
Ibra begitu terkejut dengan penuturan Zyan, bagaimana tidak,adik dan adik iparnya dalam bahaya. Namun yang tak Ibra mengerti, ancaman itu datang dari keluarga sendiri.
"Apa yang mereka inginkan dari Azza?" tanya Ibra
" Mereka mengincar Azza karena, Azza istri, Zyan bang yang akan menjadi pewaris jika terjadi sesuatu pada Zyan" jelas Zyan
Ibra menghela nafas, tak percaya adik yang dia jaga selama ini sedang dalam bahaya. Namun tak mungkin Ibra memisahkan mereka.
" Baiklah Abang akan bantu menjaga kalian semua, dan untuk kamu Abang harap kamu berhati-hati, Abang tak ingin ada kesedihan dihari Azza" jelas Ibra
Sedangkan Zyan mengucapkan terimakasih pada sang kakak ipar. Zyan tau keputusannya sudah tepat, dengan mengalihkan semua kepada Azza. Karena Zyan yakin Ibra tak akan curang seperti Toni dan Yura.
Sedangkan Azza saat ini sangat sibuk, hingga membuatnya lupa makan. Hingga tiba-tiba Azza di kejutkan oleh kedatangan Zyan,yang membawa makan kesukaan Azza.
" Assalamualaikum,Mas...kapan datang ?"tanya Azza setelah mengucapkan salam
" Waallaikum salam, mas baru aja datang kamu pasti nggak makan siang kan" ujar Zyan sambil menarik tangan sang istri untuk beristirahat duduk di kursi yang sudah pelayan siapkan, setelah menjawab salam dari sang istri
" Mas tau dari mana aku belum makan siang?" tanya Azza sambil membuka makanan yang Zyan bawa
" Dari Eva.... mas telpon kamu tapi nggak diangkat ya mas telpon Eva, dan Eva bilang kamu lupa waktu, walau dari tadi dia sudah mengingatkan" ujar Zyan sambil membantu Azza membuka makanan yang dia bawa
Zyan menyuapi Azza. Dan hal itu membuat pegawai heboh dengan kemesraan mereka berdua. Azza terlihat sangat malu, tapi tidak dengan Zyan. Dia tetap menyuapi sang istri.
__ADS_1
Selesai makan Akhirnya Azza mengejak Zyan ke ruang kerjanya. Azza meminta seorang pelayan membawakan coklat hangat. Azza minta Zyan untuk beristirahat, karena terlihat sekali kalau Zyan kelelahan.
Coklat panas yang Azza minta telah datang, dan Azza memberikannya ke Zyan. Azza tak memberikan Kopi, karena Zyan kurang menyukai kopi. Zyan menyesap coklat panas yang terletak di meja. Dan kemudian membaringkan kepalanya di pangkuan Azza.
" Mas... kenapa nggak istirahat di kamar aja" tanya Azza
"Mas ingin seperti ini dulu boleh?" ujar Zyan
Azza tak bicara lagi, dan mengelus rambut Zyan dengan lembut. Azza tau Zyan sedang ada beban fikiran, namun tak ingin bercerita. Azza beranggapan, kalau Zyan tak ingin membuatnya khawatir.
Tak lama terdengar dengkuran halus,ternyata Zyan sang suami benar-benar lelah. Azza meletakkan kepala Zyan di bantal kursi yang ada di sana. Azza mulai melangkah keluar ruangan melihat hasil kerja para pegawainya.
Hari menunjukkan pukul 7 malam, Zyan yang merasakan tubuhnya sedikit sakit, segera terbangun dan melihat sekeliling. Zyan tau ini ruang kerja sang istri. Zyan mencari keberadaan Azza, baru saja Zyan akan membuka pintu dari dalam, ternyata dari luar Azza lebih dulu yang membuka pintu.
" Mas... kamu udah bangun, kurang nyaman ya?" tanya Azza merangkul sang suami.
