Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Hari-hari berlalu tibalah resepsi pernikahan Izar dan Renata, setelah tadi pagi mereka melaksanakan ijab kabul. Tamu undangan yang hadir tidak hanya dari kalangan Dokter,banyak juga rekan bisnis ayah Renata, juga Rekan bisnis Ibra dan masih banyak lagi.


Mempelai pria dan wanita tampak bahagia duduk dipelaminan. Banyak karangan bunga yang berisi ucapan selamat kepada kedua mempelai.


"Re... kamu capek? " tanya Izar kepada sang istri


"Enggak mas... hanya sedikit pegal dikaki Rere aja" jawab Renata. Ya semenjak mereka bertunangan Renata mengubah panggilannya kepada Izar.


Pak Baskoro dan sang istri mengobrol dengan rekan bisnis mereka begitu juga Ibra dan Mila.Sedangkan Azizah diminta beristirahat, karena baby AL sudah tampak lelah.


Mila yang merasa lelah duduk dikursi yangvtelah disediakan.Mila merasa bahagia anak-anaknya telah menemukan pasangannya masing-masing,Hanya tinggal Nai dan Azza.


Bulir bening menghiasi wajah cantik Mila, dan Mila segera menyekanya.Mila sering merasa kesepian semenjak kepergian Dewa. Tidak ada yang tau betapa Mila berusaha tegar dihadapan anak-anaknya. Apalagi didepan Nai dan Azza.


Azza yang sedari tadi mencari sang bunda, melihat sang bunda duduk termenung sendiri ditengah pesta.


"Mas... Mila rindu.... apa mas bisa melihat Mila?, lihat mas anak-anak sudah mempunyai kehidupan sendiri,tapi Mila bahagia mas" batin Mila


"Bunda.... bunda kenapa? bunda capek ya? "tanya Azza.


Mila yang mendengar panggilan sang anak, segera menyeka air matanya agar Azza tidak curiga.


"Iya sayang... kaki bunda agak sedikit lelah" jawab Mila sambil mengelus surai Azza


"Mau Azza pijitin bun? " tanya Azza


"Enggak usah sayang... bunda istirahat sebentar saja nanti juga enakan" jawab Mila menenangkan "Ada apa Azza cari bunda" tanua Mila


"Oh... tadi tante Fatma yang cari bunda"jawab Azza


Tak lama Fatma datang bersama Nai.


"Kamu kenapa Mil?" tanya Fatma khawatir


"Aku nggak apa-apa Fat hanya kaki aku sedikit pegal makanya aku duduk sebentar "jawab Mila


Akhirnya Fatma, Nai dan Azza memilih ikut duduk bersama Mila. Saat sedang duduk bersama Mila mendengar Fatma menghela nafas.


"Izar sekarang sudah memiliki pasangan, tinggal Nai dan Azza, tapu Galen hingga kini jangankan calon istri pacar aja nggak punya" keluh Fatma.

__ADS_1


Mila hanya bisa mengelus tangan Fatma. Ya usia Izar dan Galen sama, itulah yang membuat Gusar Fatma. Sedangkan Galen menemani Sang ayah menemui rekan kerjanya. Banya pasang mata yang melirik kearah Galen dan banyak juga rekan bisnis yang ingin menjodohkan anak mereka dengan Galen.


Sedangkan Galen sedari tadi hanya menaggapi dengan senyuman,tanpa mau berkomentar. Galen yang meresa bosan segera mencari keberadaan sang mama, saat melihat Fatma, Galen segera menghampiri dan tak lupa tangan jahilnya, yang masih sempat menjahili Azza dengan menarik rambut Azza yang dicurly.


"Ih... abang Galen kenapa sih, kan rambut Azza jadi rusak" protes Azza dengan wajah cemberut


Sedangkan Galen merasa tidak bersalah, dia langsung duduk disebelah Nai.


"Abang lihat deh cewek-cewek disana lihatin abang" Menunjuk ke suatu arah


"Biarin aja toh mereka punya mata, mereka tau orang ganteng" jawab Galen cuek


Fatma hanya bisa geleng-geleng kepala, dan bertanya dalam hati. "Apa ada yang dengan anakku ya Allah? "


"Nai mana pasangan kamu? Kamu jomblo abadi ya" tanya Galen nyiyir, sambil memakan cake yang disediakan pelayan


"Abang sendiri kapan kasih tante Fatma menantu, awas loh jadi bujang lapuk" ujar Nai membalas Galen


"Kalau abangkan cowok jadi tenang aja,nanti akan ada cewek yang datang dengan sendirinya" ujar Galen jumawa


"Ih... narsis kalau nggak ada cewek yang datang gimana? " tanya Nai


Galen tidak lagi menaggapu pertanyaan sang adik.Akhirnya acara pun berakhir, semua keluarga masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Sedangkan pengantin masuk kedalam kamar mereka.


