Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Ibra dan Azizah sedang berada didalam mobil menuju sebuah restoran.Saat ini Ibra dan Azizah sedang bercanda.Ya... Azizah sudah membuka hatinya untuk Ibra, ketulusan Ibra,kebaikan dari bunda Mila dan tante Fatma dan keluarga Ibra, membuat Azizah merasa memiliki keluarga baru.


Sampai dihalaman parkiran sebuah restoran,Ibra memarkirkan mobilnya.Selesai memarkirkan mobil,Ibra membuka pintu mobil dan keluar,saat mau membuka pintu mobil Azizah,Azizah lebih dulu keluar.


" Ya... yang baru juga mau abang buka in pintunya biar romantis" keluh Ibra dengan wajah dibuat sedih, membuat Azizah tersenyum.


"Bang Azizah nggak akan menuntut abang harus selalu romantis,cukup cintai Azizah dengan apa adanya abang saja" ujar Azizah menenangkan Ibra


"Tapikan abang ingin sekali- sekali romantis yang" ucap Ibra dengan nada manja


"Iya nanti abang boleh kalau mau romantis lagi"Jawab Azizah menenangkan " Jadi sekarang kita jadi makan atau nggak bang?"


"Jadi dong sayang,kenapa nggak jadi" tanya Ibra


"Habis abang nggak ngajak Azizah masuk"


Ibra tersadar dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Heheheh... maafin abang ya yang, kalau sudah berdua dengan kamu semuanya abang lupakan" Gombal Ibra


"Ih... abang ayok masuk zizah sudah laper nih"ujar Azizah malu- malu


Akhirnya mereka masuk kedalam restoran, dan menuju meja yang sudah Ibra pesan.Pelayan menunjukkan dimana meja mereka, setelah duduk pelayan memberikan buku menu.Setelah memesan makanan dan minuman ,pelayan pergi membuatkan pesanan mereka .Azizah dan Ibra mulai membicarakan persiapan pernikahan mereka.


Tak lama pelayan datang menyajikan makanan yang mereka pesan.Mereka makan dalam hening,selesai makan mereka berdua kembali terlibat perbincangan mengenai persiapan pernikahan mereka.


"Yang kamu sudah bilang ke bunda kan konsep apa yang kamu mau"


"Sudah bang, tapi apa nggak terlalu berlebihan bang?" tanya Azizah ragu


Ibra menggenggam jemari Azizah " Sayang ini nggak berlebihan kok, aku ini seorang CEO,banyak kolega yang akan om Gio undang begitu juga bunda" jelas Ibra lembut


Ibra tau apa yang sedang difikirkan Azizah,tapi Ibra mencoba menjelaskannya secara pelan, karena Azizah selalu merasa tak pantas menerima ini.Tapi Mila selalu menguatkan Azizah, bahwa Azizah pantas mendapatkannya


"Kapan bunda bilang kita fitting baju pengantin sayang?"


"Bunda belum kasih kabar dengan Azizah bang" jawab Azizah " Mungkin minggu depan bang kan pernikahannya juga masih 2 setengah bulan lagi bang"


"Ya... sudah tapi nanti kalau kamu diajak bunda fitting baju kabarin abang ya abang mau lihat betapa cantiknya Istri abang ini"

__ADS_1


"Ih... Abang masih calon istri bang belum sah jadi istri"


"Tapikan sebentar lagi yang" jawab Ibra


Azizah tidak mau melanjutkan petdebatan, karena Azizah tau kalau Ibra selalu menang.


Setelah selesai makan, mereka meninggalkan restoran.Tapi disudut lain didalam restoran, seorang wanita mengepalkan tangannya, melihat kemesraan Ibra dan Azizah, dia adalah Liona.Saat itu Liona baru selesai makan malam dan mendapat telpon dari Bagas.Liona yang barusan mendapat telpon dari Bagas,tidak jadi meninggalkan restoran.


