Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Hari- hari berlalu dengan cepat,keadaan Anto kian memburuk, walau dia sudah sadar beberapa waktu.


"Wulan, sayang apa ayah bisa minta tolong padamu nak?" tanya Anto dengan nafas tersengal


"Ada apa ayah, ayah mau minta tolong apa"


Wulan yang melihat keadaan sang ayah,sungguh membuat Wulan sedih.


"Ayah ingin sekali bertemi dengan kakak- kakakmu, apa kamu bisa menemui mereka sebelum ayah pergi" pinta Anto penuh harap


"Ayah bicara apa, ayah nggak akan kemana- mana tetap disini bersama Wulan dan nenek" Ucap Wulan terjeda " Wulan akan temui mereka dan meminta merek menjenguk ayah walau harus bersujud, ayah tenang saja"


"Terima kasih nak kamu anak ayah yang terbaik, jika ayah tiada tetap seperti ini ya nak jaga nenek jangan menyusahkan orang, kelak kamu mempunyai pasangan hargai dia ya nak"


"Iya ayah, nanti kalau Wulan sudah besar, dan punya kekasih Wulan akan membawanya kehadapan ayah biar ayah yang menilai"


Dengan nafas tersengal Anto terus mensehati Wulan.Wulan hanya menjawab dengan anggukan, karena dia sudah tidak mampu lagi menjawab disela isak tangisnya.


Tak lama Nenek Romlah datang, membawa makanan untuk Wulan.


"Wulan makan dulu ya nak, ini nenek masakin buat kamu"


"Iya nek nanti Wulan makan,mmm..... nek apa boleh nenek jaga ayah sebentar, Wula ada keperluan keluar"


"Baiklah cepat kembali ya sayang kamu belum makan,atau sebaknya kamu makan dulu baru pergi" ujar sang nenek


Dengan terpaksa Wulan menghabiskan makannya, setelah selesai Wulan bergegas pergi setelah memastikan ayahnya telah tertidur.Wulan berjalan menuju sebuah alamat yang tak lain adalah kantor NUGRAHA GROP. Sampai didepan kantor NUGRAHA GROP Wulan bingung harus mengatakan apa.


Wulan menuju resepsionis dan menanyakan keberadaan Ibra.


"Selamat siang mba, boleh saya bertanya"


"Iya ada apa dek" jawab resepsioni bernama tuti tersebut


"Apa Pak Ibranya ada"


"Ada keperluan apa ya dek" tanya sang resepsionis


Saat Wulan sedang berbincang dengan sang resepsionis, Romi assisten pribadi Ibra datang, dan segera mengajak Wulan naik keruangan Ibra.Sebelumnya saat Romi turun kelantai dasar dia melihat Wulan berbicara dengan resepsionis, dan Romi segera menghubungi Ibra, dan Ibra menyuruh Romi membawa Wulan keruangannya.


Sampai dilantai 15 ruangan Ibra Romi mengetuk pintu, dan segera masuk setelah mendapat jawaban dari dalam.Setelah mengantar Wulan Romi keluar dan kembali keruangannya, tinggallah Wulan dan Ibra.Wulan bingung harus mengatakan apa.


"Kamu perempuan pengantar kue yang waktu itu kan" tanya Ibra dingin

__ADS_1


"I...iya pak" jawab Wulan gugup


"Ada apa kamu mencari saya?"


"Mmmmm....saya kesini atas permintaan ayah" jawab Wulan menunduk takut


"Ayah memang ada urusan apa ayah kamu dengan saya, saya tidak mengenal ayah kamu"


Wulan semakin gugup, dia takut ibra tidak mau menemui sang ayah, yang sangat merindukan anak- anaknya.Tapi dia tidak boleh menyerah.Wulan bersujud sambil terisak.


"Tolong temui ayah saya sekali saja, dia ingin berbicara kepada anda pak"


Ibra begitu terkejut melihat Wulan yang bersujud, hanya agar Ibra menemui ayahnya


"Berdirilah" perintah Ibra "Untuk apa saya harus menemui ayah kamu "


"Tolong pak ini permintaan terakhir ayah saya" ucap wulan disela isak tangisnya


Deg


Ibra terkejut, bukankah dokter bilang bahwa ayahnya sudah sadar,tapi kalau melihat adiknya seperti ini, tidak mungkin adiknya berbohong.Ibra menarik nafas sejenak.


"Memangnya ayah kamu kenapa dan apa maksud kamu permintaan terakhir lalu kenapa saya yang dicarayahmu" tanya Ibra penuh selidik


Ibra yang merasa kasihan,menyanggupi permintaan Wulan tapi sebelumnya dia menghubungi Mila dan Dewa, agar membawa adik- adiknya kerumah sakit menemui Anto setelah menjelaskan segalanya.


Setelah melepon Mila dan Dewa, Ibra masuk kembali keruangannya."Baiklah saya akan menemui ayah kamu, sekarang kamu ikut saya"


Wulan terkejut ternyata sang kakak mau ikut dengannya.Wulan segera mengikuti Ibra menuju Rumah Sakit tempat ayahnya dirawat. 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai diRumah Sakit dan mereka bertemu Mila, Dewa dan adik- adiknya diloby Rumah Sakit.


