
Hari ini adalah hari terakhir Rayyan bekerja dirumah Mila,sebagai supir pribadi Nai. Pagi sekali Rayyan sudah bersiap, karena pagi ini dia akan mengantar Nai dan Mila,untuk melihat toko didaerah B,dan juga bertemu klien yang akan memesan gaun penganti.
Ya... keindahan dari setiap desain yang Nai buat, sudah tersebar keseluruh kota,bahkan banyak model, artis dan masih banyak lagi tang menggunakan desain dari Nai.
Produksi baju dari butik Nai juga tak kalah indah.Rayyan telah tiba di rumah kediaman Mila. Nai yang telah bersiap pun turun kelantai dasar menuju ruang makan. Disana sudah ada Mila, Ibra, Izar,Azza sedang kan Azizah sedang ada didapur, karena hari ini Azizah yang memasak sarapan dibantu Renata.
Sebenarnya Azizah sudah meminta adik iparnya untuk duduk saja, tapi Renata menolak dengan alasan,agar dapat melahirkan normal.
Semua sudah terhidang dan mereka semua sarapan dengan sesekali mengobrol ringan. Setelah selesai sarapan mereka semua bergegas berangkat ketujuan masing -masing, namun hari ini Azza terpaksa diantar oleh Izar, karena pak ujang sedang sakit.
Tak sampai 20 menit mereka sudah sampai digerbang sekolah Azza, setelahnya mobil yang dikendarai Rayyan meluncur menuju daerah B.
"Rayyan...."panggil Mila yang duduk di belakang, sedangkan Nai duduk di sebelah Rayyan
"Iya bu.... " jawab Rayyan
"Apa kamu benar-benar mau mengundurkan diri?" tanya Mila
"Iya bu... saya harus pulang kekampung halaman" jawab Rayyan sambil matanya melihat Nai
"Baiklah semoga kamu bisa betah dikampung dan kalau kamu nggak betah dan butuh pekerjaan kamu bisa hubungi saya atau mas Ibra ya" jelas Mila panjang lebar
"Iya bu... terima kasih banyak" jawab Rayyan
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya mereka sampai ditoko Mila. Nai dan Mila masuk kedalam toko disambut ramah para pegawai disana. Disana rata-rata adalah pegawai lama, karena mereka betah bekerja dengan Mila.
Selama 2 jam Mila dan Nai berada ditoko, dan saat ini mereka menuju restoran, tempat mereka akan bertemu dengan klien yang akan memesan gaun pernikahan. Nai dan Mila mereka memilih ruang privat untuk bertemu klien.
Namun sebelum itu mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Rayyan pun makan siang dan memilih tempat disudut dengan viuw, kolam ikan dan taman. Saat sedang asik menikmati makan siang, ponsel Rayyan berbunyi menampulkan nomor asing.
Rayyan tak menggubris panggilan tersebut. Tak lama 1 pesan masuk dari nomor tersebut, yang tak lain adalah nomor Clara.
Ting
Satu pesan masuk diponsel Rayyan siapa lagi pengirimnya kalau bukan Clara. Gadis manja yang membuat Rayyan jengah. Entah apa yang dilihat sang Daddynya.
"Mas Rayyan"
" Mas Rayyan lagi dimana? "
Rayyan yang membaca pesan dari Clara tidak berniat untuk membalasnya. Karena bagi Rayyan tidak penting
__ADS_1
Ting
" Mas hari ini kita mau fitting baju untuk pertunangan kita loh mas"
" Mas angkat dong telpon Clara"
Clara terus mencerar Rayyan dengan pesan-pesan yang dianggap Rayyan tidak penting, Namun pesan Clara selanjutnya membuat Rayyyan penasara.
Ting
"Mas Clara sudah ada direstoran X didaerah B, Clara tunggu ya desainernya udah datang"
"Mas Clara ada diruang privat room ya atas Nama Nai Arimbi"
Deg
Melihat sekali lagi pesan yang di kirim Clara,Rayyan begitu terkejut, bukan karena acara pertunangannya dengan Clara, tapi desainer yang akan mendesain pakaiannya. Kenapa Clara bisa mengenal Nai. Hal itu berhasil membuat mood Rayyan rusak.
Sedangkan diruangan privat room. Clara sudah duduk dikursi yang berhadapan dengan Nai. Awalnya Clara menilai cara berpakaian Nai yang sederhana. Dalam hati Clara dia sedikit ragu, apakah Nai benar Desainer hebat seperti kata sahabatnya.Walau wajah Nai memang sangat Cantik walau tak ada polesan makeup tebal.
