
Mila menghela nafas saat Azza keluar dari kamarnya. Ternyata gadis kecil yang harus kehilangan sosok seorang ayah sejak usia balita, kini sudah menjadi sosok gadis cantik, mandiri dan tangguh. Mila bukan tak paham dengan apa yang di rasakan setiap anaknya. Termasuk Azza. Mila tau di merindukan sosok seorang ayah, namun dia tak pernah menuntut kepada Mila. Azza mendewasakan diri. Apalagi saat Azza pertama Kali meminta izin padanya untuk membuka Kafe. Mila tau itu adalah bagian dari pengalihan dirinya.
Mila tau itu semua, namun Mila berpura-pura tak mengerti.
" Mas... apa aku harus menunggu lebih lama lagi, karena aku lihat dia belum kokoh,dia masih goyah, dia belum siap" gumam Mila sambil melihat foto yang terpajang di nakas samping tempat tidur.
Sedangkan di dalam kamarnya Azza masuk kedalam kamar mandi. 15 menit Azza membersihkan diri, setelahnya dia bersiap untuk sarapan, karena tadi sang bunda bilang telah menyiapkan sarapan untuknya.
Sampai dilantai bawah Azza melihat AL sedang bermain dengan bi Siti.
" Hai... gantengnya Tante sedang apa? tanya Azza pada AL
" Main Lego Tante" jawab AL
Di usianya yang baru 3 tahun bahasa AL sudah cukup jelas dan mudah di mengerti. Tak lama Azizah datang dengan menggendong baby Alisa. Dan mendekat ke arah Azza, Al dan Bu Siti, disusul Ibra dibelakangnya.
" Hai...princesnya Tante sudah wangi ya aduh cantiknya" ujar Azza gemes dan sedikit mencubit pipi gembul Alisadan membuat baby Alisa menangis.
" Ih... Adek kenapa anak Abang di buat nangis sih" ujar Ibra gemas dan balik mencubit pipi Azza
AL yang melihat sang papa mencubit ,Azza Tante cantik kesayangannya, segera berdiri di antara Ibra dan Azza sambil berdecak pinggang.
" Papa...nggak boleh tubit Tante Tantik AL" ujar AL galak
Dan semua orang yang ada di sana tertawa melihat tingkah lucu baby tampan itu. Mila yang mendengar gemas dan menggendong sang cucu.
__ADS_1
"Sayang nggak boleh galak-galak sama papa, kalau papa nakal sama Tante Azza, AL harus bisa bicara baik-baik ok" ujar Mila menasehati
" Ok Oma" ujar AL lucu
Azza yang mendapat pembelaan dari AL segera menggendong dan mencium baby gembul itu sampai tergelak.
* * * * * * * * * * * * *
Sedangkan di apartemen nya, Zyan saat ini sedang berbaring di ranjang king size miliknya. Tiga hari... hanya tiga hari yang dipinta Azza, namun bagi Zyan itu sangat lama. Namun Zyan harus bersabar dia juga harus menghormati permintaan Azza, karena Azza ingin meminta jawaban kepada pemiliknya.
" Aku berharap Allah melancarkan segala urusanku dan Azza menerima pinangan ku" gumam
Tak lama ponselnya berbunyi, ternyata telpon dari sang mama yang menanyakan keadaanya. Selama 30 menit mereka saling bicara, Zyan juga menceritakan tentang dirinya yang melamar Azza di taman yang mendapatkan Omelan dari sang mama.
" Zyan ... kamu ini bagaimana mau diterima lah kamu melamar dia sambil lari pagi, di mana-mana melamar cewek itu tempat yang romantis dengan viuw yang romantis" omel sang mama
Setelah puas bercerita Zyan akhirnya mereka mengakhiri pembicaraanya. Zyan segera membersihkan diri. Setelah selesai Zyan memutuskan untuk sarapan,dengan makanan yang tadi sudah dia pesan terlebih dahulu.
Selesai sarapan, Zyan bersiap- siap untuk pergi bersama Heru, untuk mempersiapkan sesuatu yang istimewa untuk Azza. Karena tak lama lagi Azza akan melaksanakan wisuda yang bertepatan dengan hari lahirnya,dan juga hari dimana Azza memberi jawaban atas lamarannya.
