Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Matahari sudah tinggi, namun pengantin baru itu masih betah bergulung dengan selimut. Tadi setelah solat subuh bersama,kedua pengantin baru itu,mengulang kegiatan yang akan menjadi candu untuk mereka.


umm.. Nai menggeliat, namun tubuhnya seperti terhimpit beban berat,Nai menoleh kesamping dan menampilkan senyum dibibirnya. Dia melihat pria yang kemarin menyebut namanya, mengucap janji dihadapan allah.Pria yang kini telah resmi menjadi suaminya.


Nai tersenyum mengingat kembali kegiatan mereka semalam dan tadi pagi. Pelan Nai mengusap wajah sang suami dan membangunkannya.


" Mas... mas Rayyan bangun sudah siang Nai sudah lapar" ujar Nai


Rayyan yang merasakan tangan mulus menyentuh wajahnya, segera menangkap tangan itu dan menciumnya.


" Iya sayang....tapi mas mau makan yang lain dulu, ya karena sedari tadi tangan ini nakal"


Namun belum sempat Nai bertanya, tiba-tiba Rayyan sudah kembali mengukungnya dan terjadilah hal yang mereka inginkan. Entah berapa lama mereka melakukannya, sekarang sang istri sedang memberengut kesal.


Bagaimana tidak, Nai sudah menahan lapar sejak tadi, tapi sang suami entah kekuatan dari mana tidak mau berhenti. Alhasil sekarang jam sudah menunjukkan jam 11 siang.


Rayyan hanya bisa tersenyum melihat wajah sang istri yang manyun, karena habis dilahapnya semalaman dan tadi.


" Sayang maafkan mas ya...habis gimana kamu bikin candu"ujar Rayyan dengan rasa bersalah


" Nai kesal susah dari tadi Nai bilang laper,tapi mas nggak mau berhenti" gerutu Nai


Tak lama bel kamar dibunyikan seseorang,yang tak adalah pelayan yang membawakan makanan untuk Rayyan dan Nai, karena mereka tidak mungkin makan dibawah dengan kondisi Nai yang susah untuk berjalan.


Setelah menata makanan pelayan tersebut segera keluar dari kamar mereka. Nai dan Rayyan menyantap sarapan yang sangat terlambat itu.


Sedangkan tadi saat sarapan Ibra terus saja mengomel, karena pasangan pengantin baru itu tak juga turun untuk sarapan, padahal mereka sudah menunggu selama setengah jam.


" Kemana sih mereka, nggak tau apa orang sudah lapar" gerutu Ibra


" Kamu ini seperti nggak pernah merasakannya aja" ujar Mila

__ADS_1


Ibra terdiam dan melanjutkan sarapannya. Setelahnya mereka semua bersiap untuk pulang kekediaman masing-masing. Jelita berpamitan pada Mila.


" Mba.. terimakasih ya sudah mau menerima Rayyan, walau mas Marc pernah menyakiti mba" ujar Jelita


"Sudahlah Lit, itu hanya masa lalu,yang penting saat ini Rayyan dan Nai sudah bersatu " jawab Mila


Dan akhirnya mereka berpisah diloby hotel. Mila pulang bersama Ibra begitupun Renata, Karena tadi Izar mendadak dapat panggilan dari rumah sakit, ada oprasi Cito.


Sedangkan Jelita pulang bersama Robert. Mereka akan pulang kekediam Marco, sebelum Rayyan pulang, dan dia kbali kekampung halamannya.


Kembali kekamar hotel. Rayyan masih terus saja merayu sang istri yang masih merajuk. Dan akhirnya setelah melihat wah memelas sang suami, Nai menjadi tak tega dan akhirnya memaafkan sang suami. Karena bagaimana pun dia juga menikmati sentuhan sang suami.


Dan sore hari mereka memutuskan untuk pulang kekediaman Jelita. Karena sang mommy besok pagi akan kembali kekampung halamannya.


Hanya memerlukan waktu 20 Menit mereka akhirnya sampai di Kediaman Jelita. Mereka disambut pembantu rumah tangga, karena sang mommy sedang memasak makan malam spesial untuk sang menantu.


* * * * *


Makan malam mereka kali ini sangat spesial, karena Jelita memasak sendiri makanan kesukaan Rayyan. Selesai makan malam Mereka beranjak menuju ruang keluarga. Disana mereka mengobrol santai, sampai jelita berbicara penting kepada anak dan menantunya.


