Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Pagi hari selesai sarapan Ibra segera berangkat kekantor, karena hari ini ada beberapa pertemuan dengan para kolega.Hari ini Ibra membawa mobil sendiri ,karena Romi hari ini akan melakukan pertemuan terpisah.


Sesampainya dikantor Ibra selalu menjadi pusat perhatian para staf wanita, tapi Ibra tidak pernah peduli.Ya ... selama ini Ibra selalu tertutup, bahkan kepada sang bunda.Ibra tidak pernah menceritakan masalah pribadinya, termasuk saat dia bersama dengan Lona dan saat wanita itu menghianatinya.


Sesampainya Ibra diruangannya, Ibra srgera duduk dikursi kebesarannya.Tak lama pintu diketuk oleh seseorang.Yang ternyata sang sekertaris Gisel.Setelah masuk keruangan sang bos Gisel segera membacakan kegiatan Ibra hari ini, yang sangat padat.Setelah Gisel selesai membacakan Agenda Ibra,Gisel pamit menuju ruangannya.Tapi belum keluar Ibra memanggilnya.


"Gisel....Apa Romi sudah datang?" tanya Ibra


"Sudah pak, pak Romi sedang menerima telpon dari klien pak" jawab Gisel menjelaskan


"Oh... ya baiklah, kalau dia sudah selesai suruh Romi menghadap saya".


"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu pak"


Setelah Gisel keluar dari ruangannya Ibra menyandarkan dirinya dikursi.Ibra masih penasaran dengan sosok cantik bernama Azizah.Sudah beberapa tahun dia tidak pernah merasakan debaran ini.Setelah dimana dia mendapati Lona memadu kasih bersama sahabatnya sendiri.


Tapi kali ini perasaan itu terasa berbeda, perasaan yang lebih dari saat dulu bersama Lona.Sedang asik melamun sampau Ibra tak sadar kalau Romi sudah ada diruangannya.


"Pak....Pak...pak Ibra" kesal Romi menggebrak meja


Ibra yang terkejut segera melempar Roni dengan pulpen yang ad ditangannya.Sedangkan Romi yang belum siap, Akhirnya terkena lemparan tepat dikeningnya.


"Ada apa sih Rom kamu ngagetin saya saja" tanya Ibra polos


"Aduh ni bos.. tadi dia sendiri yang manggil,sekarang malah tanya ada apa, situ sehat bos?" ujar Romi yang hanya bisa bicara didalam hati. "Tadi kata Gisel bos panggil saya". Lanjut Romi


"Oh... iya maaf Rom saya lupa" jawab Ibra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

__ADS_1


"Ada apa bos panggil saya" tanya Romi lagi


"Apa kamu sudah mendapatkan apa yang saya minta" tanya Ibra


"Sudah boss tuh saya sudah letakkan diatas meja bos sedari pagi tadi" jawab Romi


Masak map didepannya sendiri nggak tau.Kalau bukan bos sudah aku seret dan aku buang kasih buaya.Sedangkan Ibra segera membuka amplop yang diberikan Romi.Sedang kan Romi pergi setelah menyelesaikan tugasnya.


Ibra yang membuka amplop, didalamnya terdapat data yang Ibra inginkan.Ibra membuka map itu dan membaca keterangan yang terdapat didalam mao.Ibra membaca


Nurul Azizah gadis berusia 20 tahun, besar dipanti asuhan Kasih Bunda.Setelah orang tuanya kecelakaan.Setelah dewasa Azizah , memilih ngekos didaerah perkantoran. Tapi Azizah tetap mengirimkan uang yang telah dikumpulnya,sengaja untuk membantu adik- adiknya disana.Azizah menjadi pribadi yang mandiri.Azizah bekerja disebuah kafe yang tak jauh dari hedung perkantoran.


Azizah merupakan gadis yang ceria dan sedikit bar- bar, tapi dua memiliki banyak teman." Pantas saja dia bisa cepat akrab dengan Nai dan Azza" batin Ibra.Didalam amplop iti juga terdapat Foto Azizah dari lecil hingga dia dewasa.


Ibra yang melihat - lihat Foto Azizah seakin gemes melihatnya.Setelah selesai membaca profil Azizah, ibra senyum dan mengambil salah sati foto dan memasukannya kedalam dompet.


Setelah selesai Ibra membayangkan, bagaimana menggemaskannya Azizah.Ibra lanjut menyelesaikan tugasnya.Karena sebentar lagi dia akan menghadiri pertemuanbdengan para kolega.


