
Pesta ulang tahun Nai yang diadakan secara sederhana, membuat semua orang saling berbaur begitu juga Zyan. Tak lama Teo datang bersama Eva, dan disusul Seorang gadis remaja, yang saat ini penampilannya sangat berbeda, dengan pertama kali mereka bertemu. Walau masih ada yang sama yaitu kursi roda yang selalu menemaninya. Dia adalah Kayla gadis cantik yang baru berusia 16 tahun itu terlihat sangat cantik. Pelukis terkenal dengan lukisan yang selalu diminati setiap kalangan pengusaha, dan juga kolektor lukisan.
Nai sangat senang dengan kehadiran seseorang, yang pernah menjadi temannya disaat terpuruk dulu.
" Kayla kamu datang dek....katanya lagi mau ada pameran, dan nggak bisa datang" tanya Rayyan
"Ih...kak Ray nggak mungkin Kay nggak datang ke acara ulang tahun kak Nai nya Kayla, bisa nggak di anggap adik lagi Kay nanti" jawaban Kay membuat semua tergelak
" Ya enggalah dek kakak tau kamu sekarang sudah jadi pelukis terkenal jadi pasti sangat sibuk,di tambah lagi kamu sekolah" jawab Nai
sambil memeluk Kayla
Kini semua orang menikmati pesta itu, pandangan Zyan teralihkan dengan kehadiran Kayla, dan itu tak luput dari pandangan AZZA. Namun AZZA yang keras kepala mencoba bersikap biasa aja.
Fatma dan Gio tak bisa hadir karena sedang di Singapura tempat Luna yang saat ini juga baru saja melahirkan anak ke 3nya.
Sedangkan Galen dan Rury pun tak bisa hadir karena saat ini mereka sedang berada di luar kota. Mereka sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan, sebelum cuti panjang mereka yang akan melaksanakan pernikahan. Nai sangat bahagia di usianya yang ke 25 dia begitu bahagia,di berikan kesehatan dan mendapatkan hadiah terindah, berupa bayi mungil yang saat ini terlelap di kamarnya.
Acara sudah selesai semua memilih pulang kekediaman masing -masing.Sedangkan Zyan pun sudah pulang dengan mengantar Kayla terlebih dahulu. Karena sopir pribadi Kayla tadi menelpon kalau ban mobilnya bocor,dan sedang berada di Bangkel.
Dan hal itu tentu mengusik seorang gadis yang dari tadi berusaha terlihat baik-baik saja.
Saat ini AZZA berjalan mondar-mandir didalam kamarnya. AZZA masih menerka apa yang membuat Zyan berbeda dengannya hari ini. Dan melihat senyum manis Zyan saat membantu Kayla naik ke mobil tadi.
__ADS_1
" Ih.... AZZA kenapa kamu harus mikirin cowok nggak jelas itu sih, lagian biarin aja dia mau senyum sama siapa, toh itukan bagus jadi dia nggak akan ganggu kamu lagi,Tapi..." gumam AZZA dan kemudian mengacak rambutnya kesal
* * * * * * * * * * * * *
Hari-hari berlalu,Zyan memang sering bertemu AZZA saat hari libur dan sedang lari pagi. Namun seperti sebelumnya Zyan hanya menegur AZZA seadanya saja. Namun hal itu membuat AZZA kesal bukan kepalang. Entah apa yang gadis itu pikirkan.Padahal dia sendiri yang menginginkan agar Zyan menjauh. Sekarang setelah semua maunya dituruti malah kesal sendiri.
AZZA pulang dengan muka masam dan hal itu membuat Mila menggeleng kepalanya.Tingkah laku AZZA sama seperti Dewa.
Dulu saat Dewa sedang cemburu atau pun ngambek dengan Mila, pasti mukanya akan ditekuk kedalam. Dan saat ini Mila baru sadar, karena gadis kecil mereka kini sudah dewasa.
