
Hari- hari berlalu tak terasa kini usia kandungan Mila memasuki usia 5 bulan dan selama masa kehamilan ini baik Dewa dan anak- anak juga bi Asih dan bi Mina menjadi lebih posesif terhadap Mila.
Seperti hari ini saat Mila berniat memasak makanan untuk sarapan dilarang oleh kedua paruh baya itu dan menyuruh Mila duduk dan menyediakn susu hamil untuk Mila minum.
Terkadang Mila merasa bosan, karena dia hanya berdiam diri dirumah, dan untuk urusan toko semua dihandel oleh karyawan kepercayaan Mila
Dan saat ini Mila sudah mempunyai 4 cabang toko dibeberapa daerah, Mila sangat merasa bersyukur dengan apa yang dia dapat saat ini,mempunyai suami yang sangat menyayanginya dan juga anak- anaknya,dan mempunyai anak- anak yang selalu ada disisinya
Hari ini rencananya Mila akan kekantor Dewa mengantar makan siang dengan diantar supir, sekalian menjemput Nai yang saat ini sudah bersekolah di Tk, ya sekarang Mila tak di izinkan membawa mobil sediri
"Bi hari ini aku yang buat makan siang ya soalnya aku ingin mengantar makan siang buat Mas Dewa"
"Biar bibi aja bu, memang ibu mau dimasakin apa biar bibi yang masakin" ujar bi Asih
"Aku ingin masak ayam saos padang, tahu dan tempe krispi dan sayur capcai bi"
" Ya sudah biar bibi sama bi Mina aja yang masak ibu duduk manis aja ya nanti pak Dewa marah"
"Enggak apa-apa bi aku ingin sekali masakin Mas dewa" pinta Mila dengan wajah sendu
Akhirnya bi Asih mengizinkan dengan syarat kalau lelah berhenti, dan Mila pun senang dan mulai mengeksekusi masakan dibantu oleh bi Asih
Setelah selesai memasak Mila segera membersihkan diri karena akan menjemput Nai dan mengantar makan siang Dewa
Selesai bersiap Mila segera turun kebawah dan berjalan menuju dapur mengambil kotak bekal untuk Dewa
"Bi Mila pergi dulu ya bi nanti kalau Izar pulang bilang saya dan Nai ke kantor Mas Dewa ya"
" Baik bu, ibu hati- hati dijalan ya"
" Iya bi jangan lupa anak- anak disuruh makan y bi"
Setelah itu Mila segera masuk kemobil yang dikendarai pak Ujang
"Pak kita kesekolah Nai dulu ya pak"
" Baik bu"
Mobil melaju menuju sekolah Nai, setelah sampai Mila menjemput Nai didalam kelas, yang ternyata Nai sudah menunggu Mila
"Assalamualaikum bunda"
"Waalaikum salam anak bunda yang cantik"
"Dede apa kabar hari ini" Nai bicara pada adiknya yang ada diperut Mila
"Dede baik kakak Nai" jawab Mila menirukan suaraanak kecil
__ADS_1
" Ayo kak kita sekarang kekantor ayah antar makan siang ayah"
"ye... ayok bunda"
Didalam mobil Mila menghubungi Dewa karena dia dalam perjalanan menuju kantor tapi tak ada jawaban
"Mungkin Mas Dewa lagi sibuk"
30 menit Mila dan Nai sudah sampai digedung NUGRAHA GRUP, mila berjalan dwngan susah karena perutnya yang sudah membuncit,
Sampai diresepsionis Mila bertanya kepada Windi seorang resepsionis
"Siang mba Windi Mas Dewa ada diruangan" tanya Mila
"Ada bu pak Dewa sedang rapat dengan investor luar bu" jawab Windi
" Ok nanti saya tinggu diruangan Mas Dewa saja"
" Baik bu"
Mila segera menuju ruangan Dewa dan ternyata Mila bertemu Dewa yang baru selesai meating
Dewa yang sedang berjalan Dengan investor melihat Mila
