Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Bunga keluar dari kantor dan pelan-pelan berjalan menuju tempat dia ngekost. Namun tiba-tiba gerimis datang.Bunga berlari kecil, menuju sebuah halte sebelum dirinya basah akibat hujan yang turun semakin deras.


Bunga duduk di halte dengan raut gusar. Tak lama tibalah mobil yang dia kenal berhenti tepat di hadapannya. Seorang pria keluar dari dalam mobil, Dia adalah Bryan asisten pribadi bosnya


"Bunga kamu kenapa disini sendirian saat hujan?" tanya Bryan dengan payung di tangannya.


" Saya menunggu hujan reda pak,karena saya tidak membawa payung" jawab Bunga


" Ya sudah sekarang ikut mobil, nanti kami antar kamu sampai di tempat tinggal kamu" ujar Bryan


Baru saja Bungan akan membuka suara tiba-tiba klakson mobil berbunyi.


" Kenapa masih diam, apa kamu mau membuat tuan AL menunggu " Sambar Bryan cepat


Dan akhirnya Bunga ikut naik ke dalam mobil. Di sana tak ada satu apapun yang menarik untuk mereka berbicara dan mencairkan suasana.


Hanya lima menit mobil yang di kendarai Bryan telah sampai di sebuah kosan yang bisa di bilang tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal.


Bunga keluar dari mobil tersebut, dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada keduanya. Bunga berjalan menggunakan payung agar dirinya terlindungi dari hujan.Setelah Bunga turun,Al mendongakkan kepalanya.


Sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya di cabang Kafe milik Azza semua sudah berkumpul. Susunan acara pembukaan cabang baru telah dilaksanakan. Azza Merasa bahagia , walau Celine baru dalam dunia ini.Tapi lihatlah Celine sudah dapat mengembangkan usaha yang mereka tangani.


Memakan waktu 30menit akhrinya mobil yang Bryan kendarai memasuki parkiran sekitar kafe. Al turun dari kendaraannya. Dan kini semua berbaur menjadi satu.


Perusahaan kini beralih pimpinan yaitu Alendra Bahari pria tampan berusia 25 tahun.Dengan rahang tegas pahatan sempurna. Semua yang memandang pasti akan terpesona. Pesona Al tak kalah dari sang papa. Namun tidak ada yang tau di balik wajah tampannya, Al adalah pemimpin yang sangat di segani .


AL bergabung dengan keluarganya. Ziva yang melihat kedatangan kakak kesayangannya segera mendekat.


" Abang.... Abang Al tambah ganteng aja padahal baru dua hari Ziva nggak gangguin Abang" ujar Ziva

__ADS_1


" Pasti ada yang di inginkan adik Abang ini, kalau nggak,pasti nggak akan muji abangnya ini" ujar AL yang sudah hafal sifat adik-adiknya


Ziva menampilkan senyum yang mengembang,karena sang Abang sangat tau apa yang dia inginkan.


" Bang... di mall lagi ada tas keluaran terbaru, cuma ada lima bang " lapor Ziva bergelayut manja di lengan sang kakak


" Al berhenti mengikuti kemauan adik-adik kamu" ujar Zyan yang pusing melihat tingkah sang putri


" Selagi AL mampu nggak apa-apa om dari pada Adik Al minta dengan orang lain" jawab AL enteng.


Itulah Al dia tidak akan mengizinkan sua adiknya meminta pada orang lain,maka dari itu dia akan berusaha adil pada semua adiknya kecuali yang laki-laki,karena Al tau Lea yang akan memberikan kepada mereka.


Acara di mulai Galen bangga kepada anaknya, walau terlihat manja, namun dia bisa melakukan tugasnya dengan baik. Semua anak perempuan memang terlihat manja. Namun itu hanya kepada orang terdekat saja. Jika di luar mereka akan merubah sikap mereka.


Acara pembukaan cabang Kafe berjalan dengan baik.


