
Hari sudah sore anak- anak selesai bermain, kami bersiap pulang, kami berjalan menuju parkiran, dan rencananya kami akan makan direstoran sebelum mengantar Luna dan Galen pulang.
Mobil melaju menuju restoran yang dituju, 15 menit kami sampai diparkiran restoran, dan kami segera masuk kedalam menuju meja yang sudah direvarasi oleh Dewa.
Sampai di meja pelayan datang membwrikan menu,Dewa membiarkan anak- anak memilih menu masing- masing barulah Mila dan Dewa yang memilih
Setelah pelayan selesai mencatat pesanan kami, pelayan berlalu menyiapkan pesana 10 menit pesanan kami sudah datang dan kami mulai memakan makanan kami.
Selesai makan kami segera pulang,tapi sebelumnya kami mengantar Luna dan Galen dulu, 20 menit perjalanan kami susah sampai dirumah Fatma dan terlihat Fatma dan Gio suaminya sudah menunggu didepan pintu.
Kami semua turun dari mobil berjalan kerumah Fatma, dan langsung disambut Fatma
" Masuk dulu Mil kita ngobrol- ngobrol" ajak Fatma sambil menggandeng Mila
Mereka berjalan menuju ruang tamu begitu juga Gio dan Dewa, sampai diruang tamu mereka segera disuguhkan minum dan beberapa cemilan.
Sedang anak- anak semua berbaring diatas karpet ruang keluarga sambil menonton tv.
"Gimana kandungan kamu Mil, apa jenis kelamin keponakanku ini?" tanya Fatma
"Dia sehat didalam sini, kalau jenis kelamin baru minggu depan bisa dilihat sekalian cek up"
"Alhamdulillah syukurlah kamu dan baby sehat"
"Kamu yang kapan nambah Fat kan masih muda" goda Mila
"Aku sih cukup dua aja, itu pun terkadang pusing, dan setiap aku ngomel mereka ya lari kerumah kamu"
Kami tertawa bersama, benar kata Fatma setiap Fatma marah pada Luna atau Galen, mereka selalu kabur kerumah Mila, terkadang malah kabur secara bersamaan
Ditengah- tengah obrolan Dewa bertanya pada Gio, kapan dia mau membantu mengurus perusahaan dan jangan bekerja dengan orang lagi
"Bang Gio apa sudah kamu fikirkan kata- kataku kemarin"
" Aku tidak tertarik mengurus perusahaan Wa, kalau aku mau dari dulu sudah aku lakukan"
"Tapi aku juga susah bang, apalagi sebentar lagi Mila melahirkan"
"Kan ada kevin asisten kamu,Wa"
__ADS_1
"Dia aja sering aku kirim keperusahaan kita yang diluar negri bang"
"Ya kalau gitu kamu harus cepat buat Ibra bantu kamu diperusahaan"
Dewa menghembuskan nafas gusar, Dewa takut Ibra nggak mau membantunya mengurus perusahaan, Dewa takut Ibra punya planing usaha sendiri
"Aku sudah bicara pada Mila bang tapi kami sepakat untuk bertanya dulu dengan Ibra"
"Iya bang aku takut Ibra belum bisa membantu mas Dewa"tutur Mila
"Aku yakin Ibra pasti mau dia anak yang baik" kata Fatma
" Ya benar kata Fatma Wa Ibra pasti mau membantu kamu tapi ya kamu juga jangan lupa Ibra harus tetap melanjutkan pendidikannya"
"Iya bang aku tau, aku juga ingin semua anak- anak berpendidikan tinggi, aku juga nggak akan menyerahkan semuanya ketangan Ibra sampai dia lulus sekolah bang"
Setelah perbincangan itu Dewa mengajak keluarganya pulang, karena hari sudah malam, dan anak- anak besok juga akan sekolah.
Setelah berpamitan dengan Fatma dan Gio Dewa melajukan mobilnya menuju rumah, tak sampai 15 menit mereka sudah sampai dirumah, ya karena memang rumah Fatma dan dewa Masih satu komplek.
