
Pov Azizah
Aku Nurul Azizah, seorang gadis yatim piatu yang terpaksa tinggal dipanti asuhan, karena kedua orangku meningguliial dalam kecelakaan, karena saat itu aku terlalu kecil, dan Aku tidak meliliki keluarga lain.Polisi memutuskan meletakan aku dipanti asuhan.
Ibu panti ditempat aku tinggal sangat menyayangiku.Aku tinggal dipanti asuhan hingga aku lulus SMA.Setelahnya aku meminta izin kepada ibu panti,untuk bekerja dikota dan memutuskan mengekos.Karena aku tidak mau terus membebani ibu panti, yang juga harus mengurus adik- adikku dipanti.Aku bekerja disebuah caffeshop, yang banyak didatangi mahasiswa dan karyawan kantor, karena caffeshop tempatku bekerja terletak diantara kampus dan area perkantoran.Aku bekerja sebagai kasir,dan aku bekerja juga agar, aku bisa membantu inu panti membiayai adik- adik.Agar adik - adik dapat bersekolah.
Hari itu saat aku menunggu angkutan dihalte dekat kosanku.Karena semalam habis hujan, jalanan sedikit ada yang tergenang air, begitu juga jalanan dihalte tempat aku sedang berdiri.Dan saat aku sedang mengunggu angkutan lewat tiba- tiba byur... seluruh tubuhku tersiram oleh air genangan.Dan itu adalah hari pertama,dimana aku bertemu dengan seorang pria dingin, namun hangat pada orang yang disayang.Dia adalah Ibra Bahari Nugraha calon suamiku.
Dia adalah pria pertama yang mengisi hatiku,walau terlihat cuek,tapi dia adalah pria yang begitu peduli padaku yang bukan siapa- siapa.Pria yang mengenalkan aku cinta, pria yang mengenalkan aku arti sebuah keluarga.
Dengannya aku bisa menjadi diriku sendiri,walau aku dan dia berbeda kasta.Darinya juga aku bisa merasakan pelukan tulus seorang ibu selain ibu panti.Bunda, ibunya bang Ibra begitu menyayangiku seperti anaknya sendiri, begitu juga tante Fatma,dia pun sangat menyayangiku,karena kata tante Fatma serasa dapet anak perempuan lagi setelah kak Luna menikah.
Tinggal hitungan bulan pernikahanku dan bang Ibra akan digelar,malam ini aku akan menemani bang Ibra datang kesebuah pesta.Gamis yang indah dan elegan sudah aku gunakan, begitu juga makeup natural yang diberikan oleh MUA terkenal, yang dibayar bang Ibra membuat diriku begitu anggun.
Malam ini aku dijemput oleh bang Ibra,yang terlihat begitu tampan dengan setelan jasnya.Saat aku menyambut kedatangan bang Ibra,terlihat bang Ibra mengulas senyum manisnya.
"Kamu sudah siap sayang?"tanya bang Ibra
"Iya bang... Zizah sudah siap" jawabku
Setelah berpamitan kepada mbak Siti, aku dan bang Ibra masuk kedalam mobil yang disopiri mas Romi.Saat diperjalanan bang Ibra berkata
"Sayang nanti saat dipesta kamu jangan jauh dari aku ya...Juga jangan menerima minuman dari siapa pun selain aku dan Romi" ujar bang Ibra tegas dan aku hanya mengannguk tanda mengerti.
Aku tak ingin bertanya apapun saat ini pada bang Ibra,Karena nanti bang Ibra sendiri yang akan menjelaskan.Tanpa sedikit pun aku bertanya.Begitulah caraku mencintai bang Ibra,dan begitu jugalah cara bang Ibra mencintaiku.Cinta diantara kami ada tanpa harus menuntut,karena cinta kami berlandaskan kepercayaan.
Aku percaya bang Ibra akan memberikan yang terbaik untukku,jadi tugasku disini hanya menunggu saat yang tepat, untuk bang Ibra menjelaskan apa yang terjadi tanpa aku paksa.Begitu pun yang bang Ibra,disaat aku ada masalah pun,dia tidak akan pernah bertanya, sebelum aku menjelaskannya sendiri. Tak memerlukan waktu lama 30 menit mobil yang dikendarai Mas Romi sudah tiba di basmant hotel tempat acara berlangsung.
__ADS_1
Bang Ibra menggandeng tanganku,dan mas Romi berjalan dibelakang kami.Aku belum bercerita ya... mas Romi itu juga pria yang sangat tampan tapi dia seorang play boy.Tadi sebelum masuk Bang Ibra dan Mas Romi terlibat pembicaraan penting aku pun tak tau.
Pov author
Setelah tiba di aula tempat acara berlangsung.Ibra menggandeng tangan Azizah menuju tempat dimana yang punya acara sedang berbincang.Setelah mendekat kepada yang mempunyai acara, Ibra mengenalkan Azizah sebagai calon istrinya kepada mereka semua, termasuk sepasang penghianat yang juga berada diantara kolega Ibra.