Sedangkan Ibra, Izar dan Nai mereka juga menyiapkan kejutan untuk sang adik. Mereka akan memberikan sesuatu yang istimewa untuk Azza. Itulah mereka, masih selalu saja menganggap Azza masih adik kecil mereka.
Saat ini Ibra, dan Izar sedang berada di kediaman Nai dan Rayyan. Namun saat sedang menyiapkan kejutan ulang tahun Azza, Ibra mendapatkan telpon dari Zyan dan bertanya di mana dirinya. Ibra menyebutkan di mana dia saat itu. Tak memerlukan waktu lama akhirnya mobil yang dikendarai Heru tiba di kediaman Rayyan.
Setelah dipersilahkan masuk, Zyan segera bergabung bersama ke empat orang berada di sana. Saat mereka akan kembali mendiskusikan pesta kejutan untuk Azza. Tiba -tiba Zyan menyela, dan menceritakan semuanya,dan ke empat orang yang berada disana begitu terkejut. Karena selama ini yang mereka tau sang adik tidak pernah dekat dengan pria mana pun.
__ADS_1
Namun akhirnya mereka semua menyetujui usulan dari Zyan.Dan mereka menyusun rencana agar Azza tak curiga. Mereka juga akan memberi tahu sang bunda saat mereka sampai dirumah nanti.
* * * * * * * * * * * * * * *
Hari yang di tunggu-tunggu tiba. Pagi ini Azza sudah terlihat cantik dengan kebaya modern dan makeup natural yang di aplikasikan di wajahnya, juga Tiara di kepalanya. Begitu juga para saudaranya, juga Eva sahabatnya.
Azza mengenakan kebaya warna dusty pink, sedangkan Mila, Azizah,Renata, dan Eva mengenakan kebaya berwarna biru laut, begitu juga dengan 3 baby cantik Lea, Alisa dan Aurel. Sedangkan Ibra, Izar, Rayyan dan Teo mengenakan Batik yang sama dengan Zyan dan juga kedua bayi tampan AL dan Aras.
Zyan membawakan buket bunga dan juga buket cokelat, dan boneka. Sedangkan ke tiga saudaranya membawa buket bunga, buket uang dan buket cokelat. Dan sahabatnya Eva memberinya buket bunga dan boneka.
Acara wisuda berlangsung dengan Azza mendapatkan nilai cumlaude. Semua memberi selamat dan berlanjut makan siang bersama, di restoran terkenal di kota itu. Selesai makan siang mereka pulang ke rumah. Mereka beristirahat sejenak sebelum nanti malam akan merayakan ulang tahun Azza.
Azza sebenarnya hari ini cukup bersedih, karena mereka semua melupakan ulang tahunnya. Namun Azza menyimpan rasa itu sendirian. Tepat jam 3 sore Azza pamit sebentar kepada Mila, dan berjanji sebelum Maghrib akan pulang. Mila mengizinkan, dan tanpa sepengetahuan Azza, ada yang menjaganya dari jarak yang tak Azza ketahui.
Dan disinilah Azza, di sebuah makam yang sudah lama tak dia kunjungi. Dan dimakan tersebut Azza melihat ada bunga lili segar yang terletak dibagi nisan. Dan Azza tau siapa yang meletakkannya, dia adalah sang bunda.
" Assalamualaikum ayah... Maaf ya Azza baru kemari lagi" gumam Azza sambil mengelus batu Nisan bertuliskan SADEWA NUGRAHA.
" Ayah... hari ini Azza sudah menyelesaikan pendidikan Azza dan Ayah tau Azza mendapatkan pridikat Cumlaude. Ayah bangga nggak sama Azza. Tapi Azza juga sedih yah, karena hari ini nggak ada yang ingat hari ulang tahun Azza" gumam Azzah sedih
" Tapi malam ini Azza juga sudah berjanji kepada seorang pria, menjawab lamaran yang dia berikan 3 hari yang lalu, Azza sudah meminta kepada pemilik dan insya Allah Azza sudah mendapatkan jawabannya" gumam Azza bercerita kepada sang ayah
Ayah yang belum terlalu diingat wajahnya, ayah yang belum terlalu lama mendapatkan kasih sayangnya darinya. Ayah yang hanya bisa dia lihat gambarnya. Ayah yang selalu dirindukannya.
Bersambung.....
__ADS_1
Aduh apa ya jawaban Azza untuk Zyan ikutin terus ya kisah Azza dan Zyan.