Setelah masuk kerumah Mila menyuruh anak- anak membersihkan diri dan tidur begitu juga Dewa dan Mila menuju kamar mereka
Sampai dikamar mereka membersihkan diri, Dewa yang melihat Mila kecapean berinisiatif memijat kaki mila yang sedikit pegal karena terlalu lelah
Mila berdiri dari depan meja rias langsung berjalan naik keatas kasur, dan langsung diberikan pijatan oleh Dewa
"Sudah mas , nanti mas capek besok juga harus kekantor pagi kan ada rapat"
"Iya sebentar lagi Mil, lihat kaki kamu sedikit bengkak" ujar Dewa sambil tetap memberikan pijatan dikaki Mila
Karena merasa enak dengan pijatan Dewa membuat Mila sampai tertidur, Dewa yang melihat Mila tertidur segera membenarkan posisi Mila, agar merasa nyaman dan menarik selimut untuk Mila.
Sebelum ikut membaringkan tubuh lelahnya disamping sang istri, Dewa membersihkan dulu badannya yang terasa lengket, setelah selesai Dewa segera menyusul istrinya kedalam mimpi sambil memeluk mila.
Keesokan paginya, seperti biasa Mila selalu menyiapkan sarapan untuk keluarga, kecilnya walau dia tidak memasak, tapi dia yang tetap menghidangkan untuk suami dan anak-anaknya, mereka sarapan dalam diam.
Setrlah selesai sarapan Ibra dan Izar berangkat diantar oleh pak Ujang, sedang Dewa diantar dengan pak Amir sopir sekaligus orang keprcayaan Dewa.
Selesai mengantar anak dan suaminya,Mila segera masuk menuju ruang tamu yang sudah terdapat laptop, dan mulai membuka email yang dikirim para pegawai disetiap tokonya, yang salah satunya adalah sebuah butik terkenal.
__ADS_1
Selesai memeriksa pekerjaan, Mila menuju kedapur, karena ingin makan sesuatu yang manis, didapur ada bi Asih yang sedang membuat bronis dan puding susu.
"Bibi lagi buat apa?"tanya Mila pada bi Asih
"E.....Ibu, ini bibi lagi buat bronis dan puding susu bu"
"Ah... kebetulan sekali bi Mila juga lagi ingin makan manis dan rencana mau buat eh ternyata bibi dulu yang buat"
"Bibikan tau kalau Ibu sudah habis kerja pasti lapar"
Sambil menunggu kue matang, Mila duduk dikursi meja makan, sambil melihat ponsel,
setelah bronis dan puding masak, bibi langsung menyajikannya didepan majikannya.
"Ayok sini bi ajak suster dan bi Mina makan kuenya yuk"
Karena tak enak menolak bi Asih, dan yang lain ikut duduk memakan kue yang ada, sesekali sambil bercanda
Hari berlalu, hari ini jadwal cek up Mila, karena Dewa berjanji akan mengantar, sehingga saat ini Mila menunggu Dewa diruang tamu, karena katanya Dewa 20menit lagi sampai.
Mila mendengar suara mobil segera berjalan keluar, menyambut kedatangan Dewa
"Kamu sudah siap Mila, kalau sudah kita segera pergi"
"Ayo mas aku sudah siap"
Mila dan Dewa berjalan dengan Dewa merangkul Mila dengan posesif, dan Dewa segera membuka pintu agar Mila bisa segera masuk.
Tak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya kami sampai ke rumah sakit, kami segera menuju poli kandungan yang disambut ramah oleh dokter dan suster.
Setelah Dewa dan Mila duduk dokter mulai bertanya krluhan Mila.
"Bagaimana hari ini bu Mila?" dokter bertanya keluhan Mila
"Alhamdulillah dok saya baik"
"Jadi kita langsung saja menyapa dede nya pak, bu"
"Apa hari ini bisa dilihat jenis kelaminnya dok"
__ADS_1
" Bisa pak, tapi kalau dede nya mau ya pak"
Mila berbaring ditempat yang telah disediakan suster, dan dokter mulai menggosokkan gel diperut Mila