Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Ditempat yang berbeda seorang wanita sedang mengamuk, dia menghancurkan semua yang ada dihadapannya.


Arrgh


"Sial... Kenapa kamu menikah dengan Izar, kamu menolakku, tapi menikahi gadis lain, apa sih hebatnya gadis itu, aku lebih bisa memuaskan kamu dari pada dia" teriak siska didalam kamar apartemennya.


Tadi saat siska bertemu dengan teman-temannya, mereka menceritakan tentang pernikahan megah Izar dan Renata.Mereka bertanya kenapa Siska tidak datang di acara tersebut.


"Sis, kamu nggak datang di acara pernikahan Izar? " tanya Nopa sahabat Siska


"Eh... Sis bukannya kemarin Izar pacaran sama kamu, kok nikahnya dengan yang lain? " tanya Noni


"Iya... Sis memang kapan kalian putusnya? " tanya elsa


Siska hanya menanggapi dengan senyum, karena dia juga ga baru tau kalau Izar telah menikah.Namun yang membuat Siska marah adalah perkataan Lena.


"Wajar aja Izar milih Rebata, secara dia cantik baik dari keluarga terhormat, nggak matre terutama masih perawan" celetuk Lena


"Eh. ...apa maksud lo ngomong kayak gitu" tanya Siska geram


"Kan emang begitu, elo itu cuma manfaati Izar selama ini"tantang Lena


"Sudah.... Sudah kok kalian malah berantem sih"ujar Tiwi


Siska yang marah meninggalkan teman-temannya dikafe tempat mereka berkumpul


"Sial Lo Len... lihat aja bentar lagi elo akan menyesal, karena menghina gue nanti kalau Izar udah menikahi gue" gumam Siska petcaya diri


Izar memang tidak mengundang Siska karena bagi Izar, Siska hanya masa lalunya tak perlu diingat. Masa depannya bersama Renata.


"Akan aku buat kamu meninggalkan perempuan itu Zar, kamu hanya boleh bersamaku, hanya aku yang berhak menjadi nyonya Izar"monolog Siska dengan seringai diwajahnya.


Entah apa yang Siska rencanakan, hanya dia yang tau. Sedangkan sepasang pengantin sedang menikmati bulan madu mereka, mereka memilih Labuan Bajo untuk desinaty bulan madu mereka, dan itu adalah hadiah pernikahan dari Fatma dan Gio.


Izar dan Renata belum memutuskan dimana mereka akan tinggal,setelah menikah. Namun Mila dan orang tua Renata, membiarka. mereka yang memilih.Karena bagi mereka dimana pun mereka akan tinggal, yang penting mereka selalu bahagia.


Dulu saat Ibra menikah pun Mila yang mengikuti keputusan Ibra. Dan Ibra memutuskan untuk tinggal bersamanya,karena itu permintaan Azizah.


Hari-hari berlalu, Siska masih mencari cara untuk mendapatkan Izar. Karena bagi Siska Izar adalah tambang emas. Dulu saat Izar memutuskan berpisah dengannya, Siska menyesal karena kehilangan tambang emasnya.

__ADS_1


Karena saat berpacaran dengan Izar,Siska tidak pernah pusing dengan yang namanya uang. Izar selalu memenuhi kebutuhan Siska, karena yang Izar tau kalau siska adalah seorang anak yatim yang harus menjadi tulang punggung keluarganya. Padahal itu hanya akal-akalan Siska untuk menjerat mangsanya.


Dan ditempat yang berbeda, Romi sangat sibuk dengan persiapan lamaran Gisel. Walau pun Mila membantunya, namun Romi tak mau lepas tangan. Ya... Romi meminta Mila, Fatma dan Gio menjadi wakilnya. Karena Romi hanya sebatang kara. Mila, Fatma dan Gio sangat senang membantunya, karena mereka sudah menganggap Romi adalah keluarga.


"Sayang.... Nanti setelah Lamaran resmi kita foto prewed ya, juga fitting baju karena takut nggak terkejar" ujar Romi disela-sela kesibukannya dikantor


"Gisel ikut mas Romi aja, tapi mas apa ini nggak terlalu berlebihan kan cuma lamaran, belum lagi nanti mas buat pestanya meriah kan sayang mas uangnya" ujar Gisel


Romi memang membuat pesta pernikahan yang begitu indah untuk Gisel, namun semua itu juga ada campur tangan Ibra. Ibra merasa Romi dan Gisel pantas mendapatkannya, karena selama ini Romi dan Gisel telah setia dan bekerja dengan sangat baik.


