Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Mila masih terbaring lemah dibrangkar, ruang VVIP Rumah Sakit X. Rumah sakit yang dipimpin oleh Izar, sekaligus pemilik Rumah Sakit. Ibra, Izar, Nai dan Azza bergantian menjaga Mila.


Mereka tak ingin meninggalkan Mila sedikit pun. Walaupun Mila berkata bahwa dia baik-baik saja dan ada perawat yang menjaganya. Seperti malam ini, Ibra yang menjaga Mila diruang rawatnya. Tadi semua berkumpul disana Fatma, Gio, Galen, Azizah, Renata, Nai dan Azza.


Mereka semua sangat mengerti, apa yang membuat Mila seperti saat ini. Mereka hanya berusaha menghibur Mila. Sebenarnya malam ini Nai dan Azza yang ingin menjaga Mila. Namun Ibra meminta mereka pulang, dan dia yang akan menjaga sang bunda.


Pekerjaan Ibra dialih kepada Romi, jika ada berkas penting Ibra meminta Romi untuk mengantarnya kerumah sakit.Saat sedang fokus memeriksa email yang dikirim Romi suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Ibra.


Ibra segera membukakan pintu, ternyata Romi yang datang. Dengan membawa berkas ditangannya, padahal hari menunjukkan jam 9 malam.


"Ada Rom, kok kamu kesini malam-malam apa Gisel nggak nyariin? " tanya Ibra sambil mengajak Romi duduk disofa yang ada diruang rawat Mila.


Romi menyerahkan map yang tadi dia bawa


" Saya kesini untuk meminta tanda tangan bos, juga memberi tahu soal kasus yang sedang terjadi dan ada informasi yang akan membuat bos terkejut"jelas Romi


Ibra yang telah selesai membaca dan menandatangani berkas yang di bawa Romi, kini fokus pada laporan Romi. Romi yang melihat tatapan sang bos segera memberi tahukan informasi yang dia dapat.


" Cepat jelaskan Rom" perintah Ibra


" Marco telah menjalani beberapa kali persidangan dan putusan dari hakim,Marco mendapatkan hukuman Seumur hidup.Namun yang menjadi pertanyaannya,pihak Marco tidak mengajukan banding dengan keputusan hakim. Dan saat ini sangat memprihatinkan, dia seperti orang depresi dan alasannya Adalah wanita yang bernama Dara dan nama itulah yang selalu disebutnya. Dan informasi yang paling penting adalah" Romi menjeda ucapannya sejenak.

__ADS_1


"Anak dari Marco dan Ibu Jelita, yang selama ini tidak pernah tampil di publik adalah RAYYAN WILIAM" jelas Romi dan hal itu membuat Ibra membulatkan matanya ditambah anggukan dari Romi yang memperkuat keyakinannya.


" Ya.. apa yang bos fikirkan benar, dia adalah sopir nona Nai, Dia melakulan itu untuk menebus kesalahan Marco, Namun belakangan ada yang aneh, dia selalu mengirimi nona Nai bunga dan juga apapun yang nona Nai perlukan, itulah informasi yang saya dapatkan dari orang suruhan saya" jelas Romi


" Apa yang dia lakukan, hanya agar kita memaafkan ayahnya, atau ingin membalaskan dendam ayahnya? " tanya Ibra penasaran


" Sepertinya tidak bos, karena dia juga yang meminta dokter terbaik untuk membantu kesembuhan nona Nai, padahal kita saat itu sulit mendapatkannya, dan dari kabar yang saya dapat, dia memutuskan meninggalkan rumahnya dan memilih tinggal diapartemen" tambah Romi


Ibra menjawab dengan anggukan, menandakan bahwa dia mengerti. Dan setelahnya Romi berpamitan untuk pulang, karena sang istri mengabarkan bahwa anak mereka rewel seperti mencari dirinya.


" Kalau begitu saya permisi bos"pamit Romi


Akhirnya dia bisa menyelesaikan pengerjaan rumahnya. Karena memang saat ini Romi dan Gisel masih tinggal diapartemen milik Romi. Sebenarnya Ibra sudah menawarkan bantuan tapi bagi Romi dia akan membangun istana, yang istrinya impikan dengan hasil kerja kerasnya.


