Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Sampai diruangan sang ibu, Eva mengambil ponsel dan menelpon Azza.Eva ingin mengabarkan, kalau ibunya sudah bisa pulang saat ini. Eva sengaja mengabarkan agar Azza, membatalkan niatnya untuk menjenguk kerumah sakit. Tiga kali panggilan akhirnya Azza mengangkat panggilan Eva.


" Hallo, Va ada apa kamu telpon aku, apa terjadi sesuatu? "tanya Azza cemas


" Enggak Za, aku hanya ingin menyampaikan kalau kamu nggak usah kerumah sakit, soalnya ibu sudah boleh pulang" jelas Eva


" Syukurlah kalau begitu, nanti aku kerumah kamu aja kalau begitu" ujar Azza


" Kalau kamu capek jangan dipaksa Za, aku minta maaf karena nggak bisa masuk kerja" ujar Eva segan


"Kamu ini bicara apa sih Va, aku tau kamu harus jaga ibu, dan bilang pada ibu nanti aku mampir kerumah" pesan Azza


" Ya sudah, aku mau ngecek ibu dulu ya"


Setelahnya Eva segera mematikan sambungan telpon. Eva segera bergegas, membantu ibu menaiki kursi roda yang tadi dia bawa, sebelum masuk keruangan ibu.


" Bu ayo kita pulang" ajak Eva


" Iya... apa sudah tidak ada lagi yang tertinggal? " tanya Ibu Eva


" Enggak ada bu, sudah semua" jawab Eva


Eva segera mendorong kursi roda sang ibu menuju loby rumah sakit, disana sudah menunggu taxi yang tadi dipesannya.


Sedangkan ditempat yang berbeda, tepatnya diruangan Teo,dia menerima kembali menerima informasi dari orang suruhannya, kalau ibu dari Eva sudah pulang kerumah.


Teo menyandarkan punggungnya disandaran kursi,sejenak sambil dia menatap keatas menerawang.Apa yang membuatnya begitu perduli dengan Eva.

__ADS_1


Saat sedang asik dengan Fikirannya, tiba-tiba pintu ruangannya diketuk seseorang, yang ternyata adalah sekertarisnya. Gadis benaa Wina mengabarkan kalau semua menunggunya diruang rapat.


Teo memang menggantikan Rayyan untuk memimpin rapat kali ini, karena dia masih melakukan prewed. Teo melaksanakan rapat selama 2 jam. Mereka membahas tentang proyek baru yang akan mereka kerjakan.


Setelah selesai Teo melihat dipergelangan tangannya, kalau saat ini sudah memasuki makan siang.Teo memilih makan siang dikantin perusahaan, Bagi Teo yang memiliki banyak pekerjaan, lebih baik makan dikantin lebih efisien, dibandingkan mencari makanan diluar.


Sedangkan Azza sangat sibuk hari ini. Karena Azza harus mengerjakan tugas yang diberikan dosen killer. Kalau tidak maka selamat datang nilai C.


Sedangkan Nai dan Rayyan melakukan prewed.Dan setelahnya mereka akan mencari cincin pernikahan.


Hari-hari berlalu begitu cepat besok adalah hari dimana Rayyan,mengucapkan janji atas nama Nai Arimbi dihadapan allah. Ijab kabul akan diadakan dikediaman Mila, yang kini telah dihias dengan Indah.


Luna dan keluarganya sengaja datang dari luar negri, untuk menghadiri acara pernikahan Nai saudara sekaligus sahabatnya semasa kecil dulu. Malam ini kediaman Mila sudah ramai dengan keluarga.Wulan saudara seayahnya tak bisa hadir karena sedang dituhaskan diluar pulau. Sedangkan mantan mertua Mila telah berpulang kerahmatullah setahun yang lalu.


Semua keluarga berkumpul, Luna duduk disebelah Azizah dan asik mengelus perut besar Azizah yang kini memasuki usia 8 bulan. Para wanita berkumpul bersama.


Sedangkan calon pengantin wanitanya, sedang bergelayut manja dilengan sepupunya Galen. Dan hal itu membuat Azza mencebikkan bibirnya.


" Bang Galen mau-maunya digelayuti Kak Nai, nanti bang Rayyan cemburu lo" ujar Azza


" Alah bilang saja kamu iri ya nggak bang? " ujar Nai minta pembelaan.


" Sudah sini, kamu juga bisa gelayuti lengan abang" ujar Galen


Ibra yang melihatnya memasang wajah masam, begitupun Izar.


