Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu.Izar sudah gagah dengan kemeja batiknya yang senada dengan Renata. Galen yang telah pulang dua hari yang lalu pun ikut serta dalam acara lamaran itu.Ibra tak kalah tampan dari sang adik dan sepupunya.Ibra memakai pakaian yang sama dengan baby AL dan juga rok yang digunakan Azizah.


Sedangkan dirumah Renata sudah banyak keluarga tuan Baskoro yang hadir. Mereka sangat senang ketika mendengar keponakan mereka akan menikah dengan anak dari keluarga Nugraha.


Renata pun sudah terlihat cantik dengan balutan kebaya berwarna dusty pink.Tak lama keluarga Izar pun datang, Acara lamaran berjalan dengan lancar dan tanggal pernikahan pun telah ditentukan.


Keluarga Renata begitu takjub dengan ketampanan Ibra, Izar dan Galen.Mereka juga tak kalah takjub melihat kecantikan Kamila walaupun umurnya memasuki 50 an.


Setelah selesai mereka semua berpamitan untuk pulang.Fatma, Gio dan Galen langsung pulang menuju rumah mereka. Sedangkan Mila, Izar, Ibra dan Azizah langsung menuju kediaman mereka.


Hari-hari berlalu dengan cepat. Romi sudah mengatakan keseriusannya kepada Gisel, dan berjanji akan segera melamar Gisel. Dan hal itu membuat Gisel bimbang, tapi setelah Romu meyakinkan Gisel, akhirnya gadis itu menerima lamarannya.


Sedangkan saat ini disuatu tempat, Marco sedang marah pada anak buahnya, karena tidak berhasil mengacau diperusahaan Dewa yang di kelola Ibra.


"Bo**h kalian melakukan itu saja kalian tidak becus" murka Marco


"Maaf boss tapi pak Ibra begitu teliti, apa lagi asisten pribadinya yang bernama Romi" jawab anak buah marc


"Aku tidak mau tau bagaimana pun caranya perusahaan itu harus hancur" perintah Marc


Ya.... Marc sangat suka ingin melihat apa yang dibangun Dewa hancur, sama seperti Dewa menghancurkan cintanya, merebut Dara darinya. Dendam yang ada dihati Marc membuatnya buta, tidak bisa melihat ketulusan Dewa pada Dara.


Setelah selesai melampiaskan kemarahannya, Marc kembali memandangi foto dara bersamanya.


"Sayang aku kira dengan melepasmu kau akan bahagia bersamanya, tapi ternyata aku salah bersamanya membuatmu meninggalkan aku untuk selamanya.Tapi kamu tenang aku akan membuat baj**gan itu tidak akan tenang di alam baka"


Sedangkan dikantor Ibra, Romi sudah melaporkan apa yang terjadi, dan juga sudah menangkap anak buah Marc yang melakukan kecurangan.


"Bagaimana apa dia sudah mengaku siapa yang menyuruhnya?"tanya Ibra


"Belum pak, sepertinya dia orang yang setia, tapi anak buah kita terus memaksanya untuk mengatakan siapa yang menyuruhnya" jawab Romi


Ibra menyeringai dan hal itu membuat Romi sedikit ngeri, karena Romi tau seberapa kejam sang bos.

__ADS_1


" Apa dia punya keluarga? "


" Ada bos, istrinya baru saja melahirkan dan dia memiliki anak yang berumur 8 tahun" jawab Romi


"Kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan?" tanya Ibra dengan tatapan yang sulit diartikan


Romi yang mengerti maksud sang bos segera mengangguk. Namun sebelum pergi Romu berbicara sesuatu kepada Ibra .


"Pak nanti setelah pernikahan pak Izar, bisakah saya meminta kesediaan bapak, untuk mendamping saya melamar Gisel" pinta Romi


Ibra yang mendengar sang asisten akan menikah pun tersenyum senang.


" Baiklah aku dengan senang hati akan mendampingi mu" jawab Ibra tulus


Romi senang, karena Ibra mau membantunya.Bagi Romi hanya Ibra dan keluarganya lah saudara Romi. Maka dari itu Romi selalu berusaha ada disamping Ibra, dan menjadi tameng disaat Ibra dalan bahaya.


Romi tau banyak keluarga Dewa yang tidak suka dengan Ibra memimpin perusahaan mendiang Dewa. Bagi mereka Ibra tidak pantas, karena Ibra dan saudara-saudaranya hanyalah anak sambung yang tak memiliki hak.


Namun mereka tak bisa berkutik, setelah Gio dan Fatma membungkam mulut mereka.Karena bagi Gio dan Fatma Keputusan sang adi sudah benar karena Ibra dapat membumbuat perusahaan berkemvang pesat setelah kepemimpinan Ibra.


