
Hari-hari berlalu, Siska masih mencari cara untuk membuat Izar bertekuk lutut lagi padanya.Siska tidak akan menyerah sebelum dia mendapatkan Izar.
"Kenapa susah sekali sih untuk dekatin kamu Zar... Kamu harus jadi milik aku, nggak ada yang boleh miliki kamu selain aku, akan aku singkirkan wanita itu, dia tidak pantas
Sedangkan dirumah sakit Izar,sedang menerima telpon dari orang suruhannya yang sedang mengawasi Siska. Ya... semenjak hari dimana Siska datang kerumah sakit yang berujung pengusiran. Izar memang meminta seseorang untuk mengawasi Siska. Karena Izar tau Siska akan melakukan sesuatu, agar tujuannya tercapai.
"Bagaimana? " tanya Izar to the poin
"Belum ada pergerakan tuan, tapi saya sudah memasang penyadap suara didalam mobilnya" ujar orang suruhan Izar
"Baik... awasi terus wanita itu, aku tidak mau kalau dia sampai menyakiti istriku" perintah Izar. Setelah mendengar jawaban dari orang suruhannya Izar segera menutup panggilan.
Tak lama terdengar ketukan pintu. Setelah mendengar jawaban dari Izar, masuk lah suster Puji kedalam ruangannya.
"Maaf Dok... waktunya untuk Visit" ujar Suster Puji mengingatkan
"Baiklah ayo suster bawa juga rekam medis mereka" perintar Izar sambil melangkan keluar ruangan
Ya... walaupun Izar adalah pemilik Rumah Sakit tersebut, Dia tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang Dokter. Kerena dia bangga dengan profesinya. Menolong orang adalah tujuannya.
Sedangkan ditempat yang berbeda, tepatnya di Butik, Nai sedang disibukan oleh desain gaun malam, untuk seorang model terkenal Indonesia.Semenjak Nai menjadi desainer, banyak sekali model,atau artis terkenal yang ingin menggunakan rancangan dari tangan dingin Nai.
Nai juga masih melakukan tetapi dan mulai ada sedikit kemajuan. Rayyan selalu membantu dan menemani Nai melakukan terapi.Nai juga sudah tak canggung lagi bila bersama Rayyan. Mila dan keluarga begiru bahagia melihat perkembangan Nai.
"Nona besok saya boleh Izin, karena ibu meminta saya untuk mengantarnya kekampung ketempat bude" tanya Rayyan
" Memang mas Ray mau pergi berapa hari? " tanya Nai
"Kata ibu 3 hari" jawab Rayyan
"Ya sudah nggak apa-apa, Nanti Nai minta antar pak Ujang aja" ujar Nai mengizinkan
Ya... Rayyan jujur karena dia memang akan keluar kota selama 3 hari, tapi bukan untuk menemani aang mommy melainkan untuk perjalanan bisnis.Teo sudah dipinta oleh Rayyan untuk menghandel perusahaan. Tapi ini pertemuan penting dan memang harus Rayyan yang berangkat.
__ADS_1
"Terima kasih Nona Nai" ujar Rayyan
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju Restoran,tempat Nai menemui kliennya sekalian makan siang.Setelah 30 menit akhirnya mereka sampai di Restoran tempat Nai bertemu klien.
Rayyan membantu Nai untuk turun dari mobil, dan mendorong kursi roda Nai, menuju meja yang telah direvarasi. Setelah Rayyan membantu Nai, Rayyan beranjak meninggalkan Nai bersama kliennya.
Rayyan pun duduk tak jauh dari tempat Nai melakukan rapatnya. Sebenarnya Nai sudah meminta Rayyan duduk saja dengannya, tapi Rayyan menolak dengan alasan tidak mengerti.Padahal tujuan Rayyan adalah menghubungi Teo.
Selama hampir 2 jam melakukan metting dengan klien disambung dengan makan siang. Akhirnya Nai bisa bernafas lega, karena hari ini adalah hari yang melelahka bagi Nai.
Rayyan yang sudah selesai makan pun mendekati Nai,yang dilihatnya telah selesai metting dan makan siangnya. Rayyan mengantar Nai pulang kerumah, Karena Nai merasa begitu lelah hari ini.
Setelah menempuh perjalanan kurang dari 30 menit,akhirnya mereka sampai dikediaman Mila. Rayyan membantu Nai turun dari mobil, dan mendorong kursi roda Nai hingga kedalam.
Sebenarnya setiap kali Nai berdekatan dengan Rayyan. Entah kenapa Nai merasakan perasaan yang entah kenapa, dan Nai mun merasakan janjungnya berdebar sangat kencang.
Sampai didalam Rayyan segera berpamita kepada Mila dan yang lain. Rayyan juga sudah meminta izin pada Mila, untuk pulang kekampung selama 3 hari.
Sedangkan di kantor Nugraha. Romi masih disibukan dengan berkas-berkas penting.Sedangkan Ibra pun masih harua menyelesaikan berkas yang ada dihadapannya.
