Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Satu minggu sudah Mila dirawat di Rumah Sakit, dan hari ini Mila diizinkan pulang dengan catatan harus rutin kontrol , karena melihat dari Faktor usia Mila. Dan Mila juga diminta untuk mengatur pola makan, juga hindari stres.


Ibra dan Azza membantu sang bunda, membereskan barang-barang Mila selama dirawat dirumah sakit.Setelah selesai mereka segera pulang kerumah.


Hari-hari berlalu kondisi Mila sudah lebih baik, dia mengikuti saran Dokter. Hari ini Mila menemani kedua menantunya untuk imunisasi AL dan Lea.


" Bunda jadi kerumah sakit bersama kita? " tanya Azizah


" Jadi dong nanti juga bunda mau ajak cucu-cucu bunda buat main ke mall" jawab Mila


" Rena juga mau membeli sesuatu di mall nanti" tambah Renata


Sedangkan Nai hari ini bersama Azza, pergi menemui klien yang akan memakai Kafe Azza untuk acara pertunangan sekaligus meminta Nai membuat baju untuk acara pertunangannya.


Nai dan Azza sudah berada di Restoran X.Mereka menunggu kedatangan klien mereka. Namun saat mereka sedang menunggu, mata Azza melihat sosok yang sangat dia kenal, tapi dengan tampilan yang berbeda, tidak seperti saat dia menjadi sopir sang kakak.


" Kak.... Kak Nai" panggil Azza sambil menggoyangkan tangan sang kakak


" Ada apa dek kok kayak orang ngelihat hantu aja" tanya Nai yang belum melihat kearah orang itu.


" Ih kak Nai... Itu lihat bukannya itu mas Rayyan supir kakak dulu? " tanya Azza


Nai bergerak memutar kepala melihat arah tunjuk Azza, dan apa yang dikatakan oleh Azza adalah benar.


"Tapi kenapa dia menggunakan pakaian lengkap dan dengan harga Nai tau itu mahal" gumam Nai


Sedangkan orang yang sedang diperhatikan tak sengaja melihat kearah Nai, betapa terkejutnya dia, wanita yang selalu ada di fikirannya, yang selalu ada dihatinya. Saat ini ada didepan matanya.


" Mas Rayyan... ih... Mas Rayyan" rengek seorang wanita yang datang bersama Rayyan, dia adalah Clara


Hari inu Rayyan memang sengaja bertemu dengan Clara dalam rangka urusan bisnis. Namun siapa sangka hal itu membuat hati seorang gadis berdenyut nyeri, saat melihat lelaki yang selama ini selalu membuat dia merindu, selalu membuat dia tersenyum, saat ini berubah menjadi orang lain dan juga dia sedang bersama seorang wanita, yang sepertinya begitu akrab.

__ADS_1


Nai segera membuang muka, dan menghapus air mata disudut matanya. Tak lama klien yang mereka tunggu datang juga. Satu setengah jam akhirnya mereka telah selesai. Nai memutuskan kembali ke butik dan Azza memutuskan untuk kembali kekafe.


Azza yang sudah selesai melaksanakan ujian akhir saat ini fokus pada kafenya. Sebelum dia masuk kuliah.


Sedangkan Ibra hari ini sangat sibuk berkutat dengan banyak berkas, namun dia tetap menyempatkan untuk menghubungi sang istri bertanya tentang sang anak.


Ditempat yang berbeda tepatnya disebuah mall. Mila, Azizah dan Renata membawa serta AL dan Lea kemall.


"Bun nanti kita ketoko pakaian pria ya" pinta Renata


" Kamu mau beli apa Ren? " tanya Azizah


" Mas Izar minta belikan Kemeja mba" jawab Renata


Azizah hanya menganggukkan kepalanya, tanda mengerti. Mila Azizah dan Renata berjalan sambil mendorong kereta bayi menuju stand pakaian pria.


Rena memilih 3 kemeja buat sang suami, begitu pun dengan Azizah yang sebenarnya tidak ingin membeli, akhirnya ikut membeli setelah melihat 2 kemeja yang cocok untuk sang suami.


