Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Dear belahan jiwaku


Mas....Apakabar kamu disana? Apa kamu bahagia bisa bertemu Mama, Papa dan Dara.Apa kamu lupa denganku mas,setelah kamu berkumpul dengan mereka.Enggak kamu nggak akan melupakanku, sama seperti aku yang selalu mengingatmu, dan menyebutmu didalam setiap doaku.Mas... Apa kamu tau, disini aku sangat merindukanmu.Aku masih belum percaya, begitu singkat kebersamaan kita.Kamu pergi meninggalkanku, dan anak- anak untuk selamanya.Berat mas... ,Bagiku sangat berat, aku harus berpura- pura tegar dihadapan semua orang, terutama anak- anak kita.Tapi hatiku terlalu lemah tanpa kamu mas.


Mas...Apa kamu melihat,bagaimana orang- orang yang tak suka denganku, menginaku, menghakimiku, seakan aku seorang yang sangat harus mereka hindari.Kamu yang lebih tau mas, seberapa besar rasa cintaku pada kamu.Cinta aku sangat besar pada kamu mas.Kamu yang membuat aku bangkit.Disaat aku masih terseok- seok merintis usaha agar bisa menafkai anak- anakku.Kamu datang merangkul aku dan anak-anak dan membuktikan masih ada orang-orang yang tulus.Saat aku tak percaya lagi akan cinta, kamu membuktikan cinta itu ada.Kamu memberikan cinta yang besar, bukan hanya kepadaku tapi juga kepada ketiga anakku.


Kamu memberikan aku dan anak- anak kenyamanan.Kamu datang seperti malaikat buat anak- anakku.Banyak yang kita lalui,terutama aku yang harus menghadapi orang- orang yang tak suka dengan kebersamaan kita.Mereka bilang aku seorang janda 3 anak tak pantas bersanding denganmu.Namun semua itu sanggup aku lalui, karena kamu selalu ada menjadi pelindungku.Tapi saat ini mereka kembali menghinaku, dan semua itu harus aku lalui tanpa kamu.Mereka bilang aku tak sedih saat kamu tinggalkan.Mereka bilang aku bahagia atas kematianmu.Aku harus apa mas,Apa aku harus menjerit saat kehilangan kamu mas.Tapi saat itu kamu bilang aku harus tegar dan aku tak boleh menangis.Aku hanya ingin menjalankan permintaanmu,apa aku salah.Apa aku harus bilang kepada mereka tentang kesedihanku.


Namun disaat aku terpuruk,atas hinaan semua orang, aku selalu ingat tentang mimpi itu,Mimpi dimana kamu meminta aku menjadi wanita yang kuat.Sekarang aku ingat setiap kali kita bersama beberapa bulan lalu, kamu selalu memintaku menjaga anak- anak, kamu selalu memintaku menjadi wanita yang kuat.Rupanya itu tanda- tanda kamu mau meninggalkan aku.Kamu selalu mendoktrinku dengan kata - kata penguat.Tapi aku menyesal mas, seandainya aku sadar dengan kata- kata perpisahan itu, Aku tidak akan mengizinkanmu pergi.Tapi aku tau sejauh apapun jita nenghindari takdir.Maka kuasa Allah yang bekerja.


Itulah kalimat yang Ibra baca didalam buku Mila, dan sampai saat ini Mila tidak pernah tau kalau Ibra pernah melihat tulisan itu,Karena setelah membacanya Ibra mengembalikan buku itu ketempat semula.


"Abang..... Abang "panggil Azza "Ih abang kok melamun sih" kesal Azza dengan wajah cemberut.


Ibra yang merasakan ada tangan yang memukul badannya membuatnya tersentak dari lamunan.


"Eh... ada apa princesnya abang kok mukanya cemberut gitu" tanya Ibra sambil menoel- noel pipi gembul Azza.


"Ih... Abang jangan digituin pipinya Azza nanti hilang cantiknya" ujar gadis kecil itu sambil menepis tangan sang abang dari pipinya


Ibra tertawa mendengar celotehan sang adik.


"Iya deh... Abang nggak gitu lagi, tadi princesnya abang bilang apa?"

