
Hari ini Rayyan kembali kekantor, setelah sekian lama dia meninggalkan kantor, untuk membantu kesembuhan Nai. Ada rasa yang berbeda.Ada satu ruang dihatinya, yang merasakan kekosangan itu.
Rayyan membuka folder gambar diponselnya. Rayyan mengklik satu foto, dimana seorang gadis sedang tersenyum ceria, bersama seorang gadis kecil disebuah taman. Gadis cantik itu adalah Nai Arimbi.
Ya... Rayyan menyimpan beberapa foto Nai secara diam-diam, setelah dia Yakin dengan perasaannya.
"Nai maafkan mas Ray yang tidak bisa memperjuangkan kamu. Bukan karena mas nggak sayang, mas hanya takut kamu membenci mas, setelah tau daddy yang telah membuat kamu kehilangan orang yang kamu sayang, juga pernah merasakan lumpuh" monolog Rayyan dengan mata berkaca-kaca
Sedangkan ditempat yang berbeda,tepatnya disebuah butik, seorang Gadis juga sedang melamun, memikirkan seseorang yang entah kapan mulai mengisi hatinya. Gadis itu tak lain adalah Nai.Gadis itu sedang memandangi sebuah foto lukisan, dimana ada dua sepasang manusia , yang sedang duduk ditepi pantai menikmati terbenamnya matahari.
"Mas Ray... apakah mas memiliki rasa yang sama dengan Nai, apakah mas merindukan Nai sama seperti Nai merindukan Mas Ray? "ujar Nai sambil menatap foto lukisan
Hari ini menjadi hari terberat untuk Rayyan dan Nai. Bagaimana tidak saling cinta, taksaling mengungkapkan, saling rindu tak saling bertemu.
Sedangkan ditempat yang berbeda,Tepatnya dikantor polisi bersama sang pengacara, untuk melaporkan kecelakaan yang menimpa Mila dan Nai juga keterli atan Marco dalam kecelakaan Kerja Dewa beberapa tahun yang lalu. Namun untuk kecelakaa. Dewa memerlukan proses panjang, karena kecelakaan itu terjadi di Luar negri.
Setelah selesai melapor dan menyerahka bukti, Romi dan pengacara yang bernama Ferdy segera keluar dari kantor polisi. Sambil berjalan Romi dan Ferdy sambil berdiskusi.
Sedangkan ditempat yang berbeda, Marco sudah mendapatkan kabar tentang pelaporan Ibra terhadapnya.
"Bagaimana tuan? " tanya Ruly pengacara Marco
"Mereka tidak akan bisa menangkapku" ujar Marco percaya diri
"Tapi tuan mereka memiliki cukup bukti" ujar Ruly
"Untuk apa aku membayarmu kalau urusan ini saja kau tak bisa mengatasinya" bentak Marco marah
Sedangkan ditempat yang berbeda tepatnya dikantor Rayyan. Teo asistenya juga menyampaikan perihal pelaporan Ibra untuk sang daddy. Rayyan memijit pelipisnya merasa pusing. Baru satu hari dia masuk kerja sudah dihadapkan dengan masalah sang ayah.
Namun saat Rayyan sedang memikirkan tentang sang ayah tiba-tiba pintu ruangannya terbuka disambung suara seorang perempuan, yang tak lain adalah Clara.
"Mas Ray ..." ujar Clara manja dan ingin memeluk Rayyan, namun segera ditepis oleh Rayyan
"Mau apa kamu kesini" tanya Rayyan dengan intonasi sangat datar, namun Clara tidak merasa terintimidasi
__ADS_1
"Mas kok tanya mau apa, ya... jelas mau ngajak calon tunangan aku buat makan siang" jawab Clara
"Berhenti menyebut aku tunanganmu Clara, aku tidak pernah menerima pertunangan itu" ujar Rayyan dengan Rahang mengeras
"Tapi mas keluarga kita sudah setuju, kalau kita akan bertunangan" jawab Clara
"Aku tetap pada keputusanku, aku tidak akan bertunangan denganmu,atau siapa pun, kecuali wanita yang aku pilih sendiri" ujar Rayyan
"Dan aku minta kamu keluar dari ruanganku SE-KA-RA-NG" bentak Rayyan dan hal itu membuat Clara membeku, tak menyangka akan diperlakukan seperti ini
"Theo tolong bawa Clara keluar" perintah Rayyan
Teo segera melaksanakan perintah dari Rayyan.Sebenarnya Teo tidak habis fikir dengan Marco.
