
Setelah kepulangan Siska,Galen jadi misu-misu sendiri.Karena Galen begitu jijik dengan kelakuan Siska, yang nggak tau malu.
"Zar dimana Lo kenal,dengan tu Siskamling" tanya Galen Asal
Izar bingung dengan apa yang Galen katakan
"Maksud Lo apa? Siapa Siskamling? " tanya Izar
"Itu Tadi mantan pacar Lo" ujar Galen menjelaskan
Sedangkan Izar langsung menyemburkan tawanya." Gila Lo Len anak orang main ganti aja namanya" ujar Izar masih dengan tawanya
"Sebutan itu cocok buat dia,yang suka keliling nyari mangsa,apa Lo mau balikan lagi ama dia?" tanya Galen sambil bergidik ngeri
"Enak aja...Kalau Lo mau ambil aja gratis..." ujar Galen sambil tertawa
Sedangkan diloby kantor Siska jalan berlenggak- lenggok dengan menggunakan mini dress dan sepatu hak tingginya.Siska berjalan dengan angkuh.Namun saat sedang berjalan.
Bruk
Tubuh Siska terhuyung dan membuatnya terjatuh.
"Aduh...aduh maaf bu,saya nggak sengaja," ujar Lila seorang clening servis" Saya sedang buru- buru bu mau buat minum buat pak Manager" Jelas Lila "Sekali lagi saya minta maaf".
Namun dengan angkuhnya,Siska memarahi Lila.
Enak saja kamu minta maaf, kamu tau saya ini siapa? tanya Siska " Saya ini calon istri pemilik rumah sakit ini" jelas Siska dengan nada sombong " Apa kamu bisa mengganti baju saya?" tanya Siska
Lala terdiam,karena memang bagi Lila yang hanya seorang clening sarvis, tak akan mampu membeli pakaian yang Siska pakai.Siska hanya menunduk.Namun tak jauh darinya Galen dan Izar yang melihat kelakuan Siska,segera mendekati kerumunan.Perawat dan orang - orang sekitar sudah berkeliling, melihat Siska yang mengaku sebagai calon istri Izar.Suasana menjadi ricu perihal pengakuan Siska sebagai calon istri pemilik Rumah sakit.
Galen yang melihat tindakan Siska,menjadi kesal dan berjalan mendekat kerah Siska.
"Siapa yang kamu maksud calon suami kamu" tanya Galen dengan nada yang cukup tinggi
__ADS_1
Siska yang mendengar pertanyaan Galen segera menjawab dengan nada angkuh, dan tak melihat bahwa Izar pun sedang ada disana.
"Aku yang bilang, memang kenapa?" tanya Siska dengan angkuh Aku ini Siska calon istri dari pemilik rumah sakit ini Izar Putra Nugraha "tambah Siska masih dengan nada yang angkuh
Namun Izar yang sudah jengah dengan kelakuan Siska segera mendekat.Para perawat yang melihat aura Izar, takut mereka jadi tersangkanya.Sedangkan Siska yang melihat kedatangan Izar, tersenyum dia mengira Izar datang untuk membelanya.
"Sayang, lihat baju aku jadi kotor" tunjuk Siska kepada Lala tanpa melepas rangkulannya ke lengan Izar
Namun, Izar segera menyentak pegangan tangan Siska di lengannya.
"Kapan aku pernah melamarmu menjadi calon istriku?" tanya Izar dingin
"Ah... Sayang kamu nggak asik", rajuk Siska dengan nada dibuat manja dan ingin kembali merangkul lengan Izar namun segera disentah oleh Izar.
Galen yang melihat hal ini menjadi jengah,Sedangkan Izar saat ini begitu marah dengan kelakuan Siska.
"Dengarkan baik- baik Siska dan yang lain ,Saya bukan Calon suami nona ini, dia hnanya mengaku- ngaku menjadi calon istri saya karena saat ini dia sedang depresi ditinggal calon suaminya" jelas Izar dengan nada lantang.
Siska yang mendengar pengakuan Izar dan yang ngatakan dirinya depresi, membuatnya malu dan segera meninggalkan tempat tersebut dengan langkah lebar.
Izar yang melihat Galen tertawa memutar bola matanya malas.