" Mas.... Apakah tak lama lagi kita berjumpa? Karena sepertinya tak lama lagi aku harus melepas putri kecil kita mas,dan setelah itu aku siap berkumpul dengan kamu dan mba Dara mas" gumam Mila
Begitulah Mila mencintai Dewa karena cinta itulah Mila bertahan. Walau saat ini hidupnya terasa hampa, tetap dia jalani karena satu pesan dari Dewa untuk menjaga anak-anak nya. Dan saat ini tinggal AZZA belum ada yang menjaganya.
Tapi jika Allah manggilnya untuk kembali Mila siap dan harus siap. Karena saat ini dirinya pun sudah mengidap penyakit, namun Mila tak pernah bercerita kepada siapapun termasuk anak-anaknya. Mila tak ingin mereka semua sedih.
Mila membaringkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya. Tak lama Mila terlelap dalam mimpi berharap agar bisa bertemu Dewa dan kedua orang tuanya.
Sedangkan Zyan menikmati wajah kesal AZZA. Dan Zyan bertekat akan membuat AZZA mengakui perasaannya. Baru setelah itu Zyan akan meminta ke dua orang tuanya melamar AZZA menjadi istrinya.
Bila ada yang bilang Zyan sudah tidak waras,karena mencintai gadis yang baru saja dia temui,Zyan tidak perduli karena cinta itu datang dengan sendirinya. Jika ada yang berkata itu hanya obsesi semata,jawabannya Zyan tak pernah hanya bertanya kepada manusia,tapi Zyan bertanya kepada pemiliknya.
* * * * * * * * * * * * * * * *
__ADS_1
Sudah berapa hari Azza terlihat tidak bersemangat, dan semua itu di rasakan oleh saudara dan para iparnya serta sang bunda Mila. Namun mereka hanya mencoba memberikan ruang untuk Azza menyelesaikan sendiri permasalahannya.
Sedangkan Azza sendiri bingung dengan dirinya akhir-akhir ini. Entah apa yang membuatnya tak bersemangat, yang jelas saat ini dirinya hanya ingin sendiri. Walau AZZA tetap memasang wajah manis didepan semua orang.
Hari ini hari Sabtu namun Azza disibukkan dengan acara yang di adakan di kafenya yaitu acara ulang tahun Kafe A4 Yang ke 7 tahun.Eva pun terlihat sibuk, namun di sela kesibukannya terkadang Teo menghubunginya.
" Va .... apa nanti setelah menikah Lo akan berhenti bantu gue di Kafe?" tanya Azza disela kesibukan mereka mempersiapkan acara ulang tahun Kafe.
" Kalau untuk sekarang belum Za,mungkin nanti setelah aku punya anak, aku akan fokus pada mas Teo sama anak-anak ku" jawab Eva
" Terus yang bisa gue buat sibuk siapa lagi kalau bukan elu, soalnya yang kerjaannya bisa gue suruh-suruhkan elu Va" ujar Azza tersenyum
" Iya... mentang-mentang yang punya Kafe, terus ngerecokin gue, kadang mas Teo nanya Va sebenarnya yang punya Kafe kamu atau Azza sih" ujar Eva
Dan keduanya tertawa, karena semua benar Azza memang pemilik Kafe namun Eva lah yang lebih dikenal Klien yang ingin menyewa Kafe untuk acara-acara tertentu. Maka tak jarang orang mengira Eva lah pemilik Kafe A4. Namun Azza tak pernah keberatan. Toh Eva lah yang membantunya memajukan Kafe ini hingga memiliki beberapa Cabang.
" Oh iya Za.... bagaimana, apa tuan Zyan masih meresahkan?" tanya Eva
" Enggaklah gue kan sudah minta dia menjauh dari gue" jelas Azza tertawa miris
Mendengar Eva kembali membahas tentang Zyan, Membuat Azza kembali teringat tentang pria itu. Pria yang membuat dirinya tak bersemangat beberapa hari ini.
Bersambung......
__ADS_1