Liona mendengarkan apa yang Bagas bicarakan, tentang rencana kami ingin memisahkan Ibra dengan sang kekasih.Tapi Bagas meminta, agar wanita yang bersama Ibra jangan pernah Liona sakiti.


Namun Saat Liona mengangkat pandangan, tanpa sengaja netranya melihat Ibra sedang tersenyum mesra dengan seorang wanita.Dulu Ibra tak pernah bersikap manis padanya.Andai dulu Ibra memperlakukannya dengan manis,dia tidak akan pernah selingkuh.


Padahal tanpa dia sadar, selingkuh itu bukan karena pasangan kita yang tidak baik tetapi, kita yang tidak pernah bersyukur.Liona menuruti semua rencana Bagas, dan mereka akan memulai menjalankan rencana itu lusa.


Ya... Lusa waktu yang tepat bagi mereka menjalankan rencana jahat mereka.Karena Lusa adalah hari ulang tahun pernikahan salah satu kolega Ibra, yang mana mereka juga bekerja sama dengan perusahaan tempat Liona bekerja.


Tanpa mereka sadar,apa yang mereka bicarakan sudah tersambung langsung di ponsel milik mata- mata Ibra.Karena ponsel mereka telah disadap oleh anak buat Ibra.


Anak buah Ibra segera menghubungi Ibra, dan juga mengirimkan rekaman percakapan antara Bagas dan Liona.Setelah itu dia meninggalkan restoran tersebut.


Sedangkan didalam mobil, tidak ada pembicaraan antar Azizah dan Ibra.Ibra menoleh kesamping ternyata calon istrinya tertidur.Ibra melajukan kendaraannya menuju sebuah rumah.Ya... sekarang atas permintaan Mila,Azizah menempati sebuah rumah sederhana, rumah dimana Mila dulu tinggal bersama ke 3 anaknya,setelah bercerai dari Anto.


Ibra yang melihat Azizah tampak lelap,tak tega untuk membangunkannya.Akhirnya Ibra memutuskan menggendongnya kedalam kamar.Siti membantu membuka pintu kamar Azizah.


"Malam mas Ibra" sapa Siti "Mba Azizah kenapa mas" tanya Siti


"Malam mba Siti,Azizah sepertinya kelelahan" jawab Ibra sambil meletakkan Azizah di atas tempat tidur.


Setelahnya Ibra dan Siti keluar dari kamar Azizah, dan Ibra menutup pintu kamar Azizah.


"Mas Ibra mau dibuatkan minuman apa?" tanya Siti


"Enggak usah mbak aku mau langung pulang saja mbak sudah malam"


"Ok lah mas hati- hati dijalan ya" ujar Siti


"Oh...Iya mbak Siti nanti kalau Azizah bangun bilang ya besok saya mau ajak dia pergi jadi suruh dia bersiap- siap ya mbak" pesan Ibra

__ADS_1


"Oh.... iya mas nanti mbak sampaikan"


Setelahnya Ibra masuk kemobil, Ibra melajukan mobil menuju kerumahnya.Berbeda dengan Ibra,Bagas tengah menghabiskan malamnya dengan Liona.Tadi setelah dari restoran, Bagas mengajak Liona keapartemennya, dan Liona mengiyakan ajakan Bagas.Karena dia juga menginginkan Bagas.


Tak memerlukan waktu lama Ibra sampai dirumah, yang disambut Mila.


"Dari mana bang tumben baru pulang" tanya Mila


"Tadi abang ajak Azizah makan malam bun,sekalian malam mingguan" jawab Ibra dengan cengirannya


"Pantas saja... dari tadi bunda lihat abang senyum- senyum sendiri.Bang kapan mau cari cincin pernikahan" tanya Mila sambil duduk dikursi ruang keluarga


Ibra duduk disamping Mila" Besok bun rencananya abang mau mengajak Azizah ketoko perhiasan langganan bunda" jawab Ibra


Mila menarik nafas sejenak sebelum bicara kepada Ibra, karena ada sesuatu yang ingin Mila sampaikan kepada anak sulungnya itu sebelum memulai hidup yang baru.


