
Setelah meminum tehnya, Ibra kembali memfokuskan dirinya kepada sang bunda.
"Bunda tadi mau bicara apa?" tanya Ibra kembali
"Bang, Abang belum mau mencari jodoh apa karena bunda dan adik- adik?" tanya Mila
"Bunda bicara apa sih, memang abang belum mau cari jodoh bun, bukan karena bunda atau adik- adik"
Mila menatap wajah sang anak dengan sendu.Mila sangat tau apa yang membuat Ibra belum ingin menikah.Tapi Mila harus memberi pengertian agar Ibra tak merasa terbebani.
"Kapan lagi abang mau cari jodoh, kalau fokus abang hanya kerja dan kami?"
Ibra yang mendengar perkataan sang bunda, merasa sedikit gelisah, tapi dia bisa mengndalikan dirinya.
"Bunda jika nanti abang sudah ketemu yang cocok,dan bisa memahami abang pasti bunda orang pertama yang akan abang kasih tau"jelas Ibra agar bundanya tak merasa khawatir
Mila yang mendengar jawaban dari Ibra, hanya bisa pasrah dengan keputusan sang anak.Mila tidak ingin memaksa, karena Mila tidak ingin membuat Ibra merasa terbebani dengan permintaan Mila.Selesai berbicara pada sang anak, Mila keluar dari ruang kerjanya, karena tak ingin mengganggu Ibra.
"Bang bunda istirahat dulu ya, abang jangan tidur terlalu malam "
"Iya bun, bunda langsung istirahat ya dan jangan banyak fikiran nanti bunda sakit, kasihan adik- adik kalo bunda sakit"
Mila meninggalkan Ibra sendiri.Setelah sang bunda keluar dari ruang kerjanya, Ibra menarik nafas dan menghembuskannya.Ibra memang belum siap untuk berumah tangga, karena dia ingin semua adiknya mencapai cita- citanya dahulu.Karena itulah janjinya kepada sang ayah.Ibra tidak ingin saat dia menikah adik- adiknya merasa terabaikan,karena jika Ibra menikah tanggung jawabnya adalah kepada istri dan anaknya.Dan jika kelak dia menemukan jodohnya, dia ingin sang istri menghormati dan menyayangi sang bunda dan adik- adiknya.Juga bisa memerima masa lalunya, yang hanya seorang anak sambung dari Sadewa Nugraha. Oleh karena itu Ibra ingin fokus dulu kepada bisnis dan adik-adiknya, terutama Nai dan Azza juga pada sang bunda.
Ibra segera melanjutkan pekerjaannya memerika beberapa email dan berkas- berkas yang belum iya selesailan.Karena besok dia akan prrgi keluar kota.
__ADS_1
Sedangkan Mila, dikamarnya duduk diatas ranjang yang sudah lama dingin ditinggal sang pemilik.Mila tidak ingin mencari pendamping lagi, karena baginya tidak ada yang dapat menggantikan Dewa.
"Mas apa yang harus aku lakukan.Aku tau alasan Ibra belum mauenikah,tapi aku tidak bisa memaksa mas,karena aku takut apa yang aku rasakan dulu dialami olehnya".
Setelah merasa lebih tenang,Mila segera membaringkan tubuhnya. Ingin segera terlelap.Dan berdoa agar dia bisa bertemu dengan sang pujaan hati.Mila ingin menumpahkan segala keluh kesahnya.Walau hanya didalam mimpi, baginya sudah cukup melepaskan rasa rindu kepada kekasih hatinya.
Pagi menjelang, anak- anak sudah siap untuk berangkat sekolah dan kekantor.Pagi ini mila membuat sarapan nasi goreng sosis.
"Bun hari ini abang harus keluar kota bersama Romi, ada sedikit kendala disana bun".Ujar Ibra memberi tahu sang bunda
Mila yang mendengar perkataan Ibra terdiam, Mila kembali mengingat saat dimana Dewa meminta Izin untuk pergi, dan hingga kini Dewa tak akan pernah kembali.Ibra yang tau kenapa sang bunda terdiam, segera berdiri dan memeluk Mila.Memberikan ketenangan kepada sang bunda, agar tidak mengingat lagi kenangan itu.
