
Jam makan siang pun telah tiba. Lukas sudah menunggu kedatangan Ibra dari 10 menit yang lalu. Sambil menunggu kedatangan Ibra Lukas asik berkirim pesan bersama calon istrinya Thalia. Namun saat sedang asik berkirim pesan,Lukas dikejutkan dengan kedatangan seseorang.
"Selamat siang tuan Lukas, maaf saya terlambat"Sapa Ibra sambil menjabat tangan
"Selamat siang tuan Ibra" jawab Lukas sambil membalas uluran tangan Ibra "Tidak apa-apa saya mengerti kesibukan anda tuan, silahkan duduk tuan Ibra" ujar Lukas mempersilahkan Ibra "
Pelayan datang setelah Lukas memanggilnya,Ibra dan Lukas memesan makanan.Setelah selesai mencatat pesanan pelayan tersebut pergi untuk membuat pesanan. Sedangkan Ibra dan Lukas terlibat obrolan.
"Apa kabar tuan Lukas kita sudah lama tidak bertemu sejak hari itu" ujar Ibra
"Saya baik tuan dan bagaimana dengan anda, sepertinya anda sangat bahagia tuan"tanya Lukas
"Ya... anda benar tuan Lukas, saya sangat bahagia, karena sebentar lagi saya akan menjadi seorang ayah" jawab Ibra " Dan bagaimana dengan anda tuan Lukas? "tanya Ibra lagi
Lukas tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Ibra " Saya sangat bahagia tuan karena sebentar lagi saya akan menikah dengan tunangan saya" jawab Lukas " Dan ada hal yang ingin saya sampaikan kepada tuan" ujar Lukas
Namun belum Lukas bicara pelayan membawakana makanan mereka.
"Sekarang kita makan saja dulu tuan nanti kita lanjutkan perbincangan kita" Pinta Ibra
Mereka makan dengan sesekali bicara tentang proyek kerja sama mereka. 15 menit kemudian mereka selesai memakan semua makanannya. Dan mereka pun melajnjutkan perbincangan mereka.
"Begini tuan, dulu saat saya meminta untuk menikah dengan Liona, Saya berfikir dengan mengikatnya tetapi tidak menganggap nya adalah balas dendam saya akan usai,namun saya salah tuan. Thalia tunangan saya tak ingin dimadu walaupun saya tidak mencintai Liona. Dan singkat cerita saya akan melepasnya tuan, bagaimana menurut anda?"
Ibra menghela nafas dan menghembuskannya perlahan. Sebenarnya dulu itulah yang Ibra takutkan, saat menerima tawaran Lukas untuk membalas dendam kepada Liona. Sekejam apapun Ibra, namun disudut hatinya yang lain terdapat kelembutan.
"Saya kira anda sudah bisa mencintai Liona, setelah beberapa waktu bersama." ujar Ibra
"Tidak tuan karena,cinta saya hanya untuk Thalia, itulah sebabnya kenapa saya kembali kesini untuk menikahi tunangan saya"
"Saya tidak tau, yang jelas saat ini semua keputusan ada ditangan anda tuan Lukas"jawab Ibra
Setelah lama berbincang, Ibra pamit undur diri, karena sedari tadi dia sangat merindukan istrinya.
Diperjalanan pulang Ibra dan Lukas larut dalam fikiran masing-masing. Lukas merasa sesikit lega, setelah menceritakan semua yang dia rasakan.
Ibra memasuki sebuah rumah yang tak lain adalah rumahnya bersama sang istri.Azizah yang mendengarkan panggilan dari sang suami, dia segera mendatangi tempat dimana suaminya berada.
__ADS_1
"Ada apa mas...kenapa teriak-teriak? " tanya Azizah pada Ibra.
"Enggak apa-apa, mas hanya rindu dengan istriku yang cantik begini"Goda Ibra mencolek dagu sang Istri
"Zizah kira kenapa bang teriak-teriak"jawab Azizah
"Hari ini pekerjaan abang banyak yang abang kerjakan. Namun semua nggak bisa abang selesaikan dengan baik, karena abang kepikiran kamu yang sendirian dirumah" jawab Ibra santai
"Ih... abang seharusnya nggak boleh begitu bang, abang itu punya tanggung jawab, banyak yang menggantungkan nasib mereka ditangan abang" ujar Azizah yang masih duduk dipangkuan Ibra.
"Iya... iya bu bos" jawab Ibra
"Sudah sana mandi, mas bau acem"ujar Azizah
Setelah bercanda sebentar. Ibra segera masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri. Didalam kamar Azizah sibuk menyiapkan semua keperlulan Ibra.