Mila yang melihat perubahan diri Ibra menjadi bingung."Ada apa dengan Ibra?" Begitu juga dengan Nai, Azza, Izar dan Galen.Karena setehu mereka Ibra, manusia es yang susah mencair.Tapi beberapa waktu ini Ibra tampak begitu cerua.Mila yang penasara dengan tingkah laku anaknya,Mika segera bertany apakah yang terjadi dan hanya mendapatka gelengan kepala.


Azizah yang selalu melihat Ibra berada ditempatnya bekerja,menjadi heran.Hari ini kebetulan hari minggu.Azizah berniat akan mengistirahatkan tubuhnya, Harua segera bangkit yang setelah membaca notif dari nomor Ibra.


Ibra berkata akan menjemput Azizah.Ya setelah berkata demikian Ibra segera meluncur ke kosan Azizah.Tak sampai 30 menit Ibra sudah sampai dudepan kosan Azizah.


" Assalamualaikum...Azizah" panggil Ibra


Azizah yang begitu terkejut mendengar panggilan dari Ibra, hanya diam mematung di atas kasur kamarnya.Dan Kemudian Azizah tersentak saat gedoran pintu terdengar lagi

__ADS_1


Azizah segera membukakan pintu dengan rasa kesal.Sedangkan Ibra segera masuk kedalam kosan Azizah.


"Waalaikum salam" jawab Azizah dengan ketus. " Ada apa pak Ibra kemari" Tanya Azizah tanya Azizah yang masih belum percaya kalau yang ada dihadapannya benar adalah Ibra.Azizah sengaja beraikap ketua kepada Ibra hanya untuk menutupi kegugupannya.


"Sayakan tadi sudah mengirim pesan ke kamu, bahwa saya akan mengaja kamu jalan- jalan" ujar Ibra


Sedangkan Azizah jangan ditanya mukanya sudah bersemu merah.Tapi bukan Azizah namanya, kalau tidak bisa mendepat Ibra.


"Seperinya kita tidak sedekat itu, hingga membuat bapak mengajak saya jalan- jalan" jawab Azizah


"Nah kamu tau makanya aku ingin lebih dekat dan kenal dengan kamu" jawab Ibra


Ya semenjak melihat Azizah Ibra lebih sering tersenyum.Keluarga Ibra pun terkadang sampai bingung melihat Ibra yang sering srnyum- senyum sendiri.Setelah melalui perdebatan yang cukup menguras emosi Azizah.Akhirnya mereka berada disini sekarang.


Ya Azizah memilih ikut dari pada Ibra membuat onar di kosannya.Hancur sudah rencana Azizah yang ingin bersantai karena kedatangan Ibra.


Sampai di mall yang dituju Ibra sengaja mengaja Azizah menjelajahi berbagai toko di mall tersebut.Tapi Azizah ya tetaplah Azizah yang selalu menolak apapun yang ingin Ibra berikan.Sampai- sampai dia tidak sadar sedari masuk mall tadi mereka swlalu bergandengan tangan.


Setelah lelah berkeliling mereka sampai direstoran.Mereka memesan beberapa menu yang menjadi kesukaan Azizah.Selesai makan Azizah mengajak Ibra pulang , karena dia capek setelah keliling setengah hari bersama Ibra.


Di perjalanan Ibra menepukan mobil dan mulai menghadap kearah Azizah, sedangkan Azizah jangan ditanya lagi.Mukanya sudah terasa memanas, karena merasakan debaran, saat kedua mata mereka bertemu.Ibra masih terpaku menatap gadis pujaannya.Satu kata yang keluar dari mulut Ibra " Cantik"


"Azizah, saya ini tidak pandai merangkai kata- kata romantis, tapi saya Ibra Bahari Nugraha Ingin kamu menjadi pendamping saya dan menjadi ibu dari anak- anak saya apakah kamu bersedia?" tanya Ibra kepada Azizah


Sedangkan Azizah terlihat sangat gugup,mendengarkan perkataan dari Ibra tadi.


"Mas .... Kenapa kamu memilih aku, sedangkan diluar sana banyak yang mau sama kamu" ujar Azizah

__ADS_1


"Tapi aku tak ingin bersama mereka Zah, yang aku inginkan hanya kamu" jawab Ibra tegas


Setelah berfikir sekian lama akhirnya Azizah meminta waktu untuk berdoa kepurusan apa yang harus Azizah ambil.Karena Azizah tidak ingin salah dalam mengambil keputusan.


__ADS_2