Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Azza sangat bahagia, ternyata semua bukanlah mimpi. Kini di hadapannya sedang terlelap laki-laki yang 4 tahun ini begitu dia rindukan. Dia sangat bersyukur karena sang suami telah mengingat dirinya. Zyan memang sudah bisa mengingat siapa Azza beberapa hari lalu, saat dirinya tanpa sengaja terjatuh dari sepeda motor dan kepalanya terbentur ujung patok jalan, akibat jalan licin sehabis hujan.


Walau saat itu Zyan tak mengalami luka serius, karena terlindung jaket yang dia pakai, serta helm. Namun benturan yang lumayan keras membuatnya pingsan. Dan saat terbangun Zyan mengingat semuanya.


Azza memandangi pahatan indah di hadapannya saat ini.


" Kamu tau mas... selama 4 tahun ini tidak ada sehari pun diri ini tidak mengingatmu, selalu ku langitkan doa agar kau cepat kembali. Karena aku dan anak-anak mu selalu menunggu kepulangan mu" gumam Azza sambil mengelus rahang tegas lelaki di hadapannya


" Maaf..." satu kata yang membuat Azza terkejut dan hendak ingin menjauhkan tangannya yang mengganggu tidur pria itu. Namun dengan cepat Zyan menahannya.


"Maaf sudah mengganggu tidur kamu" ujar Azza dan di jawab gelengan oleh Zyan


" Mas yang seharusnya meminta maaf, karena membuat kalian terlalu lama menunggu, maaf karena mas sempat melupakan kamu.Maaf karena mas tidak mendampingi saat kamu hamil dan melahirkan Fariz dan Ziva. Mungkin seribu maaf pun tak bisa mengembalikan semua. Tapi saat ini mas berjanji akan selalu ada untuk kamu dan anak-anak, menggantikan hari-hari yang sudah terlewati"ungkap Zyan


" Mas sebenarnya apa yang terjadi sebelum kamu hilang ingatan?" tanya Azza


Zyan menceritakan semuanya pada Azza tanpa ada satupun yang di tutupi. Hari itu


Flashback on


Hari ini hari ke 3 Zyan di luar kota Rencana nya sore ini Zyan akan pulang. Sebelum pulang Zyan akan mengadakan pertemuan dengan kepala kantor cabang. Namun saat di perjalanan tiba-tiba mobil yang di kendarai Zyan mengalami bocor ban.


Tanpa curiga Zyan keluar dari dalam mobil. Membuka bagasi mengabil ban serep, mencoba untuk menggantinya, Karena tempat Zyan berhenti saat ini sedikit rumah warga. Saat Zyan berusaha membuka ban tiba-tiba dari belakang ada yang menyuntikkan sesuatu.


Dan sejak itulah Zyan tak tau apa-apa lagi. Hingga dia di temukan dalam keadaan terluka.

__ADS_1


flashback of


"Begitu ceritanya sayang"jelas Zyan


Namun masih jadi pertanyaan siapa yang tega berbuat begitu kepada Zyan.


"Apa kamu mencurigai seseorang mas?"tanya Azza dan di jawab Zyan dengan anggukan


"Tapi Bang Ibra sudah mencari bukti tentang keterlibatan orang itu" jelas Zyan


"Jadi untuk sementara kita akan tetap di sini sampai bang Ibra yang menjemput,karena kami yakin mereka juga mengincar Fariz dan Ziva" tambah Zyan menjelaskan


* * * * * * * * *


Siang harinya mereka pergi ke rumah Abah untuk menjemput Fariz dan Ziva. Karena rencananya mereka akan berkeliling kampung. Sedangkan Ibra sudah memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


Azza tentu heran sedangkan Zyan tidak terima sang istri di perlakukan kasar oleh Nurul.


