
"Abang lebih memilih kehilangan dia, dari pada kehilangan keluarga abang bun,karena tanpa kalian abang nggak tau abang akan jadi seperti apa"
"Lalu bagaimana dengan Azizah bang,bunda nggak ingin kamu lebih mementingkan kami dari pada istri dan anakmu nanti bang" tanya Mila gusar
Ibra menghembuskan nafas kasar,Ibra tau apa yang ditakutkan sang bunda.
"Bun...abang tau apa yang bunda takutkan,abang nggak akan seperti ayah Anto bun.Abang tau sakitnya di abaikan,abang juga nggak mau nanti istri dan anak abang merasakan apa yang bunda dan abang rasakan.Abang nggk bisa menerima Liona, bukan karena abang lebih mementingkan kalian dan mengabaikan dia.Tapi karena dia yang tidak mau abang dekat dengan keluarga abang.Dia mau dirumah tangga kami,hanya ada dia dan abang tanpa yang lain.Dan abang nggak bisa berumah tangga dengan wanita seperti itu.Dan juga selingkuh itu bukan khilaf tapi penyakit bun".Jeda sejenak " Kalau dengan Azizah abang mencintainya bun, mencintai kesederhanaannya.Azizah juga mempunyai nilai tambahnya bun, yaitu dia bisa menghargai kalian keluarga abang.Azizah selalu mengutamakan bunda dari pada dirinya sendiri,karena dia menganggap bunda itu ibunya bukan musuhnya.Dia yang tak pernah merasakan memiliki orang tua,hingga dia tidak menyianyiakan kasih sayang yang bunda berikan".
Mila yang mendengarkan apa yang Ibra katakan,menjadi terharu dan semakin menyayangi Azizah.Ya... walau pun Azizah seorang yatim piatu, yang besar disebuah panti asuhan, tapi didikan yang diberikan sang ibu panti menjadukan dia berhati tulus.
Mila mengakui walau terkadang calon menantunya itu bersikap bar- bar.Tapu Azizah tidak pernah berpura- pura menjadi orang lain agar orang simpati, tapi Azizah selalu menjadi dirinya sendiri.Dia akan menjadi singa bila ditinda dan akan berubah menjadi kucing manis bila disayangi.
"Bang ingat ya nak, walau pun Azizah tampak seperti gadis yang kuat, tapi dia hanya seorang wanita yang bisa rapuh, jangan pernah abang menyakiti dia, karena taukan bagaimana dulu bunda tersakiti".
"Iya bun... dan apa boleh abang minta sesuatu?" tanya Ibra
"Apa bang, kalau bunda mampu akan bunda beri" ujar Mila
"Bantu abang jagain Azizah ya bun, anggap Azizah anak bunda seperti Nai dan Azza ya, kalau suatu saat Azizah berbuat salah, bunda bilang ke abang ya bun, mungkin abang yang salah mendidiknya, tegur abang bila abang tak sengaja menyakiti hati Azizah ya bun" pinta Ibra kepada Mila
"Iya... bang, bunda juga berharap abang akan menjadi suami yang baik buat Azizah, jaga Azizah, jangan sekali- sekalu abang angkat tangan abang saat marah padanya ya dan jika dia salah abang ingat dulu apakah abang yang salah dalam mendidiknya" nasihat Mila
Setelah keduanya berbincang,Mila meminta Ibra untuk istirahat.Begitu juga Mila segera masuk kedalam kamarnya.Didalam kamar Ibra merasa plong, sudah membagi keluh kesahnya kepada sang bunda.Dan dikamar yang berbeda Mila sedang melihat sebuah Foto.Foto itu adalah foto Dewa, Mila dan anak- anak.
"Mas lihatlah Ibra,walaupun dia bukan anak kandungmu, tapi sifatmu yang dia ambil mas, semoga pernikahannya sakinah mawadah warahma ya mas"
Setelah puas mandangi foto sang suami. Mila merebahkan tubuhnya menjemput mimpi berharap sang suami mendatanginya.Sedangkan disebuah rumah,Azizah terbangun karena merasakan haus, Azizah terkejut ternyata doa sudah berada didalam kamarnya,dia melihat keatas nakas ternyata sudah pukul 3 dini hari,pasti Bang Ibra sudah pulang.Azizah beranjak dari atas kasur,berjalan keluar menuju dapur,ingin mengambil segelas air, sampai dapur ternyata Siti juga sedang mengambil air.
"Mbak tadi Bang Ibra pulang jam berapa, kok aku nggak dibanguni" tanya Azizah
"Mas Ibra tadi langsung pulang mbak, tapi tadi mas Ibra pesan besok mas Ibra mau pergi jadi mba Azizah disuruh bersiap- siap" jawab Siti memberi tahu pesan dari Ibra
__ADS_1
"Oh... iya makasih ya mbak, sekarang mbak tidur lah lagi, Zizah juga mau kekamar"
"Mbak nggak mau dibuatkan makanan" tanya Siti
"Enggak mbak terima kasih, Zizah tadi cuma haus mau ambil air"jawab Azizah
Azizah segera masuk kembali kekamarnya untuk shalat malam, setelah mengambil air.Begitu pun Siti.Pagi harinya setelah sarapan Azizah segera bersiap- siap, karena tadi Ibra kembali mengingatkan Azizah, bahwa hari ini mereka akan pergi.
