Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Ibra begitu kehilangan sang bunda. Membuatnya sampai harus di rawat di rumah sakit. Laki-laki kuat itu merasa kehilangan sandaran hidupnya. Membuatnya tak berdaya, Azizah yang melihat keadaan sang suami menjadi sedih. Azizah tau bagaimana sayangnya sang suami kepada sang bunda. Ibra yang selalu melihat kepedihan sang bunda. Ibra yang selalu melihat tangis sang bunda dan Ibra pula yang melihat bagaimana sang bunda bangkit.


Bukan berarti Izar, Nai dan Azza tidak sedih. Mereka sama sedihnya dengan Ibra. Tapi Mereka tak merasakan apa yang Ibra rasakan, Karena Ibra selalu berusaha melindungi adik-adiknya.


Lelaki gagah itu begitu rapuh, entah berapa lama dia akan terbiasa .Ibra bisa menghadapi apapun, dia akan tetap berdiri kokoh demi bisa melindungi orang-orang yang dia sayang. Karena dia memiliki akar yang kuat. Tapi kini akar itu layu dan mati. Membuat kekokohan itu hilang menunggu tumbang.


"Sayang... kamu kenapa...Kalau kamu begini siapa yang bisa melindungi keluarga kita. Abang ingat apa yang bunda pinta?" tanya sang bunda


"Abang harus jadi anak yang kuat biar bisa jagain adik-adik" jawab Ibra


" Jadi sekarang Abang harus bangkit, tanggung jawab Abang masih Ada,Kalau Abang begini bagaimana bisa melindungi keluarga?"ujar Mila


"Tapi Bun... Abang merasa belum siap untuk kehilangan bunda, Abang rasanya hilang arah Bun" ujar Ibra


" Ada Azizah sayang lihat dia sangat sedih melihat Abang seperti ini. Azizah tidak sekuat bunda sayang. Kuat ya demi Azizah" pinta Mila


Izar melihat kearah wanita yang 27 tahun menemani .Wanita yang menerima semua hal tentang dirinya .Wanita kedua setelah sang bunda . Dan dengan berat hati Ibra membenarkan perkataan sang bunda.


" Kalau begitu pulanglah nak, jika Abang sayang sama bunda cukup doa kan bunda. Sama seperti saat Abang mendoakan Ayah Dewa dan ayah Anto" ujar Mila


Dan akhirnya Ibra terbangun dari mimpinya. Azizah sangat bahagia melihat sang suami telah sadar. Tangisnya pecah memeluk sang suami. Ibra meminta maaf karena membuatnya khawatir. Al yang melihat sang ayah sudah sadar, memanggil sang dokter. Setelah melalui beberapa pemeriksaan,akhirnya besok Ibra di izinkan untuk pulang.


Semua sangat bahagia. Azza dan Nai sangat bahagia mendengarnya. Mereka membuat acara penyambutan untuk kepulangan Ibra.


Senyum Azizah tak pernah luntur, Melihat sang suami sudah kembali sehat.

__ADS_1


" Bunda terlalu besar cinta Abang kepada bunda. Membuat Abang sangat kehilangan bunda. Tapi Zizah tau kalau bunda tak pernah suka melihat Abang terpuruk. Terimakasih karena bunda sudah minta Abang untuk pulang. Terimakasih atas semuanya" Batin Azizah


*. * * * * * * ** * * *


Hari ini Ibra di izinkan pulang. Sedari tadi Azizah sibuk mengemasi barang-barang yang akan di bawa pulang. Ibra beruntung memiliki Azizah sebagai istrinya. Wanita yang begitu sabar menemani dan mendoakan setiap langkahnya.


Ibra merasa apa yang di bilang sang bunda benar adanya. Azizah tak akan sekuat sang bunda. Azizah Masih membutuhkan dirinya.


"Sayang apa boleh Abang peluk kamu" tamu Ibra


Azizah yang mendengar permintaan sang suami pun,kini berjalan menghampiri dan memeluk sang suami. Tangisnya yang beberapa hari dia tahan, kini tak dapat lagi Azizah bendung.