" Nurul apa maksud kamu?" bentak Zyan


" Kamu yang apa-apaan mas, kenapa kamu berjalan mesra dengan wanita ini, sedangkan denganku saja memandang kamu tidak pernah. Apa bagusnya dia di bandingkan aku" ujar Nurul marah, sedangkan Azza masih mencerna siapa wanita di hadapannya ini


" Tiga tahun mas aku menjatuhkan harga diri aku menyatakan cinta dan menunggu kamu, selalu kamu tolak, tapi sekarang di depan mata aku kamu berjalan mesra dengan wanita lain, apa kurangnya aku mas apa?" tanya Nurul


" Maaf mbak.... memang mbak ini siapa?" tanya Azza sopan

__ADS_1


"Diam kamu, Dasar wanita mu*ahan, apa kamu tau dia ini calon suami saya, kamu datang-datang mau merebutnya" bentak Nurul marah. Sedangkan Zyan begitu marah namun ditahan oleh Azza.


"Apa mba ada bukti kalau saya merebut laki-laki ini, atau mbak yang mengaku-ngaku kalau dia calon suami mbak, sedangkan dari tadi dia hanya diam?" tanya Azza santai tanpa emosi membuat Nurul kesal


" Tau apa kamu mas Zen itu tunangan saya, calon suami saya dan asal kamu tau ayah saya kepala desa disini" jelas Nurul jumawa


" Baiklah sekarang begini saja kita tanya mas Ini, siapa saya dan untuk apa saya datang kemari, sampai jalan saja mesra" ujar Azza


" Mas Zen sekarang jelaskan" pinta Nurul


Sebenarnya Zyan ingin sekali memaki wanita di hadapannya ini,tapi melihat kode dari sang istri Zyan menahannya.


" Yang pertama saya bukan tunangan kamu apa lagi calon suami kamu, karena kita tak punya hubungan apapun dan yang ke dua dia ini adalah Syaqila Azzahra Nugraha istri sah saya ibu dari kedua anak kembar saya yang bernama Alfarizi Zyan Malik dan Arumi Zivanna Malik, jadi jaga ucapan kamu yang bilang kalau istri saya wanita mu*ahan" jelas Zyan


" Apa anda mau bukti mbak?" tanya Azza sambil mengeluarkan ponsel dari saku miliknya dan memutar Vidio pernikahan Zyan dan Azza


Nurul tak dapat berkata apapun segera meninggalkan Azza dan Zyan. Namun setelah kepergian Nurul Zyan merasa merinding saat melihat tatapan tajam sang istri. Azza yang kesal meninggalkan Zyan yang masih mematung. Namun selanjutnya Zyan tersadar dan mengejar langkah sang istri.


" Sayang kamu marah jangan marah dong mas dan Nurul nggak ada hubungan apa-apa, memang beberapa kali dia menyatakan perasaannya, namun hati mas sudah terkunci nama kamu jadi tak mungkin ada nama yang lain seperti janji mas sama kamu" jelas Zyan berharap sang istri luluh namun ternyata Zyan salah.


Tak lama mereka sampai di rumah Abah,dan melihat Faris dan Ziva sedang bersama Abah di teras. Abah dan kedua anak Azza s sang membuat kerangka layangan, karena Abah sudah berjanji akan membuatnya untuk kedua cucunya. Namun kegiatannya terhenti saat melihat kedatangan Zyan dan Azza. Namun Abah penasaran melihat wajah Azza yang di tekuk.


Sedangkan Fariz dan Ziva hanya menyapa keduanya, dan kemudian melanjutkan membersihkan bambu untuk membuat layang -layang. Abah tidak ingin bertanya, karena Abah tau itu bukan masalah besar, Zyan dan Azza pasti bisa mengatasi.


Zyan dan Azza bergabung bersama Abah dan kedua anak mereka yang tampak bahagia tinggal di kampung. Membutuhkan waktu 2 jam akhirnya layangan yang mereka buat sudah jadi layangan yang besar dan juga dengan desain yang indah, membuat Fariz dan Ziva melonjak kegirangan melihat hasil karya mereka., walau Abang yang mengerjakan.

__ADS_1


bagaimana part malam ini semoga kalian suka ya terimakasih


__ADS_2