"Setelah selesai Azizah segera kedapur, melihat apa bi Asih sudah siap memasak"
"Bi ada yang bisa Azizah bantu nggak"tanya Azizah kepada bi Asih
"Enggak ada mba semua sudah hampir matang"
Setelah dari dapur Azizah berjalan menuju taman sampi g rumahnya, sambil sesekali menggosok lembut perutnya yang membuncit.
"Sayang kamu sehat-sehat ya disini" ujar Azizah sambil menggosok perut buncitnya.
Ibra yang melihatnya dari hanya sekedar melihat, kini sudah berjalan mendekat.Ibra segera memeluk Azizah dari belakang.
"Sayang kenapa disini sendirian?" tanya Ibra sambil memeluk Azizah.
"Enggak bang.... enggak kenapa-napa kok hanya ingin menghirup udara segar aja mas"
Ibra tak melanjutka ucapannya. Baginya apapun yang Azizah rasakan,itu pula yang Ibra rasakan. Ibra ingin Azizah sih lalu bahagia, karena kebahagian Azizah juga merupakan kebahagian Ibra.
"Sayang masuk yuk sudah mau magrib" ujar Ibra pada Azizah
Azizah mengikuti Ibra kedalam. Namun saat sampai didalam rumah Mila dan Nai pun baru saja pulang dari butik.
__ADS_1
"Assalamualaikum sayang" sapa Mila
"Waalaikum salam bunda, bunda baru sampai? " tanya Azizah
"Iya sayang tadi banyak banget kerjaannya" jawan Mila "Bunda kedalam dulu ya gerah banget"Mila segera berlalu setelah mendapat jawaban dari Azizah
Azizah segera menyusul Ibra yang berada diruang keluarga sambil membawa secangkir teh.
Ibra yang melihat sang istri yang sudah sulit berjalan segera mengambil teh yang ada ditangan Azizah.
Diruang keluarga mereka berbincang ringan. Tentang anak mereka yang sangat aktif dan terkadang membuat Azizah kesulitan untuk tidur. Mila yang telah selesai membersihkan diri segera bergabung bersama Ibra dan Azizah.
" Bang apa kita nggak mau adain acara tujuh bulanan? "tanya Mila
"Abang ikut kata bunda dan Azizah aja"
" Kamu maunya gimana sayang? "tanya Mila pada Azizah
"Zizah ikut kata bunda aja deh" ujar Azizah
"Ya sudah... kita akan adakan acaranya Minggu depan,karena tante Fatma dan om Gio sudah pulang dari tempat Galen dan Luna"putus Mila
Ya... saat ini Fatma dan Gio sedang mengunjungi anak-anaknya. Karena semenjak Gio pensiun, dia dan Fatma selalu kemana -mana bersama. Mereka berdua merasa kesepian tanpa anak-anaknya.
Di lain tempat, tepatnya dirumah Lukas. Saat ini Lukas sedang mengajak Thalia dan Luona berbicara, karena Lukas susah mengambil keputusan untuk melepaskan Liona. Karena bagi Lukas kebahagiaan Thalia adalah segalanya dari pada dendamnya pada Liona.
"Liona saya dan Thalia ingin bicara pada kamu nanti setelah makan malam" ucap Lukas
Liona yang tak tau apa-apa pun hanya menganggukkan kepalanya. Entah apa yang akan dibicarakan Lukas padanya. Bagi Liona saat ini hanya perlu menjalani apa yang terjadi padanya. Karena dia merasa semua ini mungkinkah n adalah karma untuknya.
Liona membantu para bibi menyiapkan makan malam, sebenarnya bibi sudah melarang, Tapi Liona kekeh mau membantu. Setelah selesai Liona memanggil Lukas dan Thalia untuk makan malam. Mereka bertiga makan malam dalam keheningan, hanya bunyi denting sendok yang terdengar. Liona pun tidak berani mengajak Lukas untuk bicara.
Walau pun selama menikah dengan Liona,Lukas tidak mencintainya dan dia juga menikahi Liona pun hanya karena dendam.Tapi tak pernah sedikit pun Lukas melayangkan tangannya kepada Liona. Walau Lukas selalu bersikap kasar kepada Liona.
Mereka telah selesai makan malam. Liona mengikuti Lukas dan Thalia keruang kerja Lukas.Hati Liona berdebar memikirkan apa yang akan lukas bicarakan padanya. Setelah merasa Liona sudah masuk kedalam euang kerjanya Lukas segera membicarakan maksud dari dia meminta Liona berbicara.
////////////////////////////////////////////////////////////////
__ADS_1
Hayo.... apa ya yang akan dibicarakan Lukas pada Liona. Ikuti terus kisahnya ya dan bagi kalian yang sudah mendukung karya bunda bunda ucapkan terima kasih ya sudah sabar menanti update bunda. Terima kasih untuk kalian semua