
Teo begitu terkejut dengan perkataannya sendiri, sedangkan Eva sudah berlalu dari hadapan Teo dengan persaan yang entah bagaimana. Bagaimana tidak selama 18 tahun hidupnya dia tidak pernah pacaran atau pun dekat dengan pria, kecuali sang ayah yang telah tiada.
Sedangkan Teo menepuk mulutnya sendiri, yang salah bicara.Azza yang mendengar perkataan Teo pada Eva segera mendekat dan mulai aksi jahilnya.
" Hayo Loh kak Teo, anak orang dibikin baper kasihan Loh, bagaimana kalau dia mengharap, dia itu anak yatim Loh kak Teo, menyakiti anak yatim nanti allah marah Loh" ujar Azza dan berlalu pergi
Sedangkan Teo hanya bisa berdiam ditempat,memikirkan perkataan Azza, sampai seseorang menepuk pundaknya.Dia adalah Izar yang tak sengaja melihat asisten calon adik iparnya sedang melamun.
" Hai... ada apa Teo kok kamu malah melamun disini" tanya Izar
"Ah... ah tidak apa-apa tuan saya sedang teringat sesuatu" ujar Teo tergagap
" Oh... ya sudah kalau begitu saya tinggal dulu, kamu ayo bergabung nikmati hidangan" ujar Izar dan berlalu meninggalkan Teo setelah medapat jawaban dari Teo.
Sedangkan ditempat yang berbeda, tetapi masih dirumah Mila, tepatnya disebuah taman. Dua sejoli yang sebentar lagi akan mengucapkan janji suci, tengah duduk bersama namun saling berhadapan.
" Terimakasih sayang kamu sudah mau menerima mas buat jadi suami serta calon imam kamu, padahal mas pernah melakukan kebohongan besar pada kamu dan keluarga" ujar sang pria yang tak lain adalah Rayyan.
" Itu masa lalu mas, anggap saja itu cara tuhan mempertemukan kita, dan Nai juga mengucapkan terimakasih, mau menerima Nai dangan segala kekurangan Nai, dan Nai harap saat kita menikah dan berumah tangga nanti tidak ada lagi rahasia yang akan membuat rumah tangga kita hancur" Doa dan harapan Nai
" Insyallah, mas akan berusaha jujur dalam hal apapun itu, karena mas nggak akan sanggup kalau kehilangan kamu" uajr Rayyan menggenggam tangan Nai
Sedangkan disudut yang berbeda,saat ini seorang gadis sedang diganggu bos sekaligus temannya sendiri, siapa lagi kalau bukan Azza dan EVa.
" Cie... yang sudah punya pacar" ujar Azza
" Ih.. apaan sih, siapa juga yang punya pacar" elak Eva
" Ya kamu lah, kan tadi baru saja ditembak seseorang"
"Ih kamu nguping ya... lagian siapa juga yang jadian dia itu hanya keceplosan" Ujar Eva membela diri
" Ih.. kamu nggak lihat wajah kak Teo itu serius, saat menatap kamu dia itu nggak berkedip, seperti tersihir oleh kecantikan kamu" ujar Azza mendramatisir
__ADS_1
" Kamu jangan sibuk ngurusin aku bos, kamu sendiri aja sampai sekarang nggak ada pacarnya" sindir Eva
" Eh... apa ini kamu mau ngritik bos kamu,apa mau bonus kamu saya potong " ancam Azza
" Aduh... aduh jangan bos bulan ini lagi banyak cicilan" mohon Eva
Sedangkan seseorang sibuk berkeliling, mencari gadis yang tadi tak sengaja, Teo buat baper. Setelah tersadar dari keterkejutannya, tentang ucapannya pada Eva, ditambah peringatan dari Azza membuat Teo nggak tenang.
Teo takut, kalau dia benar-benar menyakiti hati seorang gadis yatim piatu, bisa dikutuk jadi batu dia oleh bosnya.Jika saja calon adik ipar bosnya memberi tau hal itu kepada sang bos.