Ibra menelpon Romi, untuk segera keruangannya. Karena Ibra ingintau perkembangan penyelidikan Romi tentang Marco.Tak lama pintu diketuk dan muncula Romi.
"Bagaimana Rom apa sudah menemukan bukti baru? " tanya Ibra
"Belum bos,Marco ini sangat pandai menyimpan kebusukannya" ujar Romi
"Tapi saya pun sudah memasukkan orang suruhan saya dirumah Tuan Marco" ujar Romi menjelaskan
"Bagus kiriman padaku kalau kau sudah menemukannya, Rasanya aku sudah tidak sabar ingin mengetahui semuanya rencana mereka"ujar Ibra
"Satu lagi bos... anak dari tuan Marco, yang saat ini menjalankan perusahaan tuan Marco. Namun anak buah saya belum tau siapa anak tuan Marco" tambah Romi
"Baiklah lanjutkan pencariannya Rom, dan tolong seleksi calon sekertaris yang akan membantu Gisel" perintah Ibra
__ADS_1
"Baik tuan dan saya juga ingin meminta izin besok kami akan datang sedikit terlambat,karena saya akan menemani Gisel kedokter kandungan"
"Baiklah silahkan,semoga anak kalian sehat-sehat saja"
Setelahnya Romi meninggalkan ruangan Ibra. Sedangkan disebuah rumah,tepatnya dikediaman Marco. Saat ini marko melampiaskan kekesalan terhadap sikap Rayyan pada Jesica.
"Jesi aku minta bilang pada anak itu untuk tidak menentangku" tekan Marco
"Rayyan sudah melakukan hal yang benar mas" ujar Jesica
"Apa yang benar, kenapa kalian seolah-olah berpihak pada mereka" murka Marco
"Kami bukan berpihak mas, tapi apa yang dilakukan Rayyan memang benar, karena mereka orang-orang yang tidak ada hubungan dengan sakit dan meninggalnya Dara mas" ucap Jesica untuk pertama kalinya dia bersuara.
Setelah mengatakan hal itu Jesica segera meninggalkan Marco. Sedih hati Jesica,bagaimana tidak 25 tahun, Jesica bertahan tapi tak ada 1 hari pun dirinya dalam hati suaminya. Jesica kembali kekamar, tempat dimana dia selalu sendiri, tempat yang selama 25 tahun ini terasa dingin.
"Dara... aku harus bagaimana? Sudah 25 tahun tapi tidak ada 1 hari pun dia tidak merindukan kamu" isak Jesica terdengar pilu. " Mas Marc sudah sangat keterlaluan Dara.Dia telah melukai orang-orang yang tidak bersalah. Orang-orang yang tidak tau cinta gilanya" ujar Jesica masih dalam isaknya pada foto mereka yang Jesica simpan
"Dewa maafkan aku yang tak bisa membantu istrimu dari kejahatan suamiku, maafkan aku yang lemah ini,yang tidak dapat mencegah suamiku untuk berbuat jahat"
Setelah selah menangis, Jesica memutuskan untuk memberaihkan diri. Karena hari iniJesica berencana akan pergi ke apartemen Sang anak Rayyan. Kembali kekediaman Mila.
Hari ini Mila memilih menyibukan diri dirumah bersama menantu dan cucunya. Beberapa hari ini baby AL agak sedikit rewel, karena sedang tumbuh gigi. Azizah sangat berterima kasih kepada sang mertua, karena Mila sangat menyayanginya, juga baby AL.
Mila selalu memberikan yang terbaik untuk sang cucu. Terkadang dia dan Fatma akan berdebat tentang apa yang boleh dan yang tak boleh untuk baby AL. Fatma pun sering kekediaman Mila hanya untuk mengisi kekosongannya.
Namun dia sangat lega karena sang anaknya ternyata adalah pria normal,tidak seperti yang mereka bayangkan selama ini. Ya.... malam itu saat acara 4 bulanan Renata, Fatma tidak sengaja melihat sang putra melihat seorang gadis dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Mil nanti hari minggu kita ajak baby AL, kemall yu"ajak Fatma
Mau apa ? sampai ngajak aku dan bawa baby AL ke mall?" tanya Mila memicing
Fatma hanya menampilkan senyumnya, ya Fatma memang sengaja mengajak Mila bertemu dengan Rury sekertaris Galen.Fatma tak ingin kecolongan lagi. Fatma sudah mencari semua tentang Rury. Dan Fatma sangat berharap Galen dan Rury berjodoh.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=!\=!\=!\=!\=!!!!!!\=\=\=!\=!!\=\=\=\=\=!\=\=\=\=\=\=\=\=!\=\= Malam ini sampai disini dulu ya, besok author lanjut lagi, mungkinkah n besok author update lebih awal.Jangan lupa like dan komen cerita bunda. Dan bagi yang oenasaran dengan Visual di novel ini kalian bisa follow fb Bunda "Abi Baim" disana ada visual semua pemeran dalam novel ini. Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung bunda, sehingga bunda mendapat kesempatan mendapatkan Audio untuk cerita bunda.Sekali lagu terima kasi buat para readers