
Ibra menerima sebuah tespek ditangannya. Air mata seketika menetes dari mata pria tampat itu, bagaimana tidak ditespek terlihat garis dua merah,yang artinya sang istri memang tengah mengandung anak kedua mereka.
Ibra melihat kearah sang istri, meyakinkan apa yang dia lihat tidaklah salah. Setelah mendapat anggukan dari sang Istri, Ibra segera menari Azizah dalam pelukannya.
Kecupan Ibra berikan keseuruh wajah Azizah, tak lupa juga ucapan terima kasih Ibra berikan. Mila, Renata dan,Izar yang melihat ikut terharu. Namun Izar tak lupa mengingatkan Ibra untuk pemeriksaan lebih lanjut didokter kandungan.
" Bang jangan lupa besok bawa kak Azizah periksa ke dokter kandungan" ujar Izar dan dijawab anggukan oleh Ibra.
Ibra meminta Azizah untuk beristirahat, dan menanyakan makanan apa yang diinginkan sang istri.
Sedangkan Mila, Renata dan Izar meninggalkan mereka didalam kamar.Mila dan Renata menuju dapur untuk memasak makan malam. Sedangkan Izar pergi ke ruang kerja untuk memeriksa data pasien yang akan melaksanakan operasi besar besok.
Ibra melarang Azizah untuk beraktifitas berat, dan meminta pengurusan AL diserahkan kepada Siti, Azizah hanya boleh mengawasi. Karena balita 2 tahun itu sedang aktif-aktifnya.
Azizah pun hanya bisa pasrah dengan permintaan sang suami, karena Azizah tau semua itu Ibra lakukan untuk kebaikannya dan juga calon anak kedua mereka.
Malam ini mereka makan malam bersama tanpa Nai dan Azza yang masih berada di kafe. Sebenarnya tadi Ibra meminta Azizah untuk tetap dikamar, tapi karena Azizah hampir menangis membuat Ibra mengajaknya makan malam bersama yang lain.
" Bun... tolong nasehati abang kalau Zizah ini nggak bakal kenapa-kenapa"ujar Azizah dengan wajah cemberut
"Memang abang kenapa?" tanya Mila lembut
" Zizah tadi mau minta makan diKafe Azza nggak boleh" ujar Azizah dengan wajah cemberut
__ADS_1
Sebenarnya tadi memang Azizah minta diantar ke kafe Azza, tapi Ibra melarang dan meminta Azizah beristirahat,karena makanan akan diantar kekamar, namun setelah perdebatan panjang akhirnya Azizah memilih makan malam bersama diruang makan
"Abang nggak melarang bun, tapi ini sudah malam abang nggak mau nanti Azizah masuk angin, kalau keluar malam-malam" ujar Ibra menjelaskan
Izar dan Renata hanya tersenyum. Sebagai seorang dokter Izar tau itu adalah keinginan dari Ibu hamil,tapi Izar juga tau bagai mana sifat sang abang.
Dulu waktu Azizah hamil AL,Azizah tidak pernah merasakan namanya ngidam, karena semua dirasakan oleh Ibra. Selesai makan malam mereka semua kembali kedalam kamar. Namun tidak dengan Mila, Mila masih setia menunggu kedua anak gadisnya pulang.
Tak lama terdengar deru mesin memasuki halaman rumah. Mila tau mobil siapa itu, itu mobil yang dikendarai pak Ujang untuk menjemput kedua anaknya.
Tak lama terdengar suara salam dari kedua anaknya Nai dan Azza. Mereka tau, pasti sang bunda menunggu mereka.Setelah melihat kedua anaknya pulang Mila baru masuk kedalam kamar untuk beristirahat begitu juga dengan kedua anaknya.
Sedangkan dikamar Izar, Saat ini pasangan suami istri itu sedang berbagi peluh. Bagaimana tidak tadi saat mereka mengetahui kabar kehamilan Azizah. Izar juga meminta sang istri untuk lembut, untuk menanam bibit baru dirahim sang istri Renata.
Sedangkan dikamar Ibra.Ibra tak berhenti mencium perut Rata Azizah.Ibra begitu bahagia bisa sekali lagi merasakan menjadi seorang ayah.
