Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Mereka semua makan malam dengan suasana tenang, hanya sesekali ada perbincangan. Selesai makan malam mereka berkumpul diruang keluarga. Mereka semua berbaur menjadi keluarga.


Hari sudah larut dan semua tamu sudah pulang. Jelita dan Robert pun sudah masuk kekamar mereka. Mereka sama-sama sudah lebih dari kata dewasa, tapi mereka tetap seperti pasangan muda yang belum berpengalaman.


Apa lagi Jelita yang selama 28 Tahun tak pernah merasakan namanya berbagi peluh, selain saat malam pemerkosaan itu. Dan malam ini semua yang belum pernah dia rasakan. Kini begitu indah dan Robert pun begitu bahagia, karena sang istri tak pernah di jamah selain malam itu.


Entah berapa lama mereka melakukannya, yang jelas saat ini mereka sama-sama lelah dan tidur daling berpelukan.


Sedangkan ditempat yang berbeda, seorang lelaki pun kini sedang meyakinkan hatinya. Tentang perasaannya kepada seorang wanita yang tak lama lagi menjadi istrinya. Dia adalah Teo, dia tak ingin menyakiti wanita itu, wanita polos yang mau menerima dia apa adanya.


Teo selalu berusaha memantaskan diri untu Eva. Saat ini mereka sedang makan malam dirumah makan sederhana pilihan Eva,karena Eva lebih suka makan disana dari pada makan direstoran mahal. Teo menggenggam tangan Eva.


" Sayang... mas mau tanya sesuatu sama kamu boleh" tanya Teo


" Tanya aja mas, kalau Eva bisa jawab nanti Eva kasih jawaban" jawab sang gadis


" Kenapa... kamu mau menerima lamaran mas, apa karena kamu hanya merasa berhutang budi pada mas, atau ada alasan lain? " tanya Teo


Eva menghembuskan nafas sebelum menjawab pertanyaan Teo.


" Mas Teo mau jawaban seperti apa? " tanya Eva sebelumnya


" Mas ingin kamu menjawab dengan jujur, mas nggak ingin kamu tersakiti" jawab Teo


" Pertama saat melihat mas, Eva nggak pernah berharap menikah menikah muda, apa lagi menikah dengan mas Teo" Eva menjeda ucapannya

__ADS_1


"Tapi saat mas menolong ibu,tanpa mengatakan apapun membuat hati Eva mulai ada getaran halus, tapi Eva nggak ngerti itu apa, tapi makin kesini jujur getaran itu bertambah kuat. Eva tidak mau menggingat masa lalu mas Teo, karena semua orang pun memiliki masa lalu, tapi cukup kita tatap masa depan kita karena itu yang akan kita jalani kedepannya. Eva menerima masa lalu mas Teo sama dengan mas Teo mau menerima Eva apa adanya, bukan ada apanya" tambah Eva panjang lebar


Dan hal itu membuat Teo yakin, hilang sudah keraguannya yang beberapa saat lalu. Dia yakin dan dia harus mendapatkan gadis ini, gadis yang mau menerima dirinya apa adanya bukan ada apanya.


Selesai makan malam Teo mengantar Eva pulang, tapi sebelumnya, mereka juga membelikan oleh-oleh untuk ibu dan adik Eva.


" Mas apa besok jadi kita fitting baju sama prewed" tanya Eva


" Jadi sayang, memang kenapa? " tanya Teo


" Enggak tadi Azza tanya, soalnya besok dia ada kuliah pagi" jawab Eva


" Ya sudah terserah kamu aja sayang soalnya mas ingin kamu merasa nyaman" ujar Teo mengusap kepala sang kekasih


Sampai dirumah Eva, Teo pun ikut turun dari mobil karena ingin berpamitan pada sang ibu. Ya... Teo yang seorang yatim piatu, sangat bahagia bisa memiliki ibu seperti calon mertuanya,wanita hebat, wanita sabar dan wanita tangguh, dan itulah yang diturunkan untuk calon istrinya.


