Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Nai masih berada didalam kamarnya.Setelah membersihkan diri,Nai memilih membawa kursi rodanya menuju arah sofa.Disana terdapat lukisan yang dibuat oleh Kayla.Bukan .....Bukan siapa yang memberi lukisan yang membuat Nai terdiam, tapi lukisan itu sendiri. Lukisan dimana dia dan Rayyan, sedang duduk ditepi pantai sambil melihat matahari tenggelam.


Entah kenapa setiap mengingat Rayyan,hati Nai selalu bergetar.Selama kebersamaannya dengan Rayyan,Nai merasa aman dan nyaman.


"Mas.... apa mas merasakan hal yang sama dengan yang Nai rasakan saat ini" monolog Nai didepan lukisan Rayyan


Sedangkan ditempat yang berbeda,tepatnya diapartemen Rayyan. Pria itu pun melakukan hal yang sama.Rayyan memandangi lukisan Nai yang sedang duduk dikursi roda.


"Nai.. Apakah boleh aku mencintai kamu setelah8 apa yang sudah daddy lakukan padamu dan keluargamu? " batin Rayyan


Kembali kekediaman Mila.Malam ini mereka semua berkumpul minus Galen, karena dia harus menghadiri acara diluar kota.Dan kalau ditanya dengan siapa dia pergi, siapa lagi kalau bukan Rury.


Sebenarnya Galen ingin pergi sendiri, begitu pun Rury.Tapi Fatma meminta bantuan Ibra dan Gio alhasil Galen dan Rury terpaksa pergi bersama.


"Nai bagaimana perkembangan Terapi kamu kali ini? " tanya Gio


"Masih sama seperti kemarin om" jawab Nai


Keesokan harinya Izar telah siap berangkat menuju kota X, Ditemani dengan termannya menuju Kampus yang mereka tuju.


"Sayang.... kamu hati-hati ya dirumah ya" ujar Izar pada Renata sambil mensejejarkan diri didepan perut Renata


"Iya... mas,kamu juga harus janji kamu akan selalu berhati-hati" ujar Renata


Setelah puas berpamitan Izar segera beeangkat menuju kota X. Saat diperjalanan Izar mendapat telpon dari anak buahnya, tentang keberangkatan Siska.


'Ternyata dia belum menyerah"gumam Izar dengan seringai di bibirnya


"Awasi saja tunggu aku sampai baru kita bicarakan lagi" perintah Izar


Kembali ke kediaman Mila. Sebenarnya Renata begitu berat melihat kepergian Izar. Tapi Rena tau Izar sangat bahagia dengan profesinya.


"Sayang kenapa melamun" ujar Mila saat mendapati Renata yang masih duduk diteras rumah


"Eh... enggak apa-apa bun" ujar Rena gelagapan


Azizah yang sudah selesai dengan kegiatannya bergabung bersama Mila dan Renata.


"Al sudah tidur Zah" tanya Mila


"Sudah bun" jawab Azizah

__ADS_1


"Ren kapan kita mau cari perlengkapan baby?" tanya Azizah pada Renata


"Bagaimana kalau habis acara 7 bulanan mba? " usul Rena


"Ya sudah terserah kamu aja"


Mereka semua masuk kedalam rumah, Mila melihat Nai sudah bersiap-siap. Karena hari ini memang dia akan melihat sudah berapa persen pengerjaan gaunnya.


"Bun Nanti Nai mau mampir ke Yayasan ya soalnya Nai ada janji dengan Kayla" ujar Nai


"Loh bukannya kemarin kamu dari sana sayang? " tanya Mila heran


"Iya... bun tapi Kayla mau membuatkan Nai sesuatu yang Nai pinta" ujar Nai menjelaskan


"Ya sudah kamu hati-hati ya, bilang Rayyan hati-hati bawa mobilnya" pesan Mila


Setelah mendengar perkataan sang bunda Nai mengajak Rayyan untuk segera berangkat. Sementara dirumah,kina Azizah tengah senyum-senyum saat melihat kepergian Nai.


"Bun sepertinya enggak lama lagi bunda akan punya menantu deh, iya nggak Ren" ujar Azizah


"Iya bun kayaknya bentar lagi ada yang jadian" tambah Renata


Mila yang belum mengerti merasa bingung, dan Azizah menjelaskan kepada Mila.