Pelayan datang membawakan minuman,Liona dan Bagas saling memandang, dan tersenyum seringai tercetak dibibir mereka.Mereka mengambil minuman,begitu pun Ibra dan Azizah setelah Ibra mendapatkan kode dari Romi.Sedangkan Liona dan Bagas meresa rencanan mereka akan berhasil, tanpa mereka tau bahwa besok merekalah yang akan hancur.
Flasback
"Halo Liona ..." sapa Bagas setelah sambungan telpon tersambung
"Ada apa Bagas, kamu menelponku" tanya Liona
"Apa kamu jadi ingin memiliki Ibra" tanya Bagas
"Begini Lusa akan ada pesta anniversary ke 25 Pak Heru Gunawan, pengusaha batu bara yang terkenal itu.Pasti Ibra akan diundang dan akan datang kesana" jeda sejenak " Nanti aku akan meminta anak buahku, untuk menyamar jadi pelayan, dan memberikan minuman yang sudah dimasukkan obat pe****sang".
"Ih... ayo cepet jelaskan kamu lama banget jelasinnya" potong Liona
"Sabar kenapa sih aku harus hati- hati nanti ada yang denger" jawab Bagas kesal
"Iya...iya... lanjutin" ujar Liona
Nanti setelah pelayan itu datang, kamu dan aku ambil gelas yang berwarna merah dan biru, karena Ibra nggak akan mau minuman yang ada kadar alkoholnya.Sedangkan 2 minuman yang lain, adalah orange jus yang sudah di masukan obat pe****sang.Dan setelah Ibra dan tunangannya itu meminum minumannya kamu harus bisa mengajak Ibra bicara dengan alasan mau meminta maaf, dan aku akan mengalihkan perhatian pasangan Ibra, bagaimana?" tanya Bagas
"Bagus juga ide kamu, lalu setelah itu aku akan menghabiskan malam bersama Ibra dan memintanya menikahi aku".
__ADS_1
Flasback of
Bagas dan Liona tidak pernah tau, bahwa anak buah yang dimaksud Bagas adalah,salah satu anak buah Romi.Dan minuman yang sudah dumasukan obat pe****sang, adalah minuman mereka.
Liona dan Bagas tersenyum setelah melihat Ibra dan Azizah meminum minumannya.Mereka mulai menjalankan rencananya.
"Ibra boleh aku bicara padamu sebentar" tanya Liona saat Ibra tengah berbincang dengan koleganya.
Ibra yang sudah punya rencana sendiri pun,mengikuti permainan Liona.Dan untuk Azizah, Ibra sudah meminta Romi sendiri yang harus menjaga Azizah.Dan Ibra meminta Romi jangan sampai terjadi sesuatu pada Azizah.
Liona kembali berbicara pada Ibra
"Ibra bisa kan kita bicara disana sebentar?" pinta Liona dengan wajah memelas "Mmm... mbak saya pinjam Ibranya Sebentar ya?" ujar Liona pada Azizah
Azizah menatap Ibra menanyakan pendapat.Ibra memberikan anggukan.
"Sebentar ya sayang abang kesana sebentar nanti Romi yang akan temani kamu" bisik Ibra kepada Azizah
Azizah pun akhirnya membiarkan Ibra bicara dengan Liona.Sementara itu Bagas yang ingin mendekati Azizah, dihadang oleh seorang wanita dengan pakaian pelayan, yang menyampaikan pesan bahwa ada seseorang yang mencarinya.Bagas yang tidak merasakan curiga,segera mengikuti sang pelayan.Saat sampai disebuah kamar ternyata anak buah Romi sudah menyiapkan kejutan untuk Bagas.
Sedangkan Azizah didekati oleh Romi pun, diminta Romi menunggu Ibra didalam mobil.
"Maaf mbak tadi bos Ibra meminta kita menunggu dimobil" Setelah berpamitan dengan pemilik acara, Romi mengantarkan Azizah ke basmant hotel dimana mobil mereka terparkir.
Sedangkan di lain tempat, Ibra terus mengikuti Liona, Ibra berpura- pura bahwa minunan itu telah hampir bereaksi.Liona yang melihat itu, cepat mengajak Ibra masuk kedalam kamar hotel,yang sudah Bagas boking atas nama Ibra,tanpa mereka tau semua itu sudah diatur oleh Romi dan Ibra.
Sampai kamar yang dituju, Liona merasa aneh dengan tubuhnya,dan tanpa Liona tau,didalam kamar itu sudah ada beberapa anak buah Romi, yang akan melaksanakan tugas mereka.Sedangkan Ibra menyeringai puas, setelah mengantarkan Liona pada anak buahnya,dan mendapat telpon dari Romi bahwa rencana mereka susah dimulai.
__ADS_1