
Hari ini tepat 7 hari kelahiran baby Lea, Dan hari ini Mila mengadakan acara tasyakuran untuk baby Lea. Mereka semua sibuk, termasuk kedua orang tua Renata. Mereka sangan antusias. Mila mengundang 200 anak yatim dari 2 panti asuhan.
Sedangkan orang tua Renata juga mengundang rekan bisnisnya. Hari ini mereka menggunakan pakaian senada,untuk wanita menggunakan gamis berwarna putih,sedangkan para pria menggunakan baju Batik dan celana dasar hitam.
Acara berlangsung khidmat, semua mendoakan baby Lea dengan doa terbaik. Mila dan pak Baskoro memberukan amplop untuk anak yatim dan mereka juga membagikan bingkisan untuk para tamu undangan.
Selesai acara mereka semua berkumpul diruang keluarga mengelilingi baby Lea. Sedangkan baby AL yang mulai aktif, tidak mau ketinggalan untuk melihat baby Lea.Azza sendiri yang paling heboh dengan terus mencium baby Lea dan baby AL.
Sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya dikediaman Marco, Sedang terjadi keributan diantara bodyguard Marco dan petugas kepolisian yang sudah membawa surat penangkapan untuk Marco. Sedang Jelita menghubungi Rayyan agar segera pulang.
Sedangkan Rayyan yang sedang mengadakan rapat,Segera pamit dan menyerahkan kelanjutan rapat pada Teo, setelah mendapatkan telpon dari sang mommy. Tak lupa Rayyan juga menghubung Ferdy pengacara sang daddy.
Rayyan mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh, banyak pengemudi mengumpat akibat tindakan Rayyan.
"Daddy... sudah Rayyan katakan untuk berhenti, tapi daddy tetap melakukan kesalahan yang tidak daddy sadari atau memang daddy sendiri yang tidak ingin sadar" monolog Rayyan
Namun Rayyan tetaplah seorang anak, yang akan melakukan apapun untuk membantu sang daddy.Namun lebih tepatnya Rayyan tidak ingin melihat sang Mommy sedih. Hanya 30 menit berkendara Rayyan sudah sampai didepan gerbang rumah orang tuanya.
Rayyan dapat melihat beberapa orang polisi berjaga diluar. Rayyan segera melangkahkan kaki memasuki rumah orang tuanya.Sampai didalam Rayyan melihat sang daddy masih duduk dengan tenang disofa ruang tamu. Sedangkan para pengawal berdiri dibelakang Marco.
Polisi melihat kedatangan Rayya dan bertanya tentang siapa Rayyan. Setelah mendapat jawaban Rayyan di izinkan untuk duduk disebelah Marco.
" Begini mas Rayyan, kami kesini membawa surat penangkapan untuk pak Marco" ujar polisi yang bernama Slamet sambil menyerahkan sebuah map kepada Rayyan.
Rayyan segera membuka dan membacanya, dan meminta kepada pihak kepolisian untuk menunggu pengacara keluarga mereka.
"Baik lah pak...tapi saya minta tunggu pengacara saya yang akan menemani daddy saya" Ujar Rayyan dengan tenang
"Baiklah mas Rayyan" jawab polisi tersebut
Tak lama terlihat seorang art berlari kearah mereka.
"Maaf mas Rayyan didepan ada pak Ferdy" ujar bi Suti
"Bawa kemari aja ya bi" perintah Rayyan
__ADS_1
Sedangkan Marco sedari tadi hanya duduk manis sambil memainkan ponselnya. Tak lama bi Suti masuk bersama pengacara Ferdy.
Setelah pengacara Ferdy duduk,Rayyan memberikan surat penangkapan itu.Dan Ferdy berbincang besama polisi bernama Slamat. Namun Ferdy tidak dapat menangguhkan surat panggilan penahanan itu.
Rayyan yang mengerti dengan tatapan Ferdy dan akhirnya menganggukan kepalan Sedangkan Marco tampak mengeraskan rahangnya. Dan Jelita hanya bisa menitikkan air matanya. Jelita tak bisa menyalahkan siapa pun,karena dasarnya memang sang suamu yang bersalah.
Setelah melakukan pembicaraan akhirnya Marco dibawa menggunakan mobil polisi. Dan hal ini telah sampai ditelinga Ibra, membuat seringai terbit dibibir Ibra.