"Enggak sayang kamu berhak mendapatkannya"ujar Romi " Oh iya kemarin pegawai butik nona Nai sudah kirim seragam kerumah kan sayang? " tanya Romi


"Sudah mas kata ibu, bagus baget terima kasih"


"Iya sayang.... oh iya kamu sudah siapkan berkas untuk meeting pak Ibra? " tanya Romi


"Sudah mas.... dan ini bisa mas pelajari" ujar Gisel sambil memberikan map berisi berkas untuk metting


"Makasih ya sayang" ucap Romi sambil menfacak rambut Gisel dan membuat Gisel cemberut


"Ih.... mas kan rambut aku jadi kusut" ujar Gisel cemberut


Romi mentunggingkan senyum melihat calon istrinya merajuk. Romi menunggalkan ruangan Gisel dan memasuki ruangan Ibra, untuk mengajaknya keruangan meeting, karena meeting akan dimulai 5 menir lagi.


Saat ini Azizah sedang duduk diatas karpet yang ada diruang keluarga, disana juga ada Mila dan Fatma.


"Aduh... .cucu oma Fatma makin gemesin" ujar Fatma sambil menjawil pipi baby AL yang ada digendongan Fatma.Dan hal itu membuat AL tersenyun.


"Mila bantu aku dong buat cari calon mantu" ujah Fatma masih menjawil pipi AL


"Fat biarkan aja dulu nanti kalau ada pasti Galen sendiri yang mencari, nanti kalau kamu jodohi dan nggak cocok saat mereka sudah menikah, kamu yang akan menyesal" nasehat Mila


"Tapi Mil.... Ibra, Izar sudah menikah dan sekarang Romi aja udah mau lamaran dan tak lama menikah, sedangkan Galen jangankan menikah pacar aja nggak punya" keluh Fatma


Mila hanya menghela nafas,melihat kegalauan sahabat sekaligus kakak iparnya itu.Terkadang Mila juga bingung, Galen itu tampan, kaya, dan paket komplit,tapi kenapa belum punya pacar.


"Tante gimana kalau jodohkan Galen dengan Rury sahabat Rena dan Nai" usul Azizah


"Rury sekertaris Galen? " tanya Fatma

__ADS_1


Iya tante.... Rury itu gadis yang baik, kalau tante ragu tanya aja Renata dan Nai.


Fatma sempat berfikir dan akhirnya menyunggingkan senyum " Kamu benar Zah, tante pernah sekali bertemu dan yang heran disaat semua cewek ngejar-ngejar Galen tapi dia nggak malah cuek"


Tak lama Renata datang dan menyalami Mila, dan Fatma dan langsung menggendong baby AL. Ya...akhirnya Izar memilih untuk tinggal dirumah orang tua Renata, karena Renata anak satu-satunya, juga rumah Renata lenih dekat jika kerumah sakit dan Mila tidak keberatan, Namun sesekali Izar dan Renata menginap dirumah Mila.


"Kamu sama siapa Ren?" tanya Mila


"Rena bawa mobil sendiri bun, habis Rena rindu dengan si gembul juga Azza"jawab Renata


Tak lama bi Mina membawa minuman dan kue yang tadi Renata bawa.


"Bunda, tante, mba Zizah cicip ya kuenya enak apa enggak, soalnya Rena lagi nyoba resep baru"pinta Renata


Mila, Fatma dan Azizah mencicipi kue buata Renata. " Enak sayang kamu lihat dimana bunda pingin coba? "tanya Mila


"Iya enak Ren" jawab Fatma dan Azizah serempak


Renata yang mendengar pujian dari mereka,tersipu nggak menyangka kue buatannya disukai semua orang.


Saat sedang asik menikmati cemilan dari luar terdengar Azza mengucapkan salam dan dijawa oleh semua. Azza menyalami semua orang dan duduk disebelah Mila.


"Kenapa sayang kok n lemes begitu? " tanya Mila


"Azza capek banget ma... karena hari ini Azza piket" jawab Azza yang masih bergelayut manja di lengan sang ibu.


Azza telah menjelma menjadi gadi yang cantik dan saat ini duduk dibangku kelas 2 SMA.Namun sifat manjanya tidak petnah hilang.


"Itu apa bun? " tanya Azza


"Itu mba Rena ya buat" jawab Mila


"Wih enak mba"jawab Azza


Azza memang dekat dengan kedua kakak iparnya. Terkadang mereka menyempatkan diri untuk jalan berempat Azizah, Renata, Nai dan Azza.


Azza bukan gadis yang manja, dia hanya bersidat manja pada orang terdekat.Tapi sebenarnya Azza gadis yang mandiri, dia juga sudah mempunyai usaha sendiri.


Ya Azza membuka sebuah Kafe untuk tongkrongan anak muda. Letaknya tak jauh dari Kampus dan area perkantoran.Kafe tersebut dikelola oleh orang yang sudah Azza percayai.

__ADS_1


\=≠\=≠≠≠\=≠\=\=\=\=\=\=\=≠≠≠\=\=\=≠\=\=\=\=\=≠≠\=\=\=\=≠\=\=


Sampai disini dulu ya.. besok ceritanya kita lanjut ya jangan lupa liken komen ya terima kasih


__ADS_2