Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Pagi ini terjadi kehebohan disebuah kamar hotel, tempat dimana Bagas dan Liona menginap.Atas laporan salah satu anak buah Romi.Para wartawan kini sudah berada di loby hotel,mereka bersama manager hotel masuk kedalam kamar dimana Bagas dan Liona sedang tidur.Setelah kamar terbuka para wartawan tidak menyia- nyiakan kesempatan untuk mengambil gambar dan merekam kejadian tersebut.Dan berita tersebut dengan cepat beredar.


Sedangkan disebuah ruangan,di Perusahaan NUGRAHA.Ibra sudah melihat berita tersebut.Ibra menyeringai menyeramkan.Ya... Semua yang terjadi adalah campur tangan Romi asisten Ibra.


"Rom... buat mereka menyesal sudah berani mengganggu keluargaku" perintah Ibra


"Baik bos.. dan ini ada berkas kerja sama dari PT.RATU MAS" Romi menyerahkan sebuah map kepada Ibra


"Hubungi mereka bilang besok saya ingin melihat projeknya"


"Baik pak akan segera saya kerjakan, kalau begitu saya permisi"


Setelah keluar dari ruangan Ibra,Romi segera menghubungi sekretaris PT RATU MAS,untuk pertemuan besok.Sedangkan didalam ruangannya Ibra sedang menerima telpon dari sang bunda.


"Assalamualaikum Abang sedang sibuk nggak?" tanya Mila


"Waalaikum salam bun, nggak abang nggak terlalu sibuk, ada apa bun? bunda jadi hari ini ajak Azizah fitting gaun pengantin?" tanya Ibra


"Jadi bang makanya bunda telpon,Abang nanti bunda sama tante Fatma saja yang jemput Azizah untuk Fitting baju" ujar Mila


"Ya sudah bun, bunda sama tante Fatma hati- hati ya minta pak Ujang jangan ngebut- ngebut" pesan Ibra


"Abang juga jangan lupa makan siang, oh ya nanti bunda juga mau ngajak Azizah buat beli barang untuk hantaran ya bang biar Azizah sendiri yang pilih"


"Abang ikut kata bunda saja yang penting Azizah nyaman bunda, karena bunda tau sebdiri bagaimana Azizah"


Setelah selesai berbicara bersama sang bunda Ibra menelpon Azizah memberi tau agar segera bersiap- siap.


"Assalamualaikum sayang sedang apa?" tanya Ibra


"Waalaikum salam bang, Zizah sedang buat kue,nggak biasanya abang telpon Zizah jam segini?"


"Memang abang nggak boleh telpon kamu sayang?" tanya Ibra merajuk


"Bukan begitu bang, ih abang baperan"


Ibra terkekeh..." Abang cuma mau kasih tau kamu,segera siap- siap sebentar lagi bunda sama tante Fatma mau jemput kamu buat fitting baju" jelas Ibra

__ADS_1


"Abang kok nggak bilang kalau bunda mau jemput,Zizah belum siap- siap nih..ih abang nyebelin" protes Azizah


Hal itu membuat Ibra tertawa, bagaimana tidak Azizah marah karena dia belum bersiap-siap.Padahal baru saja Ibra memberi tau agar dia bersiap-siap.


"Abang kok ketawa sih, ini jadi bagaimana nanti kalau bunda datang?"tanya Azizah panik


Ibra menghentikan tawanya " Sayang... baru saja abang kasih tau kalau bunda mau jemput, jadi sayang bisa siap-siap toh bunda juga belum sampai" jelas Ibra


"Jadi sekarang kenapa abang masih telpon Zizah, kalau begini kapan Zizah siap- siapnya" jawab Zizah kesal


"Ya... sudah abang tutup telponnya nanti sayang ikuti aja kata bunda ya, I LOVE YOU Assalamualaikum"


"I LOVE YOU TOO ,Waalaikum salam"


Setelah telpon berakhir Ibra melanjutkan memeriksa beberapa berkas dan menandatanganinya.Sedangkan Azizah bergegas berganti pakaian.


"Mba Siti, sebentar lagi bunda datang nanti bilang Zizah lagi siap- siap ya.Dan kuenya tolong mba yang lanjutin ya" pinta Azizah


"Siap mbak tenang saja" jawab Siti


Setelah memberu pesan kepada Siti segera menuju kamarnya bersiap-siap.Azizah mengenakan Celana levis, dengan tunik dan jilbab pasmina.Azizah juga memoles sedikit wajahnya agar kelihatan segar.Setelah selesai Azizah keluar dari kamar, yang ternyata bunda Mila dan tante Fatma sudah duduk diruang tamu.


