
Hari- hari telah berlalu tak terasa sudah 3 bulan usia pernikahan Ibra dan Azizah.Azizah adala menantu yang baik, dia tidak pernah membiarkan Mila lelah membantu memasak. Azizah juga terkadang membuat kue bersama Mila.Ibra sangat beruntung Azizah tidak seperti menantu- menantu kebanyakan, yang tidak akur dengan mertua, atau tidak boleh sang suami sayang kepada keluarganya.
Azizah pun selalu menjadi istri yang baik buat Ibra, Azizah selalu menyiapkan kebutuhan Ibra, melayani Ibra dengan baik dalam hal apapun termasuk urusan ranjang.Ibra begitu manja kepada Azizah,dia tidak pernah menghabiskan waktu diluar.Terkadang Azza sang adik harus berebutan dengan Ibra hanya untuk mendapatkan perhatian Azizah.Mila yang melihat kelakuan sang anak hanya bisa geleng- geleng kepala,seperti hari ini, saat Azza sedang libur sekolah biasanya dia mengajak Azizah untuk membuat kue brownis kesukaannya,tapi hari ini dia dibuat menangis oleh Ibra,karena Ibra tidak boleh Azizah dekat-dekat dengan Azza karena Azza bau katanya.
"Mba Zizah .... jadi nggak kita buat kue hari ini" tanya Azza pada Azizah saat, mereka sedang sarapan
"Jadi dong sayang nanti setelah selesai sarapan kita buat ya" jawab Azizah dengan menampilkan senyum
"Enggak...enggak boleh sayang kamu hari ini nggak boleh kemana- mana kamu temenin aku aja" sahut Ibra manja
"Ih...Abang orang mba Azizah sudah janji sama Azza dari kemarin" sahut Azza kesel memukul tangan Ibra
"Azza kamu jangan deket- deket dengan abang kamu bau, kamu belum mandi ya?" tanya Ibra sambil menutup hidungnya
"Enak aja Azza belum mandi, orang sudah cantik begini dibilang belum mandi" sahut Azza ketus
"Mana ada kamu itu bau Azza" Ibra kekeh dengan pendapatnya "Iya kan sayang Azza bau?" tanya Ibra mencari pembenaran
" Enggak mas Azza nggak bau kok, malah alu seneng dengan wangi Azza" sahut Azizah yang membuat mata Ibra berkaca-kaca
"Sayang kamu bela Azza, kamu nggak sayang lagi sama aku?" tanya Ibra dengan wajah yang sedih
Semua orang yang ada dimeja makan merasa heran.Kebetulan hari ini semua menginap disini,Fatma, bang Gio dan Galen.Mereka semua menatap Ibra dengan padangan sulit diartikan.
"Bang Lo kenapa? Kok mukanya begitu?" tanya Izar penasaran
"Iya...ya kemana ya bang Ibra yang dingin, kok sekarang jadi seperti anak kak Luna Juno yang ngambek nggak dikasih permen" sahut Gelen yang membuat wajah Ibra tambah sedih
"Sayang lihat mereka semua mengejek Abang, padahalkan abang benar kalau Azza itu bau, sayang abang jadi mual"
__ADS_1
"Abang...enak aja, Azza sudah wangi kok abang bilang bau" akhirnya Azza menangis dan meminta pembelaan kepada Mila " Bunda lihat Abang bilang Azza bau, padahalkan bunda lihat tadi Azza sudah mandi" Sahut Azzah meminta pembelaan Mila
"Iya... sayang Azza sudah mandi tadi bunda yang banti Azza siapkan baju" sahut Mila membenarkan perkataan Azza, "Atau mungkin hidung kamu mampet, jadi nggak bisa kecium apa-apa" tanyaMila
Karena merasa disalahkan akhirnya Ibra ngambek dan segera masuk kedalam kamar.Padahal dia belum selesai makan.Azizah yang melihatnya hanya bisa menghela nafas, dia juga merasa aneh melihat Ibra beberapa hari ini.Biasanya Ibra paling suka kalau,saat Ibra pulang dia sudah mandi atau berdanda,tapi beberapa hari ini,Ibra tidak boleh Azizah mandi sebelum dia pulang,karena katanya seneng cium- cium Azizah,keringatnya bau bayi.Padahal Azizah sudah sangat lengket,walau tak pernah mengerjakan apapun.Pernah kemarin saat Azizah selesai membuat bulu pisang Azizah mandi gerah,karena habis membuat bolu,jadi pas Ibra pulang dan mencium Azizah dia langsung cemberut, katanya Azizah tak sayang dia lagi.Akhirnya dengan sedikit usaha baru Ibra tak lagi cemberut.
