
Sampai dirumah Mila sengaja mengajak anak-anak bicara sebentar sambil menikmati cemilan yang dibuat bi Asih.Fatma yang tadi ikut sudah diantar pulang saat dari mall tadi.
"Dek kenapa tadi main pergi aja, buat abang dan yang lain panik?" tanya Ibra kepada
Azza tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih" Maaf bang Azza kira abang dan kakak ngikuti Azza" bela Azza
"Bagaimana mau ngikuti orang kamu main lari aja" ujar Nai kesal
"Bang....Abang kenal ya dengan kakak cantik tadi" tanya Azza
"Kakak cantik" tanya Ibra mengerutkan keningnya
"Iya, kakak cantik kak Azizah kalau nggak salah namanya" jelas Azza
"Enggak abang cuma pernah ketemu sekali aja" jawab Ibra
"Tapi kak azizah cantik kan bang"tanya Azza sambil menaik turunkan alisnya
"Iya bang kak Azizah itu cantik, imut gitu" sambung Nai
Mila yang melihat Nai dan Azza,meminta pendapat tentang Azizah, ikut menimpali mereka.
"Bunda seneng loh bang kalau abang berjodoh dengan Azizah" timpal Mila
"Bunda ngomong apa sih"
Ibra segera berlalu kedalam kamarnya.Sedangkan Mila, Nai dan Azza masih di ruang tamu.Tak lama Izar datang dengan wajah keheranan.
"Bun... abang kenapa tadi Izar ketemu diatas, abang ngomel- ngomel nggak jelas sendiri" adu Izar
Mila menahan tawa begitu juga dengan Nai dan Azza.Izar heran bundanya ditanya malah ketawa
"Abang tau nggak,tadi kita ketemu dengan cewek yang waktu itu nggak sengaja diciprati air didepan halte dengan bang Ibra"
"Terus kenapa kalian ketawa mana yang lucu?" tanya Izar heran
"Tadi itu kita lihat abang Izar curi- curi pandang ke kak Azizah, saat kami ajak kak Azizah makan" jelas Azza
"Iya terus bunda malah seneng, kalau bang Ibra mau nikahi kak Azizah, eh... abang langsung kabur dengan muka merah.
Didalam kamar, Ibra berbaring diranjang dan entah kenapa wajah Azizah yang seperti takut dengannya membuat Ibra gemes.Senyum Azizah begitu manis,saat Azza mengajaknya bercanda dan Azizah sangat sopan santun dengan orang tua.
"Ah... ada apa sih kok aku malah ngebayangi Azizah, padahal mungkin aku nggak akan ketemu lagi.Tapi apa aku harus cari tahu siapa Azizah".
Ibra yang bingung hanya menggulingkan badannya kekiri dan kanan.Sedangkan dikamar kosnya Azizah juga tengah berbaring menatap langit- langit kamarnya.
"Mas Ibra kalau dilihat tampan juga ya,senyumnya itu bukin adik meleleh" gumam Azizah "Aduh kenapa aku jadi ngebayangi mas Ibra ya,nggak mungkin dia akan suka denganku,aku ini cuma anak yatim piatu yang selama ini tinggal dipanti asuhan.
__ADS_1
Azizah akhirnya terlelap, karena lelah seharian berjalan- jalan di mall begitu juga Ibra.
Keesokan harinya setelah bersiap- siap,Ibra segera turun keruang makan, disana bunda dan adik- adiknya sudah menunggu untuk sarapan bersama.
"Abang Ibra lama ih Azza keburu lapar" gerutu Azza
"Maaf ya sayang tadi abang terima telpon dulu dari bang Romi" jelas Ibra
"Zar... bagaimana skripsi kamu sudah selesai" tanya Ibra ke Izar
"Sudah bang hari ini tinggal nyerahi ke dosen pembimbing" jawab Izar
"Setelah Lulus kamu mau kan mengurus rumah sakit yang dibangun atas nama ayah?" tanya Ibra
Ya ... Setelah Dewa meninggal, Mila membangun rumah sakit untuk mengenang Dewa. Rumah Sakit itu diperuntukan untuk orang- orang yang kurang mampu.
"Baiklah bang, Izar mau tapi Izar juga masih butuh bimbingan" jawab Izar
"Oh iya bun kapan om Gio pulang" tanya Ibra kepada sang bunda
"Kalau nggak salah 2 hari lagi bang kata tante Fatma, kenapa bang" tanya Mila
"Ibra mau tanya kapan Galen akan memegang perusahaan yang di LA bun, kan sebentar lagi Galen lulus" jawab Ibra
"Bang.... Apa Izar bisa S2 ambil Spesialis Bedah sambil Izar mengurus Rumah Sakit bang" tanya Izar
Ya semenjak Dewa meninggal, semua keputusan ada ditangan Ibra, tetapi tetap Mila memantau semua anak- anaknya.
Setelah selesai sarapan Semua beranjan pergi ketujuan masing - masing.Hari ini Ibra dijemput oleh Romi karena mobil Ibra sedang dibengkel.Romi sudah menunggu Ibra diteras.