" Aku baru melihat dan mengatur persiapan mas, maaf aku terlalu lama ya" ujar Azza merasa bersalah kepada sang suami
" Iya sayang nggak apa-apa, sekarang kita makan malam dulu ya mas lapar, mau makan dimana sayang ?"ujar Zyan sambil merangkul pinggang sang istri setelah Azza mengabil tasnya.
" Makan lesehan saja yuk mas, lagi ingin makan ayam kampung" ujar Azza memberikan tatapan memelas
Zyan yang tidak tahan mencium bibir Azza.
__ADS_1
" Apa sih yang ngga buat kamu sayang, apapun akan mas berikan asal kamu bahagia" ujar Zyan
Mereka berjalan meninggalkan Kafe, menuju lesehan yang sering Azza dan Eva datangi. Mereka sampai lesehan yang sering Azza datang. Mereka memesan menu yang mereka sukai. Mereka berbagi cerita,tak lama.pesanan mereka datang, dan mereka mulai memakan makanan yang tersedia.
Sedangkan Eva segera menuju parkiran, setelah melihat mobil sang kekasih, Eva segera berlari menuju,dimana Teo sudah menunggu.
Zyan dan Azza sangat menikmati makanan mereka.Sesekali mereka bercanda, selesai makan mereka memutuskan untuk pulang ke kediaman mereka. Dijalan Zyan selalu menggenggam tangan Azza. Sampai di rumah mereka segera membersihkan diri, setelahnya mereka beristirahat. Karena mereka merasa begitu lelah.
Zyan tau pun akan hal itu, Zyan yang menyayangi Azza tak pernah protes apapun kepada azza.Dan Azza bisa menempatkan diri.
Di ruang kerja Ibra memikirkan setiap perkataan sang ipar. Zyan ketakutan akan kehilangan Azza. Itulah yang membuat Ibra akan membantu adik iparnya.
" Ayah... apa yang harus abang lakukan, Azza dalam bahaya yah begitu juga suaminya" gumam Ibra
Ibra memutuskan untuk menutupi semua dari sang bunda. Ibra tak ingin Mila terbebani, dia akan melakukan apapun agar tidak terjadi apa-apa pada Azza dan keluarganya.
Tak lama Ibra sudah bersiap untuk pulang, tak lupa juga Ibra meminta Pada Rafa untuk menyelesaikan pekerjaan Ibra.Ibra menyimpan rasa khawatirnya seorang diri.
" Fa.... saya minta kamu untuk terus awasi orang-orang yang berniat mencelakai Azza kemarin, dan tolong kamu letakkan juga anak buah untuk mengawasi sekitar Zyan" pinta Ibra pada Rafa
" Baik pak" ujar Rafa
Setelahnya Ibra melangkah menuju loby dimana sopir sudah menunggunya untuk pulang. Karena Ibra ingin memeluk sang istri untuk menenangkan perasaannya. walau dia tau kalau anak buah Rafa bisa di andalkan , namun tetap saja Ibra gusar akan keselamatan sang adik, apalagi kalau sampai sang bunda mengetahui. Pasti kondisi sang bunda bisa drop. Oleh karena itu Ibra lebih memilih untuk menyimpannya sendiri.
__ADS_1
Maaf ya untuk ketidak nyamanan para readers, karena terkadang author nggak up soalnya didaerah author sedang terjadi Gangguan pada internet juga lampu, jadi terkadang up-nya lama. Jadi sekali lagi author minta maaf ya. Jangan lupa juga dukung karya baru author judulnya " CEO Kejam dan Dokter Cantik Disabilitas" disana juga banya penjelasan yang author petik dari sumbernya. Dan disana mengisahkan tentang penghianatan, dan juga Cinta tulus. Jadi jangan lupa ramaukan karya author ya. Doakan juga masalah internet dan listrik disini bisa cepat terselesaikan. Karena author bukan hanya menulis 1 judul tapi 3 yang sedang on going.
Untuk para pembaca dan yang mendukung karya author, author ucapkan terima kasih ya. Dan untuk cerita Azza dan Zyan belum ada konflik, karena masih beberapa bab kedepan,asih menceritakan, kemesraan pengantin baru. Sekali lagi author ucapkan terimakasih untuk yang sudah mendukung karya author.