
Azan subuh berkumandang yang terdengar dari ponsel, Mila bangun dengan tubuh yang remuk, karena ulah suaminya semalam, dan dia pun baru tidur beberapa jam
Dia bangun melihat disisinya, ada seorang pria tampan yang mau menerima dia dan anak- anaknya, Mila segera berdiri membersihkan diri dan membangunkan Dewa agar segera mandi dan solat bersama
" Mas bangun mandi dan solat bareng yuk
"Tak lama Dewa bangun dan segera masuk kekamar mandi dan segera mandi
Mila sudah menyiapkan sajadah dan baju solat Dewa, dia pun sudah mengenakan mukenah, setelah selesai mandi Dewa segera keluar, berpakaian dan solat berjamaah bersama sang istri
Selesai solat Mila mencium tangan suaminya dan Dewa mencium istrinya, setelah selesai Dewa kembali mengajak Mila olahraga pagi dan Mila tak dapat menolak
Entah sudah jam berapa saat terbangun merasakan perutnya lapar, dan melihat kearah jam ternyata sudah hampir jam makan siang, aku bergegas membersihkan diri,
Setelah selesai aku keluar dari kamar mandi, dan mengganti pakaianku dan segera membangunkan mas Dewa, karena aku sudah sangat lapar, karena kami sudah melewatkan sarapan pagi
" Mas bangun sudah siang aku sudah lapar mas"
Mas Dewa menggeliat dan memeluk tubuhku, aku masih berusaha membangunkan mas Dewa, karena aku sudah sangat lapar dan aku juga rindu anak- anak, apalagi dede Nai
"Sebentar sayang mas masih ingin peluk kamu"
"Tapi aku lapar mas, dan juga aku mau lihat anak-anak, apa mas nggak lapar?"
Mas Dewa segera membuka matanya,
" Baiklah, tapi morning kiss dulu" mas Dewa memajukan bibirnya
" Apaan sih mas, sekarang mas lihat dulu jam berapa ini" aku memutar kepala mas Dewa menghadap jam
Dengan malas mas Dewa berdiri dari tempat tidur menuju kekamar mandi tapi CUP, sempat- sempatnya mas Dewa mencium bibirku, dan langsung berlari kekamar mandi, aku hanya bisa geleng- geleng kepala
Aku segera merapikan tempat tidur, menyiapkan pakaian mas Dewa dan membereskan barang- barang kami,karena selesai makan kami akan kembali kerumah
Ya, kami akan kembali kerumah mas Dewa, karena dia yang meminta kami tinggal disana, mas Dewa keluar kamar mandi menggunakan handuk, dan segera memakai pakaian yang aku siapkan
Setelahnya kami segera turun untuk sarapan walau terlambat, selesai sarapan aku mencari anak- anak, sedang mas Dewa menemui asistennya menanyakan pekerjaan
__ADS_1
Aku melihat anak- anak ada dikamar bersama baby sisternya,sedang Fatma dan keluarga mas Dewa sudah pulang selesai sarapan tadi
" Siti apa barang- barang sudah disiapkan, kita akan pulang sebentar lagi"
" Sudah bu tadi siti dibantu bi Mina dan bi Asih membereskannya"
Ya setelah ini bi Asih akan ikut pindah bersamaku, pertama dia menolak katanya kalau nggak kerja mau pulang kampung saja, tapi mas Dewa bilang bi Asih ikut saja biar bi Mina ada temennya
Siang hari kami semua sudah siap mau pulang kerumah, aku,mas Dewa satu mobil sedangkan anak- anak juga suster dan bibi satu mobil karena mereka nggak mau ikut mobil kami
30 menit perjalanan kami sampai dirumah mas Dewa, bi Mina dan bi Asih membawa semua barang- barang masuk dibantu Siti sedang Nai digendong oleh mas Dewa
Kamar anak- anak ada dilantai dua bersisian dengan kamar kami, kamar anak- anak sudah disulap dengan indah oleh mas Dewa begitu juga kamar Nai
Sedang Siti dan bi Asih menempati kamar belakang bersebelahan dengan kamar bi Mina
