Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Maaf ya reader part sebelumnya agak oleng maklum punya baby yang aktif .


Malam ini terasa begitu dingin karena seharian ini turun hujan. Namun tidak membuat seorang wanita masuk kedalam rumah untuk menghangatkan diri. Dia lebih memilih duduk digazebo yang ada ditaman itu. wanita itu adalah Jelita.


Jelita teringat kembali pekataan mbok Nah tadi.


" *Apakah aku benar-benar harus memulai buka hati untuk menerima cinta baru" gumam Jelita


Falsh back on


Dua puluh delapan tahun yang lalu.


" Lita kamu pulang sama siap?" tanya Ani sahabat Jelita


" Aku pulang sendirilah sama siapa lagi" jawab Jelita sambil mengeluarkan sepeda


" Hati-hati ya Lit" ujar Ani*


Setelah berpamitan Jelita mengayuh sepedanya menuju kosan sederhana miliknya. Jelita memang terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Namun dia rela bekerja paruh waktu agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya. Sebenarnya Dara dan Dewa sudah memintanya berhenti bekerja, mereka berjanji akan membantu biaya pendidikan Jelota saat itu


Namun Jelita tak ingin disebit manfaatkan, akhirnya menolak. Dengan alasan tak ingin merepotkan.


"*Jelita kamu itu gadis, kalau kamu kerja setelah kuliah, otomatis kamu akan pulang malam, kalau terjadi apa-apa dengan kamu gimana? " ujar Dara saat itu


" Kamu jangan khawatir Dar... lagi pula kamu dan Dewa sudah begitu banyak membantu aku" jawab Jelita


" Bener kata Dara Lit, kamu jangan sungkan meminta bantuan kami" tambah Dewa


" Iya... aku jugakan selalu merepotkan kalian tapi untuk yang satu ini biarkan aku berjuang" pinta Jelita*

__ADS_1


Dan dengan berat hati akhirnya Dara hanya bisa pasrah. Dia tau Jelita tak ingin orang lain merendahkannya.


" Kalau begitu ayok kita makan siang, kali ini kamu jangan nolak ya, aku mau teraktir kamu, karena aku dan Dewa baru saja jadian" ujar Dara yang membuat Jelita begitu terkejut


Namun Jelita sadar, dibandingkan dirinya Dara memang lebih cocok bersama Dewa. Dengan menelan semua rasa dalam dirinya,akhirnya Jelita ikut makan siang bersama dengan Dara dan Dewa.


Jelita selalu berusaha mengontrol perasaannya. Dia tak ingin persahabatan mereka sampai hancur, hanya karena dirinya memiliki perasaan pada Dewa. Dia tau dua orang dihadapannya ini tak tau tentang perasaanya.


Saat mereka menikah pun Jelita menjadi bresmednya Dara. Dia ikut bahagia melihat kedua sahabat. Dia akan menyimpan perasaannya pada Dewa hanya didalam hatinya.


Namun entah apa dosanya,sehingga dirinya mengalami nasib buruk, yang membuatnya harus menikah dengan orang yang hanya sekali ditemuainya.Malam itu seperti biasa Jelita pulang dengan mengayuh sepeda, namun ditengah jalan dia dihadang sebuah mobil mewah.


Dan entah bagaimana, tau-tau saat dia terbangun, dia ada disebuah kamar hotel, dimana dia sudah tak mengenakan satu helai benang pun. Dan yang membuatnya terkejut adalah lelaki yang kini memeluknya. Pecahlah tangis Jelita. Kesucian yang selama ini dia jaga telah direnggut paksa oleh seorang laki-laki yang tak dikenalnya.


Marco yang terganggu dengan tangisan Jelita membuka matanya. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat seorang wanita menangis hnya dengan menggunakan selimut.


"Ma... maafkan saya, maafkan saya" ujar Marco gugup


Jelita tak banyak bicara, dia segera memungut pakaiannya dan menggunakannya. Setelah selesai dengan tertatih dia berjalan keluar dari kamar dan juga lelaki yang membuat dirinya hancur.


Marco yang sedari tadi hanya memperhatikan kini beranjak mengenakan pakaiannya, dan segera menyusul Jelita.


" Tunggu biar saya antar" ujar Marco


Namun Jelita tak menghiraukannya, dia tetap berjalan.Airmata tak berhenti mengalir. Tak lama mobil yang dikendarai Marco sudah berhenti disebelahnya.


" *Masuk kamu saya antar" ujar Marco


Tapi Jelita tak bergeming*. Marco yangvbegitu kesal segera keluar dari dalam mobil dan menggendong Jelita dan memasukannya kedalam mobil.

__ADS_1


Setelah malam ini, baik Jelita atau pun Marco tidak bertemu lagi, sampai sore ini. Jelita yang sudah mulai bangkit, kembali berusaha seperti biasa.


" Aku kenapa yah... kok pusing banget" uajr Jelita sambil mengerut kepalanya.


Setelah Jelita memuntahkan isi perutnya. Mual yang begitu hebat, membuat Jelita menjadi lemah. Dia bingung harus meminta tolong pada siapa, karena saat itu Dara dan Dewa sedang berada diluar kota tepatnya dirumah orang tua Dewa.


Jelita, yang merasa sedikit baikan setelah merebahkan tubuhnya, segara mengambil tas rencananya dia akam pergi kepuakesmas untuk berobat. Namun siapa sangka niat hati berobat, dia mendapatkan kabar yang membuat dunianya runtuh seketika.


" *Selamat ya nona kamu hamil, diperkirakan usia kandungannya 4 minggu" jelas dokter yang memeriksa keadaannya.


"Empat minggu berarti" Jelita segera berlari keluar dengan langkah yang entah kemana,


" Argh.... Kenapa ya allah, apa salahku aku hanya ingin bahagia, tapi sekarang aku harus menanggung malu, karena hamil tanpa ayah"uajr Jelita*


Sedari tadi seorang pria mengikutinya begitu terkejut mendengar perkataan Jelita.


" Apa itu anakku" tanya orang itu tanya pria itu membuat Jelita begitu terkejut


Kembali dia bertanya "Apa itu anakku" tanya pria yang tak lain adalah Marco


"Anda fikir saya wanita murahan. Dan apa urusannya dengan anda" ujar Jelita


Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya, diputuskan Marco akan tetap menikahi Jelita, demi penerus yang sedang ada dikandungannya. Itu pun setelah melakukan tes DNA.


Flashback Of


Setelah menikah, Jelita mulai mencoba menerima marco, semua demi anak yang ada dalam kandungannya, karena tak mungkin dia bisa memberi kehidupan layak pada anaknya. Cobaan demi cobaan Jelita hadapi, dari sukap dingin sang suami, suami yang masih mencintai orang lain, mertua yang tidak menerimanya selain Rayyan, karena dia berasal dari keluarga miskin. Namun semua itu Jelita hadapi.


Sekarang ada seseorang pria yang benar-benar tulus mencintainya, menjaganya.Haruskan dia abaikan, tidak Jelita juga ingin merasakan bahagia diakhir ceritanya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2