"Loh Rom kok nggak masuk, kan bisa ikut sarapan" tanya Mila
"Romi baru sampai tante" jawab Romi
Ibra segera masuk kedalam mobil disusul Romi.Setelahnya mobil Romi meninggalkan rumah Mila.Ditengah jalan Ibra tak sengaja melihat Azizah sedang menunggu angkot dihalte.
"Rom.... berhenti dihalte depan ya" ujar Ibra
Romi yang heran hanya menuruti perkataan Ibra.Sesampainya dihalte Ibra menurunkan kaca mobil dan menyapa Azizah.
"Zah kamu sedang menunggu angkot" tanya Ibra
Azizah yang terkejut melihat siapa yang menengurnya menjadi gugup " Iya mas" jawab Azizah singkat
"Ayo naik, aku antar kamu, kitakan searah" Ajak ibra sambil membuka pintu disampingnya
Azizah yang melihat Ibra membuka pintu menjadi tidak enak " apa tidak merepotkan mas " tanya Azizah,
__ADS_1
Sedangkan Romi penasaran, karena selama ini dia tidak pernah melihat sang bos ramah kepada perempuan, apa lagi semenjak melihat kekasihnya selingkuh.
Melihat Ibra yang tidak menjawab pertanyaannya, Azizah segera masuk.Dan Romi mulai menjalankan mobilnya.Setelah dia menanyakan tujuan Azizah.
Didalam mobil hanya ada keheningan.Romi yang melihat menjadi bingung.Romi juga melihat berapa kali Ibra mencuri pandang kearah Azizah.Sedangkan Azizah menjadi canggung.Dia bingung harus bicara apa.
Selama perjalanan hanya ada keheningan,dan hanyut dalam fikiran masing- masing, sampai di kafe tempat Azizah bekerja pun, tidak ada yang memulai bicara, sampai Romi yang bicara.
"Maaf bos sudah sampai" ujar Romi kepada Ibra
Azizah dan Ibra tersadar dari lamunan mereka.
"Ah.... Iya mas , makasih ya atas tumpangannya" ucap Azizah
"Iya jawab Romi" karena Ibra hanya diam
Setelah itu Azizah segera keluar dari mobil, dan mengucapkan terima kasih sekali lagi sebelum mobil Ibra meninggalkan kafe.
Diperjalanan Ibra menggerutu tidak jelas, karena dia merasa Azizah cuek kepadanya.Padahal Ibra sendiri pun tampak cuek kepada Azizah.
"Rom aku bisa minta tolong nggak" ya Ibra akan bersikap santai kepada Romi saat diluar kantor.
"Ada apa bos, kalau saya bisa akan saya lakukan"
"Cari tau tentang Azizah aku mau lengkap ya"
"Siap bos besok informasi yang bos minta sudah ada dimeja bos"
Tak sampai 5 menit mereka sudah sampai di Loby kantor.Ibra turun bersama Romi dan memberi kunci kepada security untuk memarkirkan mobilnya.
Sedangkan Azizah,entah kenapa dia merasa gugup saat didekat Ibra.
"Aku kenapa ya, kok jadi grogi sih nggak mungkinkan aku suka mas Ibra?, baru juga 3 kali ketemu itu pun nggak sengaja"
Hari ini dilalui Ibra masih dengan wajah kesal saat mengingat Azizah yang acuh tak acuh tadi pagi.
Ya Ibra tau bahwa dirinya sudah terpesona dengan sikap bar- bar Azizah saat pertama kali bertemu.Tapi saat itu dia hanya merasa kagum saja.Masih ada wanita yang tidak, manfaatkan apa yang dia miliki.Padahal saat itu Ibra sengaja meminta pegawai memberikan Azizah outfit dengan harga yang mahal.Tapi semua diluar expetasi Ibra, kemarin saat bertemu, Azizah malah akan membayar baju itu dengan cara mencicil.Karena merasa tidak enak kepada Ibra.
Dan Ibra bisa melihat saat dia berinteraksi dengan Nai dan Azza, dia bisa tertawa lepas tapi saat berinteraksi dengan bunda dan tantenya, Azizah bersikap sopan santun.Berbeda dulu saat Ibra bersama Lona.
Saat itu Lona akan bersikap acuh kepada teman dekatnya sekali pun, dan saat ada yang menegurnya dia menampakkan wajah tidak suka.Ibra baru menyadarinya sekarang, bahwa Lona tidak akan pernah bisa menghargai siapa pun yang membuatnya tidak suka.
Banyak teman- teman yang menyayangkan saat Ibra dekat dengan Lona. Tapi mereka cukup menghargai dan tidak ikut campur, termasuk Romi.Padahal dulu saat pertama kali bertemu sikao Lona sangat baik, tapi setelah mereka jadian,sikap Lona mulai berubah sedikit- sedikit tapi Ibra tidak menggubris selama Lona masih setia kepadanya dan menghargai orang tuanya.
Tapi ternyata Ibra salah Lona tidak pernah menghargai orang tuanya, karena saat Ibra menemani sang bunda dirumah sakit saat Dewa kecelakaan, Lona tidak pernah bersimpati sedikit pun.
Ibra baru sadar saat dia menangkap basah perselingkuhan Lona.Lona bilang Ibra hanya peduli pada keluarganya saja tidak dengannya.
__ADS_1