Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Saat ini ruang perawatan Azza di penuhi oleh keluarga. Fatma dan Gio pun ikut hadir, disana begitu pun dengan Galen dan Rury. Saat ini pun Rury tengah mengandung anak pertama mereka,dan usia kandungan Rury 6 bulan.


"Selamat ya sayang...baby kamu cantik dan tampan" ujar Rury


" Terimakasih ya mba semoga mbak juga sehat sama dedenya" ujar Azza


" Selamat ya sayang.... Kamu harus jadi ibu yang kuat buat mereka dan Kami akan tetap berusaha mencari Zyan sampai ketemu" ujar Galen berjanji


" Terimakasih ya bang" para Oma sedang menggendong si kembar sedang kan para opa bergabung dengan Abang-abang Azza membicarakan tentang perkembangan pencarian Zyan.


"Bang bagaimana?... Apa sudah ada perkembangan?" tanya Gio pada Ibra


" Belum om Abang sudah mengerahkan semua anak buah Abang, namun sepertinya ada seseorang yang menutupi keberadaan Zyan" Jelas Ibra


" Siapa kira-kira yang melindunginya?Dan apa motifnya?" tanya Gio penasaran


" Itu yang sedang kami coba pecahkan om" jawab Ibra


Dan mereka melanjutkan obrolan mereka mengenai bisnis. Sedangkan para oma sibuk dengan dua baby yang baru saja lahir itu. Setelah menyusu tadi Fariz dan Ziva tertidur, karena kenyang. Walaupun mereka berpindah tangan dari Oma satu ke Oma yang lain termasuk Fatma.


" Ma.... Rury mau gendong anak Azza dong" ujar Rury ingin menggendong Ziva


Melihat kearah sang menantu akhrinya,Fatma memberikan Ziva pada Rury. Dari jarak yang tak terlalu jauh Galen memperhatikan sang istri. Ya... saat ini Galen sangat bucin kepada Rury, tak ingin kejadian kepergian Rury terulang lagi, kini Galen akan mengawasi sang istri 24 karena Rury tetap menjadi sekertarisnya, walau semua pekerjaan di kerjakan oleh Junior Rury, dan Rury hanya membantu. Karena sepanjang hari Rury hanya berada di ruangan sang suami dengan berbagai alasan, dan meja Rury pun telah berpindah tempat.


Azizah dan Renata pun tak mau ketinggal menggendong Fariz dan Ziva dan hal itu membuat Alisa dan Aurel protes, karena merasa di abaikan oleh kedua ibu mereka.

__ADS_1


Sedangkan Al dan Lea saat ini sedang bersekolah, dengan di awasi ni Siti tentunya dengan pengawalan yang ketat.


* * * * * * * * * * * * *


Hari -hari berlalu begitu cepat, kini usia Fariz dan Ziva sudah berusia 2 tahun. Selama ini Azza membesarkan kedua buah hatinya dengan baik. Fariz dan Ziva anak yang cerdas. Mereka selalu bisa menghibur sang mami ,saat melihat Azza bersedih. Pencarian Zyan pun di hentikan atas permintaan Azza. Karena Azza tak ingin menyakiti kedua buah hatinya.


Baik Ibra, Izar, Rayyan, dan Galen selalu menyempatkan waktu bersama keluarga mereka, menghibur Azza dan kedua anaknya. Seperti hari ini, di akhir pekan ini kediaman Azza di penuhi oleh keluarganya.


Baik Ziva maupun Fariz sangat bahagia melihat kakak-kakaknya,menginap dirumah mereka.


" Bang AL.... Ziva mau gendong" ujar Ziva manja


"Baby sini sama bang Arash aja" pukul Aras pada Ziva


" No... Ziva maunya sama bang Al aja" ujar Ziva masih bergelayut manja pada Al.


Akhirnya Al menggendong Ziva di punggungnya. Dan hal itu membuat Ziva berteriak ke girangan. Azza sangat bersyukur karena di kelilingi keluarga yang saling mencintai.