Direktur Rumah sakit yang mendengar pemilik saham Rumah Sakit ini datang, segera menemuinya, setelah bicara sebentar Ibra mengajak semua nya menuju kamar Anto.


Wulan yang terkejut dengan kedatangan saudaranya yang lain hanya bisa diam. Dia membawa semua menuju ruang rawat Anto.Sampai disana Wulan masul terlebih dahulu.


"Kamu dari mana saja nak" tanya nek Romlah


Wulan tak menjawab pertanyaan sang nenek, dia segera menuju ranjang ayahnya.


"Ayah lihat siapa yang Wulan bawa"


Anto melihat kearah pintu begitu juga nenek Romlah.Tak lama masuklah Ibra, Izar dan Nai begitu juga Mila dan Dewa.Mila tak menyangka orang yang pernah membersamainya selama 12 tahun akan bertemu dalam keadaan seperti ini.


"Kemari Mil aku ingin bicara"

__ADS_1


Mila melihat kearah Dewa, dan Dewa menganggukkan kepala.Mila berjalan mendekati Anto.


"Mil maafkan aku atas semua kesalahanku yang dulu, aku sudah mendapatkan karmanya Mil"


"Sudahlah mas aku sudah memaafkanmu dari dulu sekarang kamu fokus saja pada kesembuhan kamu"


"Terima kasih Mila kamu memang wanita yang baik, aku yang bodoh telah menyakiti kamu"


Wulan yang mendengar perkataan sang ayah menjadi sedih,karena secara tidak langsung ayahnya menyesal memiliki dia.Nai yang melihat Wulan menangis segera mendekat.Walau Nai belum terlalu mengenal Wulan tapi dia tau bahwa Wulan adalah kakaknya.


"Ibra, Izar, Nai kalian tumbuh dengan baik ya maafkan ayah yang sudah membuat kalian menderita dulu, ayah yang terlalu bodoh tidak memperhatikan anak- anak ayah"


"Sudahlah yah kami semua sudah memaafkan ayah, karena kata bunda dan ayah Dewa ayah tetap ayah kami, tanpa ayah kami tak mungkin ada" jawab Izar


Sedangkan Ibra dan Nai hanya diam, tanpa ikut menimpali.


"Pak Dewa saya berterima kasih karena anda mau merawat anak- anak saya hingga mereka menjadi anak- anak yang sukses seperti sekarang"


"Mereka anak- anakku jadi aku berkewajiban menjaga mereka dan memberi pendidikan terbaik buat merek dan kesuksesan mereka semua karena kegigihan mereka, Seharusnya aku yang berterima kasih dengan Pak Anto karena telah memberikan mereka bersama bidadari kepadaku"


Nafas Anto mulai melambat dan semua panik.Ibra segera menanggil Dokter, mereka semua disuruh menunggu diluar.Semua tampak cemas, Wulan berpelukan bersama sang nenek yang sudah lemas.Sedangkan Mila, Dewa dan anak- anak hanya diam.


Tak lam Dokter keluar dari ruangan dengan wajah lesu.


"Bagaimana ayah saya Dok" tanya Wulan yang mendekat setelah melihat Dokter keluar


"Maaf kami sudah melakukan yang terbaik tapi Tuhan lebih sayang"


Nenek Romlah yang mendengar sang anak telah tiada pingsan untung Izar dan Ibra melihat, segera mereka membawa keruang UGD. Sedangka Wulan segera berlari kedalam melihat sang ayah, diikuti Mila, Dewa dan Nai.


"Ayah.... ayah kenapa tinggali Wulan dan nenek nanti siapa yang jaga kami yah.Ayah tau Wulan nggak bisa jaga nenek sendiri. Bangun yah... jangan tinggali Wulan dan nenek yah" Wulan menangis tersedu.


Mila yang melihat meminta izin pada Dewa dan Nai, dan segera memeluk Wulan.


"Wulan nggak boleh begitu kasihan ayah kamu, kamu harus kuat demi nenek ,sekarang ayah kamu juga nggak sakit lagi, jadi ikhlas ya nak" Mila mengusap punggung Wulan


Sedangkan Nai, ada rasa sedih dihatinya, karena sejak kecil dia tidak pernah melihat ayah kandungnya.Tapi dia beruntung mempunyai Dewa yang sangat menyayanginya.Nai segera memeluk Dewa.


Setelah nenek Romlah sadar jenazah Anto dibawa pulanh dan dimakamkan di Pemakaman Umun.Mila dan Dewa hanya sebentar melayat, karena tadi saat mereka pergi Azza belum bangun tidur.Tapi barusan suster menelpon Azza menangis mencari Mila.


Ibra ,Izar dan Nai masih berada dirumah sang nenek, Sampai acara tahlilan nanti malam.


*********///''**********'''''////************'''/////***

__ADS_1


Cerita Wulan sampai disini dulu ya nanti Wulan punya cerita sendiri.Dan terima kasih ya atas dukungan reader baca juga ya cerita aku UNTUK MAMA permintaan terakhir.


__ADS_2