahulu karena pagi ini dirinya ada metting penting. Dan Azza akan berangkat pukul 9 nanti.


"Bi nur.... nanti nggak usah masak makan malam untuk kami ya, masak aja untuk bibi dan yang lain, karena hari ini saya dan mas Zyan akan makan di luar" jelas Azza pada bi Nur pekerja disana


" Baik neng...ada lagi?" ujar bi Nur


"Tidak bi"


Azza memang meminta seluruh pekerja memanggilnya dengan panggilan neng saja.Awalnya mereka menolak ,karena Azza adalah istrinya Zyan. Namun setelah mendapat izin dari Zyan akhirnya,Meraka menuruti memanggil Azza dengan sebutan neng bukan nyonya.


Setelah memberi pesan kepada Bu Nur,Azza berjalan menuju kedalam kamar untuk bersiap-siap.


* * * * * * * * * * * * * * *

__ADS_1


Sedangkan di tempat yang berbeda sepasang ayah dan anak itu sedang marah. Karena mereka gagal untuk mencelakai Azza istri Zyan. Beberapa hari yang lalu, Toni meminta seseorang untuk membuat Azza seolah-olah kecelakaan,namun siapa sangka, anak buah bayangan dari Ibra menggagalkan rencana nya.


"Lalu bagaimana ini pa....Yura nggak mau ya kalau mas Zyan berlama-lama bersama perempuan itu" ujar Yura


" Papa juga tak menyangka Kalau wanita itu memiliki penjagaan yang ketat"ujar Toni


"Bagaimana pun caranya Yura mau mas Zyan jadi milik Yura" Sentak Yura kepada Toni dan segera meninggalkan sang ayah sendirian disana. Sedangkan Toni hanya bisa geleng-geleng kepala. Karena Toni tau,Yura mempunyai sifat ambisi. Apa yang dia inginkan harus dia Miliki.


Sedangkan Ibra mendapatkan laporan dari anak buahnya, Begitu marah.


" Siapa yang berniat bermain-main dengan Kita" tanya Ibra pada Orang yang berada di seberang telpon


" Dia Toni tuan, paman dari Tuan Zyan tapi saya belum tau apa motif nya"jelas Orang itu


" Tolong kau awasi terus adikku aku tak ingin sampai terjadi sesuatu pada Azza. Walau aku tau Zyan pasti menepati janjinya untuk menjaga adikku" ujar Ibra


Setelah itu Ibra menutup telponnya, dan mengepalkan tangannya.


"Aku harus bertanya kepada Zyan sebenarnya apa yang terjadi" gumam Ibra


Tak lama ponsel Zyan berbunyi tertera nama sang kakak ipar di sana. Zyan tau ini pasti akan terjadi.


" Assalamualaikum bang" sapa Zyan


" Waallaikum salam" balas Ibra


" Ada apa bang" tanya Zyan


" Kau pasti tau apa yang ingin Abang bicarakan" jawab Ibra


Zyan menghela nafas sebelum menjawab sang kakak ipar.

__ADS_1


"Kita bertemu saja bang saat makan siang di restoran"ujar Zyan


"Baiklah" jawab Zyan


Setelahnya Zyan menutup panggilan, dan termenung sesaat.


" Paman sebenarnya apa salahku padamu, tidak cukupkah kamu mencelakai ayahku, hingga membuat mama hampir depresi" gumam Zyan menatap langit-langit di ruang kerjanya.


Jam makan siang pun datang Ibra, sudah meminta Rafa mengatur ulang jadwalnya, karena mungkin dia tak akan kembali lagi kekantor, begitu juga dengan Zyan yang meminta Heru menghandle semua pekerjaan nya hari ini, karena kemungkinan dia tidak akan kembali kekantor.


Zyan dan Ibra baru tiba di restoran yang mereka janjikan. Mereka berjalan memasuki ruang VIP. Sebelumnya mereka berdua menikmati makan siang, sebelum membahas masalah ini. Mereka makan siang dengan diam.


Setelah selesai pelayan pun membersihkan dan meletakkan kopi di atas meja tersebut.


" Jadi apa yang harus Abang ketahui" tanya Ibra to the poin


" Banyak bang...banyak hal yang harus Abang ketahui, agar Abang bisa membantuku menjaga Azza, jika terjadi sesuatu padaku" jelas Zyan membuat dahi Ibra mengkerut


" Maksud kamu apa Zyan, kamu mau meninggalkan adik saya? ujar Ibra mengeraskan rahangnya


" Aku tak sedikitpun berniat meninggalkan Azza bang, tetapi mereka sangat licik. Kemarin mereka gagal mencelakai Azza, karena mereka baru sadar Azza terlindungi, namun akan banyak rencana mereka yang entah apa aku yakin target mereka kali ini aku" ujar Zyan berhenti sejenak melihat ekspresi Ibra, setelahnya Zyan kembali melanjutkan ceritanya.


" Dia Om Toni kakak kandung mama. Dulu keluarga mama hanya orang biasa.Hidup dalam kesederhanaan. Namun semua itu berubah, setelah mama menikah dengan papa. Om Toni yang memang sudah silau melihat kekayaan papa, mencoba untuk memisahkan papa dan mama dengan cara menjebak papa. Namun semua itu gagal hingga banyak rencana yang dia lakukan. Tepat saat mama baru saja melahirkan aku, papa harus berangkat ke luar kota. Dan entah kenapa hari itu papa meminta ayah Arya untuk tinggal dan menjaga mama yang baru saja melahirkan. Karena pihak klien yang meminta langsung kedatangan papa"


"Mungkin papa juga sudah punya pirasat , sehingga 1 bulan sebelum dirinya meninggal papa mewariskan seluruh kekayaannya untukku, tapi dengan tanggung jawab ayah Arya. Tepat saat ingin pulang mobil papa mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan papa meninggal"


" Jadi aku juga sudah menyiapkan segalanya bang, aku tak ingin mereka mengambil apa yang bukan hak mereka, dan aku minta pada Abang jika terjadi sesuatu pada, tolong....tolong lindungi istriku, mama dan ayah Arya.Jangan biarkan mereka mengusik orang-orang yang aku sayang" jelas Zyan


Ibra tidak tau harus berbicara apa, dirinya sangat begitu terkejut dengan penuturan sang adik ipar.


** * * * * * *. * * * *

__ADS_1


Malam ini sampai disini dulu ya jangan lupa mampir ke cerita baru author yang judulnya


" CEO Kejam da Dokter Cantik Disabilitas" insyallah ceritanya tak kalah bagus dari yang ini ya sekali lagi author ucapkan terimakasih sudah mau membaca Karya author. Terimakasih


__ADS_2