" Oh... nggak butuh pundak abang Ibra dan bang Izar lagi?" tanya Ibra

__ADS_1


" Iya... sudah lah bang besok kita cari adik lain saja?" ujar Izar


Dan akhirnya kedua gadis itu berlari kearah kedua abangnya. Sedangkan Galen kini yang mencebikkan bibirnya. Dan akhirnya Luna mendekat, memeluk sang adik dan berkata.


" Makanya dek jangan kelamaan jomblo, lihat Nai yang kecil aja sudah mau nikah, lah kamu pacar aja nggak punya" ujar Luna


Dan hal itu sentak membuat semua orang tertawa, sedangkan Galen segera melepaskan pelukan sang kakak.


" Hina terus... besok lihat aku bakal nikah" ujar Galen


Fatma yang mendengar ucapan Galen,sontak mendekat dan tersenyum bahagia.Sedangkan Galen yang melihat kedatangan sang mama tersenyum kecut. Dia tau kalau sudah berurusan dengan sang mama pasti panjang.


"Bener Len kamu mau menikah, sama siapa, kok kamu nggak kenali ke mama?" cecar Fatma


Galen hanya menunduk, bingung harus menjawab apa, karena dia tadi asal bicara didepan saudara-saudaranya. Dan dengan akal penuh ide. Akhirnya Galen memilih kabur. Dan Fatma hanya bisa menghela nafas kasar.


Hari sudah larut malam,tapi seorang gadis yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya, belum bisa terlelap. Dia adalah Nai, Saat ini Nai sedang menatap satu Foto yang disimpannya dengan rapi tidak ada seorangpun yang tau. Foto itu adalah Foto sang ayah Anto.


" Yah... besok Nai akan menikah, dengan pemuda yang sangat Nai cintai.Nai memang pernah marah pada ayah,karena berpisah dari bunda,ayah menyakiti hati bunda, tapi Nai juga berterima kasih karena hal itu. Dengan perpisahan ayah sama bunda. Nai menemukan cinta pertama Nai pada ayah Dewa, seorang lelaki yang tak mengalir darahnya pada Nai, namun sayang menyayangi Nai.Melebihi ayah Nai sendiri. Terimakasih telah membuat Nai lahir kedunia ini, terimakasih memberikan kesempatan pada Nai dan abang-abang untuk merasakan kasih sayang seorang ayah. Terimakasih sudah membuang kami.Nai tak lagi membenci ayah. Dalam doa Nai akan Nai selipkan nama ayah disana. Doaka. besoksemua lancar ya yah terima Kasih" ujar Nai mencium foto Anto


Nai kembali melihat sebuah Foto keluarga dimana disana ada sang bunda, Ibra, Izar dan Azza baby, juga ada seorang lelaki, yang memeluknya untuk pertama Kali, menyalurkan kasih sayang seorang ayah. Memberikan keluarga yang bahagia dan memberikan Nai seorang adik yang cantik. Dia adalah Dewa


" Hai ayah... lihat Nai besok akan menikah, apa ayah akan datang melihat putri ayah ini menikah. Nai berharap ayah datang dalam mimpi Nai,agar besok Nai bisa tersenyum bahagia, menyambut kehidupan baru yang akan Nai jalani. Ayah.... dari ayah Nai bisa merasakan kasih sayang seorang ayah, dari ayah Nai mendapatkan julukan kakak. Terima kasih ayah, terimakasih pernah menemani hari-hari Nai. Walau terkadang Nai nakal, namun seujung Kuku pun ayah tak pernah mengeluarkan Kata-kata kasar pada Nai, abang Izar dan abang Ibra. Drngan tangan terbuka ayah menerima kami. Kalau ada yang bertanya pada Nai, siapa cinta pertama Nai, Nai akan menjawab Ayah Dewa, kenapa karena ayah yang pertama menunjukkan caranya mencintai dengan melindungi, terimakasih ayah. Dalam setiap doa Nai selalu terselip nama ayah disana. Doakan Nai ya ayah. Agar Nai bisa menjadi istri yang sempurna dan Rayyan bisa seperti ayah yang selalu melindungi Nai dan anak-anak kami nanti" ujar Nai


Setelah selesai berkeluh kesah dan berdoa. Nai segera merebahkan tubuhnya diatas ranjang King size miliknya,dan mulai menuju alam mimpi.


Bersambung****

__ADS_1


Maaf ya readers, dari semalam daerah bunda gangguan sinyal.Jadi tidak bisa mengirim tulisan Terimakasih bagi yang sudah mengikuti dari awal hingga saat ini dan maaf hanya bisa up 1 bab, karena diaini masih terjadi gangguan. Sekali lagi bunda minta maaf.


__ADS_2