" Aku belum siap. Aku belum sanggup jika harus kehilangan Abang. Pada siapa lagi aku akan bersandar dan berkeluh kesah. Maafkan Zizah bang.... maafkan Zizah"Batin Azizah


Kepulangan Ibra di sambut ucapan syukur oleh semua orang. Izar yang memang terbiasa diam kini tak dapat lagi membendung air matanya. Izar tak sekuat Ibra. Ibra adalah segalanya bagi mereka setelah Mila. Ibra rela berkorban apapun untuk orang yang dia sayang.


Semua orang berkumpul di kediaman Mila . Anak-anak pun berkumpul di sana. Semua menyayangi Ibra, karena Ibra akan bersikap lembut kepada semua anak-anaknya.Ibra memang akan berubah jika bersama dengan keluarga. Pengalaman yang menyedihkan dengan sang ayah, membuat Ibra berjanji tidak akan berbuat hal yang sama kepada semua anaknya.


" Papa...papa kenapa sampai sakit,Oma kan sudah nggak sakit lagi papa" ujar Ziva


" Iya....maafin papa ya anak-anak, karena papa kalian menjadi khawatir" ujar Ibra


Dalam hati Ibra berkata "Ternyata benar kata bunda mereka semua masih butuh aku. Terimakasih bunda... karena bunda sudah mengingatkan Abang.Abang akan selalu berdoa buat bunda"


Kini mereka semua makan siang bersama. Setelah selesai mereka semua kembali ke aktivitas masing-masing. Dan mereka berencana Akhir pekan mereka akan berziarah. Dan setelahnya mereka juga akan melaksanakan pengajian 7 harian Mila.

__ADS_1


Ibra di antar kedalam kamar. Azizah selalu ada di samping sang suami. Rumah yang dulu ramai dengan suara anak-anak yang bersenda gurau dengan sang bunda kini tampak sunyi,apa lagi setelah kepergian Mila.


Hari berganti setelah kemarin mereka pergi ke makam Mila. Kini mereka mengadakan acara tahlilan untuk Mila dan juga untuk yang telah mendahului mereka berpulang.


Semua orang yang di undang berdoa dengan khusyuk. Begitu juga seratus anak Yati yang mereka undang. Lantunan ayat suci pun terdengar indah. Setelah selesai mereka seperti biasa akan membagikan bingkisan dan uang santunan untuk anak yatim-piatu.


* * * * * * * * *


Tidak ada yang abadi di dunia ini. Se-cinta apapun kita kepada manusia. Manusia akan pergi meninggalkan kita. Namun jika cinta itu karena Allah,cinta itu tak akan hilang walau banyak badai yang harus di lewatinya.


Kesedihan tak akan merubah apapun .Karena semua sudah ketentuan Allah. Walaupun Kini cinta itu tak nyata. Kita harus selalu bersyukur. Karena dengan Ikhlas dan bersyukur. Allah tak akan pernah menguji umatnya,Karena ujian bukan hanya berupa harta. Tapi juga berupa musibah.


Setelah merasa sehat. Ibra meminta Azizah untuk menemaninya berkeliling. Rasanya lelah jika harus terus berada di dalam kamar.


Ibra yang masih lemah,harus tetap berada di kursi roda. Azizah tidak pernah meninggalkan sang suami kecuali Sholat.Azizah begitu trauma melihat keadaan Ibra. Sehingga membuat nya tak ingin berjauhan dengan sang suami. Kini mereka telah kembali ke dalam kamar. Azizah duduk di ranjang sebelah Ibra.


" Sayang apa kau tau apa yang membuat Abang begitu menyayangi bunda dan kamu?" Ibra dan Azizah menggeleng


" Bunda dan kamu itu sama, sayang kalian sama-sama wanita kuat itu. Bunda selalu menjadi tameng untuk kalian saat ayah Anto. Tak pernah perduli dengan kesedihan sang bunda. Itulah membuat Ibra begitu beruntung lahir dari seorang wanita yang hebat. Apalagi melihat Kebahagiaan masing orang.


Azizah cukup senang walupun sang suami masih terlihat lemah.


** * * * * * * *


Bagaimana part malam ini semoga kalian suka ya terimakasih ya telah setia pada membaca karya author sekali lagi author ucapkan terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2