
Hari ini Izar sedang ada operasi besar, operasi yang memakan waktu 8 jam, membuat Izar begitu lelah. Namun karena rasa cintanya akan pekerjaannya, Izar tidak pernah mengeluh, apalagi melihat wajah bahagia keluarga pasien yang mendengar keberhasilan operasi tersebut.
Setelah selesai Izar berjalan menuju ruang kerjanya, Namu saat hendak memasuki ruangannya Izar melihat suster tampak gugup, Izar memberhentikan langkahnya didepan suster tersebut.
"Ada apa suster Puji kenapa?" tanya Izar "Kenapa saya lihat kamu gugup begitu? " tanya Izar penasaran
"Anu Dok.... emmm... Didalam ada cewek yang mengaku pacarnya Dokter" ujar Suster Puji
"Pacar...? Memang siapa pacar saya? Dan apa kamu lupa kalau saya sudah menikah dan mempunyai istri?" tanya Izar dingin "Dan siapa yang mengizinkan dia masuk? " tambah Izar geram
Saat masuk kedalam Ruangan Izar melihat Siska sudah duduk di kursi kerjanya. Izar yang marah segera memanggil suster Puji dengan suara menggelegar
"Suster Puji...." teriak Izar
Puji yang mendengar namanya dipanggil, segera masuk keruangan Izar, Sedangkan Siska yang mendengar suara Izar, segera menghampiri.
"Sayang... aku kangen" ujar Siska, sambil mendekat dan ingin memeluk Izar. Namun dengan cepat Izar menghindar.
"Jangan kau coba menyentuhku Siska" ujar Izar dengan rahang mengeras " Puji...Apa kau tidak dengar apa yang aku perintahkan" panggi Izar
"Ba... baik Dok" ujar Puji "Pak Tono tolong usir mba ini"ujar Puji pada seorang security
Pak Tono segera membawa Siska, namun Siska menolak. Tapi pak Tono menyeret Siska keluar.
"Izar.... Izar lihat saja nanti kau sendiri yang akan memintaku mengisi ranjangmu" ujar Siska sambil berteriak saat Pak Toni menyeretnya keluar.
"Suster Puji... ingat jangan sampai wanita itu atau siapa pun masuk keruangan saya tanpa izin dari saya kecuali, istri saya dan keluarga saya paham"
"Pa... paham Dok" jawab Suster Puji
Sedangkan ditempat yang berbeda.Hari ini Rayyan mulai bekerja menjadi supir pribadi Nai.
Dan tugas pertamanya adalah mengantar Nai, Azizah, dan Renata. Sebenarnya Azza dan Mila ingin ikut bersama, Namun Azza harus mengikutu ujian, Sedangkan Mila menggantikan Nai untuk meeting dengan calon klien mereka.
Didalam mobil Renata dan Azizah mencoba mengajak Nai bercerita, namun Nai hanya menjawab seperlunya ,dan hal itu tak luput dari perhatian Rayyan.
Rayyan menatap sendu wajah Nai,dalam hati dia mengutuk sang ayah yang telah menghancurkan masa depan seorang gadis yang tidak tau apa-apa. Rayyan berjanji akan membuat Nai bisa berjalan kembali. Rayyan akan mencari dokter terbaik untuk membuat Nai secepatnya bisa berjalan. Selama 1 jam perjalanan ditempuh, akhirnya mereka sampai di sebuah yayasan Desabilitas.
Azizah sengaja membawa Nai kesini, karena Azizah ingin Nai tau bahwa, banyak anak-anak yang mengalami hal yang lebih dari yang Nai rasakan, Namun mereka tetap semangat menjalani hidup dan ada yang berprestasi.
__ADS_1
Azizah, Renata, dan Nai disambut oleh ketua yayasan. Ketua yayasan yang bernama Ibu Endang, mengantar mereka melihat Kayla
"Kayla seorang anak berusia 10 yang tidak memiliki 1 kaki akibat kecelakaan yang menimpanya, juga kedua orang tuanya. Kaki Kayla harus di Amputasi, karena sudah hancur terlindas mobil. Namun hal yang lebih menyedihkan adalah Kayla kehilangan kedua orang tuanya, juga sang adik yang berusia 2 tahun dalam kecelakaan itu" jelas Ibu endang
"Apa keluarganya tidak ada bu? " tanya Renata dengan mata berkaca-kaca
"Kayla tidak punya saudara, karena mereka rantauan. Namun Kayla anak yang hebat Dia menjadi Atlit panah terbaik,dan Kayla pun tak pernah mengeluh dengan kondisinya" jelas Ibu panti lagi
Nai....,merasa malu pada Kayla, bagai mana tidak, Nai masih ada harapan untuk sembuh, tapi Nai merasa kehilangan segealanya.Tapi Kayla... Dia tetap ceria,walau pun dia tak memiliki satu kaki. Setetes air mata menetes disudut mata Nai, hal itu terlihat oleh Rayyan.
Nai mendorong kursi Rodanya ke arah Kayla, Kayla yang melihat Nai tersenyum manis.
