Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Sudah beberapa hari terakhir ini Azza terlihat tidak bersemangat seperti biasa. Dan hal itu membuat semua orang bertanya- tanya, dengan apa yang terjadi. Tetapi jika di tanya Azza selalu bilang tidak ada masalah. Karena sejatinya Azza pun tak tau apa yang membuatnya tak bersemangat.


Sedangkan Zyan tersenyum lebar, saat mendengar laporan dari orang suruhannya, kalau gadis pujaan hatinya terlihat tidak bersemangat. Pagi ini sesuai anjuran Heru Zyan kembali berlari pagi,saat melihat ada Azza ditaman. Dari kejauhan Zyan dapat melihat kalau Azza mengembangkan senyumnya, saat melihat seorang anak kecil bermain dan tertawa bersama kedua orang tuanya.


"Cantik"satu kata yang terucap saat melihat senyum itu


Dan tanpa sengaja mata mereka bertemu pandang. Azza segera membuang pandangan kearah lain setelah beberapa saat sama-sama terpaku pada satu titik. Zyan yang melihat tingkah Azza gemas sendiri.


Zyan mulai berlari kecil menuju ke arah AZZA, Ingin sekali Azza pergi dari sana, namun entah kenapa kakinya seolah terpaku di tempat, hingga tanpa sadar Zyan sudah sampai tepat dihadapannya.


" Selamat pagi nona Azza" sapa Zyan ramah


" Selamat pagi tuan Zyan" jawab Azza


" Sepertinya kita memang berjodoh ya nona" ujar Zyan dengan senyum tergambar jelas diwajahnya.


" Maksud tuan apa ya'?" tanya Azza pura-pura tidak mengerti


" Nona Azza cantik pagi ini" puji Zyan mengalihkan pembahasan


Dan pujian dari Zyan membuat Azza merona. Dan Zyan tambah suka menggodanya.


" Anda demam nona Azza?" tanya Zyan santai mengulum senyum


"Enggak siapa bilang saya demam?"tanya Azza


" Habis saya melihat wajah anda memerah,makanya saya mengira Anda demam" ujar Zyan


Dan hal itu membuat Azza bertambah merah merona.Setelah itu Azza mulai berlari kecil dan Zyan tak tinggal diam dia mengikuti Azza berlari kecil.

__ADS_1


" AZZA" panggil Zyan tanpa embel-embel nona dan hal itu membuat Azza menghentikan langkahnya


" Ya...ada apa?" tanya Azza


"Bisa kita bicara sebentar?" kembali Zyan bertanya


Azza kemudian menganggukkan kepalanya, dan mereka berdua berjalan menuju bangku yang ada di taman.


Zyan duduk di hadapan Azza, hal itu sukses membuat jantung Azza berdetak lebih cepat,begitu juga dengan Zyan.Baru pertama kali mereka merasakan perasaan yang sebesar ini. Apa lagi bagi Azza yang baru merasakannya. Dia mengerti apa yang dia rasakan, walaupun dia belum pernah merasakannya. Sedangkan Zyan yang memang menjadi idola sejak dulu pun baru kali ini merasakan perasaan yang sangat besar.


" Za... mungkin ini terlalu cepat dan juga di waktu yang tidak tepat, namun aku tak bisa lagi menunda" ujar Zyan menjeda ucapannya dan menggenggam tangan Azza. Tak ada penolakan.


"Sudah lama aku menyukaimu,sejak pandangan pertama di kafe waktu itu. Namun belakangan ini aku mencoba meyakinkan perasaan ku dan ternyata perasaan itu benar adanya, perasaanku padamu benar-benar tulus, maukah kamu menjadi bagian hidup aku, menjalani suka dan duka bersama melewati semua bersama, maukah kamu menikah denganku" tanya Zyan dengan mata yang saling memandang


Azza, yang mendengar pernyataan cinta sekaligus lamaran dari Zyan menitikkan air mata haru,dan dia masih bertanya haruskah secepat ini.