Saat sedang asik dalam lamunannya, Renata terkejut saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sang suami dengan handuk yang melilit dipanggangnya. Renata langaung menutup matanya.


"Mas... kok enggak pakai baju sekalian sih"gerutu Renata masih dengan mata yang tertutup


Izar yang melihat tingkah sang istri menjadi gemas dan ingin sekali menjahili.Pelan-pelan Izar mendekat kearah Renata, dan hal itu membuat jantung Renata berdetak dengan cepat.


"Kenapa sayang... kok matanya ditutup? " tanya Izar saat sudah didepan sang istri


"Ih... mas kok kesini pakai bajunya mas" ujar Renata kesal


Sedangkan Izar semakin ingin menjahili Renata " Kenapa harus pakek baju sayang... nanti juga dibuka lagi" jawab Izar sambil menahan senyum


Sedangkan Renata jangan ditanya lagi bagaimana dengan wajahnya. Wajah Renata sudah semerah tomat.


"Mas.... Rena mau mandi dulu" ujar Renata setela membuka matanya dan tanpa menunggu lama Renata segera berlari kekamar mandi.

__ADS_1


Sampai didalam kamar mandi nafas Renata ngos-ngosan.


"Mas Izar buat Rena jantungan" keluh Renata, tapu saat teringat tubuh sang suami membuat Renata kembali merona.30 menit kemudian Renat telah selesai mandi, tapu sial baginya, karena dia lupa membawa handuk saat mandi, nggak mungkinkan dia keluar memakai baju yang tadi.


Renata mondar-mandir didalam kamar mandi. Dia bingung apa harus meminta tolong pada Izar,.Sedangkan Izar sudah mulai gusar, karena sang istri tidak keluar-keluar dari kamar mandi.


Izar memutuskan mengetuk pintu.Renata mendengar pintu kamar mandi diketuk terlonjak kaget.


"Sayang kamu nggak apa-apakan? " tanya Izar khawatir


"Enggak mas, Rena nggak kenapa-kenapa" jawab Renata


"Lantas kenapa kamu lama sekali? " tanya Izar


"Eh.... anu itu" renata bingung mengatakannya


Sedangkan diluar Izar sudah tidak sabar mendengar jawaban sang istri


"Anu kenapa sayang?" tanya Izar


"Mas... Rena bisa minta tolong bawakan Rena handuk, tadi Rena lupa" akhirnya kata itu lolos juga


Sedangkan Izar yang mendengar,menyeringai.


"Iya tunggu ya sayang.... " jawab Izar tak lama Izar kembali kedepan pintu kamar mandi


"Sayang... ini handuknya" panggil Izar


Renata yang mendengar panggilan dari sang suami membuka sedikit pintu kamar mandi,.Sedangkan Izar yang melihat pintu kamar mandi sedikit terbuka, tak melewati kesempatan segera masuk kekamar mandi.


Renata yang sedang berdiri dibelakang pintu kamar mandi terkejut,saat melihat Izar masuk kedalam kamar mandi.


"Ma... mas ngapain masuk?" tanya Renata gugup sambil menutup area sensitifnya.


Sedangkan Izar jangan ditanya, hingga dia menelan salivanya melihat tubuh polos sang istri. Tanpa menunggu lama, Izar segera menarik pinggang Renata dan me**mat bibir indah sang Istri.


Renata diam mematung, namun selanjutnya Renata mengikuti nuraninya membalas ciuman Izar. Dan akhirnya terjadila yang harus terjadi.Sedangkan dikamar Mila, Mila sedang memansangi foto sang suami. Ya... kala rindu melanda Mila hanya bisa memandangi foto sang suami. Bagi Mila, Dewa adalah segalanya.Semenjak kepergian Dewa, hidup Mila terasa begitu hampa, Namun selalu disimpannya seorang diri.


Mila tidak ingin anak-anaknya khawatir dan sedih. Tapi sekarang kesepian Mila sedikit terobati semenjak adanya baby AL. Bagi apa lagi saat ini baby AL sudah bisa diajak bicara.

__ADS_1


"Mas... tunggu aku ya bersama mba Dara, jangan lupakan aku ya mas" batin Mila sambil menyeka airmata yang mengalir.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=Sampai disini dulu ya besok update lagi bantu like n komen ya terimakasih


__ADS_2