Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Maaf pengulangan bab author masih sakit tapi harus up karena sudah libur 2 hari insyallah besok author up bab baru


Lika-liku kehidupan dalam keluarga Mila membuat,ikatan mereka menjadi kuat. Ibra bahagia melihat kebahagiaan sang adik. Selama empat tahun cahaya di wajahnya menghilang kini wajah ceria itu sudah kembali. Ibra merasa lega, janjinya kepada sang ayah Dewa terbayar.


" Yah... apa ayah melihat semuanya Azza sudah bahagia yah begitu juga dengan Nai dan Izar serta Ibra pun bahagia, tapi Ibra tak akan pernah bisa membuat bunda bahagia,karena kebahagiaan bunda adalah ayah, walaupun saat ini bunda tertawa. Tapi tidak di lubuk hatinya. Tapi, Abang akan tetap berusaha agar senyum itu tetap ada" gumam Ibra saat mereka semua berkumpul


"Yah... lihat lah kami semua sudah bahagia, tapi kami semua tau bunda hanya bisa bahagia bersama ayah, Azza tau bunda masih suka diam-diam menangis setiap malam sambil menatap foto ayah, walau ke esokkan harinya, hanya wajah bahagia yang bunda tampilkan, tapi kami janji walau hanya ayah kebahagiaan bunda tapi kami akan sellau berusaha membahagiakan bunda" gumam Azza


Ya... mereka semua tau bagaimana perasaan Mila setiap harinya.Mereka anak-anak yang peka dengan keadaan sang bunda.


" Bun besok kita ziarah ya ke makam ayah" ujar Nai


"Iya, karena lusa bunda mau mengadakan acara tahlilan untuk ayah" jawab Mila


Lusa tepat hari meninggalnya Dewa. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pun mereka akan melakukannya.


* * * * * * * * *


Malam semakin larut kini mereka masuk kedalam kamar mereka masing -masing. Begitu juga dengan Mila. Namun sampai di kamar, Mila kembali ke dunianya, dunia yang hanya di mana ada dirinya dan kenangan bersama Sang suami Dewa. Tak henti-hentinya Mila mengucapkan terimakasih,kepada Allah. Karena dia mempertemuka Mila dengan lelaki yang hingga kini bersemayam dihatinya.


Mila duduk di tepian ranjang,memandang foto lelaki tampan yang selalu mengisi hatinya.

__ADS_1


" Mas... lihatlah mereka semua sudah bahagia, mereka sudah memiliki kebahagiaan mereka masing-masing. Aku tau mereka semua mengharapkan kebahagianku, maka aku akan bahagia di hadapan mereka, aku akan menjadi kuat dan kokoh untuk mereka. Tapi tetap izinkan aku rapuh di sini di tempat kita memadu kasih, di tempat kita berbagi segalanya" gumam Mila


Kini Mila membaringkan tubuhnya. Rasa rindunya pada Dewa membuat Mila ingin sekali bertemu dengan Dewa di dalam mimpi.


Malam berganti pagi, kini mereka sudah berkumpul di meja makan. Selesai sarapan kini mereka bersiap untuk berziarah. Kebetulan hari ini adalah akhir pekan, jadi mereka tidak ada yang akan berangkat bekerja.


Mereka sengaja hanya mengenakan satu mobil, karena anak-anak mereka tinggal bersama para Art. Perjalanan pun hanya memakan waktu 10 menit. Sampai di pemakaman,terlihat mobil Gio dan Galen. Karena ternyata mereka datang lebih dulu. Yasin dan doa mereka lantunkan untuk Dewa dan Dara.


Taburan bunga menghiasi malam Dewa dan Dara. Terkadang Mila sedih, kenapa Dewa lebih dulu meninggalkan dirinya. Karena di saat dirinya terpuruk,tak ada bahu tempatnya bersandar. Kala dirinya rapuh tak ada yang menguatkan. Dan kala mereka akan terjatuh ada tangan yang setia menggenggam.


Tapi tak ada yang bisa menentang takdir Allah. Kita hanya perlu berdoa dan berserah diri. Selesai dari makam, mereka memutuskan untuk pulang, karena anak-anak pasti sudah menunggu mereka.


Sampai di rumah semua membersihkan diri. Dan kini Mereka semua tengah berkumpul di ruang keluarga. Mereka membicarakan tentang pengajian yang akan mereka adakan.