"Kenalkan Saya Mila dan ini putri saya Nai" ujar Mila memperkenalkan diri
"Saya Clara" jawab Clara
"Maaf Nona Clara bukankah anda bilang akan bersama calon tunangan anda" tanya Mila
"Oh... tunangan saya sedang sibuk tante maklum dia pengusaha sukses" ujar Clara sombong
"Oh... begitu, jadi kapan dia akan datang untuk mengukur jasnya" tanya Mila
"Nanti jika dia ada waktu saya akan membawanya kebutik anda" jawab Clara
"Baiklah... sekarang anda bisa memilih desain mana yang akan anda gunakan" ucap Mila sambil menyerahkan contoh desain kepada Clara.
"Apa saya bisa meminta desain baru" tanya Clara
Nai mengeluarkan buku untuk membuat desain. Sebenarnya Nai kesal dengan kliennya yang satu ini, bagaimana tidak, Nai menila Clara terlalu sombong. Namun Nai harus tetap profesional.
Nai menggambar, sesuai keinginan Clara. Dan Nai berhasil membuat Clara kagum dengan hasil desain Nai. Setelah deal, Nai mulai mengukur Clara. Setelah selesai mereka neninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan Rayyan sudah menunggu dimobil, karena tidak ingin Clara melihatnya.
Setelah Mila dan Nai masuk kedalam mobil, Rayyan mulai melajukan kendaraannya menuju butik, karena Nai ingin memilih bahan yang akan dia gunakan untuk gaun pertunangan Clara.
__ADS_1
Seharian ini Ibra terlihat sibuk, Namun saat sedang asik memeriksa laporan,pintu ruang kerjanya terbuka,menampilkan sosok cantik menggendong bayi mungil, diikuti seorang baby sister yang membawa bekal makanan.
Dia adalah Azizah dan juga baby AL. Ya... hari ini Azizah memang berniat membuat kejutan untuk sang suami. Azizah memasak makanan kesukaan Ibra. Semenjak Gisel cuti Ibra begitu sibuk, karena sekertaris sekarang tidak cekatan seperti Gisel.
Sebenarnya Gisel ingin berhenti bekerja, Namun Ibra memintanya untuk bekerja, dengan jadwal yang tidak padat, seperti dulu. Romi pun akhirnya mengizinkan sang istri bekerja.
"Bang... ayo makan siang dulu" ujar Azizah sambil menata makanan diatas meja
Sedangkan baby AL,sudah masuk keruangan yang sengaja Ibra siapkan untuk sang anak, jika sewaktu-waktu baby AL dan Azizah kekantor seperti hari ini. Ibra berjalan menuju sofa dan duduk tepat disebelah sang istri.
"Mama masak apa? " tanya Ibra
"Mama masak makanan kesukaan papa" jawab Azizah
Semenjak memiliki AL, Azizah dan Ibra memang selalu menggunakan panggilan mama dan papa, kecuali saat mereka sedang berdua dikamar.
Azizah mengambilkan makanan untuk Ibra, juga untuk dirinya. Ibra memakan makanannya dengan lahap. Dia selalu suka dengan masakan sang bunda dan istrinya.
Selesai makan Azizah membersihkan meja. Walau Ibra sudah melarang.Namun Azizah tetap mengerjakan. Setelah selesai Azizah duduk disamping sang suami.
" Bagaimana hari ini Bang" tanya Azizah
"Tadi sebenarnya abang sangat lelah, dan tidak bersemangat, tapi setelah kedatangan istri abang ini" ujar Ibra sambil mengerling nakal dan mendapatkan tepukan dari sang istri.
Hari menunjukkan pukul dua siang, dan Azizah memutuskan untuk pulang, karena baby AL tampak kelelahan,setelah bermain bersama sang papa.
Setelah kepulangan sang Istri Ibra kembali menyibukan diri. Namun tak lama pintu ruangan Ibra diketuk. Tak lain adalah Romi.
"Siang tuan" sapa Romi
"Siang Rom, ada masalah apa? " tanya Ibra menghentikan kegiatannya.
Romi menyerahkan sebuah map dan Ibra segera membukanya. Seringai dibibir Ibra,dan hal itu membuat Romi bergidik ngeri.
"Segera laporkan dan bilang kepada pengacara kita, agar pihak Marco tidak bisa mengajuka penangguhan penahanan" perintah Ibra
Romi segera mengerjakan perintah Ibra, dan segera keluar dari ruangan Ibra.
\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\= Sampai disini dulu untuk malam ini ya,dikarenakan badan bunda belum terlalu fit.Doakan bunda sehat selalu ya jadi updatenya tidak terganggu. Bagi yang ingin lihat visual tokoh di MASIH ADAKAH CINTA, kalian bisa lihat di Fb bunda
Abi Baim atau Abibaim dan bisa juga lihat di IG bunda baim.abi
__ADS_1
Terima kasih