" Kenapa mas?" tanya Azizah penasaran
" Karena AL sudah sepertiku, baik wajah dan juga sifat, aku ingin anak kita ini menjadi cerminan kamu" jelas Ibra
Sementara dikamar Nai wanita itu tak dapat memejamkan mata. Bagaimana tidak tadi, Rayyan kembali menemuinya di kafe Azza. Meminta jawaban dari Nai tentang pernyataannya tempo hari.
Rayyan memang belum menemui Mila dan kedua kakak Nai. Namun tekatnya mempersunting Nai memang kuat.Namun sebelum menemui keluarga Nai. Rayyan harus menyelesaikan dulu urusannya dengan keluarga Clara. Karena Rayyan tau keluarga Clara adalah orang-orangan orang licik yang akan melakukan segala cara untuk mencapai keinginannya.
__ADS_1
Rayyan tidak ingin Nai dan keluarganya, kembali menjadi sasaran kelicikannya. Bagi Rayyan cukup sang Daddy saja yang menyakiti Nai dan keluarganya, tidak dengan orang lain.
Namun tanpa Rayyan ketahui bahwa Romi sudah lebih dulu mengetahui tentang semua itu. Makanya hingga detik ini Ibra membiarkan Rayyan menyelesaikan semua. Namun jika suatu saat semua sudah selesai dan Rayyan mendatanginya untuk meminang sang adik. Ibra akan mempertimbangkan segalanya.
Sedangkan ditempat yang berbeda tepatnya dikediaman keluarga Clara. Seperti yang sudah diprediksi oleh Rayyan. Saat ini Baik Clara dan kedua orang tuanya sedang merencanakan sesuatu untuk keluarga Rayyan.
Semenjak penolakan secara terang -terangan saat itu. Ayah Clara begitu marah, baginya keluarga Marco telah mengingkari janji mereka. Namun untuk menuntut kepada Marco tidak mungkin karena saat ini kondisi Marco,belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Marco sering melamun bahkan terkadang menagis. Entah apa yang dia rasakan. Jelita pun tidak mengetahuinya. Karena selama berumah tangga, Marco tidak pernah berbicara apapun padanya.
Pihak kepolisian terpaksa memindahkan Marco Ke Rumah sakit Jiwa. Mereka takut jika Marco akan melukai dirinya sendiri.
Kembali kekamar Nai, saat ini Nai merasa bingung. Disatu sisi dia memang mencintai Rayyan. Namun disisi lain Nai takut, takut jika sang bunda tau siapa Rayyan dan siapa orang tuanya.
Nai tidak ingin bahagia diatas luka sang bunda.Karena Nai tau bagaimana sang bunda, menjalani hari-harinya tanpa sosok sang ayah.
Setelah lelah dengan pemikirannya Nai segera membersihkan diri. Nai ingin mendinginkan kepalanya agar dia dapat memikirkan apa yang harus dia lakukan.Tak membutuhkan waktu lama. Nai akhirnya seleaai membersihkan diri. Nai mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya yang sengaja dia basahi tadi. Setelah seleaai dengan mengeringkan rambut dan perawatan wajah, Nai segera naik ketempat tidur untuk beristirahat.
Azan subuh belum berkumandang, tapi didalam sebuah kamar sudah terdengar seseorang sedang memuntahkan semua isi perutnya. Dia adalah Azizah. Saat sedang asik terlelap,Azizah dibangunkan oleh gejolak dalam perutnya, dengan cepat dia berjalan kekamar mandi untuk memuntahkan semuanya.
Ibra yang mendengar, segera menyusul sang istri dan membantunya menggoaok tengkuk Azizah. Setelah merasa lebih enakan Ibra membantu Azizah untuk naik keatas tempat tidur dan menyelimutinya, setelah sebelumnya Ibra membantu Azizah membersihan diri.
Setelah memastikan sang istri berbaring dengan nyaman Ibra segera turun kebawah untuk membuatkan teh jahe untuk sang Istri. Setelah selesai Ibra segera membawakan teh tersebut kekamar mereka dan meletakkannya dinakas samping tempat tidur mereka. Karena saat ini Azizah sudah kembali terlelap.
__ADS_1
Sedangka Ibra tidak dapat lagi memejamkan mata. Ibra segera membersihkan diri, karena sebentar lagi Azzan subuh berkumandang.
Setelah melaksanakan solat subuh Ibra beranjak kebalkon karena ingin menghubungi Romi sang asisten. Setelah selesai menelpon Ibra segera masuk kedalam kamar, berganti pakaian.