Gisel sangat bangga bisa menjadi istri dari Romi, lelaki pekerja keras dan sangat bertanggung jawab atas keluarga kecilnya.Romi memang sengaja membangun rumah yang besar karena dia ingin ibu dan adik Gisel tinggal bersamanya.Karena Romi ingin merasakan memiliki keluarga.


Kembali ke Ibra, Setelah kepulangan Romi, Ibra kembali duduk disofa sambil memijit plipisnya yang sedikit berdenyut. Ibra tau apa yang dilakukan Rayyan, karena dia merasa menyukai Nai adik dari Ibra. Tapi apakah dia murni menyukai Nai atau ada hal yang dia rencanakan. Dan nanti kalau suatu saat Nai tau apakah Nai masih mau mengenal Rayyan, sedangkan selama inu Ibra tau kedekatan mereka,walau tidak dekat dalam teks pacaran.


Ibra begitu lelah memikirkan semuanya, belum lagi kesehatan sang bunda yang belum ada peningkatan, membuatnya ingin membaringkan tubuh lelahnya untuk sesaat. Dan tak lama terdengar dengkuran halus dari Ibra.


Sedangkan dibrangkar, Mila yang tadi terbangun saat kedatangan Romi, mendengar semua.Mila tidak menyangka pernikahannya dengan Dewa membuat seseorang melakukan apapun untuk menghancurkannya, hanya karena cinta buta.

__ADS_1


Dan saat ini Mila hanya bisa menitikkan air mata. " Mas.... apa yang harus aku lakukan, ku benar-benar lemah tanpa kamu mas, selama ini aku mencoba berdiri kuat namun sekarang, kaki ini lemah hanya untuk sekedar berdiri, tanpa kamu mas" Mila menahan isak tangisnya. Mila tidak ingin sang anak terganggu dengan tangisnya. Mila tau Ibra begitu lelah.


Malam telah berlalu, Ibra yang mendengar kumandang Azan, segera bangun dari tidurnya. Tubuhnya rasanya sakit semua, bagaimana tidak, tubuhnya harus tertekuk saat tidur disofa rumah sakit yang kecil.


Ibra bergegas membersihkan diri, karena ingin melaksanakan solat subuh dimesjid terdekat dari rumah sakit. Sebelum berangkat dia melihat kearah ranjang sang bunda. Dilihatnya mata bengkak sang bunda, juga sisa air mata disudut mata sang bunda. Ibra hanya bisa menghela nafas. Karena dia pun sama seperti sang bunda, hanya dia lebih bisa kuat agar bisa menjaga sang bunda juga adik-adiknya.


Setelah melihat sang bunda, Ibra bergegas kemasjid. Sedangkan Mila terbangun saat mendengar panggilan solat. Mila ingin melalsanakan solat. Mila menekan tombol untuk memanggil perawat untuk membantunya.


Seusai melaksanakan solat dimasjid, Ibra mampir membeli sarapan untuknya dan sang bunda. Ibra tau masakan rumah sakit sangat tidak enak. Setelah selesai, Ibra segera kembali keruang perawatan sang bunda. Ibra melihat sang bunda baru selesai melaksanakan solat.


Ibra segera menyiapkan sarapan untuk sang bunda, dan duduk disamping ranjang sang bunda.


" Bun sarapan ya, tadi abang beli bubur ayam" ujar Ibra sambil membuka kotak sterofom yang berisi bubur ayam


Ibra yang ingin menyuapi Mila ditolak , Mila ingin makan sendiri. Namun bukan Ibra namanya kalau dia tidak bisa menyuapi sang bunda.Dan dengan segala bujuk rayu, dan wajah sedih yang dipasang Ibra, akhrinya membuat Mila luluh dan memakan bubur dari suapan Ibra.


Seskali Ibra mengajak Mila bernostalgia tentang masa kecilnya juga adik-adiknya. Terkadang mereka tertawa bersama. Ibra bahagia melihat tawa sang bunda, walau Ibra tau kesedihan sang bunda juga sama besarnya. Namun Ibra akan berusaha, agar sang bunda tetap tersenyum.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lanjut besok lagi ya babnya, semoga kalian suka dan ingin lihat Visual tokih di Masih Adakah Cinta bisa dilihat di IG bunda ya @ baim.abi terima kasih atas dukungannya jangan lupa like n komenya biar bunda semangat nulisnya.

__ADS_1


__ADS_2