" Mmmm.... maaf tuan Zyan, kenapa anda memilih saya dan apakah ini tidak terlalu cepat ingin menikah dengan saya?" tanya Azza


AZZA menatap mata Zyan mencari kebohongan dari mata indah itu. Namun tak Azza temukan kebohongan itu, yang ada hanya tentang ke tulisan.


" Kalau begitu mohon tunggu 3 hari lagi aku ingin bertanya kepada pemilik hidupku, apa bisa?" tanya Azza


" Baiklah 3 hari dan hari ke tiga aku akan datang menanti jawaban dari kamu" ujar Zyan akhirnya.


Setelah itu mereka sama-sama terdiam. Menyelami tatapan dari mata, masing-masing. Menyelami setiap perasaan yang mereka rasakan.


" Kalau begitu saya permisi dulu tuan Zyan" ucap Azza berpamitan.


Zyan melihat punggu Azza mulai menjauh. Dalam hati dia berharap Azza mau menerimanya dengan tulus bukan karena paksaan. Dan Zyan berjanji pada dirinya sendiri,akan membahagiakan Azza. Namun tanpa mereka tau akan ada tantangan didalam cinta mereka.Dan disanalah cinta mereka di pertanyakan.

__ADS_1


Apa Masih Adakah Cinta diantara mereka, saat takdir Allah membuat mereka melewati jalan terjal menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.


Zyan kembali ke Apartemen mewah miliknya.Sampai di apartemen Zyan segera membersihkan diri. Sedangkan Azza yangbabru saja sampai segera mencari sang bunda, yang ternyata berada di kamarnya.


Mila melihat sang anak masuk kedalam kamarnya, segera menyambutnya dengan senyum. AZZA masuk kedalam pelukan sang bunda, pelukan yang selalu menenangkan disaat dirinya gundah. Mila mengelus punggung sang anak. Mila tidak bertanya, dia akan menunggu Azza bercerita.


Tak lama Azza menegakkan tubuhnya, di pandangnya wajah sang bunda, wajah orang yang telah mempertaruhkan nyawanya agar dia lahir dengan selamat ke dunia ini.


" Bunda Azza sayang bunda, walaupun suatu saat ada lelaki yang akan menjadi suami Azza, namun sayang Azza pada bunda tak akan berkurang, karena bunda segalanya buat Azza" ujar Azza


Mila menarik nafas sejenak. Sebenarnya Mila belum terlalu mengerti namun Mila ingin Azza tau sampai kapanpun Azza tetap gadis kecilnya, princesnya.


" Sayang kamu itu segalanya buat kami, kapanpun dan di manapun kamu tetap segalanya buat bunda dan Abang - Abang kamu dan almarhum ayah kamu" ujar Mila kembali memeluk sang anak.


" Kamu ada yang mau di ceritakan sama bunda sayang?" tanya Mila Akhirnya


AZZA menarik nafas sejenak dan mulai menceritakan, sejak awal mula bertemu Zyan, sampai bertemu di rumah ini dan perlakuan Zyan yang menyebalkan sampai tadi dimana Zyan menyatakan cinta sekaligus melamarnya.


" Jadi apa jawaban kamu sayang" tanya Mila


" Azza minta sama Zyan dikasih waktu 3 hari untuk meminta kepada pemilik hati Azza Bun, apa Azza salah?" tanya Azza


Dan Mila tersenyum serta mengelus kepala Azza sayang.


" Enggak sayang kamu nggak salah, memang di setiap ke putuskan memang harus melibatkan Allah agar kita tidak salah dalam melangkah" jawab Mila


" Terimakasih Bun, atas semua didikkan dan nasihat yang selalu bunda berikan untuk Azza" ucap Azza tulus


" Sama-sama sayang ,sekarang kamu masuk ke kamar dan mandi, kamu bau acem" ujar Mila sambil menutup hidungnya.Dan hal itu membuat Azza tertawa dan kembali memeluk sang bunda sebelum berlalu dari kamar Mila.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2