
Zyan begitu menjaga Azza, karena tak ingin terjadi sesuatu pada sang istri, juga anak yang Azza kandung. Apalagi Azza mudah lelah, karena bayi yang ada di perutnya ada dua. Sedangkan Azza bingung... entah apa yang dia rasakan semenjak Zyan berkata ingin ke luar kota. Begitu pula dengan Mila dan Sella. Namun mereka hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi apapun, saat Zyan keluar kota.
Sedangkan Toni begitu bahagia mendengar kabar Kalau, Zyan akan pergi keluar kota tanpa Heru. Karena Toni menganggap Heru pengganggu sama seperti Arya.
Hari ini adalah hari keberangkatan Zyan ke luar kota. Dan hari ini juga Azza sedari tadi memuntahkan semua makanan yang dia makan. Semua orang bingung, Izar sampai harus memasangkan infus kepada sang adik, karena Azza begitu lemah. Zyan bimbang apa yang harus dia pilih. Walau hatinya memilih Azza dan ke dua anaknya. Namun tanggung jawabnya, membuat dirinya harus pergi. Dan itu atas permintaan sang istri. Karena Azza tidak ingin suaminya, bingung untuk memilih.
Dangan berat hati Zyan harus pergi. Namun sebelumnya dia menitipkan Azza kepada semua keluarga. Karena entah kenapa Zyan merasa tak ingin berpisah dari sang istri juga kedua anaknya.
Flashback on
Tiga hari sebelum keberangkatan Zyan ke luar kota. Hari ini Zyan mampir ke kantor Ibra sang kakak ipar. Izar datang segera diantar keruangan Ibra. Dan saat ini Zyan dan Ibra sedang duduk di sofa ruang kerja Ibra.
" Bang Lusa aku harus berangkat ke luar kota, aku titip Azza dan juga mama ya bang, aku percayakan semua sama Abang, karena aku tau kalau Abang akan melindungi istri dan kedua anakku. Walaupun Sebenarnya aku berat bang ninggalin Azza" ujar Zyan pada Ibra
" Kamu ini pergi cuma satu Minggu aja lebai, tapi Abang akan tetap jaga Azza dan kedua anak kalian , kamu tenang aja" jawab Ibra
Setelah beberapa saat mereka mengobrol, Zyan Pamit untuk pulang. Saat Zyan berada di dalam mobil, Zyan meminta sopir untuk mampir ke rumah sang mama. Sampai di kediaman Sella. Pintu di buka oleh bi Nah. Zyan di persilahkan masuk, dan mencari Sella dan Arya ke taman samping rumah Sella. Zyan pun berbicara dengan kedua orang tuanya.
"Ayah... mama Zyan titip Azza dan kedua anak Zyan dulu ya, tapi jangan terlalu khawatir Zyan udah nitip Azza pada bang Ibra. Ayah jaga mama ya, jangan biarkan mama sedih karena mama lebih cantik kalau tersenyum" ujar Zyan kepada kedua orang tuanya
" Kamu ini selalu saja begitu, mama sama ayah akan selalu jaga cucu kami dong" jawab mama Sella sedangkan Arya sebenarnya, ada yang ingin dia tanyakan tapi rasanya mulutnya terkunci
Setelah berkunjung ke rumah ke dua orang tuanya, Zyan memutuskan untuk pulang ke rumah,karena Zyan sudah sangat merindukan sang istri juga kedua anak yang ada di kandungan Azza.
__ADS_1
Dan tepat malam sebelum keberangkatan Zyan ke luar kota. Zyan menemui sang mertua yang saat ini sedang duduk di taman.
" Bunda kok belum tidur?" tanya Zyan
" Bunda belum Ngantuk sayang, kamu kenapa belum tidur, Azza bagaimana apa sudah tidur?" tanya Mila
" Masih harus memeriksa beberapa dokumen sebelum Zy berangkat ma. Kalau Azza sudah tidur ma" jawab Zyan
" Maaf ma... apa Zyan boleh minta sesuatu?"tanya Zyan
Mila tersenyum lembut kepada sang menantu.