"Bang bunda mau bicara boleh?" tanya Mila, ya Mila selalu membiasakan meminta pendapat sebelum bertanya.


Ibra tersenyum,bundanya selalu begitu, bunda selalu menghargai anak- anaknya maka dari itu mereka semua sangat menyayangi Mila.


"Boleh bun, memang bunda mau bicara apa?"tanya Ibra


"Bang sebentar lagi abang akan menikah" jeda sejenak,dan Ibra bisa melihat kegetiran diwajah sang bunda "Sebelum itu bunda mau tanya apa abang sebelumnya pernah mencintai orang lain"


Deg


Ibra terkejut dengan pertanyaan sang bunda.Tapi Ibra berusaha tenang dan menjawab sejujur-jujurnya.Ibra menarik nafas dan membuangnya sebelum menjawab pertanyaan Mila.


"Iya bun.... Ibra pernah mencintai seorang gadis, dia teman Ibra kuliah, kami berpacaran lebih kurang 3 tahun, dan saat itu Ibra memutuskan untuk melamarnya setelah lulus kuliah"


Mila mendengarkan Sang anak tanpamemotong sedikit pun ucapannya.


"Tapi saat itu Liona nama gadis itu, belum mau,baik menikah atau pun Ibra ajak bertemu bunda,karena dia ingin berkarir dulu dan juga belum siap bertemu bunda, awalnya Ibra menuruti kehendaknya.Namun saat kita akan berangkat mengurus ayah di LA, Abang sempat menghubunginya, bahwa nanti setelah abang pulang dari sana,a abang akan mengenalkan dia dengan bunda dan abang akan melamarnya" Ibra menarik nafas sejenak dan tersenyum getir.


Mila yang melihat sorot mata anaknya ada luka disana, tapi kenapa luka itu tak pernah dia lihat.Apakah anaknya yang terlalu pandai menutupi lukanya,atau dia yang kurang memberi perhatian kepada anak- anaknya.Apakah semua anak- anaknya merasakan apa yang Ibra rasakan.


Ibra melanjutkan ceritanya kepada sang bunda.

__ADS_1


"Bunda ingat...Saat itu setelah beberapa waktu Ibra berada di LA, membantu Om Kevin membenahi pekerjaan disana.Saat itu begitu pekerjaan selesai, Ibra segera memutuskan untuk pulang lebih dulu dari bunda.Tapi abang tak memberi kabar kepulangan abang kepada Liona, dan tak lupa Ibra membelikan sebuah cincin permata untuk Liona.Cincin itu rencananya akan abang gunakan memberi tanda kepada Liona, bahwa setelah ayah sehat Ibra akan mengajak kalian menemuinya dan juga keluarganya.Tapi...Saat Ibra pergi ke apartemennya, Ibra melihat dia tengah bergumul dengan Bagas, sahabat karib abang sendiri bun.Hancur hati abang hancur bun, abang masih memintanya memakai pakaian dan bicara dari hati ke hati, kenapa dia melakukakan itu dan apa yang dia jawab, bahwa abang terlalu mementingkan keluarga abang, lebih menyayangi adik- adik abang.Dia tidak ingin nanti setelah menikah dengan abang,abang lebih peduli dengan keluarga abang,dan hal itu membuat hati abang lebih hancur dari pada melihat dia bergumul bersama sahabat abang bun.Bagi abang kalian adalah segalanya, walau pun nanti abang menikah, abang ingin istri abang menghargai keluarga abang dan itu tidak akan abang dapat dari Liona"


*******\=\=\=\=************\=\=**********\=\=\=****** Maaf ya readers baru bisa update karena kemarin sibuk mengurus anak mau tampil disebuah acara dan insyaallah kalau tiada penghalang bunda akan tambah 1 bab lagi ok dan makasih untuk yang sudah mendukung karya bunda.Terima Kasih


__ADS_2