Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

"Mami.....mami.." teriak Ziva memanggil Azza dari arah luar


" Ada apa sayang kenapa? Kok teriak-teriak panggil mami?" tanya Azza lembut seraya mengusap kepala Ziva Azza menuntun Ziva untuk duduk di sofa di ruang keluarga.


" Mi... papi kapan pulang sih,adik Ziva kan mau beli Barbie sama papi?" tanya Ziva polos


Deg


Pertanyaan yang sering kali Fariz dan Ziva pertanyakan. Namun hanya kata sabar dan berdoa yang bisa Azza pinta pada kedua anaknya. Karena dirinya sendiri tak tahu kapan Sang suami akan kembali bersama mereka.


" Apa Ziva lupa apa yang mami bilang?" tanya Azza sambil membelai kepala sang anak dan di jawab geleng kepala oleh Ziva


Tak lama Fariz datang bersama dengan Heru.


" Assalamualaikum nyonya" ucap Heru


" Assalamualaikum mami" ucap Fariz bersama


" Waallaikum salam.... Loh kok Abang bisa sama om Heru?" tanya Azza


" Tadi ketemu Om Heru di depan Mi waktu Abang main" jawab Fariz


" Oh ya sudah Abang sama Adek ke ruang makan ya mami sudah masak makanan kesukaan kalian minta sama mbok ya" pinta Azza dan di jawab anggukan oleh keduanya


" Silahkan duduk Ru, ada apa?" tanya Azza


" Begini nyonya,Heru menjelaskan maksud kedatangannya" begitu nyonya


" Apa Abang sudah tau?" tanya Azza


" Belum nyonya karena saya sendiri baru tau tadi saat rapat" jelas Heru


" Baiklah nanti saya akan bicarakan dengan Abang, tapi tolong minta mereka hadir dalam rapat selanjutnya besok, saya akan hadir disana" jelas Azza


" Baik nyonya" ujar Heru dan pamit undur diri

__ADS_1


Di tempat yang berbeda Abah mendapatkan kabar dari bawahannya kalau ada yang mencari Zen. Namun dengan segera Abah meminta untuk mereka menghalangi.


Abah duduk di kursi goyang miliknya, menerawang kejadian 3 tahun yang lalu, kejadian yang membuatnya bertemu dengan Zen.


Flashback on


Hari itu Abah Tris baru saja mengajukan pensiun dini, karena ingin melupakan kejadian yang membuat dirinya ke hilangan istri dan anaknya.


Abah memilih pulang ke kampung halaman sang istri, sekaligus tempat Abah pertama kali bertemu dengan sang istri. Namun saat di perbatasan kampung Abah yang sedang berjalan-jalan mengelilingi kampung,melihat ada yang mencurigakan. Abah bersembunyi saat melihat 3 orang berjalan, menyusuri jembatan.Abah memilih tetap di tempatnya, sambil tetap fokus pada pembicaraan kedua orang tersebut.


" Apakah aman?" tanya salah satu dari ketiganya


" Aman jadi sekarang cepat keluarkan jangan sampai ada yang datang" ujar temuannya


Dan betapa terkejutnya Abah saat melihat mereka mengangkat seseorang dan membuangnya ke semak belukar yang ada di sekitar jembatan.


" Tapi nona Yura meminta kita tidak membunuhnya" timpal yang lain merasa ragu


" Yang membayar kita tuan Toni,jadi apa yang di perintahkan Toni lah yang harus kita ikuti" jawab yang lain


Abah Tris segera berlari menuju tempat mereka membuang tubuh Zen. Setelah menemukannya Abah membawa tubuh Zen yang telah terluka parah ke rumahnya. Di sana Abah merawat Zen dengan di bantu dokter yang bekerja di ke militeran. Namun setelah sadar Zen tidak mengingat siapa dirinya. Hanya ada satu barang yaitu sebuah kalung dengan inisial Z. Itulah yang membuat Abah memberikan nama Zen pada Zyan.


Lama tidak ada yang pernah mencari Zen,namun belakangan makin banyak yang mencari. Abah takut mereka kembali ingin menghabisi Zen. Karena mengetahui Zen belum meninggal.