"Hai... kak, kita sama ya...." ujar Kayla menunjuk kursi roda Nai dan kursi rodanya sendiri.
"Iya... boleh kakak tau siapa nama kamu? " tanya Nai sambil menjulurkan tangan
"Nama Aku Kayla, nama kakak siapa? "tanya Kayla sambil menerima uluran tangan Nai
"Nama kakak Nai" jawab Nai
"Nama kakak Cantik,secantik orangnya" puji Kayla
"Kay Juga cantik, eh... boleh kan kakak panggil kamu Kay? " tanya Nai dan dijawab anggukan Kayla
"Kayla tadi baru habis latihan panah Kak, pas lewat lihat teman lagi main,jadi Kay lihat aja disini"jawab Kayla dengan senyum manisnya
"Oh.... Kay hebat bisa memanah" puji Nai
"Apa kakak tidak bisa memanah? " tanya Kay
"Enggak.... cuma kakak bisa menggambar" jawab Nai
"Wah.... kakak hebat, apa Kay bisa meminta kak Nai menggambar Kay dan keluarga Kay? " tanya Kayla penuh harap
"Boleh.... apa Kay punya Fotonya" tanya Nai dan dijawab gelengan kepala Kay
"Jadi kakak nggak bisa ya menggabarnya? " tanya Kayla dengan nada sendu
"Siapa bilang kak Nai nggak bisa, bagaimana kalau hari minggu nanti Kak Nai kesini lagi untuk menggambar Kay, Kak Nai akan membawa perlengkapannya? "
__ADS_1
"Iya kak.... iya Kay akan tunggu Kak Nai hari minggu nanti" jawab Kayla Semangat
Azizah dan Renata bahagia melihat senyum diwajah adik ipar mereka. Begitu juga dengan seseorang yang melihat dari tempat yang tersembunyi siapa lagi kalau bukan Rayyan.
"Kamu Cantik kalau tersenyum Nai, terus lah tersenyum Nai" gumam Rayyan
Tak terasa hari sudah sore, Azizah, Renata dan Nai memutuskan untuk pulang. Senyum tak luntur dari wajah Nai setelah bermain dengan anak-anak yang Desabilitas.Hal itu juga membuat Azizah dan Renata bahagia, Azizah merasa benar,karena mengajak Nai kesana. Setelah 1 jam akhirnya mereka sampai dirumah.
Didepan pintu sudah berdiri Ibra yang siap membantu sang adik turun dari mobil. Namun saat akan membantu sang adik, Ibra melihat senyum sang adik sudah kembali. Ibra tidak banyak bertanya, dia segera mengangkat sang adik ntuk masuk kedalam rumah. Azizah membantu membawakan kursi roda Nai dengan Renata yang berjalan dibelakangnya.
Setelah sampai didalam rumah mereka telah disambut oleh Azza dan Mila.
"Assalamualaikum bunda" ucap Nai dengan ceria
"Waalaikum salam " jawab mereka semua
Mila heran sekaligus bahagia, melihat senyum Nai kembali.Mila mendengar semua cerita Nai dan apa saja yang mereka lakukan diyayasan tersebut.
"Jadi begitu bunda, hari minggu nanti, Nai berjanji kepada Kayla, akan menggambar dia dan keluarganya" ujar Nai dengan senyumnya
Tak lama Izar datang. Dia membawa pesanan sang istri yang memintanya membeli bakso bakar dekat dengan rumah sakit. Renata yang menyambut sang suami, merasa ada sesuatu dengan Izar. Namun Renata sengaja tidak bertanya, biarlah Izar yang akan bercerita sendiri, jika dia merasa waktunya tepat.
"Assalamualaikum " ucap Izar kepada semua dengan wajah yang terlihat biasa
"Waalaikum salam " jawab semua yang ada disana
"Abang bawa apa itu? " tanya Azza dengan mata berbinar
"Ini buat mbak Renata dan Nai" jawab Izar dengan nada bercanda
Dan hal itu sukses membuat Azza cemberut. Nai yang melihat segera memeluk sang adik. Nai begitu beruntung disaat dia merasa terpuruk, banyak orang yang mendukungnya, tapi Kayla dia kuat dengan dirinya sendiri tanpa dukungan siapa pun.
"Bang Izar... kapan Dokter yang akan membantu Nai terapi itu datang? " tanya Nai pada Izar
"Minggu depan dia akan datang" jawab Izar
" Baiklah nanti saat Dokternya ada Nai akan giat untuk terapi, agar Nai cepat bisa berjalan kembali" ujar Nai semangat
Dan hal itu membuat mereka semua bahagia. Apa lagi melihat senyum Nai kembali seperi dulu.
__ADS_1
«"«"""""""«"""""«:":"""«""""""«"""""«""""""«""""""«:"""":::‹«««"""""
Sampai disini dulu ya besok kita sambung lagi dan maaf karena kemarin nggak update karena baby bunda mendadak panas dan rewel. Yang mau lihat Visual Mila, Dewa,Izar,Ibra dan Nai bisa lihat di FB bunda ya "Abi Baim" dan bantu like n komen ya biar bunda semangat update nya terima kasih