Setelah dari stand pakaian pria mereka menuju stand pakaian baby. Karena Aziza ingin memblikan baby AL beberapa pakaian, karena pertumbuhan baby AL sangat cepat, jadi, Azizah harus menambah ukuran baju untuk baby AL.


Mila mendekat kearah Renata " Sayang baby Lea akan cepat besar, jadi nggak perlu banyak-banyak" tegur Mila lembut


Renata yang melihat keranjang belanjaannya begitu terkejut,bagaimana tidak keranjangnya hampir penuh dengan pakaian baby Lea. Dengan memasang wajah tanpa dosa Renata meletakkan kembali pakaian yang tidak jadi dibelinya. Hanya beberapa saja yang Rena rasa sudah tidak bisa dipakai Lea.


Setelah selesai belanja pakaian, kini mereka menuju ke supermarket yang ada di mall tersebut, karena tadi bi Asih menitipkan catatan keperluan dapur yang sudah habis.


Menikmati waktu berbelanja selama 2 jam akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Tapi sebelumnya mereka mampir ke restoran yang ada di mall untuk makan siang.


Sedangkan Nai yang kembali ke butik. Kini tengah merasa sedih, Nai tau dia tidak pantas untuk sedih, karena dia dan Rayyan tidak ada hubungan apapun.Namun entah kenapa dadanya begitu nyeri melihat kebersamaan Rayyan dan Clara dan Nai pun bertanya kenapa Rayyan selama ini berbohong.


Sedangkan Rayyan tak jauh beda dengan Nai. Saat ini dia bingung bagaimana caranya menjelaskan kepada Nai, tentang yang sebenarnya terjadi dan alasan dia selama ini menjadi sopir pribadi Nai.

__ADS_1


Namun Rayyan takut, jika Nai tau alasannya pasti dia akan membenci Rayya. Rayyan mengacak rambutnya. Rayyan pun bisa melihat kesedihan dimata Nai, saat tak sengaja dia melihat Clara menggenggam tangannya.


" Teo apa yang harus aku lakukan, pasti Nai salah paham" tanya Rayyan pada Teo


Teo hanya bisa diam, dia tau bagaimana Rayyan mencintai Nai dalam diam.


Bos sebaiknya menemui Nona Nai dan bicara semuanya dan ungkapkan perasaan yang bos rasakan. Walau keputusan ada ditangan Nona Nai setidaknya tuan sudah berkata sebenarnya, sebelum Nona Nai tau dari orang lain yang membuat nya membenci tuan"saran Teo yang membuat Rayyan berfikir keras.


Hari sudah beranjak sore, tapi seorang Gadis masih asik dengan desain yang dia buat. Juli yang selalu setia menemani Nai begitu heran kenapa nonanya terlihat murung.


" Nona Nai kenapa? " tanya Juli yang akhirnya


Nai menghela nafas dan memandang Juli. "Jul apa kamu ingat dengan mas Rayyan? " tanya Nai


Juli mengerutkan dahi terlihat berfikir dan tersenyum setelahnya


" Ya... ingat dong Non diakan sopir tampan Nona Nai dulu" jelas Juli " Memang kenapa Non? " tanya Juli penasaran


" Dia membohongi aku Jul, ternyata dia seorang pengusaha" ujar Nai yang membuat Juli terkejut


" Memang Non tau dari mana? " tanya Juli lagi


" Aku tadi tak sengaja melihatnya, saat aku san Azza menemui klien direstoran X dan dia memakai pakaian dengan bren ternama dan limeted edition." jelas Nai


Juli begitu terkejut namun bertanya-tanya. "Kenapa dia mau menjadi supir nona kalau dia seorang pengusaha?" tanya Juli


Itu yang dari tadi Nai fikirkan, apa tujuan Rayyan menjadi supir pribadinya.


"Ya sudah Jul.... Kita pulang sekarang"ujar Nai setelah melihat jam didinding


Dalam perjalanan pulang,Nai masih terus memikirkan apa yang terjadi.

__ADS_1


\=\=\=\= \= \=\=\=\=\=\=!\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ayo dukung selalu cerita bunda bantu like n komen ya. Bagi yang ingin melihat Visual pemeran di Novel bunda, bisa dilihat di IG bunda, @baim.abi Terima kasih


__ADS_2