
Diruang perawatan Mila, saat ini tengah berkumpul semua orang, kecuali Nai yang sedang ada tugas,serta Ibra dan Azizah yang sedang berbulan madu.Mila melarang mereka semua,agar mereka tidak menghubungi Ibra.Namun tanpa Mila tau, orang- orang suruhan Ibra sudah melaporkan keadaan Mila kepada Ibra.Dan hal itu membuat pasangan yang baru sampai, untuk berbulan madu menjadi khawatir.
"Mas... kita pulang saja yuk, kasihan bunda mas" rengek Azizah kepada Ibra
Tadi saat Ibra mendapatkan telpon dari anak buahnya,Azizah tak sengaja mendengar,yang saat itu sedang mengambil baju didalam koper.Alhasil Azizah meminta Ibra untuk pulang.Namun Ibra memutuskan,untuk menghubungi Izar terlebih dahulu, untuk menanyakan keadaan sang bunda.Setelah mendengar bahwa kabar sang bunda baik- baik saja, Ibra dan Azizah sedikit lega, dan tak jadi pulang.Namun mereka memutuskan mempercepat bulan madunya, yang dijadwalkan 10 hari menjadi 1 minggu.
Sedangkan di Indonesia,tepatnya dirumah sakit tempat Mila dirawat ,mereka sedang berkumpul.Melihat keadaan Mila, yang tampak lebih segar dari sebelumnya.
" Bagaimana keadaan kamu Mil?"Tanya Gio dan Fatma saat mereka audah masuk keruang rawat Mila
"Alhamdulillah.... sudah mendingan bang, Fat" jawab Mila semua mata tertuju kepada Izar sebagai seorang Dokter.
"Iya.... Om, Tante insyallah besok sore, bunda sudah bisa pulang, asalkan bunda janji harus istirahat dan jangan banyak fikiran" jawab Izar pada Om dan tantenya.
Ya... Saat ini Mila sudah jarang mengecek toko dan butiknya karena semua sudah dihandel Nai.Karena Nai yang mempunyai hobi Mendesain dan juga kuliah jurusan desain,membuatnya memutuskan menggantikan Mila mengurus toko dan butik.
Hanya sesekali saja Mila pergi untuk mengecek,kesana.Namun entah kenapa hari ini, Mila merasa begitu lemah apalagi setelah mengunjung malam sang suami, dan mendengar curhatan Azza.
Saat sedang asik mengobrol, tiba- tiba pintu ruangan Mila terbuka,menampilkan Nai dan seorang gadis cantik bersamanya.Dia adalah Renata.Hari ini memang Nai sedang bersama Renata,untuk mengerjakan tugas kuliah.Dan saat Nai ingin kerumah sakit, Renata memilih ikut sekalian menjenguk Rury dan Dea.
Sampai diruangan bunda Nai, Rena tidak menyangka akan bertemu Dokter kulkas, yang selalu membuat moodnya jelek,.Namun membuatnya rindu belakangan ini.Namun beda dengan Renata,sedari tadi pandangan Izar tak lepas dari gadis cantik itu.Dan hal itu dilihat oleh Galen.Galen menyikut perut Izar.
"Zar, kalau kamu nggak mau buat aku aja, kamu tau kan mama sibuk meminta menantu"Ujar Galen tanpa dosa
Izar yang mendengar ucapan Galen, seketika menoleh kearahnya dengan tatapan tajam.Dan hal itu membuat Galen tertawa, dan menjadi perhatian orang- orang dalam ruangan itu.
"Galen kamu kenapa, tidak ada angin tidak ada hujan ketawa sendiri" tanya Fatma pada anak bungsunya itu
__ADS_1
"Enggak ma,.. cuma lucu aja lihat vidio di hp" ujar Galen berbohong,karena melihat tatapan tajam Izar
"Kamu ini ada- ada saja, memang Vidio apa yang membuatkamu tertawa begitu" tanya Fatma penuh selidik
"Engga Ma... Galenkan masih polos" ujar Galen memasang wajah imut.Membuat semua orang tertawa.Namun berbeda dengan Izar, sangat kesal kepada temannya ini.
"Idih... Gitu aja marah, kalau memang suka ya bilang, jangan sampe ada yang ambil ntar nyesel,terus nangis guling- guling" tambah Galen masih dengan wajah tak berdosa
Izar yang malas mendengar ucehan Galen, segera pamit, karena masih harus Visit pasien.Sedangkan Renata sebenarnya, dari tadi curi-curi pandang kearah Izar.Namun harus kecewa,karena Izar harus dinas.