"Sayang kamu kesini kok nggak ngabari aku"
" Aku sudah telpon mas tapi kayaknya kamu sedang sibuk"
Mila dan Alex berjabat tangan,berkenalan
"Senang bertemu dengan anda nyonya Nugraha dan kamu cantik" Alex mencubit gemas pipi Nai
"Makasih tuan Alex"
"Baiklah pak Dewa semoga kita selalu bekerja sama untuk kedepannya, saya permisi dulu masih banyak rapat yang lain"
"Iya pak senang bekerja sama dengan anda"
Setelah relasi Dewa pulang, Dewa membawa Mila dan Nai kedalam ruang kerjanya, dan mendudukkan Mila disofa, dengan dewa yang memangku Nai, sembari memberi kecupan dikening Mila dan Nai
" Hai cantik ayah bagaimana sekolah Nai hari ini"
Nai mulai cerita kegiatan sekolahnya, sesekali mereka tertawa melihat ekspresi Nai,Mila pun tak lupa menyiapkan makanan yang tadu dia bawa, setelah selesai
"Mas makan dulu ya tadi aku masak makanan kesukaan kamu" sambil Mila mengambilkan makanan untuk Dewa dan Nai
" Kamu masak sendiri sayang, kenapa nggak suruh bibi yang masak"
__ADS_1
"Aku ingin masak sendiri buat kamu dan anak- anak mas,kan sudah lama aku nggak masak"
"Ya sudah asal kamu nggak kecapean"
"Nggak kok aku cuma masak yang lain bibi uang ngerjain"
Setelah selesai makan Mila membersihkan bekas makannya dan bersiap akan pulang, karena Nai tampaknya sudah tidur
" Mas aku pulang dulu ya, lihat Nai sudah tidur"
"Baiklah sayang maaf ya mas nggak bisa antar kamu karena 15 menit lagi rapat"
"Nggak apa-apa mas aku juga kan dengan pak Ujang"
Dewa menggendong Nai sampai kemobil yang sudah ada diloby kantor
"Pak hati- hati ya bawa mobilnya jangan ngebut" peringat Dewa
"Baik pak"
Pak Ujang melajukan mobil setelah Mila naik dan melambaikan tangan ke arah Dewa,20 menit mereka sampai dirumah dan pak Ujang menggendong Nai menuju kamarnya
" Makasih ya pak"
" Sama- sama bu"
Setelahnya mila menuju kamarnya dan membersihkan diri dan beristirahat, dan dikamar yang berbeda Ibra dan Izar sedang mengerjakan tugas mereka
Ibra selalu membimbing adik-adiknya untuk belajar, dan tak merepotkan orang lain juga selalu menghargai orang lain, karena itu yang selalu Mila ajarkan
Ibra selesai membuat tugas dan dia keluar dari kamarnya, Ibra tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan tegas tapi dia akan lebih hangat pada orang-orang sekitarnya, begitu juga Izar walau belum remaja tapi wajahnya begitu tampan tapi sifatnya lebih santai dibanding Ibra
Setelah keluar dari kamar Ibra menuju kedapur karena lapar
"Siang menjelang sore bi, bunda sama dede Nai sudah pulang?"
" Sudah mas mungkin ibu sedang istirahat dikamar"
" Ok bi, biari bunda istirahat bi"
"Mas Ibra mau makan ya sini biar bibi siapi" dengan cepat bi Asih menyiapkan makanan untuk Ibra
Tak lama Izar pun susah selesai dengan tugasnya,dan keluar menuju dapur karena dia juga sudah lapar
"Dek , sudah selesai tugasnya?"
"Sudah bang tadi ada sedikit yang nggak ngerti tapi sudah bisa kok"
__ADS_1
"Mas Izar mau makan juga ya sini bibi siapkan"
Setelah menyiapkan makanan untuk Ibra dan Izar bi Asih segera menuju kebelakang membantu bi Mina yang sedang menyetrika dan melipat pakaian