Ya... Marco tidak dapat mengajukan penangguhan penahanan, karena selain kasus penabrakan, Romi juga mendapatkan bukti lain tentang bisnis gelap Marco, tidak ada yang tau tentang bisnis itu termasuk keluarganya. Dan Marco begitu terkejut, karena Ibra mengetahuinya.
Marco bertanya-tanya siapa sebenarnya ibra Bahari Nugraha ini. Akhirnya setelah semua bukti dan saksi terkumpul Marco tak dapat lagi menyangkal.Sedangkan Rayyan tidak dapat berbuat apa-apa,Namun Rayyan tetap mengusahakan yang terbaik buat sang daddy.
Kembali kekediaman Mila,Saat ini Ibra sedang berada diruang kerjanya bersama Gio, Izar dan Romi,sedangkan Galen saat ini sedang mengantar Rury. Ibra menyampaikan berita tentang penangkapan Marco kepada Gio dan Izar.
"Ternyata selain pysico dia juga mempunyai bisnis gelap" ujar Gio
" Iya om tidak ada yang tau tentang bisnis itu termasuk keluarganya,hanya tangan kanannya yang bernama Coki yang tau semuanya.
Hari - hari berlalu dengan cepat, tak terasa usia Nai hari ini bertambah 22 tahun. Malam ini rencananya dia akan mengadakan acara bersama keluarga nya dan Nai juga mengundang Kayla dengan dijemput sopir. Dan pagi ini Nai dikejutkan dengan paket kiriman buket bungan lili, tanpa nama pengirim juga sebuah kotak berisikan sebuah kalung berliontin bintang.
Nai segera memakai kalung tersebut. Sedangkan ditempat yang berbeda.Tepatnya diruang Rayyan. Dia saat ini sedang tersenyum, ketika mengingat seorang gadis yang Lukisan wajahnya ada diruang kerjanya.
Nai yang telah selesai bersiap, segera keluar dari kamar turun menuju ruang makan.Disana susah ada sang bunda, kedua kakak iparnya dan kedua abangnya juga sang adik yang selalu dia sayang.
Mereka semua makan bersama sambil sesekali berbincang.
"Azza minggu depan kamu akan ujian akhirkan? " Ibra
"Iya bang...sebenarnya sekarang Azza juga sudah dalam masa minggu tenang, tapi Azza mau ke perpustakaan sekolah cari reverensi buat belajar bang" jelas Azza
"Kamu nanti mau kuliah dimana sayang?" tanya Mila
"Belum Azza fikirkan" jawab Azza
"Kafe kamu bagaimana Za?" tanya Izar
__ADS_1
" Azza sedang memikitkan buat cabang bang dan juga Azza sedang mencari karyawan tambahan bang, apa abang Ibra dan Abang Izar ada rekomendasi, atau mbak Azizah dan mba Rena? " tanya Azza
"Kalau soal recomen kau bisa tanya bang Galen, karena diantara kita Galen lah yang lebih sering berkeliling dibandingkan kerja" jelas Izar
"Abang....... " panggil Mila dengan sedikit menekan kata-katanya.
"Kan emang benar bun, Galen itu lebih sering diruang kerja aku,atau bang Ibra dari pada di ruangannya sendiri" bela Izar
Selesai sarapan mereka semua pergi ketujuan masing-masing. Nai berangkat kebutik dengan diantar pak Ujang. Sampai dibutik Nai disambut ramah oleh semua karyawan.
"Mbak nanti Nai minta tolong cari gaun untuk anak remaja ukuran kecil ya" pinta Nai sopan
"Iya mbak Nai nanti Juli ambilkan" jawab karyawan yang bernama Juli
Setelahnya Nai masuk keruang kerjanya. Sampai disana Nai kembali melihat paket berisi buket bunga LiLi juga buket Coklat. dan didalamnya terdapat ucapan.
" Senyummu sangat indah pagi ini"
Nai yang membaca tulisan tersebut menyunggingkan senyum. Nai bertanya siapa yang mengirimkan semua ini.
Mba Juli
Mba Juli
Panggil Nai pada Karyawan bernama Juli." Iya mba" sahut Juli setelah sampai diruang Nai
"Siapa yang mengirim buket ini? " tanya Nai
"Juli nggak tau mba Nai" jawab Juli dengan gentar
Nai yang melihat ekspresinya terasa ingin tertawa ngakak.
################################
malam ini sampai disini dulu ya bagi yang penasaran dengan visual mereka bisa lihat di IG bunda " baim.abi juga fb bunda Abi Baim atau Abibaim" Terima kasih
__ADS_1