Ya...Semenjak Renata melihat Izar yang begitu perhatian dengan keluarga Rury, dan memberikan keringanan biaya,yang diharapkan keluarga Rury.Membuat Renata kagum melihatnya, Izar yang dingin seperti kulkas, Bisa menghangat dengan orang- orang tertentu.Padahal saat itu, keluarga Renata mau menanggung semua biaya pengobatan Rury dan Dea, namun orang tua mereka menolak dengan alasan ini hanya musibah.Alhasil keluarga Renata hanya menanggung biaya operasi Rury.Sedangkan biaya perawatan Dea Dan Rury, ditanggung oleh keluarga Rury dan mendapatkan keringanan dari Izar.
Siapa yang tak kenal Izar, pemilik Rumah Sakit, dan Adik seorang CEO PT.NUGRAHA.Membuat mereka sangat menyegani sosok Izar,walau usianya masih sangat mudah.
Setelah selesai Visit, Izar segera masuk kedalam ruang kerjanya,sambil memandang ponselnya,menatap Foto seorang wanita cantik,yang sedang berkujung keruang rapat sang bunda.
Siska mantan pacar Izar tidak henti-hentinya, mengganggunya.Bagaimana tidak hari ini saja sudah ratusan chat, yang dikirimnya hanya untuk menolak, karena diputuskan sepihak oleh Izar.Galen yang membaca chat,itu dibuat geleng- geleng kepala.
"Biarin aja Len paling nanti diam sendiri,kalau dicuekin"
"Aduh...duh memeng dasar cewek gila, Masak dia ancam Lo, kalau Lo nggak mau balik ke dia, dia akan bilang ke orang- orang kalau Lo udah nipu dia" Lanjut Galen emosi melihat chat dari Siska
Izar hanya diam tanpa menggubris perkataan Galen.Izar masih asik dengan berkas- berkas dihadapannya.Termasuk data- data pasien.
Namun saat sedang sibuk tiba- tiba pintu ruangannya diketuk oleh seseorang.Seseorang masuk setelah mendapatkan izin dari Izar, yang ternyata staf rumah sakit.
"Maaf pak dibawah ada seorang wanita yang sedang mencari bapak, katanya dia kekasih bapak" jelas staf tersebut
__ADS_1
"Namanya siapa pak" tanya Galen memastikan
"Kalau nggak salah,namanya mba Siska pak" jawab staf tersebut
Galen dan Izar saling pandang."Suruh dia masuk" jawab Galen sebelum Izar yang menjawab
"Baik pak "
Tak lama setelah staf tersebut pergi, pintu ruangan Izar tiba- tiba, terbuka.Siapa lagi pelakunya kalau bukan Siska.
"Sayang.... kamu aku chat kok nggak dibalas" ujar Siska manja dan ingin memeluk Izar
Galen yang melihat senyum- senyum sendiri.
Izar mendorong agar Siska menjauh.Tanpa basa- basi bertanya apa tujuan Siska datang.
"Mau apa lagi kamu temui aku, kita sudah nggak ada hubungan apa- apa lagi" ujar Izar dingin
"Aku nggak mau putus sama kamu, aku kan sayang banget sama kamu" ujar siska menampilkan wajah sedihnya.Dan membuat Galen membatin
" Sayanglah tambang emas" ujar Galen dalam hati
Galen masih memperhatikan sikap Siska yang seperti ulet keket.Sebenarnya Galen cukup risih dengan pakaian yang dipakai Siska.Begitu pun Izar, yang sejak tadi merasa kesal sekali dengan sikap Sika yang tidak tau diri.
Sejak saat Izar tau kebusukan Siska,yang telah selingkuh dibelakangnya,membuat Izar begitu membecinya.Ditambah lagi saat Izar tau apa yang diinginkan Siska.Siska hanya menganggapnya ATM berjalan.
"Aku sudah mutusin kamu Sis, jadi aku harap kamu pergi dari sini,aku sedang banyak urusan" usir Izar yang membuat Siska kesal, namun dia menyembunyikannya
__ADS_1
" Kamu lihat saja Izar, akan ku buat kamu bertekuk lutut dihadapanku, dan saat itu, semua aset kamu akan aku ambi" ujar Siska dengan senyum sinis
////////////////*****///////////////*********÷/////////// Sampai disini dulu ya bunda masih kurang sehat.berikan like dan komen ya.Biar bunda semangat nulisnya.