"Ada apa kamu kemari Len, apa kamu nggak ada kerjaan? " tanya Ibra tetapi matanya masih fokus pada berkas-berkas dihadapannya


"Ah.... Abang nggak asik, aku kesini cuma mau ngajak abang makan siang bersama" jawab Galen


Ibra menghela nafas, dia tau sifat Galen yang tidak akan berhenti mengganggunya, sebelum apa yang dia inginkan dia dapat Dengan berat hati akhirnya Ibra mengalah. Ibra membersihkan berkas-berkas dimejanya. kemudian dia menghubungi Romi, memintanya untuk ikut makan siang bersama sambil membahas proyek kerjasama mereka.


Mereka akhirnya sampai direstoran yang sudah dipesan oleh Galen. Mereka memesan makanan mereka masing-masing. Setelah pelayan mencatat pesanan mereka, pelayan tersebut meninggalkan meja untuk membuatkan pesanan mereka.


Setelah pelayan tersebut pergi, Galen berubah dalam mode serius Dan hal itu membuat Ibra penasaran apa yang akan dikatakan adiknya ini.


"Bang dikantor ada orang yang mencoba bermain-main dengan kita"ungkap Galen santai


"Kamu sudah dapat orangnya? " tanya Ibra

__ADS_1


"Belum bang, tapi aku sudah meminta anak buah kita untuk menyelidiki, untuk semua data sudah aman bang" jawab Galen


"Biarkan mereka masuk perangkap kita" jawab Ibra


Ya... Ibra sudah menduga hal ini akan terjadi,untung saja Rury sekretaris Galen adalah orang yang cerdas. Rury yang telah belajar dari Gisel, membuatnya lebih teliti.


Galen pun hanya menganggu. Dan teringat akan sesuatu.


" Bang... kenapa sekertaris aku kaku begitu ya bang? apa nggak ada ya sekertaris yang cantik, seksi dan menarik? " tanya Galen


Ya Rury... memang gadis yang unik,wajahnya yang cantik, membuat banyak pria yang menyukainya.Namun Rury selalu membentengi dirinya dengan sikap dingin dan cueknya. Karena Rury tidak ingin salah jalan dan membuat orang tuanya malu.


"Enggak ada... kamu itu mau kerja atau hanya mau lihat yang seksi-seksi" ujar Ibra


"Kan kalau sekertarisnya seksi dan cantik, aku jadi betah kerjanya bang" bantah Galen


"Kamu itu seharusnya berterima kasih pada Rury, kalau bukan dia sekertaris kamu, entah apa yang terjadi pada perusahaan" kesal Ibra


Galen yang mendengar perkataan Ibra membenarkan. Rury walau auranya cuek dan dingin tapi, pekerjaannya tidak bisa dipungkiri begitu pun dengan kecantikannya.


Tak lama pesanan mereka datang, dan mereka mulai memakan makanannya dalam diam. Setelah selesai mereka kembali kekantor masing-masing. Namun sebelum pergi Romi meminta Galen menyampaikan pada Rury untuk membuka email yang dikirim Romi dan Galen mengangguk setuju.


Dalam perjalanan menuju kantor, Ibraelihat ada sesuatu yang aneh begitu juga dengan Romi, ada sebuah minifan yang mengikuti mereka.Namun hal itu tidak membuat mereka panik, Romi segera menghubungi anak buahnya, untuk membereskan pengganggu itu.


Setelah sampai ruangannya Ibra melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena kedatangan Galen. Namun sebelum mengerjakan kembali pekerjaanya, Ibra menyempatkan menelpon sang istri, karena Ibra sudah merindukan jagoan kecilnya. Setelah selesai Ibra kembali berkutat dengan berkas-berkas yang ada dimejanya. Sampai hari menjelang sore Ibra akhirnya menyelesaikan semua pekerjaannya dan bergegas untuk pulang.


Sedangkan Romi saat inu sedang menunggu Gisel membereskan barang bawaanya.Ya semenjak Gisel menerima lamarannya Romi tidak pernah membiarkan Gisel pulang sendiri, Romi selalu menyempatkan diri untuk mengantar atau menjemput Gisel.


Gisel pun telah memberi tahu sang ibu, tentang lamaran Romi, ibu menyerahkan sua keputusan dirangan Gisel.


"Sayang ... kita makan malam dulu yuk"pinta Romi sambil menggenggam tangan Gisel


Gisel menjadi salah tingkah, wajahnya memerah saat mendengar Romi memanggilnya dengan sebutan sayang. Dan hal itu membuat Romi gemes lihat wanita pujaannya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sampai disini dulu ya besok bunda update lagi.berikan like dan komen kalian. Terimakasih readers


__ADS_2