Sedangkan didalam ruangan, Rayyan kembali memijit pelipisnya yang terasa berdenyut,Bagaimana tidak belum selesai masalah sang daddy, Rayyan dihadapkan dengan seorang wanita yang manja seprti Clara.
Rayyan tak habis fikir dengan jalan fikiran sang daddy. Sedangkan dirumah Mila saat ini semua orang merasa panik. Bagaimana tidak Renata yang diperkirakan melahirkan bulan depan tapi saat ini dia sudah mengalami kontraksi dan ketubannya pun sudah pecah.
Mila segera meminta pak ujang untuk memanaskan mobil, bi Asih mengambil perlengkapan, yang sudah Renata siapkan di samping lemari kamar baby.Setelah selesai Mila segera membantu Renata berjalan menuju mobil.
Setelah menunggu selama 15 menit,akhirnya mobil yang membawa Renata tiba dirumah sakit. Izar selalu setia menemani,
" Maaf Dok kita harus melakukan operasi, cesar, karena air ketuban istri anda sudah kering. Izar segera memberi perintah untuk melakukan tindakan.
Saat ini baik Mila, Ibra, Azizah menunggu dengan gusar, tak lama kedua orang tua Renata datang dengan tergopoh-gopoh
"Ibu Mila bagaimana keadaan Renata dan anaknya" tanya Baskara dengan wajah sendu
"Renata masih didalam pak, bu.."ujar Mila dan kemudian menjelaskan
Izar masih setia menemani Renata diruangan operasi. Walau dia seorang Dokter dan sering melakukan operasi, tapi kali ini Izar bahkan tak dapat menahan tangisnya, melihat sang istri berjuang untuk melahirkan buah hati mereka.
Oek
Oek
__ADS_1
Oek
Oek
Terdengar tangis kencang seorang bayi mungil,dengan berat badan yang dikatakan masih kurang.Tapi suara tangis yang kencang menandakan baby itu sehat-sehat saja.
Operasi dilaksanakan selama 2 jam. Setelah semua selesai, Renata dibawa keruangan VVIP. Ruangan Khusus untuk keluarga nugraha.
Mila dan kedua orang tua Renata begitu bahagia, ketika dapat melihat kelahiran cucu mereka.Walau pun terselip rasa sedih, karena baby masih harus dirawan didalam inkubator dan menjalani beberapa pemeriksaan.
Azizah sudah pylang kerumah,karena bi Asih menelpon dan bilang bahwa baby AL tiba-tiba Rewel. Sedangkan Renata masih belum belum bangun, karena mungkin efek kelelahan.
Izar masih setia menemani sang istri, setelah puas memandangi sang istri.Tak lama pintu ruangan terbuka menampilkan Fatma, Gio, Galen dan Rury.
" Bagaimana bisa sayang, apa kamu sedang stres"ujar fatma
"Tidak ada tante, , Rena juga nggak tak kenapa begitu" monolog
Pak Baskoro,dan istrinya yang masih berada disana pun mendengar pembicaraan sang anak dengan mertuanya.
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, semua sudah pulang sejak satu jam yang lalu.
"Sayang terima kasih.... terima kasih karena telah mau mengandung dan melahirkan anakku" ujar Izar sambil memeluk Renata
"Sama-sama mas... terima kasih juga mas selalu ada disaat aku sedang berjuang" ujar Renata sambil membalas pelukan sang suami.
Pagi menjelang,hari ini Ibra harus mengadakan rapat bulanan.Karena dari itu semua kepala staf di wajibkan datang.
Hari adalah hari kepulangan Renata dan sang baby cantiknya, setelah selama 10 hari mereka dirawat dirumah sakit. begitu pun baby cantik yang di beri nama ALEA PUTRI NUGRAHA yang dipanggil baby Lea.
Kepulangan Renata disambut dengan gembira, terutama Azza, sangat senang karena dia akan nemiliki teman.
###############:#::###############
Sampai disini dulu ya inayallah besok bunda update lagi,. Bagi yang ingin melihat Visual tokoh di Novel bunda kalian bisa melihat nya di Fb bunda
__ADS_1
" Abi Baim, Abibaim, juga bisa ke IG bunda baim.abi".Terima kasih