Hari- hari aku lalui dengan bahagia , mas Dewa begitu menyayangi kami, dia selalu menyempatkan diri untuk mengajak kami berlibur
Aku sampai saat ini pun belum mengandung, karena mas Dewa meminta agar kami fokus dulu dengan Nai, karena takut Nai kekurangan kasih sayang
Ibra saat ini sudah kelas 3 SMP sedang Izar sekarang sudah kelas 3 SD dan nai sekarang usianya sudah 4 tahun
Aku sangat bahagia mengurus suami dan anak- anak, Fatma juga sering berkunjung kerumah terkadang kami berlibur bersama
Terkadang anak- anak Fatma dititip kerumahku,kalau dia harus menyusul suaminya keluar negri,
Terasa sempurna hidupku,mendapatkan cinta dari suami yang sempurna, kehidupan yang bahagia, aku sangat bersyukur apa yang dulu tak aku dapat dari mas Anto, malah aku dapat berkalilipat dari mas Dewa
Mas Dewa memperlakukanku bagai ratu, dan aku sangat terharu dengan sikap- sikap romantis mas Dewa, mas Dewa juga memperlakukan anak- anakku dengan baik sangat menyayangi mereka
Begitu pula anak- anakku terutama Nai, Nai sangat dekat dengan mas Dewa, bila mas Dewa pergi keluar kota Nai terkadang sampai demam, yang berakibat mas Dewa langsung pulang
Perusahaan mas Dewa yang diluar negri juga sukses,entah lah berapa banyak kata syukur yang aku harus ucapkan,
Mas Dewa membuktikan ucapannya pada Ibra,aku begitu bahagia sedang mas Anto aku tak tau kabarnya terakhir kali Ibra bilang dia kesekolah Ibra,
Setahun sudah pernikahan kami, rumah tangga yang bahagia, walau terkadang ada rasa takut dihatiku
__ADS_1
Pagi ini entah kenapa badanku terasa sakit, kepalaku terasa pusing dan perutku mual, tapi aku tetap membuat sarapan untuk mas Dewa dan anak- anak
Ya.... sebenarnya sudah satu minggu ini, aku merasa tidak enak badan tapi tak kufikirkan namun pagi ini, aku tak dapat lagi menahannya hingga aku mual dan muntah
Selesai memasak aku menyajikan makanan,aku ambil satu persatu aku ambilkan makan,aku pun mengambil makan untuk diriku, dan setelahnya aku duduk disisi kanan mas Dewa,
"Mil kamu kenapa, muka kamu pucat sekali"
"Nggak apa- apa mas aku hanya pusing"
" Kalau kamu sakit kenapa buat sarapan Mil"
tampak wajah khawatir dari mas Dewa dan anak- anak
" Nggak apa- apa mas,nanti aku istirahat setelah kamu dan anak- anak pergi" kataku dengan sorot mata meyakinkan
Setelah selesai makan aku ingin mengantar suami dan anak - anak berangkat sekolah tiba- tiba didepan pintu aku terjatuh dan pingsan
Mas Dewa yang sudah masuk kedalam mobil begitu terkejut saat aku pingsan,begitu pula ketiga buah hatiku
Aku segera digendong menuju mobil, sedang anak-anak diantar supir,sampai dirumah sakit,Dewa hanya mundar mandir depan pintu UGD,
Tak berselang lama dokter keluar dari ruangan,aku langsung mendekat dan bertanya pada dokter
"Dok bagai mana kabar istri saya?"
" Bapak suaminya ibu Kamila"
" Iya dok, sakit apa istri saya dok"
"Istri ada tidak apa- apa pak"
"Tidak apa- apa bagaimana dok tadi istri saya pingsan" jawab Dewa tanpa mendengar perkataan dokter
" Istri pak Dewa hamil" jawab dokter cepat takut Dewa menyela perkataan dokter lagi
Dewa terdiam mematung, ada perasaan yang membuncah dihatinya
__ADS_1
" Benar dok, istri saya hamil" yang mendapat anggukan dari dokter
" Kalau mau hasil akurat, bapak dan ibu silahkan kedokter kandungan setelah istri anda siuman"