"Waalaikum salam sayang, kamu sudah siap?" tanya Mila


"Sudah bunda maaf ya nunggu lama" ujar Azizah


"Enggak apa- apa sayang yuk kita pergi sekarang" ajak Fatma


"Ayo... Mba Siti titip rumah ya saya bawa Azizah dulu" pesan Mila


"Iya bu, hati- hati ya bu"


Setelahnya Mila, Fatma dan Azizah masuk kedalam mobil yang sudah ada pak Ujang dibalik kemudi.Mobil melaju keluar dari halaman rumah Azizah menuju butik terkenal.Didalam perjalanan mereka sibuk mengobrol tentang konsep yang Azizah inginkan.


Sedangkan dikamar hotel,Bagas dan Liona begitu terkejut saat melihat kehadiran wartawan,mereka juga terkejut dengan keadaan mereka sekarang.Dengan cepat Bagas menggunakan pakaiannya dan mencoba menghindar dari media begitu juga Liona yang berlari menuju kamar mandi menggunakan pakaiannya.Didalam kamar mandi Liona merutuki dirinya sendir.


"Kenapa aku bisa sama Bagas ya padahal tadi malamkan aku bersama Ibra, duh ini juga kenapa perih banget ya"

__ADS_1


Wartawan masih setia memberitakan penggrebekan kamar hotel dimana anak dari Pengusaha restoran terkenal tertangkap sedang tidur bersama seorang wanita yang tak lain adalah Sekertaris Pak Hendro dari PT MAJU BINTANG.


Bagas tidak dapat berkutik setelah para wartawan mengerumuninya.Bagas memilih diam dari pada keadaannya akan lebih buruk. Kembali keperusahaan NUGRAHA.Ibra saat ini masih sibuk dengan berkas- berkas dihadapannya.


Ibra menyenderkan tubuhnya dikursi kebesarannya.Ibra tidak menyangka akan berbuat seperti ini kepada Bagas dan Liona.Padahal dulu saat mereka berdua menghianati Ibra,.Ibra tidak pernah membalas mereka, tapi sekarang Ibra tidak peduli lagi.Bagi Ibra adalah keselamatan Orang- orang disayangnya,tidak terluka.


Sedang asik dalam lamunan nya Terdengar ketukan pintu dari luar.Setelah dipersilahkan ternyata itu adalah Gisel yang menyerahkan berkas yang harus segera ditandatangani.


"Pak ada yang ingin bertemu dengan bapak" ujar Gisel


"Siapa?" tanya Ibra


"Pak Gio dan pak Galen" jawab Gisel


"Baiklah suruh meraka masuk, lain kali kalau mereka yang datang suruh saja segera masuk" pesan Ibra


"Baiklah pak" ujar Gisel


Setelah Gisel keluar, Gio dan Galen masuk.


"Assalamualaikum Om Galen" jawab Ibra berjalan menuju sang paman dan sepupu.


"Waalaikum salam Ibra, kamu sedang sibuk nak?" tanya Gio


" Enggak Om nggak biasanya Om dateng nggak kasih kabar" Jawab Ibra sambil berjalan menuju sofa yang ada diruangannya.Gio dan Galen pun duduk dikursi sebrang Ibra.


"Ibra Om sudah diskusi dengan Galen, nanti kalau dia, akan mengurua perusahaan disana setelah kamu menikah dan dia ingin kamu yang membimbingnya"


"Loh kenapa Om, kan ada Om Kevin yang lebih kompeten, lagi pula selama ini perusahaan disana Om Kevin yang urus selama ini Om" tanya Ibra penasaran


Kevin baru saja memberi Om informasi, bahwa seseorang sedang berencana menjatuhkan dia, dan meminta Om agar berpura- pura memecatnya dan menggantikan Kevin dengan Galen,tapi orang- orang licik itu nggak akan membiarkan Galen dengan mudah menduduki jabatan itu karena , selama ini Galen tidak pernah terlibat lansung pada perusahaan itu,maka dari itu nanti akan mudah bagi mereka mengahncurkan Galen. Tapi kalau kamu yang membantu membimbing Galen dari sini.Sampai disana Galen akan mampu menghadapi masalah yang datang.


Galen sedari tadi hanya diam,karena dia begitu benghargai sang ayah.Sifat Galen yang tidak pernah serius membuat Gio takut. Orang-orang licik itu nanti akan dengan mudah menguasai perusahaan disana.


**********************************************


Maaf ya readers tadi malam nggak update, karena ponsel bunda sedang error maklum ponsel butut,ini saja ketikannya jadi keluar yang aneh- anah.Bunda usahakan Update satu bab lagi ya untuk membayar hutang bab semalam

__ADS_1


dan untuk yang sudah mendukung karya bunda, bunda ucapkan terima kasih atas suportnya semoga kalian selalu suka dengan karya- karya bunda,dan maaf jika banyak kesalahan kata atau typo.Sekali lagi bunda ucapkan terima kasih


__ADS_2