"Bunda tenang saja, abang hanya akan pulang terlambat,dan abang membutuhkan doa bunda agar perjalanan abang lancar".ujar Ibra lagi
Mila yang sudah mulai tenang, segera memeluk sang anak,dan menitikan air mata.
Izar, Nai dan Azza juga mendekat dan ikut memeluk sang bunda.Mereka memang tak pernah bisa melupakan sang ayah.Karena Dewa pergi tanpa pesan,dan mereka begitu kehilangan, walau sudah 3 tahun berlalu.
Mila yang sudah merasa lebih tenang, segera melepas pelukannya dengan sang anak, dan mengajak anak- anak untuk memulai sarapan.
"Ayo sudah kita sarapan nanti kalian terlambat"
Mila mengisi piring semua anak- anaknya, setelahnya baru ia mengisi piringnya sendiri.Mereka sarapan dalam hening, karena itu yang di ajarkan Dewa semasa hidupnya.Setelah selesai sarapan mereka segera berangkat ketujuan masing - masing.Sedangkan Mila menuju dapur mencari bi Asih dan bi mina.
Hari ini Mila pun akan mengecek tokonya yang ada didaerah B karena sedang ada renovasi perluasan beberapa bagian.
__ADS_1
"Bi nanti tolong buat makan siang untuk Izar, Nai dan Azza ya, Mila mungkin pulang terlambat "pesan Mila kepada bi Asih.
"Baik bu, memang nanti siang mau dimasakin apa anak-anak bu"tanya bi Asih
"Buat semur ayam buat Azza, buat sambal udanh untuk Nai dan Izar jangan lupa buat capcai ya bi"
"Iya bu, nanti bibi masakin"
"Bi Mina,nanti Mila minta tolong ya bunga- bunga Mila disiram, karena kemarin nggak sempat"
"Baik bu, oh iya bu rumput yang dibelakang sudah mulai panjang bibi panggil tukang potong rumput ya"
"Iya bi ngga apa- apa sekalian ganti rumput yang rusak ya bi, ini uangnya"Mila memberikan beberapa lembar uang kepada bi Mina
Setelah memberi pesan kepada bi Asih dan bi Mina, Mila segera menuju kamar untuk bersiap- siap.Setelah selesai,Mila segera berangkat di antar pak Ujang menuju daerah B.
Mila memang memperluas beberapa bagian ditokonya ,baik yang didaerah A,B atau C Karena banya stok barang yanh terkadang nggak bisa dibongkar karena keterbatasan tempat.
Mila semakin menyibukan diri, agar tidak selalu memikirkan Dewa.Banyak laki- laki yang mendekati, tapi tidak satu pun yang Mila respon.Karena Dewa adalah yang terakhir bagi Mila.Saat ini fokus Mila hanya kepada anak- anak dan usahanya.
Fatma dan Gio juga sudah sering meminta Mila menikah lagi, agar Mila mempunyai orang yang akan menjaganya dihari tua, tapi dia tolak mentah- mentah,dan pernah Mila tidak mau bertemu dengan Fatma dan Gio.Akhirnya Fatma dan Gio menyerah dengan keputusan Mila.
Setelah menempuh perjalanan 1 jam, karena bebas dari kemacetan.Mobil yang ditumpangi Mila akhirnya sampai didepan parkiran toko Mila.Disana sudah terlihat para karyawan,dan para pekerja yang bertugas merenovasi tokonya.Setelah berbincang dengan kepala tukangnya,Mila menunjukan bagian mana saja yang akan direnovasi. Dan setelahnya mila segera menuju ruang kerjanya, mengecek pemasukan dan juga stok barang yang akan dipesan.
**********************************************
__ADS_1
Tinggal beberapa episode lagi ya tentang Mila, dan bunda akan lanjut season 2 tentang Ibra dan juga adik- adiknya ya tapi masih di judul ini kok inggak dipisah seperti cerita Wulan adik tiri Ibra, yang nanti ada cerita sendiri. Ikuti terus ya cerita bunda dee~ vie