Azza memang kini kembali ke rumahnya bersama Zyan, semenjak usia si kembar 3 bulan. Dengan Alasan biar kedua anaknya bisa merasakan kehadiran sang ayah. Setiap keduanya bertanya tentang Zyan, Azza akan berkata agar mereka bersabar dan menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah. Mendoakan sang papi agar segera pulang.


Banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya. Namun Azza tak pernah membalasnya. Karena dia yakin kalau Zyan akan kembali kepadanya. Walaupun Azza melarangnya Ibra tetap melakukan pencarian Zyan tanpa siapapun yang tau. Karena Ibra ingin melihat senyum indah sang adik kembali.


** * * * * * * * * * * * *


Sedangkan di tempat yang berbeda seorang pria masih sibuk dengan kegiatannya. Dia masih memeriksa pekerjaannya yang belum selesai. Pria itu adalah Zyan suami Azza dan ayah dari Fariz dan Ziva. Saat Zyan tengah fokus, dari arah dalam keluar seorang pria paruh baya yang masih tampak gagah walaupun usianya sudah menginjak 50 tahun.

__ADS_1


"Zen.... kenapa kamu belum istirahat?" tanya pria itu


" Belum Abah sebentar lagi, Zen harus siapkan karena pak Kades meminta agar saat orang-orang itu datang. Semua berkasnya sudah selesai" jawab Zen


Ya... Kini Zyan berganti nama menjadi Zen. Karena Abah yang mengubah identitas nya,saat itu karena terpaksa. Sedangkan Zyan sendiri tidak mengingat apapun.


"Ya....sudah Zen, jangan terlalu lelah, kalau begitu Abah istirahat dulu"ujar pria yang bernama Trisnanto atau sering di panggil Abah Tris


Abah Tris sangat di segani di desa itu.Karena Abah adalah pensiunan TNI. Zen melanjutkan pekerjaannya. Namun tak lama ponsel milik Zen berbunyi, yang ternyata panggilan dari Nurul teman kerja Zen atau Zyan. Karena semenjak sehat Zyan bekerja di kantor desa sebagai Sekertaris Desa.


Nurul gadis cantik yang bekerja sebagai perangkat desa. Yang setiap saat bertemu dengan Zyan, dan hal itu membuat Nurul menyukai Zyan. Apalagi Zyan sangat ramah pada siapapun. Zyan tau kalau Nurul mempunyai rasa lebih padanya. Namun Zyan tak bisa membalasnya, karena entah kenapa seperti ada yang mengikatnya, dan juga hatinya. Walau dia tak tau apa yang membuatnya terikat. Zyan mengangkat panggilan dari Nurul,karena tadi dia mengirim pesan untuk mengirimkan email perusahaan yang akan membangun desa mereka.


" Assalamualaikum Nur bagaimana?" tanya Zyan


" Mas alamat email nya sudah Nur kirim, tadi Nur sudah coba kiri email ke mereka, namun hingga kini belum ada balasan" jelas Nurul


" Baiklah Nur, nanti saya akan mengirimkan lagi email baru ke perusahaan mereka" jelas Zyan setelahnya Zyan segera menutup panggilan setelah berpamitan pada Nurul


Sedangkan Nurul sedikit kecewa karena Nurul ingin mengobrol lebih lama dan lebih dekat dengan Zyan. Zyan melanjutkan pekerjaannya, dan tepat pukul 12 semua pekerjaan Zyan telah selesai, dan Zyan memutuskan untuk segera istirahat.


Zyan berharap jika dirinya bermimpi tentang siapa dirinya. Dan dari mana asalnya, Zyan juga merasa ada yang sedang menunggu kedatangannya.


" Bos... Anda kemana, sudah tiga tahun bos saya sudah mencari Anda kemana pun. Andai hari itu saya bisa menggantikan anda mungkin saat ini Fariz dan Ziva bahagia, begitu juga nona Azza. Apa anda tau bos Fariz pernah berkata, kalau dia pernah melihat sang mami menangis dalam tidurnya dengan memeluk foto anda bos" ujar Heru melihat foto sang atasan


* * * * * * * * * * * * * *

__ADS_1


Bagaimana part malam ini semoga suka ya dan jawaban tentang apa yang terjadi ada di part selanjutnya ya. Terimakasih


__ADS_2