"Suami kamu kenapa begitu Zizah" tanya Fatma merasa lucu sekaligus aneh
"Zizah juga nggak tau tante. memang beberapa hari ini bang Ibra kelakuannya aneh-aneh" Zizah menjelaskan
Setelah itu Azizah meninggalkan ruang makan menuju kamar, dia juga membawa napan berisi makan, karena Ibra belum menghabiskan makanannya.
"Abang... ini habiskan dong makanannya kan Zizah memasak buat abang" rayu Zizah
Ibra masih diam dengan wajah ditekuk.Azizah tak kehabisan akal,karena Ibra selalu seperti itu kapau sedang merajuk.
Ibra yang mendengar penuturan Azizah, segera memeluk Azizah dengan erat,sampai Azizah sesak.
"Abang memang sudah nggak sayang Zizah, buktinya abang buat Zizah nggak bisa nafas" ujar Azizah dengan nafas sesak Ibra segera melepas pelukannya, namun kembali memeluk,tapi tak sekuat tadi.
"Kamu nggak boleh kemana- mana,kamu cuma boleh disini sama abang" sahut Ibra
"Enggak ah... abangkan susah nggak sayang Zizah" sahut Zizah masih pura-pura merajuk
"Sayang kok sekarang kamu yang marah, seharusnya kan abang yang marah,karena kamu nggak percaya sama abang"
Azizah masih pura- pura marah denganya.Sekarang malah Ibra yang terus membujuk Azizah,dan menghabiskan makanan yang Azizah bawa.Senyum dibibir Azizah terbit melihat semua makanan sudah habis.Namun sesaat kemudian wajah Azizah berubah menjadi cemas,saat Ibra berlari kekamar mandi dan memuntahkan semua makanan yang dimakannya.
Azizah membantu menggosok tenguk Ibra,dan membantu Ibra mencuci mulutnya yang bekas muntahan.Tubuh Ibra sudah lemas tak bertenaga.Azizah memapah Ibra sampai ketempat tidur.Dan rencananya akan membuatkan teh manis untuk Ibra.Namun Ibra melarangnya keluar dan meminta Azizah berbaring disebelahnya.
__ADS_1
Jam 11 siang Azizah terbangun,karena dia ikut tertidur tadi bersama Ibra.Azizah melihat wajah Ibra sedikit pucat.Azizah bingung ada apa dengan suaminya.
Azizah melepaskan pelukan Ibra perlahan agar Ibra tidak terganggu. Azizah ingin membuat makanan untuk Ibra.Sampai dibawah Azizah melihat sang mertua dan tante sedang membuat brownis yang diinginkan Azza.
:Bunda, tante maaf padahal Azizah janji mau buat brownis buat Azza" ujar Azizah meresa tak enak
"Enggak apa- apa sayang ini juga sudah mau selesai, bagaimana Ibra masih marah?"tanya Mila lembut
"Enggak bun... Abang sudah nggak marah, sekarang lagi tidur,karena tadi sehabis muntah-muntah badannya lemas"jawab Azizah menjelaskan
"Loh memang Ibra kenapa kok sampai muntah-muntah" kini Fatma yang bertanya
"Zizah juga nggak tau tante, perasaan abang enggak salah makan kok" jelas Azizah
Tak lama terdengar suara Ibra teriak- teriak mencari keberadaan Azizah.Seperti orang panik.Aziza, Mila dan Fatma segera keluar dari dapur.Ibra yang melihat Azizah segera berlari dan memeluk Azizah.Sedangkan Fatma dan Mila saling berpandangan melihat kelakuan Ibra.
"Kamu, kemana saja sayang kenapa pergi enggak bilang-bilang" tanya Ibra masih memeluk Azizah
"Zizah enggak kemana- mana bang dari tadi Zizah didapur sama tante Fatma dan bunda"
Jawab Azizah
"Lain kali kalau mau pergi bilang dulu ke abang,jangan tinggalin abang sendirian ya"
Mila dan Fatma tambah bingung dengan kelakuan Ibra, lelaki yang selama ini tampak dingin,tegas dan arogan,saat ini seperti bayi yang kehilangan ibunya.
//////////////////////////////////////////////////////////////// Hai reader bunda kembali update nih... Maaf ya semelem nggak update karena kepala bunda pusing kunang-kunang,sudah coba nulis hampir 300 kata malah kacau semua tulisannya jadi hari ini bunda usahakan 2 bab ya.
Oh iya apa yang terjadi pada Ibra ya kok dia jadi manja begitu,tunggu di bab selanjutnya ya.Like dan komenterus cerita bunda ya biar bunda semangan updatenya.
__ADS_1