" Jadi bang... kemungkinan Gala akan ikut, karena om Galen meminta Supaya Gala yang menangani masalah desain interiornya" jelas Lea


" Kita mungkin hanya dua hari jadi minta sekertaris kamu mengatur ulang semua jadwal kamu dua hari itu" ujar Al


" Baik bang" jawab Lea


Mereka kembali menikmati acara, kebetulan besok weekend, jadi mereka memang menikmati acara yang ada disana. Sedangkan para orang tua, duduk di tempat yang telah di sediakan.


" Celine hebat mbak Rury dan untung aja Celine mau menjalankan Kafe milik Azza, kalau nggak Azza bingung mau di percayakan sama siapa" ujar Azza kepada Rury


" Celine orangnya nggak mau di kekang Za, kalau di kantorkan harus mengikuti jam kerja, kalau di kafe kan suka-suka" jelas Rury dan semua tertawa


Mereka semua tau bagaimana kedua anak Galen dan Rury itu. Keduanya mengikuti sifat Galen yang ingin bebas namun ada batas.

__ADS_1


" Biarkan sajalah selagi masih hal positif Abang juga nggak akan melarang mereka, Kalian fikir Alisa nggak begitu semua anak perempuan kita sama, kecuali Lea" ujar Ibra


Ya semua anak perempuan memilih pekerjaan yang tidak terlalu di kekang. Karena kalau di kantor mereka tidak bisa sesuka hati, seperti yang terjadi pada Lea yang memilih meneruskan perusahaan sang opa. Membuat Lea selalu saja sibuk,dan jarang berkumpul dengan adik-adiknya,kecuali weekend.


Acara telah selesai,dan acara pembukaan Kafe tersebut sukses. Konsep yang di berikan Celine sangat bagus bukan untuk kalangan anak muda saja, semua kalangan pun bisa.


Malam ini mereka memilih pulang kediaman mereka,kecuali para anak-anak. Mereka memilih pulang kekediaman sang Oma. Walau Mila telah tiada, namun kehangatan di rumah itu masih terasa.


"Kak Lea...Lusa kan kakak sama bang AL keluar kota. Jangan lupa oleh-olehnya ya..." pinta Aurel


" Kakak sama bang AL ke luar kota mau memantau Proyek bukan mau jalan-jalan dek" jelas Lea


" Ya sekalian kak, ya...ya..." tambah Alisa


Lea menghembuskan nafas dan akhirnya menyetujui permintaan mereka. Karena Lea tau tidak akan pernah bisa menolak permintaan mereka. Karena bagi AL dan Lea Mereka adalah segalanya.


Malam ini mereka tidak menonton Drakor, karena semua kelelahan. Dan mereka bangun saat Alarm sholat subuh berkumandang. Para wanita Sholat di rumah sedangkan para pria jamaah di masjid. Seusai sholat Azizah menyiapkan sarapan untuk semuanya. Sedangkan anak-anak berolahraga dengan lari mengelilingi kompleks.


Ibra yang baru pulang dari masjid setelah mengikuti kegiatan gotong royong. Pun mendekat kearah sang istri yang saat ini tengah membereskan tempat tidur mereka.


" Sayang.... " ujar Ibra seraya memeluk Azizah dari belakang


" Ih...Abang mandi dulu kan baru habis gotong royong" ujar Azizah


" Abang beruntung banget memiliki kamu sayang... terimakasih sudah menemani Abang selama ini" ujar Ibra


" Zizah yang harusnya mengucapkan terimakasih, karena Abang dulu mau menerima Zizah apa adanya" ungkap Azizah seraya membalas pelukan Ibra


Menua bersama adalah impian setiap pasangan. Ibra tidak ingin apa yang dilakukan Anto pada Mila dia lakukan juga pada Azizah. Karena sama saja dia menyakiti sang bunda. Dan Ibra sangat bersyukur Azizah menerima dirinya apa adanya

__ADS_1


__ADS_2