Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Sebelumnya maaf di part kemarin banyak typo author aja bingung.Apa yang author ketik yang keluar beda. Author jadi pusing.Mudah -mudahan part ini nggak ada typo.


* * * * * * * * * * * * *


Zyan memutuskan untuk pulang ke rumah Abah. Pembicaraan dengan Ibra membuatnya sedikit tidak nyaman. Lintasan peristiwa seperti klise yang berputar-putar di kepalanya. Tiba dirumah Abah Zyan segera masuk kedalam rumah, dan duduk di sofa yang ada disana.


Sedangkan Abah yang melihat Zen tidak seperti biasa bertanya-tanya. Apa yang terjadi dengan anak angkatnya itu. Abah mendekati Zyan dan menepuk pundaknya. Zyan terkejut dengan kehadiran Abah.


" Ada apa Zen, kenapa wajah kamu pucat begitu?" tanya Abah penasaran


Zyan masih diam memandang pria tua yang ada di hadapannya ini. Pria yang selama beberapa tahun ini mau menampung dirinya yang bukan siapa-siapa. Pria yang menolongnya saat dirinya hampir tiada.


Zyan menarik nafas sejenak sebelum bercerita kepada Abah mengenai pertemuan dirinya dengan Ibra. Yang berkata kalau diri adalah kakak ipar Zyan, Ibra juga menunjukkan foto dan Vidio pernikahan Zyan dan seorang gadis cantik, yang tak lain adalah Azza istrinya.


" Bah tadi Zen bertemu dengan Pemilik perusahaan,yang akan menangani Proyek pembangunan sarana dan pra sarana di desa ini. Dan Abah tau apa yang terjadi, dia berkata kalau nama Zen adalah Zyan Malik. Dan Zen adalah adik ipar dari pak Ibra Bahari Nugraha. Dan Zen juga memiliki sepasang anak kembar yang kini berusia 3 tahun " ujar Zyan bercerita dan Abah hanya diam mendengar. Sebelum dirinya bertanya lebih.


" Apa kamu yakin dengan apa yang di bilang tuan Ibra, walau sebenarnya tidak mungkin dia akan berbohong,namun Abah takut kalau orang-orang itu masih berniat mencelakai kamu" jelas Abah gusar


" Awalnya Zyan ras begitu bah, namun tuan Ibra memperkuat segalanya dengan menunjukkan rekaman pesta pernikahanku dengan gadis dan bagaimana bahagianya orang-orang disana" jawab Zyan


" Baiklah kalau begitu pertemukan Abah dengan tuan Ibra" pinta Abah


" Baiklah bah, besok Zen akan mengajak Abah menemui Ibra di hotel setelah sebelum membuat janji yang di setujui oleh Ibra.

__ADS_1


* * * * * * * * * * * * * * *


Ke esokkan harinya Zyan mepati janjinya kepada Abah untuk membawanya bertemu Ibra. Dan kebetulan Ibra sedang ada di restoran hotel,sebelum dirinya pulang. Sampai di hotel Zyan dan Abah Tris bertemu dengan Romi yang memang sengaja menunggu mereka di loby hotel.


" Mari tuan Zyan, tuan Ibra meminta anda untuk segera ke kamarnya" ujar Romi menunjukkan kamar yang di tempati Ibra.


Sampai di depan kamar Ibra Romi mengetuk pintu, dan segera di buka oleh si pemilik kamar.


" Silahkan masuk tuan,.... Zy...." ucap Ibra


Abah bertanya-tanya siap sebenarnya tuan Ibra ini sehingga memiliki pengawalan yang ketat. Namun Abah tak menunjukkan rasa berbeda sedikit pun. Karena dia anggota Militer.


Kini disinilah mereka. Di sofa diruang tamu kamar hotel tersebut.


" Baiklah tuan saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu" ujar Abah


Dan sontak hal itu membuat Abah tersenyum dan bangga ternyata masih ada seorang yang memiliki kekuasaan yang tinggi namun tetap merendah di hadapan orang tua.