"Gila Lo Zar,anak orang sehat- sehat aja Lo bilang depresi, tapi tunggu.." ujar Galen masih dengan senyum diwajahnya " Tadi sebelum bilang dia depresi, gue yakin dia normal,tapi tadi setelah lo nolak dia dan Lo bilang dia depresi, kayaknya pulanh dari sini dia benar- benar depresi.Tawa Galen semakin pecah.
Namun tawa itu berhenti, karena sudah jadi bahan tatapan orang sekitar.Galen dan Izar keluar dari gedung rumah sakit.Mereka memang berjanjian makan siang bersama.
Sampai ditempat yang mereka tuju, ternyata Nai, Renata dan teman- teman mereka juga sedang makan ditempat tersebut.Galen yang melihat adik sepupunya dan gadis yang tempo hari juga ada, membuat Galen menaril tangan Izar menuju meja sang adik.
"Hai...Nai kami makan disini juga" Sapa Galen
"Iya bang Nai sama temen- temen , Kami sedang mengerjakan tugas kelompok bang" jelas Nai panjang lebar.
"Eh...ada Rena juga disini" ujar Galen sambil melirik Izar yang tampak tidak suka
__ADS_1
"Iya... bang kebetulan aku dan Nai satu kelompok"jelas Renata
Galen hanya manggut- manggut,tanpa bertanya apa sebenarnya terjadi.Galen hanya melirik sekilas kepada Izar. Bingung dengan sikap Izar.Setelah berpamitan dengan teman-nya, Nai dan Rena ikut bersama Galen dan Izar untuk makan siang bersama.
Izar diam- diam curi pandang kearah Renata begitu pun Renata.Selesai makan siang mereka berpisah.Izar kembali kerumah sakit sedangkan Nai dan Renata kembali kekampus , karena masih ada mata kuliah berikutnya.Galen jangan ditanya, menghilang entah dimana dia.
Izar yang sudah sampai dirumah sakit,Segera masuk keruangannya karena 1 jam lagi dia akan melakukan operasi besar dan berharap semuanya berjalan lancar.Sambil menunggu jadwal operasi Izar duduk diruangannya.Dia teringat dengan senyum Renata yang begitu manis.Namun Izar segera menggelengkan kepalanya."Membuang jauh- jauh alasan kamu"
Sedangkan di LA ,Azizah sedang bersiap- siap, karena nanti malam mereka akan pulang ke Indonesia..
Azizah sebenarnya betah berlama- lama di sana, karena disana tidak ada orang yang menghakiminya sebagai anak panti.
Saat sedang menyiapkan koper mendadak ada tangan yang melingkar di pinggangnya.Azizah jelas tau siapa pelakunya, siapa lagi kalau bukan sang suami.
Azizah membalikan badannya, dan membalas pelukan sang suami.
"Sayang.... Sebenarnya abang masih ingin disini" ujar Ibra manja
"Kalau abang masih ada kerjaan disini nggak apa- apa Azizah pulang sendiri.Kasihan bunda bang kalau Zizah lama disini". jawab Azizah sabar, Karena azizah tau kesibukan suaminya yang harua menanggung ribuan karyawan.
"Enggak ah... abang ikut kamu pulang aja, lagi pula Om Kevin bisa menghendel semua" Jelas Ibra masih memeluk sang istri.
Akhirnya Azizah mengalah, karena Zizah tau suaminya adalah lelaki yang tidak ingin dibantah.Dihari terakhir mereka di LA Ibra, dan Azizah memutuskan hanya didalam kamar membuat cucu untuk sang mama.
Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 8 malam.Usai makan malam Ibra dan Azizah segera meluncur kearah bandara.Karena meteka akan pulang ke Indonesia.Didalam pesawat Azizah bersandat didada bidang sang suami sambil berkata.
"Sayang apa boleh aku suatu saat ingin berlibur kesini lagi" tanya Azizah tanpa
berani melihat Ibra, Ibra yang melihat sang istri begitu bahagia saat disini, menganggukan kepalanya.
"Iya sayang nanti kita akan berlibur lagi kesini abang janji" ujar Ibra
Setelah melewati waktu yang begitu panjang akhirnya mereka sampai juga diIndonesia.Di sana sudah menunggu jemputan yanh diutus asisaten Ibra,Romi.Mereka segera pulang kekediaman Mila.
__ADS_1
///''''///////////////////////////////////////////////""'/''''''"/*//
maaf ya hanya segini updatenya karena badannya masih kurang fit berikakan like n komen ya agar bunda semangat nulisnya.