"Aduh... kemana si tuh gadis merepotkan saja, lagian kenapa ini mulut asal ceplos saja, apa mungkin karena kelamaan jomblo" gumam Teo
Sampai akhirnya dia melihat gadis itu disudut, taman seperti sedang menelpon seseorang dan bicara cukup serius. Teo berjalan pelan mendekati sang gadis yang tak lain adalah Eva. Sedangkan Eva saat ini tengah menerima telpon dari sang adik.
" Hallo dek ada apa, kok tumben telepon kakak"tanya Eva lembut kepada sang adik
" Kakak apa bisa kakak pulang,soalnya ibu mendadak sesak nafas" lapor Rini adik dari Eva
Denfan wajah panik Eva mencoba menelpon tetangga sebelah rumah mereka
" Hallo pakde bisa tolong Eva" ujar Eva
........
" Eva minta tolong antarin ibu kerumah sakit pakde, soalnya tadi Rini bilang ibu sesak nafas"
.......
" Terimakasih ya pakde, Eva akan nyusul kerumah sakit, sekarang mau izin dulu dengan bos Eva
.......
Setelah mendengar jawaban dari seberang telpon,Eva segera berjalan ingin mencari Azza sang bos. Namun siapa sangka, saat membalikan badan, ternyata sosok yang tadi sempat membuatnya baper, sedang berdiri dibelakangnya.
__ADS_1
Tanpa disangka sosok itu langsung menariknya. Entah kenapa saat tangannya dipegang pria itu,membuat jantung Eva berdetak dengan cepat, tapi Eva kembali pada ingatannya dan mulai berontak dalam tarikan Teo.
" Eh... om mau bawa saya mau dibawa kemana,saya mau cari nona Azza"
Teo memberhentikan langkahnya sebentar.
" Bukannya kamu mau kerumah sakit, saya antar biar lebih cepat, dari pada harus menunggu taxi ,dan soal nona Azza nanti saya yang akan memberitahunya" ujar Teo dan kembali menarik tangan sedangkan Eva hanya bisa mengikuti langkah Teo.
Tak memerlukan waktu lama akhirnya, mobil yang dikendarai Teo sudah tiba didepan rumah sakit,tempat dimana Ibu Eva dibawa. Sampai didepan UGD, Eva melihat sang adik bersama tetangga sebelah rumahnya Pakde Muji dan Bude Tutik. Eva segera mendekat kearah sang adik dan memeluknya.
Sedangkan Teo yang sedari tadi mengikuti Eva,begitu terharu melihat pemandangan dihadapannya.
" Dek... kok ibu bisa sesak nafas kenapa, tadi saat kakak pergi ibu terlihat baik-baik saja" tanya Eva pada Rini sang adik
" Adek nggak tau Kak,tadi adek kaget saat dengar ada yang jatuh, sekali adik lihat ternyata ibu yang mengeluh sesak didadanya" ujar Rini menjelaskan
Tak lama dokter yang menangani sang ibu datang, dan menjelaskan bahwa ibunya mengalami masalah pada jantungnya.
" Untuk malam ini ibu anda harus dirawat terlebih dahulu,agar besok dilakukan pemeriksaan menyeluruh" ujar sang dokter
Eva hanya bisa menganhhukan kepalanya. Tak lama berangkar sang ibu dibawa, namun yang membuat Eva heran, kenapa sang ibu dibawa, kearah kamar VIP. Eva mencoba bertanya kepada salah satu perawat yang membawa brankar ibunya
" Maaf sus kok ibu dimasukan keruangan VIP, sedangkan saya belum kebagian Administrasi? " tanya Eva
" Maaf nona kami hanya menjalankan tugas anda bisa menanyakan hal ini kebagian administrasi" ujar sang suter
Eva hanya mengikuti langkah suster membawa sang ibu, begitu juga Rini. Sedangkan Pakde Muji dan Bude Tutik sudah pulang terlebih dahulu.
Kalau ditanya kemana Teo.Setelah memastikan ibu Eva mendapatkan perawatan terbaik, dan melunasi semua biaya perawatannya, Teo meninggalkan rumah sakit tersebut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aduh om Teo ada apa ini ya, apa bener om Teo suka sama Eva, yang penasaran ayo ikuti ters kisah bunda ya yang sudah mengikuti jangan lupa like n komen ya.
__ADS_1