__ADS_1


"Tadi bunda nyuruh kita makan, soalnya sudah disiapin bunda sama Tante Fatma" Azza menyampaikan pesan dari sang bunda


Ibra segera menggendong Azza menuju tikar yang sudah tersedia makanan.


" Abang dari mana saja tadi aku sama Nai nyariin abang nggak ada" Tanya Izar


"Abang tadi melamun disana" Azza yang menjawab pertanyaan Izar sambil menunjuk tempat Ibra tadi berdiri.


Hari ini taman cukup ramai karena ini hari libur.


"Ibra kapan kamu kenalkan pacar kamu kepada kami" tanya Gio saat menyantap makanan


"Ibra belum punya pacar Om, lagi pula Ibra mau Fokus dulu sama perusahaan, bunda dan adil- adik"jawab Ibra santai


"Kapan lagi nak umur kamu sudah cukup untuk berkeluarga malah" Sambung Fatma


"Kamu juga Galen, kapan kamu mau bantu abang kamu urus perusahaan, kasihan abang kamu mikirin semua" Tanya Gio pada Galen


Dan yang ditanya malah asih dengan makanannya.


"Galen ayah kamu bertanya, Kenapa nggak dijawab" ujar Fatma kesal


"Nanti sajalah ma Galen mau fokus kuliah dulu, kalau urusan kantor itu berat" Jawab Galen

__ADS_1


"Kamu itu Len, sama saja dengan Izar, kalau ditanya Izar kenapa sih kamu nggak kuliah bisnis aja biar bantu abang jawabnya"


"Bun membuat almarhum ayah bangga bukan cuma nerusi usaha ayah aja, tapu mencapai cita - cita dengan hasil yang memuaskan juga bisa membuat ayah bangga".Izar segera menjawab pertanyaan sang bunda dengan senyum merekah, membuat Mila mencibik kesal.


Setelah selesai makan Anak- anak lanjut bermain.Fatma dan Gio menikmati momen bersama sedangkan Mila kembali termenung, mengingat sang pujaan hati.


Hari sudah beranjak sore mereka memutuskan untuk pulang, Tapi sebelumnya mereka akan makan malam bersama,di sebuah restoran yang sebelumnya sudah direvarasi Ibra. Menggunakan dua mobil mereka meninggalkan taman bermain.Luna tidak ikut berlibur karena saat ini dia tinggal bersama sang suami di luar negri.Karena suami Luna juga seorang Duta Besar Indonesia.


Tak memakan waktu lama mereka sampai diparkiran restoran yang telah dipesan Ibra sebelumnya.Mereka semua masuk kedalam restoran bersama menuju meja yangvsudah direvarasi.


Menikmati makanan yang sudah mereka pesan, sambil sesekali mereka bercanda.Ya...Fatma dan Gio akan selalu menyempatkan berlibur bersama saat mereka ada di indonesia.Fatma sekarang lebih sering menemani Gio bertugas.Sedangkan Galen lebih sering menginap dirumah Mila dari pada dirumahnya.Karena Galen bilang dirumah sepi kayak dikuburan.


Setelah selesai makan malam,mereka pulang kerumah masing- masing, sedang Galen lebih memilih ikut kerumah Mila dari pada pulang bersama Fatma dan Gio.Padahal Fatma sudah membujuknya dengan berbagai iming-iming, tapi Galen tetap menolak.Alasannya karena malas melihat kemesraan orang tuanya buat baper aja.


Setelah sampai dirumah mereka masuk kekamar masing- masing dan membersihkan diri.


Sedang Ibra masuk keruang kerja, karena ada sedikit pekerjaan yang harus dia selesaikan.Tak lama terdengar pintu ruang kerjanya diketuk, yang ternyata sang bunda yang datang sambil membawa secangkir teh.


"Abang apa boleh bunda bicara" tanya Mila sambil duduk disofa ruang kerja Ibra


Ibra beranjak dari kursinya menuju sofa tempat sang bunda duduk.


"Boleh bunda memang bunda mau bicara apa?"

__ADS_1


"Diminum dulu teh nya bang"mengangkat cangkir teh memberikannya kepada sang anak


Ibra mengambil cangkir teh yang diberikan sang bunda, dan segera meminumnya dan setelai selesai Ibra kembali meletakkan cangkir diatas meja didepannya sambil menunggu sang bunda bicara.


__ADS_2