Teo juga sebenarnya sudah memiliki rumah yang sangat besar dan itu akan dijadikan mas kawin untuk sang istri, tapi itu tanpa sepengetahuan Eva, karena Eva hanya meminta semampunya Teo, dia tak ingin memaksa, karena dia menikah karena cinta, bukan menjual diri.Namun Teo tak ingin sang calon istri merasa direndahkan itu lah salah satu maskawinnya, sebuah rumah dikawasan elit.


Teo juga sudah meminta sang mertua dan adik ipar ikut bersama mereka tapi, sang mertua menolaknya. makanya nanti setelah mereka menikah Teo akan merenovasi rumah sang mertua agar terlihat lebih layak,karena didaerah itu hanya rumah Eva lah yang terlihat tua.


Setelah berbalas pesan dengan calon istri baik Teo dan Eva sama-sama menyelami alam mimpi.


* * * * * * * * * * *


Pagi ini dikediaman Mila disibukan dengan Renata yang sudah akan melahirkan. Izar yang memang sudah jarang kerumah sakit, kini menjadi suami siaga. Mereka semua kerumah sakit, sedangka Azizah dibantu siti menjaga baby Lea. Untung Lea anak yang baidan tidak rewel. Proses persalinan yang memakan waktu 2 jam, akhirnya saat ini lahirlah putri kedua dari Izar.

__ADS_1


Tangis haru mewarnai proses persalinan kedua ini. Mila sayang mengucap alhamdulillah. Masih diberi kesempatan melihat cucu-cucunya lahir kedunia. Andai sang suami masih ada mungkin kebahagiaan ini akan mereka rasakan berdua,.Menghabiskan masa tua untuk mengasuh para cucunya.


Mila segera mengusap air matanya. Rasanya sangat malu karena dulu dia selalu mengeluh saat hatinya tersakiti. Tapi saat ini dia bersyukur, karena dengan begitu dia bertemu dengan lelaki yang sampai saat ini memenuhi hatinya. Lelaki yang menerima dirinya yang hanya seorang janda.


Kisah cinta Mila mungkin hanya sebagian kecil didunia ini. Tapi bagi Mila semua yang terjadi dalam hidupnya. Semua sudah atas kehendak allah.


Setelah selesai dibersihkan Renata dan anaknya dipindahkan keruang perawatan. Azza yang tadi pergi duluan ke Kafe, segera pulang dan mampir kerumah sakit, untuk melihat kakak ipar dan keponakan barunya. Sedangkan Ibra tak bisa pulang karena sedang keproyek bersama Romy.


* * * * * * * * * * *


" Bun... adiknya lucu banget, pipinya tembam, boleh Azza gigit nggak? " tanya Azza dan hal itu membuat Izar menoyor kepala sang adik, karena berniat menggigit pipi sang anak.


Mila dan Renata hanya bisa geleng kepala.


" Loh... Za bukannya kamu kekafe ya ka Eva nggak kerja?" tanya Izar


" Tadi Azza di kafe saat dengar mba Renata melahirkan ya Azza pulang aja. Kafe juga sudah ada Rendy yang jaga" ujar Azza dan saat ini sedang menoel-noel pipi anak Izar


" Bang siapa nama adiknya? " tanya Azza


" Abang belum dapet dek" jawab Izar jujur


Karena sebelum mengambil libur kemarin, Izar memang disibuka dengan urusan rumah sakit. Dan hal itu membuat Dirinya belum sempat mencari nama untuk anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan.


" Kalau begiti Azza ajalah yang kasih nama, apa boleh? " Tanya Azza dan hal itu membuat pasangan itu mengangguk setuju.

__ADS_1


" Sayang nya tante nama kamu Aurelia Nugraha" ucap Azza dan Izar sangat suka dengan nama itu begitu juga Renata. Tak lama kedua orang tua Renata hadir.Mereka sangat bersyukur Renata mendapatkan mertua dan keluarga yang baik.


Bersambung.....


__ADS_2