Mila terdiam, benar yang dikatakan Azizah ternyata Nai sudah dewasa. Mila lupa, karena Mila menganggap Nai masih anak-anak. Mila tak menyangka masa dimana Nai akan ikut dengan suaminya.


"Bunda.... bun.... ada yang salah bun" ujar Azizah khawatir


Mila tertarik dari lamunannya. "Eh... Ada apa sayang"


" Enggak usah dilanjutkan sebaiknya bunda segera istirahat ya" pinta Azizah lembut


Di tempat yang berbeda tepatnya diperusahaan Wiliam. Teo sedang pusing karena tuannya belum juga hadir, padahal Teo sudah meminta Rayyan untuk datang lebih awal.


Dan semua itu tak luput dari pengawasan Marco. Marco sangat murka pada Rayyan, karena demi gadis itu Rayyan berani melawannya.


Sedangkan Rayyan yang ditunggu tengah asik memandang wanita pujaannya yang sedang serius dalam bekerja.


"Nona jam berapa kita akan ke Yayasan? " tanya Rayyan


"Sebentar ya mas.... Nai nyelesaikan ini dulu" jawab Nai lembut

__ADS_1


Setelah selesai urusan dibutik.Rayyan mengantar Mila ke mall terdekat, karena Nai ingin memberi hadiah buat Kayla.


Setelah sampai dimall, Nai meminta Rayyan mendorongnya ketenpat pakaian anak.Rayyan dengan senang hati mengantar Nai.Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Nai mengajak Rayyan untuk makan siang bersama.


Selesai makan siang Rayyan mengantar Nai ke Yayasan.Sedangkan dirumah Mila sedang menghadapi Fatma yang terus mengomel karena kelakuan Galen putranya.


"Ada apa Fat, kenapa muka kamu begitu? " tanya Mila sambil menggendong baby AL


"Aku kesal Mil punya anak kenapa bodoh sekali" ujar Fatma antusias


"Memang Galen kenapa Fa aku lihat dia baik- baik saja " ujar Fatma


"Bagaimana aku nggak kesal Mil,kamu tau sendiri bagaimana aku membujuk Rury untuk ikut bersama Galen tapi dengan bodohnya anak itu Meninggalkan Rury dipesta hanya karena dia bertemu dengan sahabat lama ya" jelas Fatma misu-misu


Mila hanya bisa menghela nafas, karena Mila tau bagai mana rasanya sesuatu yang dipaksakan.


"Fat kamu bisa bicara dengan Rury biar dia nggak salah paham" saran Mila


"Tapi Mil apa Rury mau memaafkan Galen. Karena Fatma tau Rury adalah wanita cerdas"


"Aku yakin Rury mengerti kok, lagi pula biar mereka yang memutuskan tentang hubungan mereka "jelas Mila panjang lebar


Setelah mereka selesai berbincang mereka memuruskan untuk nembuat brownis.Sedangkan diperusahaan Nugraha, Ibra sedang membuat perhitungan, pada tikus-tikus pengganggu dan perusak.


"Bagaimana Rom, apa yang akan didapat oleh para penghianat ini? " tanya Ibra


Romi yang paham segera meminta anak buahnya untuk mengurus para penghianat itu. Tinggallah beberapa orang yang masih tinggal diruang rapat tersebut,begitu takut melihat wajah Ibra dan juga Romi. Walau mereka tau bagaimana ketampanan pasangan bos dan asistennya itu. Namun tidak ada yang berani macam-macam dengan Ibra.


"Apa masih ada diantara kalian yang masih berniat untuk menghianatiku? " tanya Ibra lantang


Semua yang ada diruang rapat tersebut bungkam. Mereka semua tau bagaimana sepak terjang Ibra. Tidak ada yang berani bermain-main dengan Ibra.


Setelah selesai dan merasa sudah mendapatkan jawaban,Ibra segera meninggalkan ruangan tersebut,diikuti oleh Romi.


"Kau sudah mulai rencana kita untuk situa Marco?"


"Anak buah kita sudah memulainya pak" ujar Romi


Ibra sudah sampai diruang kerjanya. Dia menatap sebuah foto berukuran besar didalam ruangannya. Foto yang sengaja dipasang sang ayah, agar dia merasa keluarganya selalu dekat dengannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Malam ini segini dulu ya. Jangan lupa dukung karya bunda ya like n komen bagi yang oenasaran denga visualnya bisa follow Fb bunda "Abi baim" terima kasih


__ADS_2