Setelah bersiap- siap Azizah menunggu Ibra diteras.Karena Ibra bilang dia sudah dekat dan sebentar lagi sampai.Tak lama mobil Ibra sudah masuk kehalaman.Ibra keluar daru mobil dan disambut senyum hangat Azizah.
"Sayang pagi- pagi sudah cantik mau kemana" goda Ibra
"Ih... abang kok malah bercanda sih, ini kita jadi pergi nggak" ujar Azizah seraya komat kamit nggak jelas
"Iya...iya jadi sayang, ayok kita pergi" ajak Ibra menggandeng tangan Azizah
"Memangnya kita mau kemana sih bang" tanya Azizah saat masuk kedalam mobil setelah Ibra membukakan pintu
"Sudah ikut saja sayang, kamu aman bersamaku"
"Cuma kamu sayang nggak ada yang pernah selain kamu"
Ibra melajukan mobilnya menuju ke mall.Tak memerlukan waktu yang lama mereka akhirnya sampai disebuah mall.Setelah memarkirkan mobilnya, Ibra menggandeng tangan Azizah menuju sebuah toko perhiasan terkenal.Setelah sampai Ibra disambut pegawai toko.
"Ada yang bisa kami bantu mas, mbak "tanya sang pegawai
"Mbak tolong saya mau memesan cincin pernikahan yang spesial ya mbak"
"Oh... boleh mas, apa mas ada rabcangan khusus atau mau rancangan dari kami"
"Saya mau lihat rancangan dari toko ini saja mbak" ujar Ibra
__ADS_1
Pegawai toko memperlihatkan rancangan baru kepada Ibra dan Azizah.Dan akhirnya Azizah mendapatkan satu rancangan yang spesial.Ibra juga meminta agar rancangan itu hanya untuknya tidak boleh ada yang lain.Ibra juga memberikan satu set perhiasan untuk menambah mas kawin yang akan Ibra berikan kepada Azizah nanti.
Setelah selesai dari toko perhiasan, Ibra mengajak Azizah kesebuah butik yang juga masih ada di mall tersebut.Karena Ibra ingin membelikan Azizah sebuah gaun untuk kepesta besok.
"Bang untuk apa beli gaun?" tanya Azizah
"Besok abang ingin mengajak kamu kepesta sayang" jawab Ibra
Ibra memanggil pegawai butik " Ada yang bisa kami bantu mbak, mas?" tanya pegawai butik
"Mbak tolong carikan sebuah gamis, yang sangat elegan untuk calon istri saya"
Pegawai toko mengajak Azizah memilih gaun yang cocok untuk Azizah, dan pilihan Azizah jatuh kepada sebuah gamis yang sangat simpel tapi elegan, dan Azizah sangat menyukainya, begitu juga Ibra saat melihat Azizah mencobanya.
Setelah mendapatkan gaun yang diinginkan, Ibra mengajak makan siang, tapi Azizah ingin makan bukan direstoran mahal tapi warung pinggir jalan.Dan Ibra pun setuju, karena selama ini dia selalu makan direstoran mewah, dan kali ini dia akan mengikuti Azizah.Ibra tidak akan pernah menolak jika Azizah mengajaknya makan makanan sederhana.Karena dulu Ibra juga sering memakan makanan itu, jadi kenapa dia harus malu, makanan sederhana itu tidak kalah enak dengan restoran mahal.
Mereka makan disebuah rumah makan padang, tempat yang dulu sering dia kunjungi bersama bunda dan adik- adiknya.Setelah memesan makan, Azizah berbagi cerita terkadang sambil tertawa.Selesai makan Ibra mengantar Azizah pulang kerymahnya.
Keesokan harinya,Azizah bingung mau lmelakukan apa, karena dia mulai hari ini resmi berhenti bekerja.Tak lama terdengar suara ponsel Azizah berbunyi,pertanda ada telpon masuk dari Ibra.
"Sayang nanti sore Romi akan jemput kamu dan menfantar kamu kesalon ya" ujar Ibra mengingati
"Iya bang... Azizah akan kesalon" jawab Azizah kesal bagaimana tidak ini adalah panggilan ke 5 hanya untuk mengingatkan Azizah.
Hari ini Ibra akan membawa Azizah kesebuah pesta, dan akan memperkenalkan Azizah sebagai calon istrinya.Selain itu Ibra ingin membuat Liona dan Bagas tau,apa yang akan terjadi kepada mereka, bila mereka mengusiknya.
Untuk malam ini, Ibra juga telah menyiapkan sebuah kejutan, untuk pasangan penghianat itu.Ibra beserta Toni anak buahnya, telah menyiapkan sebuah rencana, yang akan membuat kedua pasangan itu menyesal karena telah bermain- main dengan Ibra Bahari Nugraha, tidak ada yang tau seberapa kejamnya seorang Ibra.
Ibra adalah seorang pria kejam,dia akan berbuat kejam pada orang yang berusaha mengusik dirinya, dan orang- orang yang disayangnya, termasuk sang adik Wulan.Namun tidak ada yang tau termasuk sang bunda, kecuali Toni dan anak buah lainnya.
Ibra tidak akan pernah membiarkan, Bagas dan Liona menghancurkan hidupnya lagi.Sudah cukup mereka menghianatinya.Ibra tidak akan biarkan Bagas dan Liona mengusik Azizah.
__ADS_1
**********************************************
Ini sesuai janji ya readers bunda buatkan satu bab lagi untuk hari ini karena kemarin nggak sempat update