" Baiklah kamu juga jangan panggil saya pak panggil saja Abah Tris sama seperti Zen memanggil Abah" pinta Abah dan di angguki oleh Ibra


Ya begitulah Ibra tak pernah meninggalkan adab dan sopan santun. Walau dirinya adalah seseorang yang di segani di dalam dunia bisnis.Ajaran Mila kepada semua anaknya tentang adab ke pada semua orang, masih Mereka tanamkan pada diri mereka, hingga mereka menjadi orang hebat.


Abah menceritakan semuanya pada Ibra, bagaimana dirinya bisa bertemu dengan Zyan, dan perihal kenapa.Abah Tris mengganti nama Zyan dengan Zen karena Abah memang mengenal siap Zyan. Dan juga Abah sengaja agar orang-orang itu hanya tau kalau Zyan telah meninggal dunia.

__ADS_1


" Jadi benar Zen adalah suami seorang wanita yang sudah lama menunggunya?" tanya Abah Tris dan di buktikan dengan cara memperlihatkan semua buktinya.


" Saya tidak akan berbohong, untuk kebahagiaan adik saya bah" ujar Ibra sedih saat mengingat kembali kesedihan sang adik dan juga dua keponakannya. Sedangkan Zyan sedari tadi hanya diam. Mandangi wanita cantik yang sedang bermain bersama kedua buah hatinya.


Setitik air mata jatuh di pipi Zyan melihat tawa dan canda ketiga orang itu, dan tanpa sadar Zyan mencium layar ponsel itu. Ibra berencana akan membawa Zyan pulang, namun Abah minta agar Ibra jangan gegabah, Ibra harus lebih hati-hati. Karena Abah yakin kini mereka masih mengincar apa yang mereka inginkan.


Dan akhirnya mereka sepakat untuk membawa Azza kemari. Agar tidak ada yang curiga kalau Azza menemui Zyan.


Mereka mulai mengobrol santai, dilanjutkan dengan makan siang bersama.


Tak lupa juga mereka membicarakan masalah pembangunan sarana dan pra sarana, yang ada di desa itu. Tak terasa hari sudah pukul 5 Sore dan Zyan juga Abah berpamitan untuk pulang. Ibra juga berkata bahwa pekan depan Ibra akan membawa Azza dan ke dua anaknya ke desa ini.


Setelah kepulangan Abah dan Zyan Ibra bersiap untuk ke bandara, karena pesawat yang akan membawanya akan berangkat jam 7 malam. Ibra memang memilih melakukan perjalanan udara. Agar tidak terlalu lelah.


Tak memerlukan waktu lama kini Ibra telah sampai di kediaman milik sang bunda. Azizah menyambut kedatangan sang suami dengan senyum bahagia. Ibra segera merangkul sang istri untuk masuk kedalam dan menuju ke kamar untuk beristirahat.


Sampai di kamar Ibra membersihkan diri. Azizah menyiapkan pakaian untuk sang suami. Ibra keluar dari kamar mandi dengan wajah segar, dan segera berganti pakaian.


Setelahnya mereka memutuskan untuk beristirahat.


* * * * * * * * * * * * *


Pagi menjelang kini semua orang tengah berkumpul diruang makan. Namun Ibra tak sedikit pun menyinggung tentang Zyan. Ibra akan langsung mempertemukan mereka. Namun sebelum mempertemukan Azza dan Zyan,Ibra terlebih dahulu menyingkirkan lalat yang selalu menempel pada sang adik ipar. Siapa lagi kalau bukan Nurul.

__ADS_1


Ibra menggunakan kekuasaannya dengan cara memindahkan Nurul ke dua desa dari desanya yang berjarak sekitar 2jam perjalanan. Ibra sengaja agar saat Azza datang tidak perlu melihat lalat itu menempel pada Zyan. Ibra tak ingin lagi melihat kesedihan Dimata sang adik juga di mata Fariz.


Selesai sarapan Ibra mengajak semua anak dan keponakannya untuk main di taman bermain. Dan itu di sambut sorakan bahagia dari semuanya termasuk Si cantik Ziva.


__ADS_2