" Kamu tau bagaimana rumah tangga rumah tangga mommy dan rumah tangga pertama mama Mila, jadi jangan lakukan kesalahan yang sama dengan yang dilakukan daddy kamu, dan ayah Nai" nasihat Jelita kepada Rayyan


" Dan untuk kamu Nai" Jelita meminta Nai untuk duduk disampingnya


" Nai... pertama Mommy minta maaf, karena dulu daddy pernah membuat kesalahan kepada kamu. Dan mommy minta kepada kamu, tolong terima Ray apa adanya, jika kamu merasa dia membuat kesalahan, tolong tegur dia, jangan sungkan untuk bicara pada mommy" ujar Jelita memeluk sang menantu


Dia begitu menyayangi Nai walau mereka belum lama bersama. Jelita akan berusaha menjadi mertua yang baik untuk Nai. Menyayangi Nai seperti anaknya sendiri. Jelita tak ingin membuat Nai merasa sendiri dikeluarga ini. Karena Jelita tau rasanya tidak diperdulikan oleh mertua.


Setelah berbincang mereka kembali kekamar masing-masing. Nai yang baru pertama masuk kekamar Rayyan begitu takjub. Kamar yang terlihat dominan. Kamar yang mencerminkan sang pemilik, Rayyan yang melihat sang istri masih berdiri, segera menariknya menuju ranjang king size miliknya.


" Kenapa sayang? Kamu kurang suka desainya? Kamu bisa merubah kamar ini sesuai kemauan kamu, karena kamar ini juga sudah jadi milik kamu" ujar Rayyan

__ADS_1


" Enggak perlu mas, biarkan kamar ini tetap seperti ini, karena kamar ini memiliki kenangan kamu, lagi pula kita tidak tinggal disini, aku akan berkreasi dirumah kita sendiri nanti" jawab Nai


Karena kelelahan mereka akhirnya memilih beristirahat, namun sebelumnya mereka tak lupa melakukan kegiatan yang mereka sukai.


Pagi menjeleng Nai sudah bangun terlebih dahulu. Setelah membersihkan dir, Nai turun kelantai bawah, berniat akan menyiapkan sarapan untuk sang suami dan juga sang mertua.


Didapur Nai melihat pelayan sedang menyiapkan bahan masakan. Nai segera menghampiri


" Bibi mau masak apa?" tanya Nai


" Eh...nona,ini bibi mau masak nasi goreng udang" jawab sang pelayan


" Ya sudah bi....biar Nai aja yang buat bibi siapi saja bahan-bahannya" perintah Nai


Dan akhirnya Nai lah yang membuat sarapan pagi, Tak lama Jelita turun menuju dapur. Dia tersenyum melihat Nai, yang sedang mentiapkan sarapan. Nai yang melihat segera menyapa sang mertua.


" Mommy sudah bangun?"Tanya Nai


" Iya sayang... ini Kamu semua yabg masak? "tanya Jelita yang dijawab anggukan oleh Nai


Baru saja Nai akan membangunkan sang suami, ternyata Rayyan sudah lebih dulu turun dengan baju Kaos dan celana pendek.


" Mas.... baru aja Nai mau keatas mau bangunkan Mas Ray"ujar Nai


"Mas tadi kehilangan aroma kamu jadi mas bangun dan mencari kamu, ternyata ada disini" jawab Rayyan


" Tadi Nai buat sarapan mas" ujar Nai sambil mengambilkan sarapan untuk sang suami dan Jelita.


Mereka sarapan dengan tenang, walau sesekali ada perbincangan. Selesai sarapan Jelita bersiap akan berangkat. Robert sudah masukan semua koper kedalam mobil yang akan membawa mereka.


Jelita memilih berangkat lebih pagi, karena perjalanan menuju kampung halamannya membutuhkan waktu 6 sampai 7 jam menggunakan mobil.

__ADS_1


Sebenarnya Rayyan meminta sang mommy naik pesawat,Namun Jelita menolakdengan alasan karena ingin menikmati perjalanan pulang kampung. Akhirnya Rayyan mengizinkan asalkan membawa 2 orang sopir termasuk Robert, yang akan ikut tinggal bersama sang mommy dan juga satu pembantu rumah tangga yang selalu setia kepada sang mommy.


Bersambung.....


__ADS_2