Flashback of


Lamunan Abah terhenti saat terdengar ketukan pintu. Abah berdiri menuju ke arah pintu dan ternyata pak Lurah yang datang.


" Assalamualaikum.... Selamat siang Abah" ucap pak Lurah


" Waallaikum salam eh pak Lurah ayo mari masuk" ujar Abah mempersilahkan pak Lurah untuk masuk dan mempersilahkan untuk duduk.


" Ada apa ya pak sehingga bapak repot-repot datang ke mari harusnya saya yang datang kelurahan" ujar Abah sambil menyerahkan air minum yang baru ia buat


" Iya nggak apa-apa Abah, saya kesini sekali lewat sekaligus mau membicarakan tentang pembangunan sarana di desa kita ini" jelas pak Lurah

__ADS_1


Dan akhirnya mereka berdiskusi, hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 5 sore. Zen yang telah selesai bertugas, segera membereskan meja kerjanya. Saat akan menaiki kendaraannya Nurul memanggil Zen.


" Mas Zen..." panggil Nurul membuat Zen menoleh ke arahnya


" Ada apa Nurul?" tanya Zyan mengerutkan keningnya


" Apa mas Zen mau ikut, kami semua mau makan bakso di ujung jalan?" tanya Nurul sambil menunjuk kepada teman yang lain


Zyan melihat ke arah teman-teman kerjanya.


" Maaf Nur saya nggak bisa karena, saya harus mengurus proyek desa yang akan segera di laksanakan" jelas Zyan


Hal itu membuat Nurul kecewa. Memang selama ini Nurul sudah menaruh hati pada Zyan. Ketampanan Zyan membuat para gadis mengaguminya. Begitu juga dengan Nurul, namun Zyan sama sekali tidak mengambil hati apapun yang Nurul lakukan untuk mendapatkan perhatiannya. Namun hal itu tak membuat Nurul menyerah.


Nurul yang merupakan anak dari kepala desa. membuatnya percaya diri bisa memikat Zyan. Walau selama 3 tahun ini Zyan tak meresponnya.


Setelah menolah ajakan Nurul Zyan bergegas melajukan motornya untuk pulang ke rumah.


Di tempat yang berbeda tepatnya Di Nugraha grup. Ibra sedang berbicara dengan Romi saat pintu ruangannya terbuka. Dan ternyata Azza sang adik yang datang. Romi yang melihat ingin undur diri namun Azza melarangnya.


" Ada apa dek kok tumben datang nggak kasih Abang kabar?" tanya Ibra mengajak Azza dan Romi untuk duduk di sofa


Azza menceritakan apa yang Heru laporkan padanya tadi siang.


" Bang seperti ada yang ingin mengusik perusahaan mas Zyan, karena Heru bilang para pemegang saham meminta untuk Ayah mundur dari ke pemimpinnya. Dan meminta Azza yang menduduki kursi ke pemimpinan di sana" jelas Azza


" Jadi maksud kamu, orang itu meminta kamu memimpin agar mereka bisa mengatur kamu sesuai ke inginan mereka?" tanya Ibra mengeraskan rahangnya


" Sepertinya begitu pak, karena mereka menganggap nona Azza tidak tau apa-apa pasti mudah untuk memanipulasi nya" jelas Romi


Setelah lama berbincang, akhrinya mereka memutuskan untuk datang di rapat pemegang saham besok sekaligus membawa pengacara kepercayaan Zyan.


Karena jelas di surat wasiat, kalau sebelum Anak Zyan berusia cukup untuk memimpin. Semuanya akan berada dibawah pengawasan Perusahaan Nugraha grup, dan perusahaan akan di pimpin oleh Arya selaku ayah dari Zyan.


Namun sepertinya ada yang ingin berbuat sesuatu pada Azza dan kedua anaknya. Sehingga meminta Azza untuk memimpin perusahaan.

__ADS_1


Semoga suka sama part ini ya. Sudah terjawab kan kalau Zyan masih hidup.Termakasih untuk yang masih setia dengan cerita author. Jangan lupa like dan komen ya biar author semangat update nya.


__ADS_2