* * * * *. * *


Hari yang di tunggu tiba.Rumah Mila kini telah Ramai dengan para tamu undangan. Seratus anak Yatim dari panti asuhan, juga para tetangga dan kerabat kini semua berkumpul di kediamann Mila. Semua mendoakan Dewa, begitu juga Mila dan anak-anaknya, serta cucu-cucunya.


Selesai acara mereka kembali membagikan bingkisan dan juga amplop untuk Para anak Yatim.Sedangkan tamu undangan mendapatkan bingkisan.


Semua sudah pulang tinggallah keluarga inti. Karena merasa lelah mereka beristirahat kedalam kamar mereka masing-masing. Sedangkan Fatma dan keluarganya, memilih untuk pulang.

__ADS_1


Kini semua kesedihan telah berlalu. Berharap kebahagiaan akan mengiringi mereka semua.Kisah sedih di perjalanan hidup mereka tak bisa mereka rubah, dan akan menjadi pengalaman dalam hidup mereka. Baik itu pengalaman buruk atau baik. Dan itu semua akan membuat mereka lebih kuat.


Begitu juga dengan Mila, dia tidak pernah menye berpisah dengan Anto, karena perpisahan itulah kini dirinya bisa menikmati kebahagiaan bersam anak dan cucu-cucunya. Dan Mila berharap apa yang Mila ajarkan kepada anak-anaknya. Itu yang akan mereka ajarkan kepada anak-anaknya.


Begitu juga dengan Jelita dan Sella. Kini mereka memetik kebahagiaan hasil dari rasa sabar dan doa mereka ke pemilik hidup. Mereka tak pernah menyesali semua yang telah terjadi. Karena itulah yang kini membuat mereka menjadi keluarga besar yang saling mengasihi.


Kini jelita bahagia bersama Robert setelah mengorbankan 27 tahun dalam kesakitan. Sedangkan Sella bahagia bersama Arya. Mila pun cukup bahagia walau tak bersama belahan jiwanya. Setiap kali rindu merajai hati, Mila akan selalu mengingatkan untuk sabar, karena ada waktunya merekaakan bersama.


Begitu juga dengan Ibra yang di titipkan tanggung jawab yang besar di pundaknya. Namun kini pundak itu terasa ringan, hanya dengan melihat kebahagiaan saudara-saudaranya. Begitu juga dengan rumah tangganya yang bahagia, setelah berkali-kali merasakan penghianatan. Kini disisinya berdiri seorang bidadari yang selalu ada disaat dia merasakan kesedihan, kerapuhan, terkadang menemui jalan buntu. Namun wanita itu tetap berdiri di sampingnya. Menjadi penyemangat hidupnya. Menjadi sandaran dan tempatya berkeluah kesah.


Dia adalah sang istri Azizah, yang telah memberikannya sepasang anak untuk dirinya.


" Sayang kamu sedang apa?" tanya Ibra sambil memeluk pinggang sang istri


" Ih... mas Ibra lepas nanti ada yang lihat malu" pinta Azizah yang sedang memasak makan siang untuk semua orang.


Azizah memang lebih suka turun tangan sendiri untuk memasak. Karena baginya saat melihat Ibra menikmati masakannya, adalah kebahagiaan bagi dia, Azizah merasa di hargai.


Tak lama Mila datang melihat kemesraan anak dan menantunya Mila bahagia. Ibra putra sulungnya,anak yang melihat penderitaan sang bunda. Anak yang harus dewasa sebelum waktunya. Anak yang menjadi, tempatnya berkeluh-kesah sebelum bertemu Dewa. Anak yang menjadi tameng untuk mereka semua. Kini dia telah bahagia, memiliki pendamping yang hebat dan tepat.


Ibra anak sulungnya, diletakkan tanggung jawab untuk menjaga ketiga adik-adiknya.Kini bahagia dengan keluarga kecil miliknya.Iyi sudah lebih dari cukup untuk Mila.

__ADS_1


** * * *. * * * * *


Terimakasih ya atas dukungannya untuk selalu membaca karya author. Bantu kasih masukan dong Kisah cucu-cucunya Mila di lanjut di sini atau buat judul baru. Tulis komentarnya ya. Terimakasih


__ADS_2