" Memang mau minta apa Zy" Tanya Mila
" Kamu nggak perlu meminta tolong, mama pasti akan menjaga anak dan cucu mama" jawab Mila
" Terimakasih ma, kalau begitu Zyan ke atas dulu ya ma... takut Azza bangun, mama juga istirahat, disini dingin" ujar Zyan pamit pada Mila
Flashback of
Setelah berpamitan kepada sang istri dan kedua anaknya yang ada didalam kandungan. Kini Zyan sudah berada didalam mobil, menuju kota B. Selama perjalanan, Zyan merasa hatinya tak tenang, karena apa? Zyan pun tak tau alasannya. Namun Zyan terus berdoa semoga sang istri dan juga kedua anaknya selalu dalam lindungan Allah.
Perjalanan panjang membuat mobil yang membawa Zyan harus beberapa kali beristirahat. Sedangkan di kediaman Mila, setelah kepergian Zyan, wajah Azza tampak mendung. Mual dan muntah yang hebat pun masih beberapa kali terjadi. Izar yang memang seorang dokter pun, selalu siaga untuk sang adik.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan selama 7 jam akhirnya Zyan sampai di kota yang di tuju. Zyan meminta sopir untuk langsung menuju hotel, yang sebelumnya sudah di pesan Heru. Sampai di hotel Zyan memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sebelum menghubungi sang istri. Setelah selesai Zyan segera menelpon sang istirahat, agar Azza menjadi tenang.
" Assalamualaikum sayang" ucap Zyan saat Azza mengangkat panggilannya
" Waallaikum salam mas, kamu sudah sampai?" tanya Azza
" Iya sang, mas baru sampai langsung dan membersihkan diri. Baru saat ini telpon kamu,baru satu hari mas sudah rindu kalian bertiga" jawab Zyan
Mereka mengobrol sampai pukul 12 Malam, dan Zyan meminta Azza untuk beristirahat,karena tak baik untuk ibu hamil. Setelah sang istri menutup panggilan darinya. Zyan pun merebahkan kepalanya, dan tak lama rasa kantuk pun menyerang. Akhirnya Zyan terlelap.
Pagi hari ini Zyan memutuskan untuk sarapan di kantor. Karena Zyan ingin segera melaksanakan tugasnya supaya dirinya cepat bisa bertemu dengan istri dan kedua anaknya.
Sedangkan Azza masih sama seperti kemarin. Mual dan muntah akan selalu membuat Azza lemas. Mereka semua sibuk, sampai lupa menanyakan kabar Zyan, namun sebelumnya Zyan lebih dulu menanyakan dimana Azza. Saat Zyan menelpon sebelum berangkat bekerja. Mereka semua berkata bahwa Azza baik-baik saja,atas permintaan Azza sendiri.
* * * * * * * *. * * * * * * * * * * *
Sudah dua hari Zyan berada di kota B. Namun hari ini karena kesibukannya Zyan belum sempat memberikan kabar kepada sang istri. Sedangkan di tempat yang sama,anak buah Toni masih melihat situasi untuk menjalankan tugas mereka.
Hari ini Zyan banyak tugas, dan terpaksa Zyan harus lembur. Dan hari ini juga Zyan terpaksa harus mengendarai mobil karena supir,yang bertugas sedang kesal. Zyan menjalani hari ini dengan tumpukan kertas diatas meja.
Saat ini rasanya Zyan ingin menghilang,karena begitu banyak data yang salah. Dan banyak juga kerja sama yang di batalkan . Dan itulah membuat aku lelah dan membutuhkan Azza saat ini.
Tepat pukul 7 Zyan mengambil, barang yang sedang di. lelah. Setelah selesai bis yang mengantar Mila segera pergi. Alhasi sampai pukul 9 malam.
__ADS_1